
Regina kini kembali tidur setelah makan dan meminum obat. Papi Surya dan Mami Ira tengah duduk bersama di sofa ruang rawat Regina.
"Pi, Jessica kemana? kenapa dia tidak kembali masuk." Tanya mami Ira.
"Dia mungkin sedang di luar bersama Aldo. Biarkan saja, siapa tahu mereka berjodoh." Ucap papi Surya.
"Berjodoh apanya, mereka berdua seperti tikus dan kucing yang tidak pernah akur." Sahut mami Ira.
.
.
.
.
.
Hari sudah sore, Kevin membuka matanya perlahan sembari menggeliat merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Ia milirik sebentar pada ponselnya yang berada di meja nakas, masih teringat Aldo yang terus saja menelponnya, ia pun mengurungkan niatnya untuk menyentuh benda pipih tersebut. Ia beranjak ke kamar mandi.
Sementara Aldo dan Jessica sudah kembali dari cafe sejak pukul dua siang tadi. Mereka menunggu Regina dan meminta papi Surya dan mami Ira untuk pulang dan beristirahat.
"Tidak Aldo, kami akan tetap di sini." Ucap mami Ira.
"Tidak Tante, biar kami saja yang menunggu Regina. Tante sama om pulang saja." Tutur Jessica.
Setelah lamanya pemaksaan, papi dan mami Regina pun bersedia untuk pulang dan akan kembali besok pagi. Dering ponsel Aldo kembali berbunyi dengan nyaringnya. Ia beranjak keluar dan menerima panggilan itu yang ternyata dari Ayah Agung.
"Iya yah?"
"Kau dimana? kenapa belum pulang, ini sudah sore." Kata ayah Agung seolah memerintahkan anak berusia delapan tahun untuk pulang ke rumah.
"Aldo belum bisa pulang yah, nanti Aldo akan pulang secepatnya."
"Kevin juga kemana ? ayah menghubunginya sejak tadi tidak tapi tidak di respon sama sekali." Kata ayah Agung.
"Ya sama yah, Aldo juga telpon dari tadi pagi tidak di terima kak Kevin." Dengus Aldo.
"Yah..." Panggil Aldo dengan suara terendahnya.
"Ada apa?"
"Aldo sekarang ada di rumah sakit, kak Regina sedang sakit." Tutur Aldo.
"Sakit apa? apa dia hamil?" Tanya ayah Agung yang nyeleneh.
"Aldo tadi bilang sakit yah, bukan hamil !"
"Oh iya ya, ya sudah lanjutkan ceritamu. Sakit apa Regina?"
"Tadi pagi Aldo ke rumah kak Kevin, karena tidak ada sahutan akhirnya Aldo mendobrak pintu rumah. Aldo menemukan kak Regina pingsan di kamar mandi, tapi kak Kevin tidak ada." Tutur Aldo, membuat ayah Agung membulatkan matanya di seberang.
"Kenapa kau tidak memberitahu ayah sejak tadi !" Seru ayah Agung.
"Ayah jangan berteriak, nanti bunda dengar bisa marah."
"Oh iya kau benar, ya sudah ayah sekarang ke sana." Aldo memberitahu ayah Agung di mana rumah sakitnya. Setelah itu mereka berdua sama-sama mengakhiri panggilan nya.
Aldo masuk kembali ke ruang rawat Regina. Terlihat Jessica yang menyandarkan tubuhnya di sofa. Mendengar suara pintu terbuka, sontak Jessica menoleh ke arahnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Aldo.
__ADS_1
"Aku lapar.." Melas Jessica.
"Lalu ?"
"Ya aku ingin makan, dasar bodoh !"
"Berani kau mengumpatku akan ku jatuhkan kau dari jendela itu !"
"Jatuhkan saja.." Jessica beranjak mendekati jendela.
"Ayo cepat, katamu kau akan menjatuhkan ku dari jendela ini." Tantang Jessica dengan senyuman yang meledek Aldo.
"Kau !" Aldo berjalan sembari mengepalkan tangannya menuju ke arah Jessica. Ia mencengkeram lengan Jessica dengan kasar, menariknya lebih dekat dengan jendela.
"Tidak tidak ! lepaskan aku." Takut Jessica. Ia merinding melihat ke bawah, di tambah ekspresi wajah Aldo yang serius ingin menjatuhkannya.
Aldo dan Jessica masih berperang argumen dengan segala kebenaran mereka masing-masing. Membuat Regina terpaksa terbangun karena mendengar suara gaduh.
"Apa kalian bisa bertengkar di luar." Ucap Regina. Aldo dan Jessica sama-sama menoleh lalu mendekat pada Regina.
"Kakak, maaf kan kami." Ujar Aldo.
Tak lama pintu terbuka, rupanya ayah Agung yang datang. Ia mendekati menantunya yang baru bangun itu.
"Regina.." Ayah Agung membelai lembut ujung kepala Regina.
"Ayah.." Regina tersenyum pada ayah mertuanya.
Beberapa saat setelah kedatangan ayah Agung, dokter Rio datang dan memeriksa Regina. Berkali-kali perut Jessica berbunyi, menandakan bahwa ia memang sudah kelaparan.
"Re, apa aku boleh pergi sebentar?" Tanya Jessica.
"Selamanya juga tidak masalah." Tukas Aldo
"Awas kau !" Batin Aldo.
Dokter Rio hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat Jessica dan Aldo yang selalu bertengkar
"Kau mau kemana?" Tanya Regina.
"Aku lapar.." Bisik Jessica pada Regina.
"Baiklah pergilah." Kata Regina.
Jessica pun pergi, sebelumnya ia berpamitan pada ayah Agung.
"Aldo, temani dia." Perintah ayah Agung.
"Tidak mau !"
"Cepat susul dia dan temani dia makan, kau juga pasti belum makan kan?" Tanya ayah Agung, Aldo hanya diam.
"Pergilah temani Jessica, Al. Kau juga harus makan." Timpal Regina. Akhirnya Aldo pun keluar dan segera menyusul Jessica yang belum terlalu jauh.
Kini tinggal ayah Agung dan Regina. Ayah Agung masih mencoba menghubungi Kevin, namun sama seperti sebelumnya, tidak ada jawaban dari Kevin.
"Sudahlah yah, biarkan saja. Mungkin dia masih sibuk." Tukas Regina. Ayah merasa ada yang aneh dari nada bicara Regina yang terdengar putus asa itu. Ia mendekati sang menantu, mencoba mengorek ada masalah apa dengan Kevin. Bukan ingin ikut campur, hanya saja ia juga sudah merasa geram Kevin tak kunjung menerima panggilan darinya.
"Kevin sudah tidak pulang ke rumah selama tiga hari ini yah, dia menginap di hotel." Ucap Regina yang menyandarkan separuh tubuhnya pada tempat tidur rumah sakit.
"Ada apa dengan rumah tangga kalian? semuanya baik kan?" Tanya ayah Agung.
__ADS_1
"Baik yah, tapi semalam dia mengatakan padaku bahwa dia akan segera mengurus surat perpisahan kami." Ayah Agung kini mengerti kenapa Regina bisa pingsan di kamar mandi dan membuat ia demam tinggi seperti ini.
"Maafkan putra ayah, nak. Dia memang seperti itu jika menyangkut soal cinta. Di hotel mana dia sekarang?" Tanya ayah Agung.
Regina enggan memberitahu ayah Agung, namun karena masih di desak dan di paksa akhirnya ia pun memberitahu nama hotel dimana tempat Kevin tidur selama tiga hari ini.
.
.
.
.
.
Kevin mengambil benda pipih yang berada di meja nakas, ia membuka puluhan pesan dan panggilan dari Aldo dan ayah Agung. Ia mengerutkan keningnya saat membuka sebuah foto kiriman Aldo yang menunjukkan Regina tengah berbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah pucat. Isi pesan Aldo yang terakhir membuat Kevin menyipitkan matanya dan membacanya berkali-kali.
"Kak, kak Regina baru saja bangun. Dia mencarimu kak, dia memanggil namamu." Isi pesan Aldo.
Lalu ada banyak juga panggilan dari ayah Agung. Kevin masih ragu, apakah ia harus datang ke rumah sakit atau tidak. Suara bel pintu kamar hotel membuyarkan pikiran Kevin yang masih menimbang harus datang atau tidak pada Regina. Ia beranjak berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
Plaakkk
Sebuah tamparan keras di terima Kevin dari ayah Agung. Mata Kevin membulat begitu ia tahu ayah Agung lah yang datang lalu mendaratkan sebuah tamparan di wajahnya.
"Apa ayah pernah mengajarimu menyakiti wanita seperti itu ?! dasar egois !" Maki ayah Agung. Ia masuk mendekati Kevin yang masih mematung di tempatnya.
"Kau tahu! istrimu sakit, semalaman dia duduk di bawah shower sampai pingsan. Jika Aldo tidak datang, mungkin istrimu sudah meninggalkanmu untuk selamanya." Seru ayah Agung.
"Kevin baru membuka ponsel Yah, ponsel Kevin dari tadi pagi dalam mode silent." Lirih Kevin, ia tahu bahwa dirinya memang bersalah.
"Ada apa Vin? kenapa kau ingin menceraikan Regina ? bukankah kau sudah mencintainya?" Tanya ayah Agung, kali ini emosinya sudah sedikit menurun.
"Kevin mencintainya, tapi dia tidak. Kevin sudah berusaha membuatnya jatuh cinta pada Kevin, tapi itu semua sia-sia. Regina tetap tidak mencintai Kevin." Ujar Kevin yang menunduk lesu, ia meletakkan kedua sikunya di atas paha dan menumpu kepalanya dengan kedua telapak tangannya.
"Benarkah? jika Regina tidak mencintaimu, kenapa tadi dia menangis saat mengatakan bahwa kau akan segera mengurus surat perpisahan." Ucap ayah Agung yang membuat Kevin mendongakkan wajahnya dan menatap lekat pada ayah Agung.
"Dia membutuhkanmu Vin. Temani istrimu." Imbuhnya. Kevin masih terdiam di tempatnya sampai ayah Agung mengambil kunci mobil Kevin di meja nakas lalu melemparnya pada Kevin.
"Pergilah." Kata ayah Agung. Kevin menangkap kunci itu lalu beranjak menuju ke rumah sakit.
.
.
.
.
•
•
.
.
.
.
__ADS_1
.