PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Pemulihan


__ADS_3

“..ternyata lokasinya ada diujung kutub selatan bumi tempatku tinggal!” gumam Zen saat dirinya melebarkan persepsinya dengan menargetkan konoha sebagai titik trianggulasinya.


Sebuah benua tersembunyi dengan tingginya peradaban didalamnya.


Bisa dikatakan, jikalau benua yang Saren tempati adalah proyeksi manusia dibumi 2000 tahun yang akan datang.


Langit yang cerah, kendaraan berlalu lalang dengan teratur diatas permukaan tanah, gedung-gedung tinggi menjulang dengan jembatan transparan yang menghubungkan satu gedung dengan gedung yang lainnya, sebuah pemandangan yang membuat Zen tidak berhenti mengagumi kemegahan salah satu sudut benua trinity.


“..ini adalah titik terakhir dari semua bangsa trinity!” ujar Saren yang melihat Zen terkagum.


“..aku berasal dari wilayah diujung sebelah barat, dan benua trinity sendiri dibagi dalam 5 wilayah; barat-timur-utara-selatan dan pusat!”


“..dari lima wilayah, hanya tersisa satu wilayah dibagian selatan saja, sebab disinilah letak inti benua, semua bangsa trinity telah berkumpul dalam bunker yang aman dengan menggunakan ruang teleportasi darurat yang memang didesain untuk memindahkan semua bangsa asli trinity secara instan dalam satu tempat paling aman!” Saren menjelaskan semuanya pada Zen.


Zen yang memang merasakan energi jahat mengelilingi bagian selatan, dirinya bisa menyimpulkan jikalau cerita Saren benar adanya.


“..Saren, apakah ini yang kamu ceritakan lewat radio komunikasi?” tiba-tiba muncul sosok paruh baya, lucu sebenarnya mengilustrasikannya, tubuhnya tambun, perutnya buncit, wajah lebar dan tubuhnya bogel, tapi memiliki sayap dan ada mahkota diatasnya!


“..hormatku raja Trinity!!” Saren langsung bersimpuh memberikan penghormatan.


Zen yang melihat fisik dari raja trinity ingin tertawa ngakak tapi takut dosa.


“..ii-ini...A-Alexandre Zen yang agung!!” muncul sosok dengan tongkat berwarna hijau daun kemudian dibagian ujungnya tepatnya bagian atas tongkat terdapat sebuah batu permata berwarna merah delima pekat langsung menyibak barisan pengawal dari raja trinity.


“..apa??!! dia?!!” sang raja pun terkejut dengan pernyataan penasehat kerajaan bangsa trinity yang menyebut Zen adalah Alexander Zen yang agung.


Sosok yang sudah menghilang selama 9000 tahun yang lalu, sosok yang sangat ditakuti oleh semua bangsa dan para pembudidaya saat benua hanya terdiri dari dua lempeng benua besar.


Semua hidup dalam keselarasan dan kedamaian, hingga dirinya menghilang tanpa ada yang bisa mengetahui sebab asababnya.


Sejak menghilangnya Alexander Zen yang agung, keadaan pembudidaya dan penghuni benua menjadi tidak stabil, banyak pertikaian dan peperangan dengan tujuan ingin menjadi penguasa benua.


“..siapa?!!” tanya Zen yang celingukan kekanan dan kekiri mencari arah dari ujung telunjuk penasehat kerajaan bangsa trinity.


“..terimalah hormat kami Alexander Zen yang Agung!” serempak, diawali dengan penasehat kerajaan yang menundukkan dirinya bersimpuh didepan Zen, seluruh bangsa trinity yang ada dibelakangnya langsung bergerak mengikuti.


“..Saren! bisa kau jelaskan ini?!” tanya Zen pada Saren yang juga turut bersimpuh memberikan hormatnya.


“..kalian semua, berdirilah, aku bukan seperti yang kalian bicarakan?!” Zen segera mengambil bahu penasehat kerajaan trinity dan rajanya yang terlihat kesulitan untuk membungkuk.


“..kalian semua, ayo berdiri, semuanya berdiri!” ucap Zen penuh dengan aura mendominasi.


Merasakan jikalau orang yang menyuruh mereka telah mengeluarkan perintahnya, semua bangsa trinity langsung berdiri dengan perasaan yang sangat senang sekali.


“..sekarang, tolong jelaskan!” tanya Zen pada penasehat, karena dialah yang telah mengucapkan kalimat Alexander Zen yang agung, hingga membuat semua orang terprovokasi.


“..sebelumnya, mohon Alexander Zen yang agung berkenan untuk meneteskan darah agungnya pada batu permata merah delima ditongkat saya ini!” ujar penasehat sambil mengarahkan batu permata merah delima mendekat kearah Zen.


Zen langsung melukai ujung jarinya, dan tetesan darahnya langsung diarahkan kepermukaan batu permata merah delima.


{swooossshhhhhh}


Ajaib!! Sebuah dorongan gelombang udara menggelegar, menyeruak keseluruh pelosok benua.


{buuummmmm...bummmm..bummmmm..bummmm}


Terdengar suara ledakan diberbagai penjuru benua yang lainnya, langit langsung bereaksi layaknya menurunkan hujan meteor dimalam hari.


“..ii-ini....luar biasa...hormatku Alexander Zen yang agung!” kembali semua bangsa trinity langsung bersimpuh kembali layaknya menyembah dewa agung.


Suara ledakan menandakan formasi pertahanan serta penyerangan dari setiap penjuru benua yang tidak diketahui cara pengaktifannya langsung aktif dengan sendirinya.


Formasi yang memang dibuat oleh Alexander Zen yang agung, ratusan ribu tahun yang lalu, dan hanya bisa aktif jika ada darah dari si pembuat telah diteteskan keatas batu permata merah delima yang dimiliki oleh bangsa trinity.


“...hidup Alexander Zen yang Agung..”


“...hidup Alexander Zen yang Agung..”


Sorak sorai langsung bergema seantero benua trinity bagian selatan.


Sebuah pemandangan yang langsung kontras pun terlihat, ribuan ledakan silih berganti menghancurkan semua kekuatan musuh mereka, rentetan penyerangan yang tentunya tidak diduga oleh bangsa penjajah benua trinity.


Tidak ada satupun yang selamat dari bangsa penjajah yang telah meluluh lantakkan setiap penjuru benua trinity, semuanya tewas terkena serangan yang tidak ada habisnya dengan penyerangan yang menandai DNA mereka.


Itulah kehebatan teknologi dari bangsa trinity, dengan kecanggihan teknologi yang mereka buat ribuan tahun yang lalu, mereka mendesain sebuah formasi penyerangan yang langsung menargetkan musuh mereka berdasarnya penandaan DNA.


Langit terus menerus menurunkan hujan serangan yang tidak kunjung usai.


{tret.. tret.. tret.. tret.. tret..}


{buummmnnn.. buummmnnn.. buummmnnn.. buummmnnn.. buummmnnn..}

__ADS_1


Kehancuran terjadi dibelahan benua trinity bagian utara-barat-timur-pusat, dan tidak ada satupun dari penjajah yang selamat.


Kehancuran yang terjadi akibat serangan beruntun itu tidak dijadikan permasalahan bagi para bangsa trinity yang selamat, dengan teknologi supper attometer material, mereka bisa membangun kembali bangunan yang runtuh serta peradaban yang hilang hanya dalam hitungan bulan saja.


Layaknya mereka memiliki printer 3D dalam ukuran superbesar, tinggal masukkan data blueprint terus pencet tombol cetak!.


“..kalian berhutang cerita padaku setelah ini!” Zen berucap sambil melihat kearah raja trinity, penasehat dan Saren yang terlihat tersenyum renyah.


“..mari yang mulia Alexander Zen yang agung, silahkan, kami akan menunjukkan jalan bagi yang mulia untuk melihatnya sendiri!” Zen dituntun untuk melewati sebuah jalanan yang bergerak sendiri, mirip eskalator berjalan.


Disepanjang jalan, Zen seperti berada didalam sebuah terowongan transparan yang sangat tipis, bahkan orang awam tidak akan pernah menyangka, jikalau ada dinding pembatas dibagian kiri dan kanannya.


Jalanan yang bergerak sendiri itu terus bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat, namun tidak membuat penggunanya terjatuh, sungguh luar biasa memang kecanggihan teknologi bangsa trinity.


{dassss}


Diujung jalan terlihat sebuah pintu ruangan mulai terbuka dengan mengeluarkan kepulan asap layaknya suhu didalam ruangan lebih dingin, dan jalanan yang bergerak sendiri itupun mulai mengurangi kecepatannya secara bertahap.


“..mari yang mulia Alexander Zen yang agung!” penasehat kerajaan langsung mengarahkan Zen menuju kesebuah ruangan gelap, diikuti raja dan Saren dibelakangnya, sedangkan para pasukan kerajaan menunggu dibagian luar ruangan.


{clap..clap..clap}


Hanya dengan satu kali jentikan jari penasehat, lampu-lampu ruangan langsung menyala dan menerangi ruangan yang tadinya gelap gulita.


“..ii-ni...?!” Zen tergagap.


Sebuah hologram mirip sekali dengan manusia hidup berdiri dengan gagahnya ditengah ruangan.


Bentuk utuh dirinya Zen berdiri dengan gagah menggunakan pakaian kebesarannya.


Hologram itu kemudian mulai menunjukkan siluet gambaran yang mengisahkan perjalanan kehidupan dari sosok yang sangat mirip dengan dirinya.


Lebih dari dua jam tontonan yang memanjakan mata dengan visualisasi yang begitu nampak nyata dilihat oleh Zen dengan bermacam-macam ekspresi.


{klik}


Tontonan itupun akhirnya selesai dengan penutup ekspresi senyuman sang hologram menatap kearah Zen.


“..baiklah, aku sekarang paham, tentunya sebuah kehormatan bisa menjadi penerusnya, semoga kalian bangsa trinity juga bisa kembali hidup damai dibenua kalian!” ujar Zen bijaksana.


“..dan kamu, raja gendut! Ini, minumlah pil ini, tapi ingat, minum pil ini harus didalam kamar mandi, karena khasiat dari pil itu akan langsung mengeluarkan semua lemak berjibun yang ada didalam tubuhmu!” ucap Zen sambil melempar sebutir pil berwarna hitam pekat dengan ukuran diameter 2centimeter.


“..te-terimakasih Alexander Zen yang agung!” ungkap hormat raja trinity yang sigap menangkap pil pemberian Zen, dan langsung meminta ijin untuk mengerjakan perintahnya Zen.


“..dikerjakan Alexander Zen yang Agung!” jawab penasehat yang bergembira dengan tugas pertamanya.


“..Saren, untukmu, guna mencegah hal seperti ini terjadi lagi, segeralah buat pelindung luar dengan kombinasi yang sangat sulit untuk ditembus, sehingga jika ada musuh yang datang dengan berbagai metode pengalihan, pelindung terluarlah yang akan memfilternya” ujar Zen memberikan ide bagi Saren untuk bekerja memenuhinya.


“..baik yang mulia Alexander Zen yang agung!” jawab Saren penuh dengan hormat tanpa berani menatap wajah Zen.


“..sementara itu dulu, aku akan kembali kedunia luar, satu bulan yang akan datang, aku akan kembali dan memeriksa hasil kinerja kalian semua!” ucap Zen yang tidak ingin menjadi mandor selama mereka menjalankan perintah yang telah diberikan.


{zlappp}


Hanya dalam satu tarikan nafas Zen sudah menghilang dengan menggunakan teleportasi.


“..luar biasa, sungguh kekuatan yang luar biasa, bahkan kekuatannya 9000 tahun yang lalu tidak sehebat kekuatannya yang sekarang?!” gumam pelan penasehat bangsa trinity yang bisa didengar oleh Saren.


Ada senyumam tersungging diwajah Saren, ketika Zen berpamitan dan akan kembali satu bulan yang akan datang.


Semua pihak yang berkepentingan langsung dikumpulkan oleh penasehat bangsa trinity, yang memang menjadi panutan bagi semua penghuni benua trinity tanpa terkecuali.


Semua elemen bangsa langsung bergerak sesuai arahan yang telah diberikan.


Benua trinity memulai kehidupan dan peradapannya kembali dengan diawali proses pemulihan setelah penjajah dimusnahkan.


***


Zen yang sudah kembali berada didalam mansion milik mertuanya di negeri panda langsung melepas set pakaian khususnya.


Dalam perjalanannya Zen mendapatkan pencerahan jikalau dirinya tidak memerlukan lagi pakaian tersbeut, karena buku kehidupan memberikan sebuah mantra yang bisa mengubah ukuran fisik dari tubuh Zen semula didunia luar, dan ketika berada dibenua trinity.


Jam digitalnya menunjukkan waktu 8 pagi dengan beda 10 hari lebih cepat, artinya benua trinity dengan dunia luar memiliki perbedaan waktu 9 hari lebih lambat.


“..suamiii!!” clara langsung berteriak ketika hendar menuruni tangga, Clara mendapati suaminya sudah berdiri dibawah sambil melihat jam tangan digitalnya.


“..happ!” Zen langsung menangkap tubuh clara yang melompat.


Wanitanya yang lain segera berhamburan keluar kamar dan bergantian melepas kangen mereka.


Setelah beberapa saat lamanya semua wanita Zen melepas kangen, mereka bersama-sama menikmati sarapan pagi dengan obrolan yang tentunya tidak jauh dari urusan ranjang dan bisnis para wanitanya Zen.

__ADS_1


Banyak sekali agenda mereka hari ini, dan mereka berjanji akan pulang sebelum matahari terbenam.


Adegan cipika-cipiki menjadi adegan penutup acara sarapan mereka pagi itu, setelah itu..


{slapp.. slapp.. slapp..}


Secara bergantian satu persatu wanitanya Zen menghilang dengan menggunakan kecanggihan teknologi teleportasi yang dikembangkan oleh Saren.


“..sebaiknya aku segera membuat pil pengubah tingkatan tulang dengan menggunakan bahan alga emas yang aku dapatkan beberapa waktu yang lalu!”


Zen berjalan dari ruang makan menuju kekamar pribadinya.


Tidak ingin membuat heboh layaknya para wanitanya Zen yang main minggat dengan menggunakan teleportasi, Zen lebih memilih untuk menapaki setiap anak tangga.


{ceklek}


Setelah mengunci pintu kamar dari arah dalam, Zen langsung memposisikan dirinya berkultivasi untuk masuk kedalam dunia jiwa miliknya.


“..apa ini?” Zen melihat ada sebuah pemandangan menarik disamping danau air kehidupan.


Sebuah cekungan terbentuk dan terlihat airnya berwarna emas.


“..bukankah disitu aku meletakkan alga emas kapan hari?” Zen bertanya pada dirinya sendiri.


{tringggg}


Buku kehidupan langsung muncul memberikan pencerahan bagi Zen.


[telah terbentuk cekungan sumber air kebangkitan!]


[air kebangkitan adalah air yang bisa membangkitkan kekuatan alam bagi siapa saja yang menggunakannya untuk berendam! Efek rasa sakit seperti ditusuk jarum jutaan kali disekujur tubuhnya akan berlangsung selama 2x24 jam tanpa berhenti, pengguna wajib menahannya!]


“..waaah, air ini yang dibutuhkan bagi para wanita itu! Tidak hanya mereka, semua anak buahku bisa mendapatkan peningkatan setelah berendam dengan menggunakan campuran air kebangkitan”


“..alga emas memang sangat luar biasa tak terduga!”


Zen sangat senang sekali, niat hati ingin mengambil alga emas untuk dijadikan pill peningkatan kualitas tulang bagi pembudidaya, ini malah mendapatkan sumber air kebangkitan.


Setelah puas mengumpulkan beberapa botol berisi air kebangkitan, Zen mulai berkutat dengan aktivitas pembuatan pil penempa tulang dan pil peningkat kualitas tulang.


Total ada 1 juta pil penempa tulang dan 1 juta pil peningkat kualitas tulang berhasil dibuat oleh Zen dengan kualitas tertinggi.


Semua pil dimasukkan kedalam botol percelain khusus yang mampu penyimpan khasiat dari pil-pil tersebut dalam kurun waktu yang lama.


Dirasa tidak ada lagi yang perlu dilakukan, Zen lantas keluar dari dunia jiwa miliknya.


“..eh suami!” kembali clara yang pertama kali menyapanya.


Semua wanitanya Zen memang sudah berkumpul dua jam yang lalu, melihat suami mereka sedang dalam mode kultivasi, tidak ada yang berani mengganggunya, hanya clara saja yang sengaja bersila didepan Zen dengan kondisi polosan, menunggu hingga suaminya membuka matanya.


Tidak ingin hanya clara saja yang mendapatkan jatah kecupan dan belaian, semua wanita Zen yang memang sengaja dalam mode polosan tanpa mengenakan penutup apapun dibadan mereka, langsung berhamburan memeluk dan meminta jatah mereka masing-masing.


“..kalian ini, apa engga masuk angin begitu?!” tanya Zen.


“..engga!” kompak semuanya bersuara.


{slap.. slap.. slap.. slap..}


Zen mengeluarkan botol porcelain yang berisi pil hasil ekstraksi dari inti pohon serebian didepan mereka.


“..hanya shella dan shelli yang tidak bisa mengkonsumsinya, yang lain silahkan segera diminum!”


“..pil itu akan membuat tubuh kalian tahan dengan segala bentuk racun, virus serta bakteri yang membahayakan dipermukaan bumi! Shella dan shelli tubuhnya sudah kebal, jadi tidak memerlukan pil itu!”


Mendengar penjelasan suami mereka, spontan mereka semua langsung mengambil pil yang ada didalam botol porcelain dan langsung menenggaknya.


{gluk.. gluk.. gluk.. gluk.. gluk..}


“..aahhh” bergantian para wanitanya Zen yang sudah selesai meminum pil itu langsung bereaksi alami.


Tubuh mereka mulai menghangat secara perlahan, ada sebuah dorongan ajaib yang membuat mereka seperti diangkat keatas.


6 dari 8 wanitanya Zen langsung berubah kulit mereka dalam beberapa saat.


{wooosshh}


Asap putih keluar dari pori-pori keenam wanitanya Zen secara terus menerus, sebuah efek yang sangat diluar nalar.


Yang tidak diketahui oleh Zen adalah, pil yang telah dibuatnya tidak hanya membuat ketahanan fisik dari tubuh wanitanya terhadap segala penyakit dan racun, namun secara tidak sengaja juga membuat stamina mereka menjadi 2x lebih baik dari sebelumnya.


Dan terjadilah adegan bercocok tanam keroyokan dengan Zen sebagai titik sentral piala bergulir yang dilakukan oleh 8 wanita super panas.

__ADS_1


Adegan super panas itu berlangsung 2x lebih lama dari biasanya, meskipun pada akhirnya para wanitalah yang mengalami kekalahan beruntun.


__ADS_2