PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
menerobos


__ADS_3

Owen begitu gembira sekali, tidak ada kalimat yang bisa menggambarkan kegembiraannya, berkali-kali dirinya kagum dengan tubuh atletisnya didepan cermin, kulitnya halus tidak ada yang namanya bekas luka yang sebelumnya mendominasi dipermukaan kulit nya.


Owen juga bisa merasakan jikalau dirinya bisa menggerakkan semua bagian pepohonan yang ada disekitarnya, sebuah kekuatan yang baginya sangat diimpikan sebelumnya.


Owen segera mengambil tas ransel yang dibawanya, untuk segera berganti pakaian dan menemui penjual serum yang luar biasa.


{kriieett}


Pintu ruangan terbuka dari arah dalam, sosok owen keluar dengan senyuman yang sangat khas.


“..tuan penjual!” sapa owen.


“..eh! kemana penjual yang ada disini!” owen kebingungan, karena penjual yang tadinya memperdagangkan serum ajaib telah menghilang.


{tuut..tuuutt}


Suara pesan masuk dari hape milik owen pun terdengar.


Segera dicari hape miliknya didalam tas ransel, dan owen segera membuka pesan yang masuk tadi.


[mulai hari ini kamu adalah bagian dariku, jiwamu sudah terikat dan tidak mungkin bisa menolak semua perintahku!]


[ketahuilah, racun yang menyebar ditubuhmu adalah ulah dari keluargamu sendiri, datangnya ke dapur keluarga besarmu, cari satu pelayan yang memakai gelang warna merah dilengan kirinya, dialah yang selama ini bertugas memberikan racun dimakananmu!]


[perjalananmu baru saja dimulai, komunikasi ini hanya satu arah, mulailah menebus kematian kedua orang tuamu, yang melakukan semua ini adalah keluarga besar Charles!]


[satu lagi, segera kembangkan kekuatanmu, apa yang sudah aku berikan sudah pasti bisa aku ambil kembali beserta bunganya! Jadi bekerjalah yang baik]


[tugas pertamamu, temukan orang yang mengintaimu setelah kamu berada dipermukaan kembali]


[pesan akan langsung hilang setelah 30 detik kamu selesai membacanya]


Owen begitu kaget dengan rentetan pesan yang bisa masuk begitu saja di aplikasi pesan miliknya.


Kalimat terakhir yang melekat di kepalanya adalah terkait pengintai dan pembunuh kedua orang tuanya.


“..keluarga Charles” ada ledakan emosi sesaat ketika mengucapkan kalimat tersebut.


Seolah ada remote yang menggerakkan tubuhnya dari jarak jauh, owen dengan langkah jenjangnya segera pergi dari pasar gelap.


Owen keluar memalui pintu keluar lain untuk mengarah kepermukaan kembali.


Pasar gelap sendiri memiliki area wilayah 24 hektar lebih, dan disana tidak diketemukan yang namanya kendaraan lalu lalang layaknya dipermukaan.


Entah siapa yang mendesain pasar gelap hingga semua bisa berjalan normal seperti dipermukaan, terkait oksigen, terkait supply makanan dan terkait logistik barang yang dijual didalam pasar gelap itu sendiri.


{krieeett}


Owen membuka tuas pintu keluar dari arah dalam, seketika pintu terbuka dan menunjukkan pemandangan yang berbeda.


Adalah sebuah kamar mandi yang berada ditempat dugem menjadi lokasi keluarnya Owen dari pasar gelap.


Suara dentuman musik -musik EdeEm yang digawangi oleh Female DJ dengan kostum yang mempertontonkan bagian gunungan melon implan memacu otak pengunjung untuk memaksa tubuh mereka bergerak mengikuti suara yang diperdengarkan.


Terlihat FDJ singkatan dari female DJ, mulai memantul-mantulkan melon implan yang jika ditebak berukuran 36D, tubuhnya meleok-leok memancing para pria hidung belang untuk menyawernya.


Owen yang pertama kali melihat hal ini langsung mencoba untuk menyelinap pergi.


“..tunggu!!” tiba-tiba terdengar suara yang mencegah owen untuk pergi keluar.


Dua orang preman penjaga tempat dugem merasa jikalau owen adalah pembuat onar dengan tingkah lakunya yang tidak biasa.


“..dari meja berapa kamu?” tanya salah satu penjaga tempat dugem dengan intimidasi.


Persepsi owen mengatakan jikalau kedua orang didepannya ingin membuat keributan, owen sendiri merasa kaget dengan perkembangan respon tubuhnya yang berkembang sangat pesat setelah jalur merediannya terbuka.


Tanpa kedua orang penjaga tempat dugem sadari, owen sudah memerintahkan akar pohon yang ada dibawah kaki keduanya untuk mengikat erat.


Suara musik tekno EDM yang menggelegar membuat kemunculan akar dari bawah tanah tidak terdengar.


“..aku mau pergi!” hanya tiga kata, owen lantas balik kanan sambil setengah berlari kearah pintu keluar yang berjarak beberapa langkah saja.


“..aku bilang tunggu brreengg--seeek...!!” teriak salah satu penjaga.


{brugghhh}


Kedua penjaga yang hendak lari mengejar owen langsung terjatuh, keningnya langsung menghantam lantai dengan keras, hingga membuat kepalanya bocor dan hilang kesadaran.


Akar pohon segera menghilang kembali setelah menyelesaikan tugasnya.


“...aaaakhhhh!! ada darah!!”


Pengunjung yang melihat dua orang penjaga tempat dugem jatuh dan bocor kepalanya langsung berteriak.


Semuanya berhamburan keluar gedung, mereka ingin menyelamatkan diri.


Penjaga lain yang terlihat sedang istirahat tidak mengetahui jelas kejadian yang sedang berlangsung.


Tempat dugem yang tadinya rame penuh sesak itu langsung lenggang, tersisa dua tubuh penjaga yang masih pingsan dengan kubangan darah yang berserakan.

__ADS_1


Tempat dugem itu bisa dipastikan mengalami kebangkrutan dalam satu malam, semua makanan dan minuman yang telah dibeli oleh pengunjungnya tidak ada yang membayar.


Sementara itu owen terus melangkahkan kakinya menuju terminal bus antar negara terdekat, sesekali dirinya menengok kekanan dan kekiri untuk memastikan keamanannya.


“..persepsi!!” owen teringat dengan kemampuannya.


Dikepalanya langsung muncul ingatan terkait dirinya dulu semasa kecil pernah belajar teknik pernafasan dan teknik budidaya yang selalu dilihatnya didalam perpusatakaan pribadi milik tuan Charles, leluhurnya.


“..aku harus segera mencari lokasi dimana banyak pepohonan rindang besar!”


Owen menyimpangkan tujuannya untuk segera pulang, kakinya langsung melangkah mengikuti kesadaran yang membimbingnya menuju hutan di pinggiran kota.


Hutan itu merupakan gugus barisan pepohonan pinus yang menjulang tinggi ratusan meter, khas daratan tinggi di eropa, dengan berjalan kaki sekitar satu jam, owen akhirnya bisa mencapai lokasi yang diinginkan.


Berbekal ingatan miliknya, owen langsung duduk memposisikan diri untuk merasakan energi alam.


Karena kayu adalah elemennya, owen dengan mudah bisa mendeteksi energi yang berkumpul disekitarnya.


“..hiuuuuufftttt” owen memulai olah pernafasannya berusaha menarik energi alam yang ada disekitarnya untuk masuk dan mengisi kekosongan dantiannya.


Yang tidak diketahui oleh owen, pohon-pohon disekitarnya terlihat bergembira, seolah-olah mereka menemukan tuan mereka.


Semua pohon yang berada didalam radius 100 meter, dari lokasi owen secara sukarela memberikan energi alam yang telah dikumpulkannya selama puluhan bahkan ratusan tahun.


Lonjakan energi alam masuk kedalam dantian milik owen.


{booomnnn}


{booomnnn}


{booomnnn}


Tiga kali ledakan didalam tubuh owen memandakan dirinya sudah resmi menjadi ahli budidaya.


Senyuman layaknya bulan sabit terlukis diguratan wajahnya.


Perasaan suka cita yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata tentunya.


Owen terus melakukan aktivitas olah nafas dan teknik kultivasinya untuk menstabilkan kenaikan ranahnya.


Dengan kemampuannya sekarang, owen sanggup mengalahkan 100 orang bodyguard tempat dugem atau setara dengan 10 ekor gajah afrika.


“..hiufff huuu” owen menutup aktivitas kultivasinya setelah dirasa energi alam disekitarnya sudah menipis, tidak ingin dianggap serakah oleh alam, owen lantas membuka kedua matanya.


Owen tersenyum puas dengan pencapaian yang diraihnya barusan.


Dengan membungkuk hormat, owen memberikan penghormatannya kepada pepohonan yang telah sukarela memberikan energi alamnya pada owen.


Tuan charles akan sangat takjub jika mengetahui perkembangan owen saat ini.


“..tugas pertama mencari si-pengintai dan menghabisinya!” owen kembali seperti seorang robot, tubuhnya sadar namun alam bawah sadarnya seperti dikuasai oleh orang lain.


Sebaiknya aku segera mencari terminal bus antar kota teredekat dari sini, karena hanya dengan berada disekitar wilayah hutan pribadi tuan charles, aku bisa mendapatkan informasi lebih terkait keluarga mana yang sudah tega membunuh kedua orang tuaku.


Ada satu hal yang istimewa dari teknik pernafasan yang dipelajari oleh owen, sebuah teknik pernafasan yang ternyata mampu untuk menghilangkan tingkatan kekuatan didalam tubuhnya, bahkan pembudidaya setingkat tuan charles tidak bisa mendeteksi kekuatan yang dimiliki oleh owen sekarang.


Saat kakinya melangkah, owen bisa merasakan jikalau pohon-pohon disekitarnya bisa berbicara kepadanya.


Owen menjadi sangat terhibur dengan kemampuannya istimewanya.


Sering kali pepohonan memberikan informasi bagi owen, tentunya adalah sebuah informasi yang sangat penting dan berguna bagi pencapaian owen.


Dengan perantara pohon juga, owen bisa mendapatkan lokasi halte bus antar negara terdekat dengan lokasinya.


“..kenegara salju bagian utara!” ujar owen menyerahkan satu lembar seratus Euro pada petugas loket.


Owen sangat menikmati pencapaiannya sekarang, sering kali dirinya tersenyum sendiri, karena banyaknya informasi yang dibagikan oleh pepohonan disekitarnya.


“..iih..kasihan, masih muda sudah gila!”


“..iyaa,...engga nyangka saja, usianya masih sangat muda, eee sudah gila”


Beberapa orang yang berada disekitar owen terlihat menjaga jarak dengan dirinya, karena merasa pribadi owen yang tidak waras.


Pemikiran orang disekitarnya didasari sikap dan mimik wajah owen yang selalu cengar cengir sendiri tanpa sebab.


Tidak ingin mengambil hati sikap orang-orang disekitarnya, owen terlihat memasuki bus antar negara yang sudah bersiap dilokasi pemberangkatan.


Dan benar saja, didalam bus owen tidak mendapatkan teman sebangku, semua orang yang melihat gerak-gerik owen saat berada dibawah, langsung menjauhi dirinya dengan tatapan yang waspada.


Owen memasang hoodienya dan menutup semua area wajahnya untuk memejamkan mata.


Owen bukannya tertidur, namun dirinya sedang melakukan aktivitas mengingat kembali semua buku yang telah dibacanya.


Otaknya layaknya rak buku yang siap kapanpun owen inginkan untuk membacanya kembali.


“..buku obat dan racun kuno!” seru owen dalam hati ketika mendapati ingatan terkait dirinya pernah membaca buku obat dan racun kuno.


Dengan bersemangat owen lantas membenarkan posisi duduknya, dan mulai tenggelam dengan aktivitas membaca virtual, lebih tepatnya mengulang ingatan bacaannya.

__ADS_1


Bus yang ditumpangi oleh owen terlihat melaju dengan kecepatan yang normal, sesuai papan informasi digital dalam bus, diprediksi 4 jam kedepan owen akan tiba di lokasi tujuan.


*dinegeri samba*


Kali ini Zen dan semua wanitanya berlibur satu minggu dinegeri samba, sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki dinegeri samba, aktivitas mereka tidak jauh dari yang namanya pantai.


Sama halnya dengan para wisatawan yang berkunjung dinegeri samba pada umumnya, semua wanita Zen terlihat menggunakan bikini two piece yang semakin menonjolkan potensi tubuh mereka.


Pemandangan sembilan wanita super panas sedang terlihat mengerubungi seorang laki-laki yang hanya menggunakan celana pantai menjadi sudut pandang yang dominan.


Semua wanita Zen memijiti tubuh suami mereka dengan berbagai lingkup tugas, ada yang bagian kepala, ada yang bagian lengan, ada yang bagian kaki, semua bukan karena apa, mereka berharap Zen mau meluluskan keinginan mereka untuk pergi berbelanja di supermall negeri samba yang terkenal dengan fashionnya.


Zen tidak menampik bakat alam dari seorang wanita ketika sudah mendapati lokasi yang tentunya cocok dengan naluri belanja mereka.


Kondisi Zen saat ini mengundang kecemburuan dari kaum adam disekitarnya.


Tidak terkecuali seorang gengster negeri samba yang terkenal dengan dunia hitamnya selalu melihat kearah Zen.


“..bagaimana bisa pemuda itu memiliki 9 wanita yang super panas, kulitnya putih-mulus-pulen, gunung kembarnya sekel-mengkel-buled-36DD lagi!”


“..Kalian semua! pastikan sembilan wanita itu menjadi pemuas malamku!” sang pemimpin gengster langsung memberikan perintahnya.


“..siap boss!” kompak anak buahnya langung memberikan penghormatan ala militer dan langsung balik kanan menuju lokasi Zen.


Negeri samba sendiri sangat mengenal sepak terjang pemimpin gengster Pistol kembar, banyak sekali polisi korup yang sudah berhasil digaetnya untuk memuluskan AD ART gengster tersebut.


Tidak hanya kepolisian, bahkan sekelas militer negeri samba juga tunduk dan patuh pada gengster pistol kembar.


Kartel bisnis miras dan narkoboy internasional yang menjadi bisnis utama mereka, sudah sangat menjamur, bahkan pabrik narkoboy yang terang-terangan didirikan di negeri samba, tidak ada yang berani untuk mengganggunya.


Gengster pistol kembar ini memiliki pasukan militernya sendiri, tentunya dengan perlengkapan super canggih yang mereka beli dari jaringan pasar gelap dunia.


Tidak jarang pemerintah meminta bantuan pada kekuatan gengster pistol kembar, untuk menumpas para pemberontak yang ingin melakukan perubahan kebijakan pemerintah negeri samba.


Ayah evelyn sendiri selalu menyetorkan upeti dalam jumlah besar pada gengster pistol kembar setiap bulannya.


Dan selama ini pula ayah evelyn menyembunyikan hal itu pada Zen.


Ada banyak pertimbangan untuk melibatkan Zen dalam urusan gengster pistol kembar, dan hal ini sangat dihindari oleh ayah metua Zen.


Nampaknya apa yang dihindari oleh ayah metua Zen selama ini tidak bisa lagi dihalang-halangi, sebab gengster pistol kembar sudah berani mengusik ketenangan para wanitanya.


“..hei ladiess...!! kalian harus ikut kami! Karena bos kami menginginkan kalian malam ini!” ujar salah satu anggota gengster yang terlihat garang dengan pistol tangan tersematkan dibagian pinggang kiri dan kanannya.


“..habislah itu para wanita!”


“..untung bukan aku yang disuruh melayani”


“..eh ngaca! Alasan apa pemimping gengster pistol kembar memilihmu, badan saja ramping begitu! Beda sama itu wanita! Super panas!”


“..isssh..kamu!” ucapnya sambil memandangi tubuh sembilan wanita Zen yang memang terlihat super panas.


Zen masih bersikap santai dengan intimidasi yang dilakukan oleh anggota gengster padanya.


“..tuan muda! Biarkan saya saja!” Yuki bersuara.


Zen paham, selama ini Yuki hanya berlatih dan berlatih saja, hari ini adalah momennya untuk unjuk kebolehan pada Zen.


“..euhmmnn!” anggukan kepala Zen memberikan persetujuan.


Tatapan para anggota gengster terlihat cabul memandangi tubuh wanita Zen secara bergantian, air liur mereka seperti menetes membayangkan aksi yang akan dilakukan mereka nanti malam setelah urusan dengan pemimpin mereka selesai.


Sudah menjadi kebiasaan, para wanita yang selesai dinikmati pemimpin mereka akan bergantian digilir oleh para anggota gengster pistol kembar, setelah itu, sang wanita akan dibunuh dan dibuang kekolam hiu milik gengster.


Pasir pantai memiliki kekuatan yang tersembunyi, ada banyak hewan tak terlihat dengan ukuran sangat kecil, baik itu hewan baik dan hewan jahat semua bisa dikontrol oleh Yuki.


Ribuan kutu pantai langsung menyerang seluruh anggota pistol kembar tanpa terkecuali.


“..apa ini!! Aduuuh..gatal sekali!!” teriak anggota pistol kembar yang mulai berloncat-loncatan ditempat mereka berdiri.


Mereka menggaruk seluruh anggota badan mereka, bahkan ada pula yang tidak kuat dengan gatalnya area tersembunyinya.


Mereka yang tidak kuat menahan rasa gatal diarea tersembunyi, langsung melepas pakaian mereka dan sambil polosan mereka menggaruk-garuk belalai gajahnya dengan sangat brutal.


“..yuki hebat yaa..!”


“..iyaa benar, rasain tuuuh!”


“..terus yuki, jangan berhenti sampai mereka semua melepaskan pakaian mereka dan menggaruk seluruh tubuhnya didepan umum!”


“..cih, kamu suka dengan cacing kreminya?” ujar Clara sarkas.


“..apaan sih! Geli banged!” yang lain menimpalinya.


Anggota gengster itu terus menggaruk tubuhnya, kulitnya sudah makin melepuh merah, darah sudah mulai membasahi permukaan kulit mereka.


Dari kejauhan pemimpin gengster terlihat mengernyitkan dahinya, pemandangan yang seharusnya anggota mereka yang mendominasi, kini berbalik arah.


“..kalian yang tersisa, coba kalian lihat apa yang terjadi dengan mereka!”

__ADS_1


“..siappp boss!”


Sepuluh orang yang tadinya ada disamping pimpinan gengster pistol kembar langsung bergegas mendekat kearah kawan mereka yang terlihat masih intens menggaruk tubuh mereka dengan kondisi yang sangat menyedihkan.


__ADS_2