
mobil Kevin semakin menjauh dari rumahnya. Regina sangat tidak tenang meninggalkan Aldo dan Jessica yang masih bertengkar.
Kevin yang melihat wajah Regina pun memberanikan bertanya.
"nona, apa anda khawatir pada nona Jessica dan Aldo?"
"iya tuan, mereka sedang bertengkar. bagaimana jika...."
"mungkin Aldo hanya akan mengunci nona Jessica di kamar mandi." celetuk Kevin yang membuat Regina membulatkan matanya dengan sempurna.
"kalau begitu putar balik mobilnya tuan, Jessica akan pingsan jika ia di kunci di kamar mandi." panik Regina.
Kevin tertawa melihat wajah panik Regina.
"saya hanya bercanda nona, Kevin bukan pria seperti itu."
"benarkah?" tanya Regina.
"iya nona, saya berani menjaminnya." tutur Kevin.
tak lama mobil Kevin sudah sampai di depan kantor papi Surya. setelah Regina turun, Kevin pun kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.
.
.
.
.
.
"dasar gadis bodoh ! gadis gila !" maki Aldo melihat mobil Jessica menjauh.
saat Kevin dan Regina pergi, mereka berdua masih saja beradu argumen dengan saling menyalahkan dan merasa dirinyalah yang paling benar.
Jessica berlalu meninggalkan Aldo sesudah ia menginjak kaki Aldo dengan sengaja.
Aldo pun masuk ke mobilnya dan melaju menuju kantor. sepanjang perjalanan Aldo mengumpat Jessica.
"jika aku bertemu denganmu lagi, aku akan mence*** lehermu itu!!" geram Aldo.
.
.
.
.
.
hari sudah sore, Regina akan kembali pulang dengan mobilnya sendiri. sopir rumah papinya lah yang mengantar mobil Regina ke kantor. sebelumnya Kevin sudah mengirim pesan pada Regina menanyakan jam berapa ia akan pulang, Regina pun mengatakan bahwa ia akan pulang sendiri menaiki mobilnya.
Regina langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi rumah Kevin. beruntung tadi Kevin memberikan kunci rumah padanya karena Kevin memang belum pulang.
Regina segera membersihkan diri di kamar mandi kamarnya.
__ADS_1
"sepi sekali..." sekesai mandi, Regina turun hendak ke dapur untuk membuat teh.
jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun belum ada tanda-tanda Kevin pulang. berkali-kali Regina menguap, ia sungguh mengantuk dan lelah. Regina turun ke bawah dan menyalakan tv untuk mengusir rasa kantuknya. namun bukan ia yang menonton tv, tapi tv lah yang menonton ia ketiduran di sofa.
pukul sembilan malam, barulah Kevin pulang. ia memutar kunci pintu utama dan membukanya. ia berjalan memasuki rumah seraya menyentuh tengkuk lehernya yang terasa sangat lelah.
Kevin pun berjalan masuk ke kamar dan tidak memperhatikan Regina yang tertidur di sofa ruang tv.
"apa nona Regina sudah tidur?" batin Kevin, selesai mandi ia pun keluar kamar hendak melihat Regina. Kevin terkejut melihat Regina yang tertidur tanpa bantal dan tanpa selimut di sofa.
Kevin mengambil remot tv dan mematikannya.
"kenapa dia tidur di sini?" Kevin mendekati Regina dan menatap wajah cantiknya.
Kevin menyibakkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Regina. Kevin terdorong untuk mencium bibir manis Regina, ia pun mendekati wajah Regina. saat jarak bibirnya dan Regina tinggal lima centi, Kevin segera menarik kepalanya kembali. ia teringat kejadian kemarin yang tidak dapat ia kendalikan.
Kevin menggelengkan kepalanya dengan keras, segera ia meninggalkan Regina dan kembali ke kamarnya.
Regina mengerjapkan matanya perlahan, ia terbangun begitu mendengar suara langkah kaki.
"tuan Kevin..." Regina mencoba bangun dan menyesuaikan pandangannya.
seketika Kevin berbalik, sebuah senyuman terukir di wajahnya begitu melihat Regina bangun dan memanggilnya.
"anda sudah pulang? maaf tuan saya ketiduran di sini." ucap Regina yang sudah sadar sepenuhnya.
Kevin duduk di samping Regina.
"tidak nona, lain kali tidurlah di kamar. jangan di sini." tutur Kevin.
Regina mengangguk.
"apa anda sudah makan tuan?" tanya Regina.
"jangan seperti ini nona, saya mohon jangan memberi saya perhatian. saya tidak akan sanggup mencegah perasaan itu.." batin Kevin. ia menatap lekat kedua manik mata Regina.
"tuan??" Regina melambaikan tangannya di depan wajah Kevin.
"ah iya maaf nona.." Kevin mengalihkan pandangannya.
"apa anda mau nasi goreng tuan? di rumah hanya ada nasi. dan kebetulan saya juga belum makan." tanya Regina.
"kita pesan saja nona, anda pasti lelah." Kevin mengeluarkan ponsel di sakunya.
"ini sudah malam tuan, akan membutuhkan waktu yang lama menunggu pesanan kita datang. lebih baik memasak sendiri." sahut Regina.
"baiklah, tapi apa anda tidak lelah?" tanya Kevin memastikan.
"tidak tuan, hanya memasak nasi goreng saja." Regina pun beranjak ke dapur dan mulai membuat nasi goreng.
"apa anda perlu bantuan?" tanya Kevin yang menyusul Regina ke dapur.
"iya, tolong bantu menghabiskan nasi gorengnya nanti." jawab Regina dengan senyumnya.
"duduklah di sini tuan, dan silahkan nikmati teh anda." Regina menaruh secangkir teh panas untuk Kevin.
Kevin memperhatikan Regina yang kesulitan memasak dengan rambutnya yang tergerai.
__ADS_1
Kevin keluar dapur dan mengambil ikat rambut Regina yang terletak di meja sofa ruang tv. ia pun kembali ke dapur dan menyerahkan ikat rambut tersebut pada Regina.
"tuan, bisakah anda mengikat rambut saya? tangan saya kotor." pinta Regina.
Kevin terdiam sejenak, ia tidak tahu bagaimana mengikat rambut seorang wanita. tapi Kevin tidak bisa menolak itu. iapun mencoba mengikat rambut Regina.
"nona maaf jika ikatannya tidak rapi." ucap Kevin. dan benar saja, ikatan rambut Regina tidak rapi sama sekali.
"tidak masalah tuan, terima kasih." ucap Regina.
nasi goreng sudah matang, Regina menyajikan sepiring nais goreng lengkap dengan kol dan ayam pada Kevin. keduanya pun makan malam bersama di meja dapur.
Kevin dengan lahap menyantap nasi goreng buatan Regina. selain lapar, rasa nasi goreng Regina memang sangat lezat.
Regina membereskan piring kotor dan membawanya ke dapur. selesai mencuci piring, Regina menghampiri Kevin yang tengah duduk di ruang tv.
"tuan, besok kan sabtu. bagaimana kalau besok kita menjenguk anak bi Tanti yang sakit?" tanya Regina.
"iya nona, kampung bi Tanti sangat jauh, jadi kita harus berangkat pagi-pagi sekali." jawab Kevin.
"baik tuan, terima kasih." Regina tersenyum pada Kevin.
Regina kembali ke dapur, ia membuatkan susu Kevin. ia ingat bi Tanti pernah mengatakan bahwa Kevin terbiasa meminum susu sebelum tidur.
begitu ia kembali ke ruang tv, Regina tidak mendapati Kevin di sana. Regina pun melangkahkan kakinya menuju kamar Kevin.
tok tok tok
"tuan.." panggil Regina.
Kevin membuka pintu, ia lupa memakai kembali kaosnya yang sudah ia lepas.
"ada apa nona?" tanya Kevin pada Regina yang menunduk.
"ini tuan.." Regina menyodorkan segelas susu tanpa melihat wajah Kevin. ia masih tetap menunduk.
"kata bi Tanti, sebelum tidur anda selalu meminum susu." imbuh Regina.
memang kebiasaan Kevin minum susu sebelum tidur, tapi saat ini perutnya sangat kenyang sekali. tapi Kevin tidak ingin membuat Regina kecewa, ia pun mengambil gelas susu tersebut.
"tidurlah nona, ini sudah malam." perintah Kevin karena Regina belum beranjak pergi meski gelas susunya sudah ia ambil alih.
"gelasnya tuan, saya tidak bisa tidur jika masih ada piring atau gelas yang kotor." tutur Regina.
Kevin pun segera meminum susu tersebut hingga tak tersisa dan menyerahkan kembali gelas yang sudah kosong itu pada Regina.
.
.
.
.
.
author ingetin lagi ya, budayakan meninggalkan like dan komentar setelah membaca.
__ADS_1
kalo ada poin, bolehlah di sumbang buat novel ini, hehehe
terima kasih 🤗❤️