PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Mulai Perhitungan


__ADS_3

“..siapapun kalian, yang jelas jika ingin agen kalian ini selamat segera datang, dan ambil agen kalian di pegunungan perbatasan dengan negara nepal, koordinat sudah aku kirimkan!!”


Zen terlihat mengarahkan mukanya kearah kamera pengintai super canggih yang disetting didalam liontin dan piercing milik Gebi.


Sampai sekarang Gebi masih terlihat polosan dan tidak bisa bergerak sama sekali.


“..brakkk!”


Zen terlihat menghancurkan alat pengintai super canggih milik mereka setelah selesai berbicara.


“..kamu harus ikut aku!”


{zlappp}


Hanya dengan memegang lengan Gebi, kini mereka berdua sudah berpindah tempat berada dilokasi pertemuan.


Pegunungan dengan hawa dingin hingga -15 derajat celcius itu terlihat sangat sepi.


Zen dan Gebi terlihat sudah berada ditengah putihnya salju.


Gebi yang masih polosan terlihat begitu kedinginan, dan Zen sama sekali tidak tertarik untuk memberinya kehangatan layaknya om-om tajir yang mencari kepuasan syahwat dengan memboking selebgram majalah dewasa di ibukota.


“.kketeekkk!”


Terdengar suara gigi Gebi saling bertabrakan satu sama lain, dengan posisi masih berdiri tanpa menggunakan kain penutup sama sekali, sementara angin dingin pegunungan nepal segera memberikan serangan tekanan dingin keseluruh tubuhnya.


Seorang agen seperti Gebi informasinya bisa bertahan dengan berbagai situasi dan kondisi sesuai ketahanan tubuh mereka masing-masing.


Bulu-bulu halus dibagian bibir bawah milik Gebi, terlihat sudah banyak sekali ditempeli bunga salju, dua bongkahan melon 38DD miliknya juga terlihat sudah mulai banyak lapisan transparan esnya.


Gebi terserang hipotermia, tubuh putih mulus milik Gebi itu kini mulai banyak ditempeli bunga es diamana-mana.


Zen yang mempergunakan seni olah pernafasan pada salah satu bagian, dari ilmu beladiri kuno yang didapatnya, sama sekali tidak merasakan kedinginan.


{werrr}...{werrr}..{werrr}


Suara baling-baling helicopter terdengar meraung-raung dilangit pegunungan dan terlihat semakin mendekat.


“..akhirnya kalian datang juga!” gumam Zen pelan pada dirinya sendiri.


Angin terlihat begitu kencang saat mendekati posisi Zen.


Lima belas menit kemudian, helicopter itu mendarat dengan mengeluarkan 8 orang tinggi besar berpakaian loreng hitam ungu.


“..hohoho!!”


“..bagaimana caramu bisa mendatangi pegunungan ini anak muda?!”


“..ah lupakan, hari ini adalah hari kematianmu anak muda! Kamu telah salah membuat masalah denganku!”


“..kalian bertujuh segera lumpuhkan pemuda itu, dan segera bebaskan Gebi dari siksaan dingin! Cepaaat!!” perintah sosok laki-laki yang terlihat lebih rendah dari toren air 800 liter, tinggi badannya.


“..hyaaattt!!”


{dasshh}


{tapppp}


Berbagai serangan mereka bisa ditangkis oleh Zen yang terlihat seperti main-main, tidak serius menghadapi 7 orang petarung yang perawakannya mirip laki-laki jerman karena tegap tubuhnya.


“..kalian ini sudah datang terlambat, tidak mengenalkan diri kalian lebih dulu, langsung main serang saja!”


{dasshh}


{buggghhh!!}


{tapppp}


Beberapa pukulan dan tendangan dari ketujuh orang suruhan sang ketua mereka, dapat dipatahkan dengan sangat mudah oleh Zen.


{brukkkk}


{brukkkk}


{brukkkk}


Tanpa 7 petarung itu sadari, setiap serangan yang diarahkan ke Zen dan bisa ditangkis, disaat itu pula Zen mulai melumpuhkan titik akupuntur pergerakan tubuh dari mereka, baik yang ada ditangan, di bagian kaki, maupun dibagian kepala mereka bertujuh.


Ketujuh petarung suruhan sang ketua itu langsung ambruk secara bersamaan.


Tubuh tegap layaknya beruang kutub itu, kini meringkuk seperti telah kehilangan tenaganya, hanya untuk menggerakkan tubuh mereka saja sudah sangat susah.


“..bb-bagaimana kamu melakukannya?!” kini sang ketua gemetar melihat aksi Zen.


“..jangan bergerak!” sang ketua terlihat mempergunakan senjata tembak genggam yang memang telah dipersiapkannya.


“..pistol mainan begitu tidak mempan!! Coba saja tembak!”


{dorr!!}


{dorr!!}


{dorr!!}


Rentetan tembakan langsung diarahkan kebawah tubuh, kemudian kearah jantung, kearah kepala dan titik vital lainnya dari tubuh Zen.


Zen hanya menghindari larinya peluru dengan begitu santai, seolah kecepatan peluru dalam mode slow motion, dan Zen dalam kondisi super cepat bergeraknya.


{tekk..tekkk..tekk}

__ADS_1


Suara kaitan pematik pistol tangan milik sang ketua yang sudah berkali-kali ditekan namun amunisinya telah habis.


“..kubilang juga apa, pistol mainan tidak bakalan bisa ngaruh!”


{tapp}


Diraihnya pistol ditangan sang ketua.


{byaarrr!!!}


Dengan sekali gengam, pistol itu langsung hancur berantakan.


“..kk-kamu iblis!!” sang ketua terlihat berusaha untuk menjauh dari lokasi kejadian, dengan berbagai cara, kadang dirinya merangkak, ngesot, mundur kebelakang, semua sudah dilakukan, namun naas, dirinya seperti merasa seperti siput, pergerakannya sangat lambat sekali.


{crassss}


Lengan kanannya putus!!


{plukkkk}


“...aaakhhggggg!!” jeritan sang ketua melihat lengan kanannya putus begitu saja.


“..sekali lagi aku bertanya, kalian ini siapa! Apa maksud kalian mengirimkan mata-mata wanita kalian padaku?!”


“..bunuh saja aku! Bunuh saja aku! Kami tidak akan membuka mulut kami!”


“..oow seperti itu, baiklah jika itu yang kalian mau !”


{slasshhh}


Kaki sebelah kiri langsung putus


“..aaakhhggg..ssaakkiiittt”


{slaashhh}


Telinga sebelah kanan langsung terputus.


“...aaakhhggg iblis.. kamu iblisss!!”


“..bukankah kalian yang menjadi iblis didunia ini, berapa banyak korban berjatuhan karena aksi kalian, mengirim antrax, mengirim virus flu burung, mengirim virus kolera, terbaru virus covid 19 kalian juga bukan pelakunya?? Kalian memakai laboratorium dinegeri tirai bambu sana untuk mengembangkan virus tersebut, bukan begitu? hah!”


“..aaakhhhggg” jeritan sang ketua yang terlihat menyedihkan karena kaki satu satunya terlihat hancur karena injakan Zen.


“..happ”


{glukkk}


“..apa ini yang barusan aku telan!” teriak sang ketua ketua, ketika dirinya berteriak, mulutnya terbuka dan Zen langsung memasukkan sebuah pil anti kebohongan.


“..sekarang aku persiapkan dulu kamera perekamnya”


{bippp}


Hape sang ketua menyala begitu saja dengan kondisi live streaming disebuah platform media sosial dunia.


“..eh lihat, ada live streaming disebuah gunung salju, tapi kondisinya lihat! Tangannya putus satu, kakinya juga,!”


“..lihat telinganya juga putus satu!”


“..siapa itu yang diselimuti balok es dibelakangnya?!”


Dunia langsung medsos langsung dibuatgaduh.


Dengan kemampuan hacker Zen, dirinya bisa langsung meminjam kuota satelit yang sedang melintas diatas Vrindafan dan Nepal untuk menyebarkan broadcast keseluruh penjuru dunia manapun.


Dalam live streamingnya, ketua itu mengaku sebagai salah satu ketua kelompok Illuminati dunia, total ada 7 kelompok diseluruh penjuru dunia, terkait kelompok dan jaringannya serta semua kejahatan yang pernah dilakukan, diceritakan melalui live streaming itu.


Dunia langsung merespon, lokasi kelompok illuminati yang tersisa itu langsung digrebek oleh pemerintah setempat negara yang berkepentingan tanpa bisa mengelak lagi.


Setelah melakukan pengakuannya kepada dunia, Zen langsung mematikan siaran broadcast tersebut, hingga membuat seluruh dunia bertanya-tanya.


Dari sang ketua geng, Zen bisa langsung melacak sindikat yang lain, satu hal yang langsung Zen kerjakan adalah memindahkan semua dana kepemilikan yang dikuasai oleh mereka, hingga tidak ada sisa sama sekali.


Semua berkat informasi yang diberikan oleh sang ketua kelompok illuminati saat dirinya masih terpengaruh dengan obat kejujuran.


Karena tidak ada lagi yang dibutuhkan, Zen langsung memenggal kepalanya dan memanggil gerombolan serigala salju untuk menghabisi sisa tubuhnya.


Untuk Gebi, Zen sudah tentu punya rencana tersendiri, sementara itu Zen menyimpan tubuh Zen yang sudah diberikan pil penyembuhan, kedalam ruangan penyimpanan didalam dimensi jiwa miliknya.


***


Dunia yang dihebohkan dengan live streaming salah satu ketua kelompok dari 7 kelompok utama illuminati, langsung bekerja sama untuk memburu para anggota dan pemimpin yang masih berkeliaran.


Tanpa terkecuali negara konoha yang terlihat lebih kacau.


Karena menurut penuturan ketua kelompok illuminati yang Zen bunuh, banyak antek-antek mereka di negara konoha bertebaran di lembaga milik negara.


Jadilah konoha kebakaran jenggot dengan penuturan sang ketua kelompok yang telah berbicara jujur, karena dirinya dalam pengaruh obat kejujuran dosis tinggi.


Semua pegawai BUMN langsung dilakukan pencocokan informasi untuk melakukan screening lebih jauh.


Bahkan setingkat badan intelejen nasional juga tidak luput dari proses screening.


Bagaimana bisa, selama ratusan tahun beberapa generasi mereka, para illuminator berkeliaran dengan begitu bebasnya, membolak balikkan fakta kejadian, sambil menyebarkan virus mematikan untuk mencapai tujuan mereka semua.


Negara-negara di eropa juga memburu sisa keenam kelompok yang masih buron, karena sesuai penuturan yang diinformasikan oleh sang ketua kelompok, jika keenamnya berpusat dinegara-negara eropa laut seperti inggris, Jerman, belanda, Yunani, Spanyol, Israel.


Amerika juga disebut sebagai negara yang merupakan tempat mereka menyimpan kekayaan mereka untuk kepentingan aksi-aksi mereka dengan berkedok sebagai perusahaan investasi.

__ADS_1


Kegemparan dunia langsung tidak terkendali, saham-saham lembaga investasi langsung anjlok ketitik terendahnya.


Zen yang melihat kondisi sedang kacau di pasar saham amerika, terlihat segera meraup semua saham yang dibuang oleh pasar dengan sangat rakus.


10 perusahaan investasi terbesar di dunia yang mendaftarkan diri menjadi anggota bursa amerika langsung diborong sahamnya oleh Zen, tidak tanggung-tanggung langsung 95% masing-masing perusahaan diborong Zen dengan harga terendahnya yaitu 1 sen.


Adalah perusahaan investasi kelas dunia dengan pendapatan seperti :


Berkshire Hathaway – US$ 722,62 miliar


Prosus – US$ 174,32 miliar


Morgan Stanley – US$ 152,76 miliar


Prologis – US$ 109,39 miliar


BlackRock – US$ 104,45 miliar


Brookfield Asset Management – US$ 84,51 miliar


Blackstone Group – US$ 83,78 miliar


Crown Castle – US$ 75,04 miliar


Public Storage – US$ 64,21 miliar


SoftBank – US$ 64,17 miliar


10 perusahaan itu spontan ditinggal pergi oleh para investornya, karena merela tidak ingin ikut-ikutan dalam kelompok illuminati yang secara terang-terangan sudah menyebutkan 10 perusahaan tersebut, perusahaan yang mereka sudah pergunakan selama lebih dari 100 tahun lamanya.


Nama Zen langsung menjadi penghuni baru bagi 10 perusahaan investasi tersebut, dengan status sebagai pemilik saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 95%.


***


Zen saat ini sudah berada dirumahnya lagi, setelah satu minggu dirinya melakukan bisnis trip keluar negeri dengan membawa oleh-oleh kontrak pekerjaan yang mesti dipersiapkan semua material serta bahan bakunya secepatnya.


Untung Zen memiliki fasilitas pabrik perakitan tak terlihat digunung belimbing.


Dengan dibantu oleh karyawan astral miliknya, Zen segera mempersiapkan produksi dari pelontar partikel gas yang akan diterbangkan layaknya drone menggunakan remote control hingga materi dari partikel gas itu sendiri.


Zen menyiapkan milyaran apel energi sebagai bonus bagi para makhluk astral yang bekerja keras, dengan bekerja sangat cepat, semua makhluk astral sangat berharap untuk mendapatkan apel energi sebagai tambahan bonus mereka.


Pekerjaan yang jika dikerjakan oleh manusia bahkan robot, akan membutuhkan waktu berbulan bulan, namun dengan perbedaan waktu dunia luar dengan dunia astral, pekerjaan itu bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu minggu saja.


“..Tuan muda, saya mau laporan” Gebi terlihat bersuara ketika melihat Zen sedang memandang laptopnya dengan sangat serius.


Gebi diserahi Zen untuk mengurus perusahaan yang ada di amerika, 10 perusahaan asuransi terbaik selama ratusan tahun yang telah dibeli saham mayoritasnya oleh Zen itu kini perlahan mulai membaik kembali kinerjanya.


Harga saham yang tadinya hanya 1 sen sekarang sudah 100 dollar per lembar sahamnya.


Gebi datang hanya dengan menggunakan tanktop putih yang terlihat tanpa menggunakan busa penyangga didalamnya.


Tanktop itu terlihat begitu kekecilan dengan ukuran melon 38DD miliknya.


Ternyata usut punya usut, Gebi ini tidak ingin kalah dengan sherli, yang setiap hari selalu menggunakan pakain maid super panas untuk menggoda Zen.


Gebi yang memang sudah diberikan Zen token teleportasi khusus menghubungkan rumah Zen di bagian selatan kota besar, dengan ruang kantor di Amerika, terlihat lebih senang memilih tinggal di kota besar konoha, tentunya bersama Zen, karena Zen sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri, setelah dirinya dicuci otaknya oleh Zen.


Jika Zen sampai menginginkan tubuhnya, maka Gebi tidak akan menolaknya, bahkan sangat berharap Zen bisa membuahi dirinya setiap malam.


Jadilah Zen hidup sehari-hari dengan 2 pasang melon super besar yang selalu dipertontonkan gratis buat dirinya jika berada didalam rumah.


Baik Gebi atau Sherli, kedua wanita super bohai ini, kalo dirumah tidak ada yang pernah memakai dalaman, karena mereka berdua sudah saling taruhan, siapa saja yang ditusuk duluan oleh tuan muda mereka, maka yang kalah harus membayar 100jt rupiah.


“..ada apa Gebi?! Ada masalah di perusahaan investasi kita?!”


“..ada beberapa klien mengajukan pendanaan, namun mereka ingin bertemu dengan tuan sebagai pemilik saham mayoritasnya!”


“..ooh, terkait apa itu Gebi?!”


Akhirnya keduanya terlibat beberapa puluh menit kedepan, dalam diskusi terkait bisnis investasi serta pendanaan multi juta USD nilainya.


“..baiklah tuan, saya akan sampaikan keinginan tuan besok saat menemui mereka!”


“..satu lagi tuan,,,euumnnn...anuu...!”


“..apalagi Gebi?” Zen terlihat sudah mulai sibuk dengan jarinya yang menari nari diatas keyboard laptopnya.


“..tuan kapan mau nusuk Gebi?!” tanya Gebi dengan berani.


“..hah?!!” Zen langsung menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah Gebi.


“..iisshhh... ..iisshhh..iisshhh”


“..kamu sudah ketularan si sherli itu.. sudah sana, jangan ganggu konsentrasiku lagi, nanti yaa, dua duanya aku bakalan puasin jangan kuwatir, tapi tidak sekarang!!”


“..bener yaa tuan muda!” tiba-tiba muncul sherli yang terlihat hanya memakai selotip warna pink untuk menutupi dua pucuk gunung kembarnya, serta selotip segaris yang menutupi pintu lembahnya, lembah milik sherli ini terlihat mulus tanpa ada bulu jagungnya.


{pokkk}


Nepuk jidat!!


“..apalagi ini?? kamu sherli, apa engga masuk angin kamu begitu?!”


“..diih tuan muda kemana saja?! Dari kapan hari sherli juga sering pakai, pakaian begini, mana ada tuan komentar!”


“..tapi bagus kan tuan! Punya saya juga jauh lebih gede tuuuh liaat...” ujar sherli yang terlihat menggoyang driblle melon 36FF miliknya untuk manas-manasin Gebi.


“..awas yaa kamu!! Aku juga bisa!!” Gebi yang terpancing emosinya, segera membuka tanktopnya dan mulai ikut ikutan menggoyang driblle melon 38DD nya yang terlihat lebih buled dan sekel.

__ADS_1


Zen yang melihat ulah keduanya hanya memegang kepalanya saja, kemudian menghilang tanpa diketahui oleh mereka berdua.


__ADS_2