
KEVIN ATMAJA
pria pemilik SABILA WEDDING AND EVENT ORGANIZER.
pria tampan bertubuh tinggi, berkulit putih bersih. pria yang sangat menyayangi dan lembut pada keluarganya, namun terkenal tegas dan sedikit galak pada karyawannya. ia membangun WO tersebut atas kerja kerasnya sendiri. semua ia mulai saat masih berada di bangku kuliah, kepintaran dan ketekunannya membuat ia berhasil menjadi salah satu pemilik WO profesional dengan segudang pencapaian. WO milik Kevin selalu menjadi langganan para artis dan pejabat negara.
Kevin juga tak sungkan untuk terjun sendiri mengatur dan menyiapkan sebuah pernikahan atau event yang menjadi tanggung jawabnya. seperti pernikahan Regina dan Anton ini. ia tidak hanya berpangku tangan dan memerintah layaknya seorang bos besar. terkadang karyawannya akan sedikit pusing jika bos mereka ikut terjun mengatur segalanya, terutama Jerry..
asisten sekaligus tangan kanan Kevin. berkali-kali ia akan menerima bentakan dari Kevin jika hasil kerjanya tidak sesuai dengan keinginan Kevin. meskipun begitu, Jerry tidak pernah ingin resign ataupun merasa sakit hati atas bentakkan dan makian Kevin, ia kenal betul bagaimana sifat asli Kevin. pria penyayang, perhatian dan sangat baik bagi semua karyawannya yang tak jarang mereka menerima bonus dari Kevin.
dari luar, Kevin memang terlihat seperti pria tampan yang galak dan dingin pada wanita, namun tak mengurangi rasa hormat serta kesopanannya ada costumer dan para orang tua. tak sedikit para ibu-ibu meminta Kevin untuk menjadi menantunya, namun Kevin tak pernah berpikir sedikitpun tentang pernikahan, ia hanya fokus pada WO miliknya.
.
.
.
.
.
pandangan Kevin tak pernah beralih pada Regina, sama seperti Jerry, Kevin juga heran melihat Regina yang tidak menitihkan air mata, logikanya.. seorang wanita pasti akan menangis juga marah saat berada pada posisi Regina seperti ini. entah apa yang ada di pikiran Regina, hanya ia yang tau. di saat kedua orang tuanya terus berdebat tanpa memikirkan bagaimana perasaan Regina, hati Kevin merasa pilu melihat Regina seperti itu. ingin rasanya ia memaki lelaki yang meninggalkan wanita cantik di menit-menit menjelang pernikahan seperti ini. Jessica bahkan juga sudah menangis tersedu-sedu melihat sahabatnya yang diam saja dengan tatapan kosong.
"untuk apa kau tetap disini? tolong katakan pada semua tamu untuk pulang, pernikahan ini batal. dan jangan khawatir, aku tetap akan membayar sesuai kontrak yang sudah kami tanda tangani. kau boleh pergi sekarang." ucap Ira pada Kevin dengan suara serak khas orang menangis.
"tidak bisa seperti itu mi, bagaimana dengan kehormatan kita di mata semua rekan bisnis papi?" seru Surya.
"lalu seperti apa pi? anak kita akan menikah dengan siapa? calon suaminya sudah pergi pi, mami tidak peduli dengan rekan bisnis papi, yang mami pedulikan hanya Regina pi, hanya Regina !" teriak Ira.
"tapi mi.." ucapan Surya dipotong oleh Kevin.
__ADS_1
"saya akan menikahi putri anda tuan." ucap Kevin dengan tegas. mata Surya, Ira dan Jessica menatap lekat wajah Kevin, mencari keseriusan atau hanya sebuah lelucon dari apa yang ia katakan.
"jangan bercanda" ucap Surya dengan senyum tidak yakinnya pada Kevin.
"saya tidak bercanda tuan, nyonya.. saya serius, saya akan menikahi putri anda." ucap Kevin penuh penekanan dan keseriusan.
"tidak ! putriku bukan sebuah boneka, aku tidak akan membiarkan putriku menikah dengan orang yang tidak kami kenal." seru Ira.
"tapi nyonya, saya rasa anda sudah cukup tau siapa saya dan latar belakang saya. saya tidak bisa melihat putri anda seperti ini"
"astaga..apa yang aku katakan?? aku tidak bisa melihatnya seperti ini, ah sudahlah, aku sedang prihatin melihat wanita itu.." gumam Kevin dalam hati.
"baiklah, anggap saja saya menyelamatkan kehormatan anda di depan rekan bisnis anda." lanjut Kevin.
"tapi bagaimana dengan orang tuamu?" tanya Ira.
"saya akan mengabarinya nanti, nyonya tenang saja, orang tua saya orang baik, mereka akan menerima Regina" jawab Kevin penuh keyakinan.
sejenak Surya dan Ira diam mendengar ucapan Kevin, mereka melihat Regina yang masih membisu dengan tatapan kosong.
"tidak pi, papi harus minta persetujuan Regina terlebih dahulu.." Ira menyentuh jari jemari putrinya yang sangat dingin.
"Regina, apa kau bersedia menikah dengan Kevin?" tanya Ira perlahan namun Regina tak menjawab pertanyaan mami nya.
"Re..mau ya re.." Jessica membujuk Regina.
"Regina, jawab mami nak. mami tidak akan memaksamu. tapi setidaknya katakan sesuatu sayang.." Ira membelai lembut pipi putrinya.
"sudahlah mi, percuma berbicara pada Regina. biarkan dia menikah dengan nak Kevin." sahut Surya yang sudah tak sabar karena putrinya masih saja diam membisu.
"tapi pi..."
__ADS_1
"mi ! sudahlah, biarkan nak Kevin menikahi Regina." Surya memotong ucapan sang istri.
"baiklah nak Kevin, aku harap kau bisa menjaga putri kami satu-satunya ini, dia sangat berharga bagiku. aku mohon bahagiakan dia selalu." pesan Ira pada Kevin.
"iya nyonya, saya akan berusaha.." ucap Kevin.
Jessica sudah berhenti menangis, ia membatu Regina bersiap melaksanakan pernikahan dengan Kevin. sedangkan Kevin, ia kembali ke ballroom dan memakai jasnya yang sempat ia lepas tadi sewaktu menyiapkan pernikahan Regina dan Anton.
"pak, kenapa anda memakai jas? apa anda akan pergi? lalu bagaimana dengan para tamu undangan pak? apa saya harus menyuruh mereka pulang?" tanya Jerry mengikuti langkah kaki Kevin menuju meja penghulu.
"pak? kenapa anda duduk disini?.." Jerry terkejut melihat Kevin duduk di kursi calon pengantin tepat di depan penghulu.
"pak??" Jerry penasaran apa yang akan di lakukan Kevin.
Kevin menjentikkan jarinya agar Jerry mendekat, Jerry pun membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya pada Kevin.
"apa kau sudah selesai bicara?" tanya Kevin yang melirik ke arah Jerry yang berada di samping kanannya.
"sudah pak, silahkan jawab pertanyaan saya." ucap Jerry.
"dasar bodoh ! katakan pada MC bahwa yang menikah adalah Kevin dan Regina. bukan Anton dan Regina." ucap Kevin tanpa melihat Jerry.
"apa pak?!" Jerry terbelalak mendengar ucapan Kevin.
"apa kau tuli sekarang?" tanya Kevin.
"tidak pak, tapi apa bapak serius?" tanya balik Jerry memastikan.
"apa wajahku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?"
"ehmm tidak pak."
__ADS_1
"yasudah sana, katakan pada MC!" perintah Kevin.
"i-iya pak, permisi."