
Owen kini telah sampai dilokasi hutan pribadi milik tuan Charles.
Kondisi lingkungan sekitarnya sudah malam hari, Si-at sedikit sekali aktivitas dikediaman tuan Charles.
Beberapa puluh menit yang lalu, owen mendengarkan semua informasi yang dikirimkan oleh pepohonan serebian dan pinus yang menjulang tinggi.
Perasaannya campur aduk, namun dirinya harus bisa menguasai keadaan, jangan sampai terpancing emosinya.
“..ternyata benar semua informasi yang diberikan olehnya lewat pesan singkat dihape milikku!” gumam Owen pada dirinya sendiri saat berada didalam bilik istirahatnya.
Persepsinya menangkap adanya pengintai disekitar bilik istirahatnya.
Owen berkonsentrasi penuh untuk bisa menangkap Si- pengintai tanpa ada yang mengetahui.
“...eehmmm...eehhhggg!” terdengar suara teriakan keluar dari mulut Si- pengintai yang berada dalam posisi dibungkam.
Si- pengintai sangat ketakutan, tubuhnya dililit akar pohon yang langsung membawanya kebagian belakang bilik milik owen.
Ketika sipengintai sudah berada dihalaman belakang bilik milik Owen, tubuhnya gemeteran dan rasa takutnya makin menjalar.
“..sebaiknya kamu mengaku, jika tidak, jangan salahkan akar pohon itu akan menembus jantungmu sekarang juga!” seringai owen memperingatkan.
“..eehmmm...eehmmmm...eegghhh...!” kaki Si- pengintai terlihat menjejak kesana kemari berusaha memberontak.
“..sejak kapan pemuda ini memiliki kekuatan yang mengerikan!” batin Si- pengintai sambil terus meronta-ronta.
{crassshhh}
Sebuah akar pohon menembus paha kedua kaki Si- pengintai.
“..eehhmmm..aaakkkkhhh” bungkaman mulutnya berusaha untuk berteriak kesakitan, namun semuanya sia-sia.
“..masih tidak mau bicara?” kembali owen mengintimidasi.
Si- pengintai terlihat masih saja bungkam, namun dalam hatinya merasakan ketakutan.
“..huffttt...” owen menghela nafas, dikeluarkannya butiran hitam dari dalam saku celananya.
Sejak dirinya sudah menghafal buku obat dan racun kuno, owen sudah berhasil menciptakan butiran pil hitam dengan fungsi untuk mengungkap kejujuran seseorang.
Sebuah hasil karya pertama owen yang memang dibuat dalam jumlah banyak olehnya.
Pil hitam itu akan menyasar langsung syaraf bawah sadar otak kiri manusia, efek samping dari Si- pemakan pil hitam akan berbicara sejujur-jujurnya.
{happ}
Owen menjejalkan pil hitam itu masuk kedalam mulut Si- pengintai.
{slaappp}
Akar pepohonan yang tadinya mengikat tubuh Si- pengintai langsung kendor, tubuh Si- pengintai berdiri tegak layaknya robot.
“..sekarang jawab semua pertanyaanku!” perintah owen.
Si- pengintai itupun akhirnya bersuara, dirinya memberikan semua informasi dengan penuh kejujuran terkait siapa yang menyuruhnya dan siapa saja yang telah menargetkan owen selama ini.
Perasaan owen naik turun, dirinya tidak menyangka, ternyata banyak yang tidak menyukai keberadaannya, dan menganggapnya sebagai batu sandungan dimasa depan.
Beberapa nama sudah ada didalam buku catatan owen, dari informasi Si- pengintai, owen juga mendapatkan informasi dimana saja alamat dari keluarga yang telah menargetkan dirinya.
{slaashhh}
Owen lantas memenggal kepala Si- pengintai dan memerintahkan akar pohon untuk menguburnya sebagai salah satu sumber pupuk.
“..sekarang si pelayan itu!” gumam owen penuh dengan tersulut emosi.
Ada beberapa barang berharga yang telah dikumpulkan dari tubuh Si- pengintai, mulai dari kartu ATM, hape, jam tangan mahal, hingga batu energi yang disimpannya didalam tas ranselnya.
Dengan langkah santai owen menuju dapur kediaman tuan Charles.
Jarak dapur dengan bilik miliknya berkisar ratusan meter, saat owen melangkahkan kakinya, pepohonan disepanjang jalan terus memberikan informasi penting terkait kondisi yang ada didalam kediaman tuan charles.
“..hai owen! Kamu sudah pulang?”
“..Bagaimana ??apakah kamu berhasil mendapatkan identitas Si- pencuri pohon serebian itu?” nampak tuan Avram ayah angkatnya menyapa dirinya.
“..a-ayah!” owen setengahnya terkejut, tiba-tiba muncul sosok ayahnya didepannya.
“..kenapa kamu nampak terkejut owen?”
“..bukankah sudah bisa ayahmu muncul mendadak didepanmu!” Avram bingung dengan ekspresi kaget anak angkatnya.
“..owen tadi sedang berpikir ayah, eeh, tiba-tiba ayah main nongol saja! Kaget laah owen!” jawaban ngeles owen.
“..ya sudah, jadi bagaimana dengan pertanyaan ayah tadi?! Itu terkait sosok pencuri pohon serebian! Apakah kamu sudah menemukannya?” tanya Ayah angkat owen kembali.
“..belum ayah, kelihatannya memang sulit didapatkan datanya! Sudah beberapa orang yang aku temui, mereka nampaknya kesulitan untuk melakukan rendering data CCTV yang ayah berikan!” jawab owen.
“..aaah! seperti itu ternyata, ya sudah, malam-malam begini kamu mau kemana owen?!” tanya ayahnya kembali.
“..owen lapar ayah, mau kedapur sebentar!” ucapnya sambil memegangi perutnya penuh dengan drama yang meyakinkan.
“..yasudah, sana pergi, karena kamu barusan datang, beristirahatlah dulu, ada beberapa tugas dan misi keluarga yang perlu dikerjakan, tapi sebaiknya besok saja kamu melihatnya!” ayah angkatnya lantas pergi meninggalkan owen begitu saja.
__ADS_1
“..untung saja!” owen bergumam dalam hati melihat ayah angkatnya sudah menghilang dari gelapnya malam.
Kembali owen meneruskan langkahnya menuju dapur kediaman tuan Charles.
{krieeet}
Pintu utama dapur terbuka dari arah luar.
“..oo-owen!” pelayan yang menjadi target owen terlihat gagap ketika melihat sosok owen ditengah malam.
“..kenapa kamu? kaget aku masih hidup?” owen langsung mengeluarkan kalimat yang menusuk.
“..sampai kapan kamu akan meracuniku hah!?”
“..ii-ini!! Siapa juga yang meracunimu owen?!” Si- pelayan mundur kebelakang ketika owen semakin mendekat.
“..katakan siapa yang menyuruhmu! Aku bisa pastikan kematianmu akan terasa sangatcepat!” intonasi owen penuh dengan penekanan.
Si- pelayan terlihat begitu ketakutan.
“..bbrenggseekkk!! bagaimana bisa bocah ini jadi semakin kuat!” gumam pelayan dalam hati.
“..hahaha... jangan coba-coba kamu membunuhku owen! Keluarga Benyamin tidak akan melepaskanmu seperti mereka menghapus kedua orang tuamu!” Si- pelayan keceplosan berbicara.
Kebenaran itu akhirnya terungkap, keluarga Charles Benyamin lah yang telah membunuh kedua orang tuanya dengan dalih kecelakaan tunggal.
Mobil yang biasanya dipergunakan oleh ayah kandungnya, diduga mengalami kegagalan fungsi rem hingga membuat pasangan suami istri itu jatuh kedalam jurang pegunungan.
“..akhirnya, kamu sendiri yang berbicara!” owen tersenyum penuh makna.
Pelayan yang melihat senyuman menyeringai dari owen bergidik ngeri, sebuah senyuman layaknya malaikat pencabut nyawa baginya.
{sraaatttt}
Dari dalam lantai tempat berdiri, muncul akar pepohonan yang langsung menariknya keluar dari bangunan.
“..seret dia ke hutan terdalam! Tunggu aku disana!” owen memerintahkan akar pepohonan yang sudah melilit Si- pelayan layaknya kepompong.
Dengan bergerak estafet, akar pepohonan itu memindahkan tubuh Si- pelayan pergi menjauh dari kediaman tuan charles.
Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu tidak ada yang menaruh curiga, lantai bekas keluarnya akar pohon juga sudah kembali kebentuk semula.
“..keluarga Benyamin! Tunggu saja waktu kematian kalian!” gumam owen dalam hati.
Setelah memastikan tidak ada yang melihat aksinya barusan, owen lantas pergi keluar bangunan dapur dan melangkahkan kakinya menuju hutan keluarga bagian dalam.
Langkah kaki owen serasa menapaki lantai berjalan, semua akar pepohonan seperti melempar tubuh owen secara bergantian.
Bau pesing menyeruak tajam.
Si- pelayan masih shock, pakaiannya penuh dengan kotoran kencingnya sendiri.
“..aamppuun owen..ampuni pelayan ini!” dengan penuh iba Si- pelayan langsung jatuh tersungkur meminta ampunan.
“..buka mulutmu!” owen memerintah pelayan didepannya sambil merengkuh rahang mulutnya.
{hap}
Tepat saat Si- pelayan membuka mulutnya, owen langsung memasukkan pill hitam kejujuran.
Selama tiga puluh menit mulut pelayan itu tidak ada berhenti memberikan informasi yang owen butuhkan.
Bukan hanya satu keluarga, daftar nama 10 keluarga yang berkongsi dengan keluarga Benyamin sudah owen kantongi dalam rekaman digital tanpa sepengetahuan si-pelayan.
{slaaassshhh}
Lagi-lagi owen memenggal kepala pelayan yang selama ini sudah mencekokinya racun lewat perantara makanan yang diberikan padanya.
“..terima kasih kalian semua!” owen mengarahkan kedua tangannya kearah atas sambil mengucapkan terima kasih pada pepohonan yang sudah membantunya.
Sebenarnya owen ingin segera kembali kebilik istirahatnya, namun pepohonan disekitarnya melarangnya, pepohonan itu menyarankan owen untuk menyerap energi alam yang sudah ada didalam pepohonan tersebut.
Owen layaknya tamu kehormatan malam itu, semua pepohonan mengirimkan energi alam milik mereka untuk diberikan pada owen.
Dengan seni olah pernafasan khusus miliknya, owen menyerap semua energi alam yang diberikan dengan sukarela oleh semua pepohonan disekitarnya.
{booom}
Terdengar satu kali ledakan didalam tubuh owen, tanda tingkatan kultivasinya meningkat satu level.
Tubuhnya merasa sangat ringan sekali, bahkan owen kini bisa mendengarkan percakapan dengan jarak 200 meter dari tempatnya berdiri.
Kemampuan istimewanya ini berkat hubungan erat antara dirinya dengan pepohonan yang semakin meningkat.
“..luar biasa, sungguh luar biasa!” owen berteriak kegirangan, kemampuannya melonjak dan tubuh fisiknya semakin terlihat berotot.
Setelah memberikan penghormatan dan ucapan terima kasihnya, owen segera meninggalkan lokasi hutan bagian dalam, mengingat sinar matahari juga sudah mulai keluar dari sarangnya.
*dikediaman keluarga Benyamin*
Terlihat kepala keluarga mereka mondar-mandir dengan penuh kegelisahan.
“..ayah, coba duduklah sebentar!”
__ADS_1
“..benar itu, sudah semalaman ayah mondar-mandir terus apa engga pusing begitu itu?!”
“..diamlah!” sergah kepala keluarga Benyamin sedikit emosi.
Total ada 15 orang didalam ruangan keluarga, mereka sedang berkumpul menunggu informasi dari informan yang mengintai aktivitas owen.
Bukan karena apa, mereka sudah kehilangan jejak owen selama bepergian, ditambah lagi sudah lebih dari 4 jam Si- informan tidak ada kabar berita.
“..apakah anak itu sudah mengetahui keberadaan keluarga kita?” gumam kepala keluarga Benyamin dengan penuh kegundahan.
“..tenanglah ayah! Manusia rendahan itu tidak akan bisa mengetahui siapa dalang sebenarnya!” teriak anaknya dengan penuh kesombongan.
“..bukankah seharusnya pagi hari ini anak itu akan mati dengan sendirinya, akibat racun yang menumpuk selama 20 tahun lebih lamanya!”
“..ya benar itu! Jika sesuai perhitungan, hari inilah terakhir dirinya hidup, jadi buat apa kamu gusar Ben?”
15 orang yang berkumpul itu adalah sekumpulan keluarga yang berkongsi dengan keluarga Benyamin sebanyak 10 keluarga, sisanya adalah anak dan anggota keluarga Benyamin sendiri.
Apa yang dibicarakan oleh semua orang didalam ruangan memang sesuai dengan apa yang sudah mereka kerjakan sejak lama, namun ada perasaan tidak enak didalam diri Benyamin, sebuah perasaan yang pada akhirnya akan mengubur dirinya beserta seluruh anggota keluarganya kelak.
{bruaakk}
Tiba-tiba pintu ruangan pertemuan dibuka dengan sangat keras.
“..kamu!!”
“..maafkan tuan.. ini penting!” ujar informan yang telah mendedikasikan dirinya buat keluarga Benyamin puluhan tahun lamanya.
“..informasi apa yang membuatmu seperti melihat setan begitu!” tanya kepala keluarga Benyamin.
“..pelayan yang telah kita bayar selama ini menghilang!”
“..apaaa?!!” serempak semua orang langsung berdiri dari kursi tempat duduk mereka.
Sebuah informasi yang spontan saja membuat heboh seisi ruangan, bagaimana tidak, baru saja mereka merasa diatas angin, kini mereka dihadapkan pada permasalahan yang bisa mengancam kedamaian yang sudah puluhan tahun mereka ciptakan.
“..apakah kamu tidak salah informasi?” seru salah satu peserta pertemuan.
“..maaf tuan albert, semua kamera CCTV tidak dapat memunculkan rekaman kegiatan didapur sejak kemarin, pihak IT pun merasakan keanehan terkait hal ini!”
“..bagaimana dengan bocah busuk itu?!”
“..owen masih hidup dan pagi ini dirinya terlihat ikut hadir dalam sarapan pagi keluarga tuan Charles dikediamannya!”
“..brengggseekkk!! bagaimana bisa bocah busuk itu masih hidup! Bukankah racun itu harusnya sudah bereaksi penuh hari ini!” salah satu kepala keluarga yang lain begitu emosi mendengar informasi dari informan mereka barusan.
“..apakah sudah ada informasi dari pengintai kita?” tanya kepala keluarga Benyamin kembali.
“..maaf tuan besar, pagi ini saya melihat owen menggunakan hape mirip dengan milik pengintai kita, entah mata saya yang salah lihat atau bagaimana, yang jelas hapenya sama persis dengan milik kawan saya itu!” seru informan yang juga merupakan sahabat karib dari pengintai owen.
“..hape banyak dijual dipasaran, jangan berpikir seperti itu!” dengan bijak kepala keluarga Benyamin tidak ingin salah menilai.
“..kamu segera kembali, dan laporkan kembali jika ada yang mencurigakan”
“..baik tuan besar!”
Informan keluarga Benyamin langsung balik kanan keluar ruangan setelah memberikan semua gambaran informasi yang dirasa sangat penting bagi mereka.
Kepala keluarga Benyamin terduduk kembali diatas kursi empuknya, dirinya memandang jauh kedepan.
“..lalu apa selanjutnya ayah?” lamunan kepala keluarga Benyamin terbuyarkan dengan pertanyaan anaknya.
“..sebaiknya kita mulai mengetatkan penjagaan, bukan tidak mungkin, kedua orang suruhan kita sudah mati! Dan owen sudah mengetahui siapa dalang terbunuhnya kedua orang tuanya! Selanjutnya jangan ada langkah yang mencurigakan, kita harus berusaha sebaik mungkin menguasai kediaman leluhur, aku yakin sebentar lagi kekuatan leluhur akan semakin melemah, disaat itulah kita bisa dengan mudah membunuhnya! Pergantian kekuasaan keluarga Charles harus segera terjadi!”
“..euuhmmm!” anggukan kepala dari semua yang hadir didalam ruangan tanda kesepakatan.
15 orang yang berada didalam ruangan pertemuan adalah bagian kelompok yang ingin menggulingkan kekuasaan Charles De Foe, karena dianggap tidak becus untuk mengarahkan keluarga besar Charles, terlebih dengan sudah hilangnya pohon serebian berumur 1000 tahun lebih yang merupakan harta yang tak ternilai harganya.
Kelima belas orang yang berkumpul itu antara lain : Leo Benyamin (kepala keluarga benyamin), Albert Benyamin (adik), Paul Benyamin (anak), Martin Benyamin (anak), Timo Benyamin (Cucu), Patrik, Thomas, Roger, Daniel, David, Roland, Lukas, Peter, Julot, Joel.
Tanpa banyak bicara, semuanya langsung membubarkan diri mereka masing-masing.
*dikediaman utama keluarga Charles*
Owen saat ini sedang terpaku melihat papan informasi misi yang mulai di update dengan beberapa tugas terbaru.
Terlihat ada tugas mencari gadis perawan berumur dibawah 19 tahun dengan ciri-ciri yang sesuai dengan korban persembahan yang lainnya, ada juga tugas mengumpulkan batu energi dipertambangan keluarga Charles yang terletak dibagian utara hutan pribadi, belum lagi ada tugas untuk mencari belut listrik, untuk menggantikan beberapa belut listrik yang sudah terlihat tua dan tidak lagi bisa mengeluarkan sengatan listrik dalam jumlah yang diinginkan.
Diantara kumpulan misi tersebut, Owen tertarik untuk mencari bahan-bahan herbal di hutan salju abadi, selain nilai kontribusinya yang dirasa tinggi, dengan misi tersebut, owen bisa sambil mengolah kekuatan miliknya.
“..saya ingin melaporkan untuk mengambil misi pencarian tanaman teratai tujuh warna di pegunungan salju abadi” ujar owen menyerahkan formulir isiannya pada petugas yang berjaga.
“..owen, apakah kamu yakin? Perjalanan menuju pegunungan salju abadi membutuhkan stamina yang sangat prima!”
“..saya tetap bersikeras mengambil misi tersebut, jadi tolong kerjasamanya!” ujar Owen.
“..baiklah-baiklah, ini tempat untuk meletakkan tanaman herbal yang dimaksudkan, dan ini adalah token tanda jika kamu sedang mengerjakan misi keluar.
Sebuah token seukuran jempol pria dewasa dan didalamnya terdapat gps tracker yang akan selalu memantau pergerakannya guna menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.
Owen yang sudah mengetahui niat sebenarnya dari diberikannya token, namun dirinya tetap mengambil token tersebut.
“..kali ini kalian tidak akan bisa lepas dariku!” gumam Owen pada dirinya sendiri.
__ADS_1