
Disebuah ruangan dengan tembok tebal yang terbuat dalam sebuah logam khusus untuk menyamarkan lokasi tersebut dari deteksi radar baik versi satelit ataupun versi gelombang didarat.
“..apakah hongkong sudah mengirimkan dananya?!” tanya seorang yang duduk dengan kedua kakinya diletakkan diatas meja secara memanjang.
“..hanya taiwan yang sudah!” jawab orang yang ditanya.
“..jadi mereka tidak percaya! Baiklah, suruh operator menambahkan daya gelombangnya! Kita buat banjir besar di hongkong sekarang juga!”
“..jangan lupa videokan prosesnya!”
“..tunggulah bencana alam itu merendam kotamu!! Hahahaha!!”
{klik}
Pesan multimedia langsung dikirimkan ke hape milik pemimpin pemerintahan hongkong.
Pemimpin itu terlihat mengumpulkan para hacker ahli untuk mendukung rencananya, tentunya mereka diancam akan disebarkan identitas dan rahasia pribadinya jikalau mereka tidak patuh dengan perintah sang pimpinan yang terlihat menggunakan sebuah kostum bertopeng aneh.
“..tuan Invicible!” panggilan anak buahnya.
“..yaa! ada apa?!” jawabnya dengan malas.
“..ada beberapa negara eropa yang ingin berbicara bisnis dengan tuan!”
“..kelihatannya mereka sudah mulai percaya dengan kemampuan alat tuan!”
“..hohoho...duit mana duit! Apa yang mereka mau?!”
tanya pemimpin mereka.
“..beberapa pemimpin negara eropa ingin menargetkan beberapa negara musuhnya, ada juga yang menginginkan wilayahnya sendiri agar dana kemanusiaan dari bank dunia bisa cair!” jawab anak. Buahnya.
“..dasar pemimpin geblek! Masak wilayahnya sendiri minta dihancurkan, hanya untuk mencairkan dana kemanusiaan dari bank dunia! Males bangeed itu pimpinan negaranya pasti!”.
{ceklik}
Layar monitor didepannya langsung memunculkan wajah dari para pimpinan negara-negara di eropa yang ingin berbicara lewat telekonference.
Total ada 10 negara yang sudah setuju dengan klausul pekerjaan yang akan dijalankan, tentunya setelah dana dari para pemimpin negara telah masuk kekantongnya, barulah pekerjaan dilaksanakan.
Peristiwa rekayasa bencana alam ini dimulai beberapa bulan yang lalu, setelah orang yang disebut sebagai tuan invicible mencuri alat rekayasa bencana alam dari pemerintah tiongkok, dengan alat ditangannya, tuan invicible lantas menyelinap masuk kedalam sebuah roket yang akan membawa satelit komunikasi tercanggih keatas orbit bumi, tanpa bisa dideteksi.
Dengan menempatkan alat rekayasa bencana alam yang sudah dilakukan penambahan fungsi dan SOP pekerjaanya diorbit lintasan satelit, maka alat rekayasa bencana alam itu bisa dikendalikan dari permukaan bumi untuk menargetkan negara-negara yang diinginkannya.
Konsep dari senjata yang dipergunakan adalah mengirim gelombang termodulasi menggunakan teknologi satelit.
Gelombang ultrasonik yang sudah dimodulasi akan langsung bekerja sesuai dengan perintah sang operator yang ada dipermukaan bumi.
Sebut saja; Angin tornado, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, hujan lebat, hingga panas dipermukaan bumi, semuanya bisa diatur dengan sangat mudah oleh kinerja gelombang ultrasonik termodulasi.
Pemilik satelit komunikasi tercanggih dibuat heran, karena satelitnya tidak bisa mereka kontrol setelah berada diorbit bumi, dan merekapun menyebutnya sebagai kegagalan, padahal tanpa mereka ketahui, satelit mereka sudah dikuasai oleh pihak lain.
Kemampuan menghilang dari sosok yang dipanggil tuan invicible oleh anak buahnya itu didapatkan sejak lahir, dirinya yang dibesarkan di sebuah rumah panti asuhan di bagian barat amerika, tidak tahu siapa keluarga sebenarnya.
Perubahan sikapnya dimulai sejak dirinya mendapatkan perlakuan yang semena-mena dari pihak panti, tidak jarang dirinya harus menahan lapar berhari-hari karena perlakuan mereka.
Dirinya sejak berumur 5 tahun mengetahui, jikalau ada kemunculan kekuatan yang luar biasa, yaitu kemampuan yang bisa menghilangkan diri.
Sebuah kekuatan yang dibangkitkan oleh adanya kilatan petir yang menyambar tubuhnya saat bermain diluar rumah pantinya.
Sejak itulah dirinya mempergunakan kekuatannya untuk mencuri uang dari rumah pengurus panti, dan melakukan tindakan kriminal yang lainnya tanpa diketahui oleh pihak lain.
Tidak terhitung berapa banyak dirinya menyetubuhi pengurus panti dengan cara menghilangkan diri, bukan itu saja, aksinya juga sudah membuat resah tetangga komplek disekitarnya yang mengeluhkan anak wanita mereka kehilangan keperawannnya sejak berumur 7-10 tahun.
Semua adalah aksi pemuda nakal berumur 7 tahun yang sakit hati, ketika dirinya diejek ditempat sekolahnya oleh para wanita tersebut.
Aksinya terus berlanjut, tidak hanya terkait pencurian uang, namun pencabulan pada musuh-musuh wanitanya yang sering melancarkan pembullyan saat berada disekolah.
Aksi pencabulannya juga mulai menjadi, saat dirinya beranjak dewasa, banyak selebgram, bahkan sekelas selebriti dunia juga menjadi korban pelampiasannya, semua dilakukan dengan cara menghilangkan diri dengan kondisi korban pingsan tak sadarkan diri.
Pemuda itu sering dipanggil dengan nama steven.
Nilai akademis dari steven sendiri selalu maksimal dan sempurna, karena steven dengan kemampuan menghilangnya telah mencuri semua jawaban soal ujian satu hari sebelum diadakannya ujian.
Seiring berjalannya waktu, pemuda yang bernama steven itupun melancarkan aksinya dengan mengumpulkan para hacker ahli dan membentuk kelompok dengan nama Invicible.
Kelompok yang beranggotakan dirinya dengan 10 orang hacker ahli itupun memulai aksinya dengan mencuri rekening orang kaya dipesisir amerika seperti LA, Miami.
Setevenlah yang bertugas untuk mencari tahu data pribadi mereka dengan cara menghilangkan diri dan masuk kedalam ruangan para pengusaha kaya tanpa mereka sadari.
Aksi kelompok invicible mulai merambah dunia militer setelah aksi pencurian rekening bank para pengusaha pesisir amerika bagi mereka sudah tidak menarik lagi.
Tercatat sudah lebih dari 100 milyar dollar, mereka dapatkan dari aksi penggelapan dana para pengusaha dan hasil itu sudah dibagi habis sesuai dengan porsinya masing-masing.
Mereka tidak menyasar dunia perbankan secara langsung, karena pihak perbankan sudah mulai mengurangi uang fisik didalam lemari penyimpanan mereka.
__ADS_1
Selain itu, fisik uang yang tidak bisa dihilangkan oleh Steven jika dalam jumlah besar, membuat dirinya kesusahan jika mencurinya langsung dari ruang penyimpanan bank.
Kemampuan menghilangnya hanya berlaku untuk barang-barang yang masih sesuai dengan kemampuannya, seperti contoh alat rekayasa bencana yang memiliki dimensi 1x1x1 meter.
Dengan dimensi alat rekayasa bencana alam tersebut, Steven bisa menyelinap dan memasang alatnya sebelum acara peluncuran satelit komunikasi tercanggih didunia.
Para hacker ahli selanjutnya mengambil alih satelit komunikasi super canggih dengan bahasa pemrograman yang mereka modifikasi hasil dari pencurian database yang dilakukan oleh Steven, saat para programer pemilik satelit komunikasi itu beristirahat.
Sudah dua bulan lebih aksi kelompok Invicible ini berlangsung, dan selama dua bulan lebih itu pula mereka sudah mengumpulkan 500 milyar dollar, hasil dari memalak para pemimpin negara didunia, tentunya dengan ancaman bencana alam dinegaranya.
Sebuah angka yang akan terus bertambah menurut Steven, karena aksi mereka sangat sulit untuk dideteksi.
Yang mereka tidak tahu, ada sebuah kekuatan yang lebih dari kekuatan yang mereka miliki kini mulai memburunya.
***
Selama sepekan, sejak Zen bertemu dengan jendral Lim Fang, Zen sudah mengerahkan para anak buahnya, makhluk astral, untuk mencari keberadaan alat yang dimaksud oleh jendral Lim Fang keseluruh penjuru dunia.
Dan selama sepekan itu pula Zen masih belum mendapatkan informasi dari para anak buahnya.
Tercatat sudah ada 10 bencana alam baru yang tersebar di seluruh daratan eropa, ada gempa bumi di maroko, ada banjir di austria, longsoran salju di swiss, gunungan kutub es yang meluncur menghantam daratan norwegia, angin tornado yang terlihat di pantai Ibiza spanyol dan beberapa bencana alam yang terlihat sangat natural kejadiannya.
Prinsip kerja alat rekayasa bencana alam ini menggunakan gelombang ultrasonik termodulasi, tentunya tidak akan menimbulkan keanehan, karena sifat gelombang sendiri yang tidak bisa dilihat bentuk fisiknya.
Zen juga terlihat kesusahan untuk mendeteksinya.
Selama sepekan, Zen sudah mengutak atik blue print dari data takashi Grup dengan kemampuan pemrogramannya, tujuan Zen ingin mencari titik kelemahan dari alat tersebut.
Para wanita Zen yang melihat keseriusan suami mereka tidak ingin mengganggu dan memilih untuk memberikan ruang dan waktu yang lebih.
“..dapat!!” seru Zen setelah hari ke 8 dirinya berkonsentrasi penuh.
{bipp}
Sebuah pemrograman yang dapat mendeteksi anomali gelombang diseluruh bumi, mulai beroperasi melakukan pelacakan.
{sluurrppp}
Zen menyeruput jus buah kesukaannya hingga habis.
“..aaahhh..segarnya!” ungkap Zen ketika semua isi jus dalam gelas telah berpindah kedalam perutnya.
{teettt..}
Suara pemberitahuan dari bahasa pemrograman milik Zen, yang menunjukkan jikalau telah terjadi anomali modulasi gelombang dipermukaan bumi, tepatnya ada di sebuah titik lokasi GPS yang menunjukkan sebuah tempat di wilayah eropa sebelah selatan Italy.
{bip}
Suara bahasa pemrograman milik Zen yang berhasil menemukan anomali tersebut mulai bergerak.
Dilayar monitor miliknya, terlihat dari jarak ratusan mil jauhnya dari daratan venesia, air laut mulai bergejolak karena perbedaan suhu.
Ombak setinggi 10 meter mulai bergerak dengan kecepatan dan ketinggian yang terus naik dan bergulung menuju kedaratan.
“..harus segera diperingatkan!”
{kutak katik kutak katik}
Jari jemari Zen mulai menari diatas keyboardnya, mengirimkan semua data visual yang dimiliki olehnya kepada pemerintahan di eropa, bahkan media sosial dengan subscriber paling banyak yang ada eropa menjadi sasaran Zen untuk mengirimkan informasi secara live.
Kemampuannya menghack media televisi dan media sosial tidak perlu lagi dipertanyakan, eropa dikejutkan dengan informasi yang langsung liar muncul dimedia.
Hanya dalam hitungan detik saja, Zen sudah bisa mengirimkan video visual gelombang setinggi 10 meter dan semakin bertambah tingginya, gelombang tsunami yang sedang mengarah ke venesia dan wilayah lain yang berdekatan.
Kegaduhan langsung terjadi, suara alarm tsunami langsung pecah.
Dunia berhasil diselamatkan dari bencana yang bisa merenggut jutaan jiwa disepanjang pesisir yang diterkena imbas dari ombak setinggi 20 meter lebih setelah bergulung.
Kerugian negara-negara yang dihantam gelombang tsunami setinggi 20meter itu diperkiraan sampai ratusan milyar dollar.
Bank dunia segera menggelontorkan dana kas kemanusiaan mereka dan disalurkan keseluruh negara yang terkena dampaknya.
“..oke, pemrograman sudah bisa mendeteksi anomali gelombang termodulasi dipermukaan bumi, sekarang tinggal membuat program pembalikannya, untuk mengetahui asal dari gelombang pemicu gelombang tsunami itu!” gumam Zen tersenyum sinis.
Gelombang sendiri memiliki karakter panjang gelombang atau dalam dunia fisika disebut Lamda.
Zen berupaya membuat bahasa pemrograman yang nantinya bisa mengetahui lokasi titik asal gelombang disalurkan, semua berdasarkan panjang gelombang yang berhasil dideteksinya.
{kutak kutik kutak kutik}
Jari jemari Zen kembali aktif dengan keyboard laptopnya dalam beberapa waktu lamanya.
Buku kehidupan memberikannya pencerahan terkait rumusan yang ingin didapatkannya.
Layaknya AI jaman sekarang, buku kehidupan memberikan beberapa informasi rumusan yang jika diimplementasikan kedalam bahasa pemrograman yang sedang Zen kerjakan, maka peluang keberhasilannya adalah 100%.
__ADS_1
{bip}
Tidak menunggu lama, bahasa pemrograman yang Zen ciptakan mampu mendeteksi titik trianggulasi dari anomali gelombang termodulasi tersebut.
Tiga titik yang menunjukkan sasaran yang pertama, operator yang kedua dan yang ketiga adalah asal ditembakkannya gelombang.
“..dapat!! tunggulah, tidak lama lagi aksi kalian akan bisa dilumpuhkan!” seringai Zen ketika melihat layar monitor yang menunjukkan map tempat dimana operator mengoperasikan satelit rekayasa bencana alam beroperasi selama ini.
Dengan hasil tersebut, Zen segera menghubungi jendral Lim Fang, berbagai data digital dikirimkan langsung ke hape milik jendral Lim Fang.
Jendral Lim Fang langsung melakukan pergerakan, dikarenakan aksi kelompok Steven ini masih berada diwilayah kekuasaan demografi kemiliteran tiongkok.
Belasan pesawat tempur hingga helikopter militer canggih langsung mengepung lokasi keberadaan Steven dan anggota kelompoknya.
{brakkkk}
Pintu ruangan tempat mereka bekerja langsung didobrak paksa.
Lusinan pasukan militer berlogo bendera tiongkok langsung menahan mereka semua.
Steven sendiri berhasil lolos dari sergapan para pasukan militer, karena dirinya bisa menghilangkan diri dan meninggalkan lokasi dengan membawa komputer utama, berupa laptop canggih yang dipergunakan untuk mengontrol kinerja satelit.
Proses penggerebekan militer itupun masih berlangsung, banyak warga sekitar yang bertanya-tanya, ada apa gerangan tentara militer tiongkok sampai turun tangan dalam aksi mereka disebuah wilayah padat penduduk.
Steven yang berhasil selamat, segera mengaktifkan kembali laptop utama dan mulai menargetkan lokasinya.
{gluduukk....jdaaarrrr}
Awan hitam bergelombang mulai bergemuruh secara tiba-tiba, petir menyambar tepat diatas lokasi penyergapan.
Kekacauan signal komunikasi pun terjadi, warga yang tadinya mendekati lokasi langsung lari menyelamatkan diri mereka masing-masing.
Helikopter dan pesawat tempur yang bermanuver terlihat kehilangan daya kerjanya.
Para tentara militer tidak ada yang menduga dengan kejadian alam yang mendadak menyerang mereka.
{duaarrrr}
Kilat dengan jutaan volt langsung menghantam beberapa pesawat dan helikopter militer canggih.
{duaaarrr...duuuaaarrr}
Kekacauan semakin menjadi, petir itu mulai menyasar target kendaraan militer yang dipergunakan oleh pasukan militer.
Ledakan terjadi dimana-mana, semua akibat kendaraan militer yang tersambar petir.
{claaappppp}
“...aakkkhhhh”
Lusinan pasukan militer tiongkok terlihat ikut tersambar petir hingga gosong, namun tidak meninggoi ditempat.
Menyadari jikalau para pasukan militer sudah kocar kacir, Steven segera menggunakan kemampuannya untuk menolong kawan-kawannya.
Kelompok steven pun akhirnya bisa lolos dari sergapan militer tiongkok.
***
Zen yang melihat itu semua dari pantauan CCTV disekitar tempat kejadian ditambah 10 drone tak terlihat terlihat puas.
“..kalian masuk kedalam perangkap!”
Zen memang sengaja tidak ikut dalam penyergapan, dirinya yang sedang mengamati semua kejadian dilokasi penyergapan lewat drone tak terlihat miliknya bisa dengan mudah mengikuti pergerakan kelompok Steven yang mulai mengarah kesebuah pesisir diwilayah barat laut tiongkok.
“..tunggulah, waktu kalian sudah habis, sudah cukup kalian bermain-main dengan kedamaian dunia ini!” ucap Zen yang melihat layak monitor didepannya.
Sementara itu disebuah rumah yang telah disewa oleh Steven, dirinya terlihat sibuk memberikan bantuan pengobatan bagi kawan-kawan seperjuangannya.
Tanpa disadari oleh steven dan kelompoknya, segala perilakunya telah diawasi dari jarak jauh tanpa ada kecurigaan.
Zen dan tim militer yang dipimpin langsung oleh jendral Lim Fang mengikuti rencana Zen.
Pasukan militernya yang terluka juga sudah kembali sembuh secara instan setelah meminum pil penyembuh buatan Zen.
Jendral Lim Fang dibuat kagum dengan segala kelebihan yang Zen miliki, tidak ada penolakan saat Zen memberikan rencana terkait penyergapan selanjutnya.
Dengan melakukan penyamaran menjadi seorang dokter, Zen membantu mengobati kelompok steven tanpa ada kecurigaan sama sekali.
Setiap sentuhan tangan Zen pada steven, saat itu pula dirinya mengambil kekuatan menghilang yang dimiliki oleh steven.
Aksinya tidak disadari oleh Steven dan anggota kelompoknya.
setelah memberikan sedikit obat tidur yang sangat mujarab, dengan mudahnya Zen mengambil komputer utama yang berguna untuk mengontrol kinerja satelit.
Selebihnya pihak militer yang dipimpin oleh jendral Lim Fang lah yang menyelesaikan.
__ADS_1
Sesuai kesepakatan, Zen mengambil alih alat yang dapat memicu kekacauan didunia tanpa ada yang berkomentar saat dirinya pergi dari lokasi kejadian penyergapan.