
Ruangan karaoke VVIP itu kemudian berubah menjadi ajang parade cosplayer dadakan, adalah tuan muda Dong yang menggelontorkan dana sangat besar agar para wanita muda super panas yang ada didalam ruangan mau menuruti keinginannya.
Berbagai tema mereka sajikan demi untuk memuaskan hasrat tuan muda Dong yang telah membayar mereka, mulustrasinya yaa mirip-mirip dengan @queenie.chuppy_ (cek sendiri yaa di IG masing-masing).
Pesta itu terus berlangsung hingga pagi hari, tuan muda Dong sendiri sudah terkapar lebih awal karena mabok dan diangkat oleh pihak keamanan karaoke VVIP setelahnya.
“..dasar orang kaya sok! Baru minum berapa botol saja sudah tepar!”
“..iyaa, untung dia bayar kita mahal, coba kalo engga, males bangeed tahu dandan beginian!”
“..yap, yang penting kita panen hari ini! Toh kita cuman di *****-***** ini, mana itu tuan muda Dong peltu lagee, jadi gampang kerjaan kita!”
“..iyaa, masak ini baru dipegang juga sudah keluar ingusnya, idiih geleuh banged..”
Berbagai komentar cibiran dan kebahagiaan diluapkan oleh para wanita muda super panas yang melayani tuan muda Dong sampai pagi.
Lain halnya dengan Yuki, wanita berdarah negeri sakura yang sedang menyamar itu sudah banyak menduplikat isi dari hape tuan muda Dong.
jikalau kawan seperjuangannya di karaoke hanya mendapatkan jutaan rupiah, dirinya dengan berbekal kemampuan dalam dunia IT dan mata-mata, mampu menyabotase rekening tuan muda Dong dengan memindahkan beberapa milyar secara acak pada rekening miliknya.
Angka milyaran rupiah tentunya bukan hal yang besar buat tuan muda Dong yang keluarganya memiliki gurita bisnis dengan omset usaha per harinya hingga ratusan milyar rupiah.
Keluarga Dong sendiri adalah keluarga yang memang paling dominan di kota megapolitan, siapa yang tidak tahu gurita bisnis keluarga Dong, hampir disetiap lini adalah bisnis dari keluarga Dong.
Tuan muda Dong jatuh pingsan akibat terkena serbuk halusinasi yang dimasukkan kedalam mulutnya saat Yuki dan dirinya beradu jigong dengan sangat panas tadi malam.
Tuan muda Dong yang sudah dalam pengaruh serbuk halusinasi, dengan perintah Yuki, dirinya langsung mengerjakan proses mobilisasi dana dari rekeningnya sendiri, ke nomor rekening tujuan milik Yuki.
“..hidup memang harus sedikit cerdik dan culas!” gumam Yuki pelan sambil berjalan menuju ruang ganti karyawati karaoke super VVIP.
Para karyawan karaoke khususnya yang wanita mendapatkan penginapan yang memang sudah diatur sangat ketat oleh pemilik usaha, karena pemilik usaha ingin menjaga aset berharga mereka.
Saking ketatnya peraturan, mereka tidak diperbolehkan untuk membeli makan dan minum dari luar, semua kebutuhan makan dan minum dipenuhi oleh manajemen mereka.
Hidup para wanita muda itu sudah seperti burung dalam sangkar, waktu kebebasan mereka hanya diberikan satu hari dalam satu minggu, itupun dengan radius bepergian yang tidak terlalu jauh, sungguh miris memang.
Yuki memang sengaja mencari karaoke super VVIP dengan jasa layanan plus-plus untuk mencari tahu identitas dari pengusaha yang telah membuat bos besarnya sampai bunuh diri.
Dalam benaknya, hanya tempat seperti karaoke super VVIP lah tempat dimana para pengusaha menghabiskan waktunya melepas kepenatan atau melakukan sebuah dealing kotor dalam bisnisnya.
Yang tidak Yuki ketahui, Zen bukan dari golongan salah satu pengusaha yang memiliki kebiasaan seperti yang Yuki pikirkan.
Hingga akhirnya, Yuki menemukan tuan muda Dong yang terlihat berkeluh kesah karena dirinya diganggu oleh seseorang yang lebih kuat kekuatannya, sosok itu mampu mengalahkan semua pengawal pribadi milik keluarganya.
Berbekal rasa ingin tahunya, Yuki yang sudah meretas hape milik tuan muda Dong, akhinya mengetahui wajah pengusaha yang pernah diinformasikan oleh bos besarnya sebelum mati bunuh diri.
Seperti mendapatkan jack pot, Yuki tidak sabar untuk segera bertemu dengan Kenji partner kerjanya saat berada di negeri sakura, karena hanya dengan Kenji, Yuki bisa klop bekerja sama selama ini.
“..hei! mau kemana kamu!” tegur petugas jaga yang menjaga kosan ekslusif bagi para karyawati karaoke super VVIP yang berada dibalik gedung bertingkat.
{bragghh}
Dengan satu kali tendangan memutar kesamping, penjaga itu langsung jatuh terkapar.
Tendangan yang langsung menargetkan kepala dari targetnya, diikuti dengan kecepatan dan kekuatan yang sangat akurat membuat lawannya langsung pingsan.
Yuki kembali melanjutkan perjalanannya meninggalkan bangunan yang selama ini sudah membuatnya menahan diri terlalu lama dikarenakan belum bisa mendapatkan informasi yang diinginkan.
{tuliluuut}
Suara tombol cepat ditekan, dihape milik Yuki
{klik}
Sambungan komunikasi telah tersambung
“..dimana?!”
“..oke tunggu disana, jangan kemana-mana!” ucap Yuki ketika mengetahui letak posisi dari orang yang dihubungi.
Senyuman sinis terlihat disudut bibirnya ketika melihat sebuah media sosial yang mengunggah rekaman vidio, meski tidak terlalu jelas karena remangnya malam, namun bagi Yuki yakin itu adalah wajah yang sama dengan foto yang digenggam oleh mantan bos besarnya, foto yang sudah cukup sebagai konfirmasi untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugas terakhirnya, sebelum bos besarnya mati bunuh diri.
“..lihat saja, sebentar lagi, dirimu akan merasakan kehilangan seperti yang bos besar rasakan!” gumam pelan Yuki penuh dengan emosi yang meledak-ledak.
Dengan menggunakan angkutan online, Yuki menuju bandara internasional untuk menjemput partner berjuangnya, Kenji.
Dalam perjalanannya, Yuki mempergunakan waktunya untuk mengutak atik hape miliknya dengan keahlian hacker yang sanggup untuk menjebol keamanan sekelas pentagon.
“..brenggseeekkk!!”
__ADS_1
Yuki tiba-tiba langsung membuka jendela mobil pengantar online yang dipergunakannya, dan langsung melempar hapenya jauh keluar.
{duaarrr}
Ledakan pun terjadi setelah hape itu dilemparkan.
Sopir mobil online yang mengetahui ledakan setelah penumpangnya membuka jendela bagian belakang, langsung berkeringat dingin.
Dalam hatinya hanya ingin segera sampai tujuan dan segera menyelamatkan diri, sang sopir tidak ingin terlibat dengan jaringan ******* atau jaringan sindikat lain yang bisa membuatnya terperangkap.
Tiga puluh menit yang penuh dengan suasana canggung itu akhirnya selesai, sopir yang sudah menyelesaikan tugasnya, langsung menjalankan mobilnya dengan segera, tidak ingin lagi menoleh kebelakang tentunya.
“..brengseekk bener, system sekuritinya sangat kuat sekali, bahkan program virus yang aku kirimkan kembali menyerang balik system milikku sendiri, aku harus segera mencari hape baru!” Yuki bergumam dengan dirinya sendiri sambil celingukan melihat kanan kiri sekiranya ada konter hape.
Kakinya melangkah disepanjang koridor terminal kedatangan internasional, hingga pandangannya jatuh pada sebuah konter yang menjajakan berbagai merek hape terkenal dunia.
“..tolong hape yang itu, untuk pembayaran, bisakah aku buka dulu hapenya? Atau jikalau tidak boleh, bisa tolong pinjamkan laptop atau tablet, karena aku akan membayar dengan internet banking!” ujar Yuki.
Penjaga konter hape yang merupakan mas-mas cabul, ketika melihat bule Asia dengan perawakan super panas mirip anime kesukaannya, terlihat hanya menggangguk-anggukkan kepalanya saja seperti terhipnotis.
Pelayan konter hape itu segera menyerahkan tablet miliknya, kemudian menunjukkan nomor rekening untuk melakukan transfer dana pembelian hape yang diinginkan oleh si Kustomer.
Air liurnya menetes ketika melihat dua bongkahan melon ukuran 36FF milik Yuki yang terlihat ingin berontak keluar dari pakaian ketat miliknya.
“..sudah! silahkan cek!” ucap Yuki sambil memberikan tatapan menggoda khas anime.
“..tu-tunggu sebentar!” pelayan konter hape itu segera sadar dari lamunannya dan segera mengambil kembali tablet miliknya untuk mengecek internet banking miliknya.
Yang tidak diketahui oleh pemilik konter hape, Yuki sudah meretas internet banking milik penjaga konter hape yang terdapat diriwayat penjelajah internetnya, hingga dengan mudahnya, Yuki tinggal menambahkan angka sesuai harga hape yang ditawarkan kedalam nomor rekening milik pemilik konter hape.
“..yap, sudah masuk!” ucap penjaga konter hape.
Bagi Yuki tidak ambil pusing, entah didepannya ini pemilik hape atau penjaga konter hape, yang jelas dengan pesona tubuhnya, Yuki bisa menaklukkan pria cabul yang selalu berdiri didepannya melihat kearah dua bongkahan melon ranum miliknya.
“..ini hapenya, oh ya nomor teleponnya juga sudah dimasukkan kedalamnya, jadi nona bisa langsung menggunakannya!” ujar pria yang masih mencuri – curi pandang kearah dua bongkahan melon merekah milik Yuki.
“..terima kasih!” dengan slow motion Yuki berdiri hingga mempertontonkan belahan gunung yang ikut bergetar hebat layaknya sedang terjadi guncangan gempa.
Pria cabul penjaga konter hape yang melihat aksi slow motion Yuki, langsung mimisan saking tidak bisanya mengontrol hasratnya.
Tidak ingin berlama-lama dikonter hape, Yuki langsung pergi menuju pintu kedatangan internasional, sambil terus mengutak atik hape barunya untuk mendapatkan kembali data yang sama dengan hape terakhirnya.
“..siapa sebenarnya musuh dari bos besar ini?!”
Yuki terus saja mengeluh dan bergumam disepanjang perjalanannya menuju pintu kedatangan internasional.
{bukk}
Sedang sibuk dengan hapenya, tiba-tiba Yuki ditoyor kepalanya dari arah belakang.
“..Kenji!” Yuki langsung memasukkan hape miliknya dan langsung memeluk Kenji, orang yang telah membesarkannya sejak kecil.
Kenji layaknya kakak bagi Yuki yang sudah sendiri sejak usia 4 tahun, kedua orang tuanya dibunuh oleh mafia jepang, dan Kenji yang membesarkan Yuki setelahnya.
“..kenapa kamu sampai sebegitunya dengan hape?!” tanya Kenji sambil mengelus kepala adik angkatnya.
“..aku sudah menemukan orang yang menjadi penyebab bos besar meninggal bunuh diri!”
“..siapa?!” Kenji terkejut dengan temuan Yuki, dirinya langsung spontan bertanya ingin tahu.
“..informasi terakhir yang aku dapat, namanya Zen!”
“..Zen?!”
“..iya kak, satu kata saja Zen!”
“..lalu, apalagi informasi yang kamu dapatkan?!”
Kenji terlihat begitu tertarik, karena bos besar yang sudah memberikannya kehidupan kedua kali sangat berarti bagi Kenji.
Kenji yang diangkat dari lubang siksaan hidupnya sejak kecil, dirinya sangat berterima kasih kepada bos besar, Kenji kecil adalah anak sebatang kara, yang mulai terjebak dengan dunia bawah tanah negeri sakura, dirinya selalu disiksa setiap hari, bahkan untuk makan saja, Kenji kecil harus mengais tong sampah.
Adalah bos besarnya yang bernama Hidetoshi yang membebaskan dan mengajarinya ilmu beladiri negeri sakura hingga mahir.
Karena bakat sejak lahir, Kenji kecil tumbuh menjadi mesin pembunuh dan sangat ditakuti oleh semua lawan-lawannya di negeri sakura.
Hidetoshi sendiri dikatakan mati bunuh diri menabrak shinkanzen, setelah bisnisnya dihancurkan dalam semalam, entah bagaimana ceritanya karena kedua mesin pembunuhnya yaitu Kenji dan Yuki sedang menjalankan misi ke luar negara.
Dari rekaman CCTV, Yuki dapat meretas kematian bos besarnya sambil memegang photo wajah Zen.
__ADS_1
Dari situlah Yuki menyimpulkan jikalau pembunuh bos besar mereka adalah Zen.
Keduanya sudah melakukan pencarian secara terpisah sejak kematian bos besar mereka, namun semuanya hasilnya nihil.
“..kita harus segera bergerak, jika memang tuan muda Dong bisa mempertemukan kita dengan musuh yang kita cari, maka arwah bos besar akan tenang nantinya!”
“..euhmmnn!”
Yuki dan Kenji lantas memanggil taksi bandara untuk mengantarkan mereka menuju kediaman tuan muda Dong.
Sepanjang perjalanan Yuki masih saja mengutak-atik hape miliknya, mencoba menyelamatkan data-datanya kembali, Kenji yang melihat keseriusan adik angkatnya tidak ingin mengganggunya.
Satu jam lebih tiga puluh lima menit kendaraan taksi bandara yang ditumpangi oleh Kenji dan Yuki tiba di sebuah komplek perumahan yang sangat eksklusif, letaknya ada disebelah pinggir pantai gersang bagian utara kota megapolitan.
{dappp....daapppp}
Kedua pintu taksi bandara terbuka dan kembali lagi tertutup setelah Kenji dan Yuki keluar dari dalam.
“..siapa kalian?! Dan ada keperluan apa?!” penjaga berbaju ketat terlihat menghalangi jalan mereka berdua.
{cplaaakkk}
Lima orang penjaga pintu gerbang kediaman tuan Dong itu langsung terlempar jauh dan jatuh dalam keadaan pingsan.
Tidak ada yang bisa melihat serangan yang Kenji lakukan terhadap kelimanya, karena saat mereka pingsan posisi Kenji seolah tidak bergeming sama sekali.
“..kakak masih saja hebat !” pujian Yuki pada kakak angkatnya.
“..kita lanjutkan!” ujar Kenji yang tanpa menoleh kebelakang terus berjalan masuk.
Beberapa pengawal yang mencoba menghadang perjalanannya semua dilumpuhkan dengan sangat mudah.
Perbedaan tingkat ilmu beladiri yang sangat tinggi membuat ratusan penjaga kediaman tuan Dong terkapar tak berdaya ketika menghadapi Kenji.
“..siapa kalian?!” seorang pria paruh baya terlihat keluar dari dalam bangunan rumah yang sangat besar karena mendengar kegaduhan para pengawalnya.
Ketika melihat keluar rumah, pria paruh baya itu melihat ratusan anak buahnya sudah terkapar tak berdaya dengan bermacam cidera yang diderita.
“..saya ada janji dengan tuan muda Dong, jadi, segera suruh dia keluar sekarang, aku paling tidak suka menunggu!” Kenji dengan sangat dingin memberikan intimidasi pada pria paruh baya yang terlihat ketakutan.
Sementara Kenji dan Yuki duduk di teras rumah mereka, pria paruh baya yang tidak lain adalah tuan Dong sendiri segera bergegas kearah kamar anaknya.
{brakkk}
Pintu kamarnya dibuka dengan sangat kencang, hingga menimbulkan suara yang bisa membangunkan orang pingsan sekalipun.
“..bangun, bajjingaan!!” tuan Dong membangunkan paksa anaknya yang masih tertidur layaknya gentong air terguling.
{gubraakk}
Akibat tendangan keras tuan Dong, anaknya yang masih tertidur pulas langsung jatuh dari tempat tidur empuknya.
“..daddy!!” tuan muda Dong langsung terkejut bukan main, dalam mimpinya dirinya sedang dibelai- belai dalam kehangatan para wanita muda super panas, nyatanya saat terbangun dirinya mendapati jikalau badannya sudah jatuh dari tempat tidur empuknya.
“..siapa lagi yang telah kamu singgung hah!!” Tuan Dong sangat marah.
“..lekas temui orang itu!! Jangan sampai rumah ini dihancurkan olehnya!! Cepaat!!!” hardiknya dengan nada tinggi.
Tuan muda Dong langsung bangun dan berlari kearah teras rumahnya seketika, ekspresinya sangat ketakutan.
Setibanya di teras rumah, dirinya samar-samar mengenali wanita muda super panas dengan dua bongkahan melon 36FF yang terlihat penuh sesak dibagian depan.
“..kamu!!” tuan muda Dong terkejut dengan kedatangan wanita muda yang melayaninya semalam di karaoke super VVIP.
“..tuan muda Dong!” Sapa Yuki dengan sangat kalem sambil berdiri.
“..apakah dia?!” tuan muda Dong bertanya dengan nada yang takut pada Yuki.
{sreeetttt}
Kursi tempat duduk digeser kearah belakang, Kenji terlihat Berdiri.
“..perkenalkan, nama saya Kenji! Anda menghubungi nomor saya kemarin malam!” ujar Kenji singkat memperkenalkan dirinya.
“..aa-apakah Anda yang melakukan kekacauan ini semua tuan Kenji?!” tanya Tuan muda Dong dengan sedikit merinding ketakutan, dirinya melihat ratusan tubuh pengawal keluarganya sudah terlihat bergelimpangan dari ujung gerbang pagar, hingga masuk bangunan utama kediamannya.
“..mereka tidak melayani tamu dengan baik tuan muda Dong, maafkan saya!” ujarnya dengan tanpa nada bersalah.
Dalam diri tuan muda Dong langsung bersorak sorai ketika melihat Kenji mampu mengalahkan ratusan pengawal keluarganya dengan sangat mudah, ada terbesit niatan buruk dengan adanya kekuatan Kenji yang berpihak kepadanya.
__ADS_1