PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
penemuan


__ADS_3

“..apakah kalian sudah memastikan, jikalau tidak ada seorangpun yang melihat aktivitas kita?” ujar Ahui yang menegur Kongli, karena ini semua adalah idenya.


“..tenang saja Ahui, kapal selam mini itu sudah meluncur dari pulau didekat sana, jadi tidak akan ada yang curiga!” Kongli dengan sangat pede berbicara.


Kesepuluh pengusaha air minum kemasan yang menguasai rantai pemasaran selama ini terlihat tertawa haha hihi dengan ditemani oleh para wanita LC karaoke VVIP langganan mereka.


Semuanya menunggu kabar kesuksesan yang akan diinformasikan oleh operator kapal selam mini dengan target menyobotase pipa bawah laut tempat pengolahan air mineral milik Zen.


Yang tidak mereka ketAhui adalah, baik operator dan kapal selam mini canggih yang dipergunakan telah Zen hilangkan, semua berkat informasi yang dibagikan oleh pasukan penjaga miliknya yang tidak terlihat, namun tetap setia berjaga 24/7.


Sudah dini hari, kesepuluh pengusaha air kemasan itu sudah terlihat teler dan tidak ada yang bisa bangun dari tempat duduknya.


Adalah Andri dan anggotanya yang sudah memasukkan pil pengikat jiwa pada minuman yang mereka konsumsi sesuai instruksi dari Zen, kini mengangkut sepuluh pengusaha teler dan memasukkan kedalam ruangan hotel yang dipesan.


{bruggg}


Sepuluh tubuh pria buncit berumur dihempaskan begitu saja kesebuah bed besar.


“..tinggal tunggu besok, salah kalian sendiri yang memilih menjadi lawan tuan muda kami?!” “..Ditambah lagi, kalian sudah berani mengganggu usaha tuan muda kami!” Andri menatap kesepuluh pengusaha air kemasan didepannya dengan tatapan penuh ketidaksukaan.


“..kalian semua amankan kesepuluhnya, kerjakan rencana yang tuan muda suruh tadi!”


Andri sengaja melakukan sedikit improvisasi, dengan melucuti pakaian kesepuluhnya, setelah itu dirinya memasukkan obat cair perangsang birahi super yang biasa dikonsumsi kingkong untuk bercocok tanam kedalam tenggorokan masing-masing, efek obat yang langsung membuat kesepuluh pengusaha air minum kemasan menggila, mereka saling bercocok tanam satu sama lainya.


Adegan pedang tusbol dengan durasi tiga puluh lima menit itu langsung direkam oleh Andri.


Zen memang tidak menyuruh Andri dan kelompoknya melakukan aksi tersebut, namun Andri memiliki pemikiran lain untuk membuat efek jera.


Setelah mengamankan kesepuluh pengusaha air minum kemasan didalam sebuah ruang kamar hotel dengan keadaan yang tidak patut diceritakan, Andri dan kelompoknya segera meninggalkan hotel.


Andri dan kelompoknya langsung kembali menuju markas mereka yang dibangun didalam sebuah gudang diarea pelabuhan internasional.


*didalam markas Phantera*


“..apakah kalian sudah melakukan yang aku suruh?!” tanya Zen.


“..tentu tuan muda, pil pengikat jiwa sudah ditelan oleh sepuluh pengusaha gila harta itu!” jawab Andri dengan tegas


“..baguslah, ini adalah pil peningkat kekuatan tulang, setelah kalian semua meminum pil pembuka jalur meredian kalian, sudah saatnya bagi kalian untuk meningkatkan kualitas tulang kalian semua!”.


“..Bagikan semuanya secara merata, dan selama kalian mengekstrak khasiatnya, upayakan bergantian berjaga!” ujar Zen yang memberikan beberapa botol giok masing-masing berisi ratusan pil peningkat kualitas tulang untuk anak buahnya.


“..terima kasih tuan muda, akan segera saya bagikan dan laksanakan perintah tuan muda!” Andri mengambil botol giok didepannya dan langsung memberi kode pada tangan kanannya untuk segera bekerja.


Andri sudah paham efek dari khasiat pil yang diberikan oleh Zen, saat pertama kali membuka jalur meredian, tubuhnya merasa seperti dicabik-caik, dihancurkan dan diutuhkan kembali, sebuah proses yang tentunya belum pernah dialami selama mengikuti pelatihan dunia militer.


Proses yang harus diterimanya selama 3x24 jam dan harus kuat menahan kesadarannya.


Sebuah hasil yang sangat mengagumkan diperolehnya ketika mampu melewati proses tersebut, inti dari dantian tubuhnya mulai terbuka.


Dunia medis kuno mengenal ada Dua belas meridian, terdiri atas meridian paru, usus besar, lambung, limpa, jantung, usus kecil, kandung kemih, ginjal, selaput jantung, tri pemanas, empedu, dan hati.


Dalam ilmu beladiri kedua belas meredian memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk mendukung kekuatan dari energi spiritual.


Namanya saja sudah pil peningkat kualitas tulang, pastinya yang disasar adalah peningkatan dari tulang penyusun berdirinya organ tubuh.


Rasa sakit yang diderita terlihat 10x lebih sakit daripada pil pembuka jalur meredian.


Zen sudah memperingatkan itu pada Andri dan kelompoknya, jika tidak kuat yaa jangan ambil bagian.


Tidak ada yang menolak terkait efek samping yang akan dihasilkan, dan semua anggota kelompok Phantera siap menerima rasa sakit tersebut.


Sebagai seorang ahli beladiri, tentu mereka semua gila dengan yang namanya peningkatan kekuatan, terlebih lagi cara yang Zen berikan bagi mereka semua adalah cara-cara yang memang hanya ada di zaman kuno.


Para anggota kelompok phantera tidak ingin mengabaikan kesempatan peningkatan kulitas kekuatan tulang mereka tentunya, dengan berbondong-bondong mereka berkumpul secara bergantian dalam 10 kelompok terpisah.


Gudang diarea pelabuhan yang menjadi markas kelompok phantera sendiri memiliki luasan hingga 3x lapangan bola internasional.


Setelah Phantera menjadi pelindung bagi kelompok-kelompok dunia bawah di Konoha, keanggotaannya semakin bertambah.


Bahkan banyak ahli beladiri yang tadinya berseberangan langsung memberikan sumpah kesetiaannya pada Zen, tentunya dengan mengambil pil pengikat jiwa yang disediakan didepan mereka saat pertama kali mereka mengajukan diri untuk bergabung.


Kekuatan Phantera kian hari semakin menakutkan dalam perkembangannya.


Negara Konoha sendiri pernah mengirimkan kesatuan khusus miliknya untuk latih tanding dengan kelompok Phantera, dan hasilnya mereka pulang dengan kekecewaan tinggi karena tidak mendapatkan skor sama sekali.

__ADS_1


*disebuah hotel keesokan paginya*


“..aahhhhkkk “ Chandra berteriak kencang pagi itu.


Chandra adalah orang yang pertama kali terbangun diantara sepuluh pengusaha yang lainnya.


Betapa terkejutnya dirinya ketika mendapati tubuhnya polosan diantara sepuluh pengusaha lainnya, tidak hanya itu, sebuah televisi flat didepannya memutar rekaman berdurasi puluhan menit yang meng-close-up wajah mereka bersepuluh dalam aktivitas bercocok tanam sesama jenis.


“..huekkk!!” chandra langsung berlari kekamar mandi muntah-muntah setelah melihat adegan tidak senonoh yang mempertontonkan dirinya sedang menggenjot Ahui dengan sangat bersemangat.


{brakkk}


Chandra menutup pintu kamar mandi dengan sangat keras, sengaja untuk membangunkan yang lainnya.


“..kalian semua bangunlah!”


“..woii bangun-bangun!!” seru chandra berkali-kali sambil menggoyang-goyangkan tubuh kawan-kawannya.


“..apaan sih chandra pagi-pagi!” Ahui langsung berkomentar kurang nyaman.


“..eh!!” Ahui langsung tersadar saat melihat Chandra memakai satu-satunya kimono hotel sedangkan yang lainnya masih polosan.


“..kemana pakaiannku?!” Ahui berteriak.


“..kalian...! apa-apaan ini!!” seru Ahui ketika mendapati dirinya dan 8 orang pengusaha lainnya dalam keadaan polosan tanpa pakaian mereka.


“..Ahui lihatlah!” tunjuk Chandra kearah televisi yang masih memutar rekaman mereka.


Ahui terlihat shock melihat adegan bercocok tanam dirinya berserta kawan yang lainnya, seketika mentalnya langsung down.


“..lihat-lihat, ada peringatan di televisi!”


[mulai hari ini jiwa kalian bersepuluh sudah menjadi milikku, jadi jangan mencoba-coba untuk berkhianat! Ada dua kali kesempatan, jika kalian ingin mencobanya, jangan harap yang ketiga tubuh kalian akan utuh! Coba saja!]


Sebuah teks yang muncul sebagai bagian penutup visualisasi video bercocok tanam dari sepuluh pengusaha air minum kemasan yang kini memegangi kepala mereka masing-masing.


“..sakkkiitttttt” sepuluh orang berteriak kesakitan.


Kepala mereka seperti ditusuk jarum jutaan kali dengan paksa, hidung dan telinga mereka sampai mengeluarkan darah segar.


*di Rumah sakit internasional*


Zen terlihat menemui direktur rumah sakit sekaligus ayah mertuanya pagi itu.


“..kita harus segera meluncur kesana Zen!” tutup ayah mertuanya.


“..tidak perlu kita ayah, biarkan Zen kesana dulu! Kelihatannya ini tidak semudah yang dibayangkan semua orang!” cegah Zen.


“..aaah, kamu ada benarnya, virus ini sudah milyaran tahun lamanya tertidur dikubah es, sangat berbahaya tentunya!”


Mereka berdua sedang membicarakan terkait penemuan sekelompok ahli di daratan es kutub utara yang terlihat sudah mulai menipis akibat perubahan iklim dunia.


Sebuah penemuan yang mengguncangkan dunia, virus berusia milyaran tahun terjebak dalam kubah es, penemuan yang bisa mengubah cerita dunia itu membuat berbagai konglomerasi berebut untuk mendapatkannya.


Tidak terkecuali ahli virus dari rumah sakit internasional yang ingin melihat secara langsung penemuan tersebut.


“..kalo begitu Zen pamit dulu ayah, segera Zen berencana meluncur kelokasi penemuan virus!” ucap Zen sambil berpamitan.


Lokasi tujuan Zen kali ini adalah sebuah negara yang dalam 24 jam setiap tahunnya selalu memiliki panorama senja, dialah Islandia.


*Islandia*


Sebuah negara dikutub utara bumi, negara yang disematkan sebagai negara terdamai didunia, tidak ada yang namanya pagi-siang-malam disana, karena setiap saat 24 jam dalam satu tahun, negara itu selalu dalam panorama senja.


Zen yang sudah berpindah dengan cara berteleportasi muncul disebuah tepian hutan sebelah utara yang berbatasan dengan negara beruang kutub.


Dengan mengibas-ngibaskan kaos kesukaannya, Zen mulai berjalan menuruni jalanan setapak yang terlihat ditumbuhi bunga es.


Beberapa tatapan mata penuh selidik terlihat ketika Zen berpapasan dengan warga yang berolah raga menuju hutan es abadi, begitulah mereka menyebutnya.


Zen langsung mencari keberadaan coffeshop terdekat.


“..apakah kamu ingin melihat penemuan yang mencengankan dunia?!” tanya pelayan cafeshop yang terlihat mulai menuangkan cokelat hangat pesanan Zen.


“..benar! apakah kamu bisa memberitahukanku lokasinya?!” tanya Zen sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


“..ehmmnn..” sambil celingukan pelayan itu berbisik memberitahukan lokasi penemuan yang menggemparkan seluruh dunia.


Kelihatannya pelayan coffeshop tertarik dengan sosok Zen yang terlihat mirip idol K-pop kesukaannya.


“..terima kasih” ujar Zen sambil memberikan tips dikantongnya.


Sang pelayan coffeshop terlihat bergembira karena Zen selain tampan juga dermawan, begitulah tanggapannya.


Sambil menikmati secangkir cokelat panas Zen melihat kesana kemari memperhatikan suasana Coffeeshop yang mulai terlihat penuh, tidak hanya orang lokal, namun seluruh dunia terlihat mulai memadati negara islandia.


Tidak ingin berlama-lama Zen langsung berdiri meninggalkan tempat duduknya, setelah menyelesaikan administrasi di konter pelayanan, Zen bergegas keluar menuju alamat yang diinformasikan oleh si pelayan tadi.


Persepsi dirinya menangkap jikalau ada beragam ahli beladiri yang berada dinegara tempat Zen berkunjung saat ini, yang paling menarik, mayoritas adalah pengguna elemen kayu.


Tidak dipungkiri, islandia adalah negara yang terkenal dengan pusat furnitur eropa, semua bahan bakunya berasal dari hutan alam yang memberikan kayu dengan kualitas terbaiknya, anehnya meski kayu sudah banyak ditebangi, seolah-olah kayu tidak pernah habis.


Seorang ahli beladiri yang bisa menangkap persepsi milik Zen tidak ada yang berani bersinggungan, mereka lebih memilih untuk menunduk memberikan penghormatan, berbeda dengan ahli beladiri yang tidak bisa mengidentifikasi, seperti saat ini, Zen dihadang oleh sekelompok ahli beladiri dari daratan eropa yang menggunakan jas dalam balutan seragam resmi mereka.


Zen bermaksud untuk memasuki gedung yang sudah diinformasikan oleh pelayan coffeshop, siapa sangka, dirinya langsung dihadang oleh puluhan orang berjas hitam dengan badan yang terlihat kekar.


“..kamu tidak boleh memasuki gedung, karena penemuan itu hanya untuk bos kami!” ujar salah satu yang dianggap sebagai ketua mereka.


Beberapa orang yang ingin memasuki gedung juga mendapat perlakuan yang sama.


Zen yang tidak ingin memperkeruh suasana langsung mencari ruang sepi yang aman.


“..pssstt” dari arah belakang Zen melihat seorang pemuda yang memberikan isyarat kepada Zen.


Dengan melangkahkan kakinya Zen menemui pemuda tersebut.


“..apakah kamu ingin pergi kedalam? Bagaimana jika 100 euro! Aku akan menunjukkan jalannya!” ucapnya menyakinkan Zen.


Bukan hal yang sulit sebenarnya untuk Zen masuk kedalam, namun dirinya tertarik dengan cara sang pemuda yang ingin menunjukkan jalan padanya namun meminta 100 euro sebagai imbalannya, sudah mirip dengan abang-abang ojek penunjuk jalanan ke arah puncak.


“..baiklah, ini..!” ucap Zen sambil memberikan 100 Euro yang dimintanya.


Mata pemuda tersebut langsung berbinar melihat selembar 100 Euro dengan mudahnya dikeluarkan oleh Zen.


{slapp}


Dengan secepat kilat, tangan pemuda itu langsung menyambar selembar kertas 100 Euro dari tangan Zen dan segera memberikan kode untuk mengikutinya.


Gedung tempat disimpannya penemuan yang menggemparkan dunia itu layaknya bangunan ditengah alun-alun kota, ukuran bangunannya sangat besar dan banyak bangunan lain yang bersinggungan secara langsung, tidak salah jika pemuda didepan Zen ini bisa menuntunnya untuk mencari jalur alternatif yang menurutnya aman.


“..dari sini kamu harus masuk kedalam terowongan saluran pembuangan itu!, ujung dari saluran adalah pintu ruang penyimpanan! Jadi, untuk selanjutnya selamat berjuang bung!” ujar sang pemuda yang langsung balik kanan pergi begitu saja.


Zen hanya mengganggukkan kepalanya saja, dirinya sangat bersyukur karena pemuda itu sudah menunjukkan lokasi yang menurutnya sangat tepat untuk dirinya mulai beraksi.


Dirasa aman, Zen langsung berkamuflase menembus dinding dan langsung masuk kedalam ruangan penyimpanan utama, tempat disimpannya semua penemuan para ilmuwan ekspedisi.


Dengan sekali kibasan tangan Zen memindahkan semua penemuan para ilmuwan ekspedisi kedalam ruangan penyimpanannya, menurut informasi buku kehidupan, semua penemuan tersebut adalah bencana awal yang dibuat oleh seorang kultivator kuno, milyaran tahun yang lalu, sebelum dirinya meninggalkan dunia menuju tingkatan lebih tinggi.


Kultivator yang memang sudah tidak ada tandingannya itu tidak ingin ada yang mengganggu dunia yang dianggap sudah menjadi miliknya, oleh sebab itulah, dirinya menyebarkan racun serbuk teratai salju, dengan racun tersebut semua penghuni bumi mengalami pemusnahan masal dalam hitungan hari lewat udara yang dihirup mereka, setelahnya, sang kultivator pergi meninggalkan bumi begitu saja.


Selama milyaran tahun bumi mengalami masa es abadi karena tidak adanya aktivitas sama sekali, hingga tiba suatu masa sang kultivator kembali menghabiskan waktunya kembali ke bumi dengan membawa pasangan hidup dan beberapa pendukungnya, lebih tepatnya melarikan diri dari musuhnya.


Semua anak buahnya disebar luas diseluruh penjuru benua, hingga pada akhirnya suatu masa, ada beberapa anggotanya yang berkhianat, musuh sang kultivator penguasa bumi itu berdatangan dan membunuhnya.


Setelah melihat suasana bumi yang begitu berbeda dengan dunia mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk mendiami bumi menjadi penguasa.


Hingga tiba masa pemberontakan datang.


Pemberontak yang meminta bantuan dari beragam kultivator baik dari dunia peri dan elf, kemudian dunia iblis, dan beragam kultivator lainnya itu saling bersatu untuk meruntuhkan kekuasaan dari sang penguasa.


Ketika penguasa telah jatuh, para pemberontak membagi wilayah benua dalam 10 kelompok yang mana setiap kelompoknya dihuni oleh bangsa yang berbeda-beda.


Sebagai contoh, bangsa iblis dan turunannya menghuni wilayah gunung berapi, bangsa peri menghuni benua dengan wilayah berangin, dan bangsa lain yang memang hidup diwilayah sesuai dengan karakternya masing-masing.


Sampai suatu ketika muncul ledakan bintang yang memberikan dampak benua dibumi mengalami retakan dan memisahkan dua benua yang sangat besar menjadi 10 bagian benua.


“..tidak disangka perjalanan bumi milyaran tahun yang lalu ternyata masih membawa cerita ditahun sekarang!” gumam Zen saat memandangi ruangan yang tadinya penuh dengan hasil-hasil penemuan yang bisa memberikan gambaran masa lalu sejauh milyaran tahun lamanya.


Langkah yang Zen ambil tidak lain untuk menyelamatkan dunia, bukan tidak mungkin serbuk racun teratai salju atau yang dikenal sebagai virus mematikan akan dikembangkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab dijaman sekarang, sebagai alat pemusnah masal.


Setelah memastikan tidak ada lagi penemuan yang mengarah pada peradapan kultivator milyaran tahun yang lalu, Zen langsung menghilangkan diri dari dalam ruangan dan kembali berada ditepian hutan.

__ADS_1


__ADS_2