PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Negeri Gingseng (2)


__ADS_3

Zen terlihat menatap laptopnya, laptop yang diambil dari penyimpanan dimensinya itu menunjukkan layar monitor yang mayoritas hitam latar belakangnya dengan diisi huruf serta angka berwarna warni.


Zen sedang membuat firewall, untuk memberikan pengamanan khusus bagi sistem IT pabriknya dari serangan para hacker.


Dengan otak super Jeniusnya, Zen bisa belajar dengan sangat cepat.


Berbagai bahasa pemrograman ciber security tingkat mahir dapat Zen kuasai, bahkan bahasa pemrograman milik Zen satu-satunya di didunia ini.


Kalo Zen mau, bikin kegaduhan dunia tanpa diketahui siapapun juga bisa!


Zen hanya membuat konsep ciber security yang akan mengembalikan serangan para hacker 100x lipat lebih kuat.


“..kalian ingin macam-macam denganku! Jangan salahkan jika negara ini kacau!”


Zen yang sudah mendapatkan 9 IP address hape milik para penggiat yang ingin menghancurkan bisnisnya.


Sebuah ancaman yang mana hape milik mereka akan dibuat meledak setelah 9 orang musuhnya selesai membaca pesan darinya.


Konsep Zen dalam hal ini, membuat bahasa pemrograman yang akan mengirimkan virus trojan level tertinggi, kemudian virus itu dapat menyalakan hape mereka dengan suara yang berisik, suara yang akan membangunkan mereka dipagi hari.


Setelah membangunkan mereka semua, akan muncul tulisan tentang ancaman apabila mereka masih melanjutkan rencananya untuk mengganggu pabrik milik Zen, flash teks itu selesai dibaca, akan muncul hitungan mundur, yang akan meledakkan hape mereka semua dengan kekuatan penghancur yang mampu menghancurkan satu bangunan rumah.


Benar saja, tidak menunggu lama, berita terkait meledaknya hape di 9 tempat yang berbeda telah ramai diperbincangkan.


Televisi negeri Gingseng membahasnya dengan begitu ramai.


Lain halnya jika Cuma satu hape, ini 9 hape dengan merek yang sama meledak dalam waktu yang hampir bersamaan.


Zen yang melihat berita tersebut ramai dibahas dimedsos dan saluran televisi negeri gingseng, hanya menampilkan senyum datarnya saj.


***


Disebuah ruangan pertemuan, berkumpul 9 orang yang sama-sama mendapatkan musibah dalam waktu yang bersamaan.


“..apakah kalian semua mendapatkan ancaman yang sama, hingga hape kita mampu meledakkan satu bangunan rumah kita?!”


“..euummnnn!”


Beberapa pengusaha yang lain terlihat shock.


Niat mereka memberikan ancaman bagi Zen, belum juga terlaksana, malah mereka yang mengalami trauma.


“..pemilik yang baru bukan orang sembarangan!”


“..sebaiknya kita segera merapat ke dia”


“..benar, jangan sampai pemilik baru masih merasa kita sebagai ancamannya!”


“..preman yang kita kirim saja mengirim pesan sebelum hapeku meledak, pesan singkat jikalau pemilik yang baru kekuatannya sangat luar biasa, semua preman yang terlibat dengan rencana kita kini sudah keluar dari Seoul!".


Suasana terlihat hening.


“..terserah kalian, yang jelas aku akan merapat pada pemilik baru, kalo perlu aku akan memberikan 90% share marketku tidak masalah! Lebih baik nyawa keluargaku selamat daripada begini!”


“..benar, aku juga menyesal telah mengganggunya!”


Dari 9 orang yang berkumpul terlihat 5 orang berbalik arah untuk mendukung bisnis Zen, dan 4 nya lagi tidak percaya dengan kemampuan Zen, mereka memilih untuk mencari kekuatan besar guna mendukungnya rencanya menghancurkan pabrik Zen.


Setelah itu, 5 orang yang mendukung Zen langsung berusaha untuk menemui Zen dan mengutarakan maksud keinginannya.


***


Disebuah loby hotel, 5 orang pengusaha recycle plastic terbesar di negeri gingseng terlihat menundukkan kepalanya didepan Zen.


Zen sangat menghargai niat baik mereka.


Setelah satu jam lebih Zen dan kelimanya berdiskusi dan mencapai kesepakatan, jikalau ke lima pengusaha didepannya Zen, akan memberikan pangsa pasar produksi mereka 90% untuk mendukung rantai bisnis milik Zen, baik untuk keperluan pasar di dalam negeri gingseng, maupun kebutuhan pasar ekspor dengan tujuan ke konoha.


Mereka berlima juga mengingatkan Zen, bahwa keempat yang lainnya masih berusaha untuk menghancurkan bisnis milik Zen, oleh sebab itu mereka berlima yang telah bergabung dengan Zen, meminta bantuan pengamanan diri dan keluarga mereka.


Zen yang tidak ingin masalah semakin membesar, berjanji akan membuat keempatnya jera bahkan menyerahkan bisnisnya pada Zen.


“..terima kasih tuan muda Zen”


“..mohon kerjasamanya kedepan tuan muda Zen!”


Kelima pengusaha yang sudah berpihak pada Zen, terlihat menundukkan badan mereka sangat dalam sebagai tanda penghormatan.


Banyak orang yang melihat 5 orang pengusaha paling terkenal di negeri gingseng menaruh hormatnya pada sosok pemuda belia menjadi bertanya-tanya.


“..siapa pemuda itu!”


“..bukankah itu tuan Song, tuan Su, tuan Kim, tuan Jung dan tuan Choi!”

__ADS_1


“..kamu benar, terus kenapa mereka sampai begitu hormatnya pada sosok pemuda didepan mereka?!”


“..sebaiknya kita jangan menyinggung pemuda itu kedepan!”


“..ya benar, lebih baik kita menundukkan kepala jika bertemu dengannya dimasa depan!”


Setelah kelima tamunya Zen keluar dari loby hotel.


“..Lim, CHo, Yun, Kang..tunggu saja tanggal main kalian!”


Zen terlihat mulai menargetkan keempatnya untuk menyelesaikan akar pemasalahan secepatnya.


Rombongan tuan besar sendiri sudah meninggalkan negeri gingseng, rencananya mereka akan mempersiapkan acara pengenalan Zen sebagai pemegang saham tertinggi nantinya di kota besar.


Setelah melihat sepak terjang Zen dinegeri Kpop, para direksi dan manajemen segera membuat persiapan yang tidak kalah wahnya kedepan, untuk menyambut Zen.


Zen yang menginformasikan jika kemungkinan dia akan kembali dalam satu minggu kedepan, setelah semua permasalahannya diselesaikan tidak dipermasalahkan oleh para jajaran direksi.


Rombongan direksi dan manajemen bank swasta terbesar itu, berniat mengirimkan jet pribadi untuk Zen, namun secara tegas ditolak.


Alasannya untuk efisiensi! Karena mereka datang ke rumah Zen dikarenakan butuh dana segar, jadi tidak baik jika terlalu banyak menghamburkan cost untuk hal yang Zen bisa atasi.


Dengan alasan tersebut, mau tidak mau para direksi dan manajemen langsung kena skak mat!


***


Sebuah ruangan dengan kaca transparan super lebar, ruangan yang layaknya etalase karaoke plus-plus yang mempertontonkan koleksi para wanita LC yang menunggu pelanggan mereka.


“..harder beib...more harder!..pleasee!!”


“...oohhh yeesss... oooohhh nooo....yessss....yesss baby...yesss!!!


Terdengar suara teriakan cabul, seorang perempuan dengan tubuh putih mulus rambut hitam panjang sepinggang, ada tatoo naga dipaha mulus bagian kiri dan kanannya.


Perempuan itu terlihat begitu menikmati hujaman demi hujaman dari arah belakang, yang dilakukan oleh laki-laki berbadan kekar, dengan tatoo naga berwarna biru memenuhi punggungnya.


Adegan dewasa itu terlihat sudah berlangsung begitu lama!


Kulit bertemu dengan kulit dan bulu bertemu dengan bulu, menit ke menit pertunjukan siaran langsung itu dipertontonkan secara eksklusif oleh seorang ketua gangster kuno di seoul.


Adegan yang sudah menjadi pemandangan biasa bagi para anggota gangster Harimau emas.


Anggota gangster sudah terbiasa, melihat ketua geng mereka melakukan adegan bercocok tanam dengan para wanitanya secara terbuka dan terang-terangan.


Sebenarnya mereka sangat takut untuk datang ketempat penguasa dunia hitam negeri Gingseng. Tempat itu terletak dilantai bawah tanah, sebuah gedung kuno yang berusia lebih dari 2000 tahun.


Bangunan yang memang dipilih oleh para gangster, dikarenakan diarea tersebutlah, pertama kali berdiri klan keluarga mereka.


Gedung gangster harimau emas ini terletak disalah satu pegunungan yang menghadap kearah seoul.


{brakkkk}


Pintu ruang tunggu terlihat mulai terbuka dengan sangat keras.


4 orang pengusaha yang telah lama menunggu terlihat gemeteran badan mereka.


Sosok kekar dengan tanpa menggunakan pakaian bagian atas terlihat mempertontonkan tatoo harimau loreng berwarna keemasan dibagian dada depannya.


Tubuhnya yang kekar, ditambah perut yang terlihat berotot semakin menambah kegarangan sosok ketua gangster harimau emas.


Ada dua wanita yang bergelayut manja disamping kiri dan kananya, dan mereka begitu pede tanpa menggunakan pakaian penutup tubuh sama sekali.


Bongkahan sekel-padet-pulen-buled dengan pucuk yang terlihat berwarna pink terang terlihat menempel terus dilengan sang ketua gangster.


Sesekali terlihat lelehan susu kental putih, dibagian ujung bulu halus segitiga bawah kedua wanita yang terlihat tidak ingin ditinggal oleh sang ketua gengster.


“..kalian berdua segera bersih-bersih! Aku ada urusan!”


Perintah ketua gangster yang terlihat memberikan ciuman panasnya pada kedua wanita disamping kiri dan kanannya sebelum mereka berdua meninggalkan ruangan.


{dukkk}


Badan sang ketua gangster langsung dijatuhkan keatas kursi kerjanya, kursi yang berhadapan langsung dengan keempat pengusaha seoul.


“..jadi! ada apa gerangan, 4 orang pengusaha top level di seoul ini datang menemuiku?!”


“..beg...!”


Belum juga berbicara, tangan dari ketua gengster terlihat sudah memberikan aba-aba untuk diam.


“..biayanya 10 milyar won! Dan semua cash dibayar dimuka!”


Keempat orang pengusaha yang mendengar sang ketua gangster sudah menyebutkan harga, langsung berunding satu sama lainnya.

__ADS_1


“..jika ada pembatalan, dana 10 Milyar akan hangus!”


“..lama pekerjaan 1 hari saja!”


Keempatnya saling menoleh.


“..baik kami setuju!”


Ucap keempatnya kompak tanpa berpikir ulang lagi.


“..siapkan dana besok jam 12 siang dilokasi eksekusi!”


“..kalian boleh melihat aksi kami dari kejauhan atau bahkan dari jarak dekat, terserah kalian!”


Kembali ketua gengster segera menekankan perjanjian yang akan mereka lakukan.


Diatas mejanya sudah ada profile dari Zen, target yang harus dirinya hancurkan.


Tidak banyak informasi yang bisa mereka dapatkan, karena Zen selalu memberikan pelindung bagi data digitalnya dengan kemampuan hackernya.


Setelah keempat pengusaha meninggalkan ruangan, ketua gengster terlihat memembolak-balikkan kertas profile Zen yang hanya memuat photo dirinya sedang menghadiri peresmian kepemilikan pabrik beberapa hari yang lalu.


“..orang ini menarik, bahkan hacker high level milikku tidak bisa menembus profile datanya!”


“..sudah lama tangan ini tidak menemukan lawan yang sepadan!”


Sang ketua gengster terlihat memegang dagunya, sambil membayangkan kekerasan yang akan terjadi esok hari.


Gangster Harimau emas adalah gangster paling ditakuti di seoul, bahkan pemerintahan negara gingseng tidak ada berani ikut campur apabila mereka sudah bergerak.


Gangster itu memegang seluruh data penting dari semua pejabat tingkat tinggi negeri gingseng. Hanya dengan sekali klik, data itu bisa tersebar luas dan memberi dampak kehancuran ekonomi bagi negara kpop.


***


Dikamar hotel.


“..selamat Zen, kamu menjadi lulusan terbaik! Bukan hanya skala kabupaten, namun juga skala nasional!”


“..nilai kamu sempurna!”


Terlihat Ziva menunjukkan papan informasi yang memuat nama Zen berada paling atas dengan nilai sempurna.


“..jadi kapan kamu pulang?!”


Zen yang kembali mendengar pertanyaan kapan pulang menjadi berubah raut wajahnya.


“..disini masih banyak yang perlu diselesaikan, mungkin minggu depan Ziva!”


Ziva yang mendengar jawaban yang sudah bisa ditebaknya, langsung mengubah topik pembicaraan.


“..oh ya, kamu rencananya kuliah dimana Zen?!”


“..jadi melanjutkan ke universitas kedokteran di kota besar sana?!” tanya Ziva berharap mendapatkan jawaban.


“..kemungkinan seperti itu sih, kalo kamu?!”


Ziva yang telah mendengar jawaban Zen terlihat kurang suka.


“..aku mungkin akan ikut orang tuaku pindah Zen!”


“..bulan depan ayahku sudah pindahkan tugas ke markas besar di kota besar!”


Zen yang mendengar jawaban dengan ekspresi bersedih, mencoba untuk mengerti keadaan Ziva.


“..waah, bakal ketemu lagi dong kita?!” ucap Zen.


“..tapi kan aku belum tentu satu kulihan sama kamu Zen!?”


“..rencananya kamu mau ambil perkuliahan apa Ziva memangnya?!”


“..hukum!”


“..itu sih saran dari ayah dan ibuku!”


Keduanya terus berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan fasilitas vcal hingga beberapa puluh menit lamanya.


Kembali lagi, adalah Zen yang memutuskan sambungan jarak jauh mereka secara sepihak, karena Zen harus segera datang ke kawasan pabrik miliknya.


Ziva yang setengah kurang suka dengan sikap Zen yang menyudahi sambungan jarak jauh mereka hanya bisa menghela nafas beratnya.


“..semoga kita bertemu kembali Zen!” gumam Ziva saat melihat hape miliknya sudah dalam mode standby.


Tidak ingin mempermasalahkan sikap Ziva, Zen yang memang sudah mendapatkan visual dari kemampuan paranormalnya terkait akan adanya serangan siang ini, dirinya segera mempersiapkan diri untuk menghadapi kekuatan gangster harimau emas.

__ADS_1


__ADS_2