PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
khawatir


__ADS_3

{brakk}


Meja kayu itupun hancur berkeping-keping.


Adalah Ahui yang melakukan aksi menggebrak meja kayu yang ada didepannya.


Saham kepemilikan perusahaannya sudah beralih pada nama kelompok Phantera, dan anehnya semua dilakukan oleh dirinya sendiri, karena kamera cctv dan semua bukti-bukti yang menguatkan.


Tidak hanya Ahui namun sembilan kawan pengusaha air kemasan dengan status top sepuluh di konoha juga sama, mayoritas kepemilikan saham sebanyak 95% beralih dipegang oleh kelompok Phantera.


Praktis mereka sekarang hanyalah para pekerja dari kelompok phantera.


Ahui tidak menyangka jika rencana untuk menggulingkan usaha air mineral gratisan menjadikan mereka harus nyungsep dan hidup selamanya menjadi karyawan dari kelompok phantera.


Sepuluh pengusaha yang ada didalam ruangan kerja Ahui kini hanya bisa meratapi nasib mereka, karena jika mereka membelot, yang ada tubuh mereka akan hancur lebur sesuai isi text dari video asusila yang mereka lihat didalam hotel.


Rata-rata mereka sudah pernah melakukan satu kali uji coba untuk membelot, dan hasilnya tubuh mereka seperti tersengat listrik jutaan Volt, hingga membuat tubuh mereka tidak sadarkan diri dalam waktu tiga hari.


Sejak saat itu, kesepuluh pengusaha air kemasan tidak ada yang berani lagi untuk mencoba kesempatan kedua mereka.


“..Chandra!! ini semua gara-gara kamu!” Ahui mencoba menyalahkan ajakan Chandra.


“..laah, apa-apaan, bukannya kamu yang meminta ide kapan hari, sekarang main nyalahin aku!”


“..ssshhh!! sudah-sudah! Berhenti!” Kongli yang terlihat paling senior diantara mereka bersepuluh segera melerai keduanya.


“..lebih baik kita menerima keadaan yang ada sekarang, dan berbaik sikap dengan kelompok Phantera! Nasi sudah menjadi bubur, siapa yang menebar dia juga akan menuai!” ujar Akiong bijak.


“..masih beruntung kita diberikan selamat, belum lagi keluarga kita, sudah-sudah, kita nikmati sisa hidup kita untuk mengabdi pada mereka, siapa tahu, jika kita berbuat baik karma baik akan kembali kekita!” Akiong terlihat nyelonong pergi keluar ruangan setelah memberikan petuah bijaknya.


Satu persatu mereka meninggalkan ruangan tempat kerja Ahui yang terlihat berantakan penuh dengan kekacauan.


“..kalian enak saja bilang begitu! Ini harta yang sudah susah payah aku cari puluhan tahun! Enak saja nyerahin pada mereka!” teriak Ahui yang masih tidak percaya dengan keadaannya, namun dirinya tidak bisa banyak bersikap.


“...aakkgghhrrrrr” Ahui menarik rambutnya sendiri karena tidak percaya dengan keadaanya yang sudah berbalik arah.


{krieeett}


Pintu ruangannya kembali terbuka.


“..berhenti menyakiti dirimu sendiri! Dan terimalah keadaan, berani bermain api, maka sudah siap untuk terbakar!”


Ahui seketika terdiam, tubuhnya seperti batang pohon, keras tidak bisa ditekuk sama sekali.


Ahui seperti melihat malaikat pencabut nyawanya, lidahnya kelu, pikirannya langsung kosong, dalam beberapa detik, Ahui merasa berada didalam dimensi lain, disana dirinya melihat ratusan orang terjebak dalam kobaran api dan meminta tolong padanya.


“..setelah sadar, segera bergerak menjalan perintah yang sudah ditanamkan dalam pikiranmu!”


“..euhmmmn” Ahui menganggukkan kepalanya tanda setuju.


{zlappp}


Sosok itupun menghilang tanpa diketahui oleh Ahui kemana perginya.


“..huh...hah..huh..hah” nafas Ahui naik turun, dirinya terlihat berkeringat dingin.


“..ak-aku tidak boleh lagi salah langkah!” begitulah pemahamannya sekarang.


Dengan segera Ahui keluar dari ruangannya, langkahnya sangat pasti, dengan tugas yang telah diberikan, Ahui tentunya tidak ingin membuat kesalahan.


*disebuah kediaman bangsawan di eropa utara*


“..apakah kalian sudah bisa menemukan siapa yang telah mencuri semua hasil penemuan ekspedisi itu?” tanya sosok pria paruh baya yang terlihat masih tidak bisa merelakan harta berharganya menghilang begitu saja.


Didepannya berdiri puluhan orang dengan berbagai macam latar belakang yang tidak bisa dianggap sepele ditingkat eropa.


“..maaf kan kami tuan besar, sampai saat ini semua bukti – bukti belum ada yang bisa mengarahkan kemana hilangnya harta leluhur” jawab salah satu pihak yang terlihat memakai baju kebesaran militer di eropa.


“..dari sisi dunia Cyber juga tidak ada yang bisa diperhatikan tuan besar!” ujar pihak yang lain.


“..haisss..bisa-bisanya kita kecolongan dengan hal seperti ini! Apa saja kerja kalian selama ini!”


Pria paruh baya itu terlihat sangat marah, emosinya meledak-ledak, tekanan auranya bisa dikatakan seperti menimbulkan beban seberat 100 tons menindih semua lawan bicaranya.


“..aaam-ampuuun tuan besar!” semua anggota yang hadir didalam ruangan meminta pengampunan dengan posisi telungkup diatas lantai.


{swooossshhh}


Pria paruh baya yang dipanggil dengan sebutan tuan besar itupun segera menghilangkan aura penindasannya.


Meski dirinya emosi, namun didepannya adalah bibit unggul keturunannya, tentunya dirinya tidak ingin kehilangan aset berharga miliknya dikemudian hari.


“..kalian kembali ke pos kalian masing-masing, biar aku sendiri yang mengerjakannya!” ucap pria paruh baya yang kemudian berdiri dan menghilang didalam kegelapan ruangan.


*diruangan penyimpanan para ilmuwan ekspedisi*

__ADS_1


{booosshhh}


Muncul bercak asap gelap, makin lama asap kegelapan itu semakin membesar, hingga muncullah sosok pria paruh baya setelah asap gelap menghilang.


“..euhmmmnn” tangannya terlihat memegang dagu dengan jenggot warna hitam yang mulai memanjang.


“..siapa gerangan yang mampu mencuri didalam ruangan ini?!”


“..lagian, tidak ada jejak energi sama sekali!”


Pria paruh baya itu mulai berjalan mengelilingi ruangan yang tadinya penuh dengan hasil ekspedisi tim ilmuwan miliknya.


“..Tuan besar Dooh!” dari arah belakang muncul seseorang dengan sikap sangat hormat.


“..kamu Jorge!”


“..maafkan saya mengganggu tuan besar Dooh! Saya menangkap seseorang, orang ini tertangkap kamera ada dipintu saluran pembungan pada hari dimana semuanya menghilang!”


{brukkk}


Orang yang dipanggil dengan nama Jorge itu melempar begitu saja tubuh pemuda yang sudah babak belur karena diinterograsi olehnya.


“..euuhmmmnn!!” Tuan besar Dooh segera mendekati tubuh pemuda yang terlihat ketakutan.


{slapppp}


Kabut warna hitam terlihat langsung mencekik leher pemuda didepannya.


“..akkkhhhggg”


Pemuda itu berusaha untuk berteriak ketika tubuhnya terangkat keatas, kedua kaki pemuda itu menendang-nendang udara yang ada dibawahnya.


Kabut bukan sembarang kabut, ketika leher pemuda itu dicekik oleh kabut hitam, secara langsung semua informasi yang terekam didalam otaknya menjadi milik tuan besar Dooh.


“...hmmm... menarik!” tuan besar Dooh terlihat tersenyum ketika mendapati ingatan pemuda yang ada didepannya, siluet wajah Zen langsung muncul dengan percakapan terakhir mereka.


“..panggil Jhon dan timnya segera!” ucap tuan besar Dooh sambil langsung melempar tubuh pemuda cungkring yang mulai menciut layaknya kerupuk kena air.


Energi kehidupannya disedot habis oleh tuan besar Dooh, pemuda naas itu kini tinggal menunggu nyawanya diambil oleh malaikat maut saja.


Perintah tuan besar Dooh langsung disampaikan Jorge pada Jhon dan timnya.


Hanya dalam hitungan puluhan menit, Jhon dan timnya kini telah berada didepan tuan besar Dooh memberikan sikap hormatnya.


“..baik tuan besar!” Jhon langsung memberikan instruksi agar anak buahnya yang ahli sketsa 3D maju kedepan dengan membawa perangkat laptopnya.


Dalam beberapa menit tuan besar Dooh memberikan gambaran kasar pada anak buah Jhon, tidak menunggu lama, aplikasi super yang memang dikembangkan oleh perusahaan digital milik jhon langsung memberikan hasil.


“..cari informasi detail dari wajah itu! Besar kemungkinan dialah yang sudah mengambil semua warisan leluhur kita!” ujar tuan besar Dooh memberikan perintah.


Jhon sangat takjub dengan apa yang dilakukan oleh tuan besar Dooh, sosok pria paruh baya yang telah memberikannya modal berharga bagi dirinya untuk mendirikan perusahaan digital yang memegang hak cipta serta memproduksi processor pintar dengan jumlah penggunanya diseluruh dunia.


Dulunya Jhon hanyalah pemuda kampung yang bahkan SD saja tidak lulus, satu hal yang Jhon tekuni adalah dunia digital, seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengutak-atik barang yang namanya komputer.


Suatu ketika, Jhon ingin memasarkan produknya dengan cara door to door, namun tidak ada perusahaan teknologi yang berminat, sampai dirinya bertemu dengan tuan besar Dooh yang memberikannya investasi berupa emas sebanyak 1 tons kala itu.


Dengan modal tersebut, Jhon langsung mendirikan pabrik kecil-kecilan dibidang pengadaan processor dan piranti lunak komputer.


Usaha yang tadinya hanya berada disebuah garasi yang dia sewa dengan harga murah, setelah puluhan tahun berjalan, kini menjadi perusahaan teknologi terbesar didunia.


Dengan hutang budinya pada tuan besar Dooh, Jhon memberikan 1000% hidup dan pemikirannya untuk membantu tuan Dooh jika dirinya diperlukan, seperti yang ada sekarang.


“..jadi bagaimana Jhon? Apakah kamu sudah menemukannya?” tanya tuan besar Dooh yang terlihat tidak sabar dengan kedua tangannya berada dibelakang punggungnya.


“..bagaimana?” jhon bertanya pada staf ahlinya.


Staf ahli IT dan Cyber digital yang ditanya oleh Jhon semuanya menggelengkan kepala.


“..tidak mungkin!”


“..bagaiamana bisa dijaman sekarang, hanya berbekal Photo seharusnya kalian semua sudah bisa meretas data pribadinya bukan!” Jhon kebakaran jenggot, dirinya tidak ingin membuat murka tuan besar Dooh.


“..ada apa Jhon?!” tanya tuan besar Dooh yang penuh kecurigaan.


“..aa-anu tuan besar, staf ahli saya tidak ada yang bisa menemukan identitasnya!”


{duarrr}


Bangku kayu yang tadinya diduduki tuan besar Dooh langsung hancur berkeping-keping.


Aura intimidasi langsung keluar menekan kesegala arah.


Oksigen seperti hampir habis, itulah yang dirasakan oleh semua orang yang ada didalam ruangan.


“..breengggseeekkk!!!” tuan besar Dooh terlihat emosi.

__ADS_1


“..kabari aku, jika kamu menemukan informasi tentang photo itu!” tuan besar Dooh langsung pergi meninggalkan ruangan dengan diiringi tatapan ketakutan Jhon dan anak buahnya.


“..ayo kerja-kerja! Tidak akan ada yang selamat jika sampai kita tidak mendapatkan informasi yang diminta oleh tuan besar!” Jhon berteriak lantang memberikan instruksi.


Semua staff ahli jhon langsung bergidik ngeri dengan ancaman Jhon, tidak ada lagi yang bisa bersantai, semuanya langsung kembali bekerja dengan peralatan mereka masing-masing.


*disebuah coffeshop negara Islandia*


Ditembok bagian belakang yang tidak terlihat oleh banyak orang, muncul asap gelap yang menyamarkan keluarnya sosok tuan besar Dooh.


Ternyata dari ingatan pemuda cungkring yang telah meninggoy, didapati jikalau dirinya sudah mengikuti Zen sejak dirinya berada didalam coffeshop.


Pemuda cungkring itu merupakan saudara dari wanita pelayan coffeshop, yang beberapa waktu yang lalu berinteraksi dengan Zen.


{tinggg}


Lonceng pintu penanda masuknya tamu terdengar nyaring.


“..selamat datang! Silahkan duduk, pelayan akan segera menemuimu!” ujar coffeshop manager memberikan sambutan.


Wanita muda yang merupakan sodara dari pemuda cungkring langsung menemui tuan besar Dooh.


“..apakah Anda ingin minum Coffe atau teh?” ujarnya memberikan pertanyaan.


“..teh cukup! Tolong” jawab tuan besar Dooh.


Dengan sangat sopan wanita yang memang bertugas melayani pengunjung itu menuangkan teh panas kedalam cangkir yang sudah siap diatas meja.


“..apakah kamu mengenal pemuda perawakan asia, tinggi, dan memberimu 100 Euro sebagai tip informasi?!” Tuan besar Dooh langsung bertanya.


Gestur wanita muda itu langsung berubah, dirinya ingin sekali melarikan diri, namun apa daya, asap hitam telah memeganginya dari bawah lantai coffeshop miliknya.


Beberapa saat lamanya otak wanita muda itu dalam keadaan beku, karena tuan besar Dooh menghisap semua informasi penting didalam isi kepalanya.


Dalam ingatan wanita muda itu, tuan besar Dooh hanya mendapatkan informasi yang sangat minim, sebuah pemandangan yang menginformasikan Zen keluar dari arah hutan salju abadi.


Wanita muda yang berdiri dengan tatapan kosong itupun kembali tersadar setelah tuan besar Dooh menepuk pundaknya sambil memberikan selembar 100 euro diatas meja untuknya.


Tidak ada niatan membunuh dari tuan besar Dooh, karena dari ingatannya, wanita muda ini memiliki penyakit serius sedang menggerogotinya, jadi tuan besar Dooh membiarkannya hidup untuk menikmati sisa waktunya.


“..terima kasih sudah datang ke coffeshop kami, jangan lupa datang lagi!” suara manager coffeshop ketika tuan besar Dooh melangkah keluar.


Dengan menyusuri jalan setapak tuan besar Dooh mencoba melakukan penyelidikannya terkait sosok yang menurutnya sangat istimewa, pancaran energinya tidak bisa dideteksi sedikitpun olehnya.


“..siapa sebenarnya pemuda ini, bagaimana bisa tidak ada informasi sama sekali yang bisa didapat!”


“..dan lagi, jejak energinya tidak bisa aku deteksi sama sekali”


Sepanjang jalan setapak menuju hutan salju abadi, tuan besar Dooh bertanya dengan dirinya sendiri.


Dirinya mencoba merangkai semua ingatan yang didapatkan dari dua orang yang paling memungkinkan untuk mendapatkan informasi lebih, terkait pemuda yang menurutnya sudah mencuri semua harta milik leluhurnya.


Tuan besar Dooh sendiri sebelas dua belas dengan charles, umurnya sudah lebih dari seribu tahun, namun keluarganya bersembunyi diujung eropa utara dan menguasai seluruh jajaran militer serta perusahaan teknologi di eropa.


Jika tuan besar Dooh mau, semua kendaraan baik darat laut maupun udara yang ada didunia yang pabrikannya ada di eropa, bisa dijadikannya sebagai senjata.


Tentunya semua kendaraan yang telah mempergunakan chip kepintaran hasil ciptaannya, lewat perusahaan milik jhon, semua bisa diperintah dalam sekali pencet untuk berubah menjadi bom bunuh diri.


Bisa dibayangkan, kekacauan yang bakal terjadi didunia, begitulah sekiranya gambaran kekuatan dari tuan besar Dooh.


Adapun ekspedisi yang telah dilakukan oleh para ilmuwan ahli miliknya beberapa bulan yang lalu, merupakan bagian dari petunjuk peta kuno yang tidak bisa diterjemahkan oleh tuan besar Dooh secara keseluruhan.


“...semua berakhir disini!” ujar tuan besar Dooh yang melihat akhir dari ingatan wanita pelayan coffeeshop.


“..bagaimana bisa!” tuan besar Dooh begitu kaget ketika berdiri dilokasi tempat Zen keluar dari gerbang teleportasi.


“..jejak energi yang sangat kuat! Bahkan kekuatannya tidak bisa disandingkan denganku!”


Dalam beberapa saat tuan besar Dooh seperti terpaku tidak mengijak tanah.


“..sebaiknya aku harus memperingatkan yang lainnya, kekuatan ini tidak bisa ditandingi!”


Dengan sangat tergesa-gesa tuan besar Dooh langsung bergerak cepat penuh kekhawatiran, tubuh fisiknya langsung berubah menjadi asap hitam selanjutnya melayang memanfaatkan angin disekitarnya.


“..apakah kalian melihatnya tadi?” tanya beberapa orang yang terlihat terkejut dengan aksi tuan besar Dooh.


“..ii-iyaa... sungguh menakutkan! Ada kekuatan mirip dicerita friksi!”


“..sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini, perasaanku tidak enak!”


“..iya lebih baik kita segera menyelamatkan diri kita masing-masing!”


“..betul, kamu betul sekali, ayoo!!”


Beberapa orang yang tadinya ingin melakukan perjalanan disekitar hutan salju abadi, langsung saja balik kanan, dengan setengah berlari mereka meninggalkan lokasi pinggiran hutan salju abadi.

__ADS_1


__ADS_2