PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Kemana saja?


__ADS_3

Hari ini Zen masuk perkuliahan, total sudah 14 hari lebih dirinya tidak masuk kelas perkuliahannya, rektor yang sudah mendapatkan informasi, jikalau status kehadiran mahasiswa yang bernama Zen tidak bisa berpengaruh sebagai bobot penentu kelulusannya, dikarena status Zen yang telah menjadi dokter kehormatan, terlihat kebingungan pada awalnya, namun rektor segera bisa menguasai keadaan, setelah melihat rekaman tindakan operasi yang dilakukan oleh Zen.


“..siapa sebenarnya anak yang bernama Zen itu! Kemampuannya bahkan diakui dunia!”


“..kampus harus memberikan apresiasi khusus demi nama baik kampus juga tentunya”


Gumam rektor universitas internasional yang memiliki jaringan khusus dengan RS internasional ibu kota negara konoha.


{plokk}


Suara renyah tabokan dibahu bagian belakang tubuh Zen terdengar begitu nyaring pagi itu, saat itu dirinya sedang berdiskusi dengan mahasiswa yang lainnya.


“..siapa sih iseng banged!!” jawab Zen tanpa menoleh.


Sementara lawan bicaranya terlihat mematung layaknya melihat hantu siang hari.


Ketika Zen menolehkan diri,


“...Apa!!? kemana saja kamu selama ini??!! Mau lari dari tanggung jawab hah!?”


Runtutan pertanyaan yang dilontarkan dengan sangat kencang tanpa melihat sikon yang ada didalam kelas kontan membuat seisi kelas perkuliahan menjadi bertanya-tanya, ada hubungan apa antara Zen dengan dosen killer, hingga dosen killer meminta pertanggung jawaban dari Zen.


“...eh bu dosen cantik, selamat pagi!!” Zen dengan cepat menguasai keadaan,


{blussshh}


Wanita muda dengan usia matang itu terlihat langsung memerah wajahnya, ketika disebut cantik oleh pria yang selalu hadir dalam mimpinya.


“..setelah jam perkuliahan selesai, datang ke kantor!” ujar dosen Clara dengan nada perintahnya.


“..baik bu dosen yang cantik, pasti!” kembali Zen berbicara manis mulutnya.


Dosen clara terlihat sumrigrah dengan adanya kehadiran dikelas perkuliahannya Zen pagi itu.


Beberapa kali dirinya terlihat salah tingkah, karena tidak menyangka, Zen akan datang ke kelasnya pagi ini, setelah 14 hari tidak ada kabar kejelasannya sama sekali.


Dosen Clara yang tidak bisa menemukan data diri dari Zen di bagian kemahasiswaan, dengan alasan data mahasiswa bernama Zen di lock oleh pak rektor secara langsung, karena alasan rahasia negara, membuatnya pusing tujuh keliling selama 14 hari waktu itu.


Kantung mata dosen clara terlihat menghitam karena kurang istirahat, setiap hari dirinya mencoba untuk menghubungi nomor yang Zen berikan padanya, namun selalu terhubung dengan mailbox.


Namun, pagi ini, dirinya menemukan sosok Zen yang sedang bercanda dengan kawan mahasiswanya, langsung saja tidak sabar untuk memukul bagian belakang punggungnya.


Bukan karena apa, dosen cantik clara ingin memastikan jika memang sosok yang membelakanginya adalah benar Zen, pemuda yang telah membuatnya susah makan dan susah tidur.


Perkuliahan dosen clara disudahi lebih awal 30 menit, dosen clara tidak bisa lagi memendam rasa rindunya yang sudah membuncak dan ingin segera memeluk Zen didalam ruangannya, dirinya sudah bodo amatan jika sahabat karibnya Wina membulynya nanti.


{tok..took...}


Pintu ruangan dosen clara diketuk dari arah luar.


{ceklek}


Pintu segera terbuka, dan sosok dibelakang pintu langsung menarik tangan Zen untuk masuk kedalam dengan sangat kuat.


{brakkk}


Pintu itu langsung tertutup rapat.


“..mmmmcccuuuaaahhh”


Dosen clara langsung lompat dan dengan sigap Zen menangkapnya.


Dosen clara segera ******* bibir Zen dengan sangat brutal.


Rindunya sudah memuncak, dosen clara layaknya lalat betina yang tidak tahu tempat dan waktu minta dicumbui oleh pasangannya.


Zen yang melihat wanita didepannya tidak lagi mengindahkan dimana posisi mereka sekarang, hanya bisa menjaga keseimbangan tubuh sang wanita, agar tidak jatuh, karena dosen cantik itu terlihat melompat dan langsung memegang leher Zen, kemudian mencumbunya dengan sangat liar.


“..pffttttt”


Wina terlihat langsung menutup mulutnya takut air yang diminumnya tersembur kemana-mana.


“..Clara bisa seliar itu!!” ucapnya pelan, ketika melihat adegan clara sahabat nya terlihat lebih aktif ******* bibir Zen dengan sangat rakusnya.


“..bu dosen engga apa-apa kan?”


Zen seperti orang yang lugu ketika bertanya pada wanita yang telah bermenit-menit lamanya ******* habis bibirnya, hingga semua pewarna bibir milik dosen cantik clara kini berpindah semua ke garis bibir milik Zen.


“..hehehe...!” Dosen clara langsung cengar cengir dengan posisi masih digendong Zen dari arah depan.


Pemandangan layaknya film vrindafan tanpa ada nyanyi-nyayi itu terlihat seperti dibekukan dalam beberapa puluh detik lamanya, hingga..


“..eheemmmm!” Wina batuk usil.


“..udah kali Cla! Itu si abangnya pegel gendongin kamu!” celetuknya.


“..eh!! memang iya sayang?!”

__ADS_1


“..hah!” Zen terkejut saat dosen cantik yang masih digendongnya itu memanggil ‘sayang’ padanya.


“..hehehe! iya sih sebenarnya!” jawab Zen cengar cengir kuda.


“..apaaa!!! maksudmu aku berat begitu!”


Wanita memang aneh, siapa coba yang engga keberatan disuruh gendong 50 kilo dalam waktu lama.


“..turunin aku s-e-k-a-r-a-ng!!” ucap dosen clara sambil memasang wajah marahnya.


Dengan perlahan dan gentle, Zen menurunkan dosen cantik yang sedang memasang wajah ngambeg ditujukan khsusus untuknya.


“..cantik juga yaa kalo ngambeg!” ucap Zen pelan.


“..apaa!!!” wajah dosen clara langsung mencair karena hari ini Zen sudah mengucapkan kata cantik sebanyak 3x, baginya itu sudah merupakan pengakuan, jikalau pemuda yang telah berhasil mencuri hatinya itu, benar mengakuinya cantik.


“..suruh duduk dulu kek itu abangnya Cla!”


“..sini bang Zen, duduk, coba ceritakan kemana saja abang selama 14 hari tidak ada nongol di kelas perkuliahan?”


“..itu kawan saya jadi susah makan, susah tidur, engga bisa konsen ngajar, uring-uringan engga jelas, semua kena marah gegara abang Zen yang tidak muncul didepan wajahnya!”


“...wwppfftttt”


“..winaa..!!!”


Dosen clara langsung spontan menutup mulut cerewet wina sahabatnya yang membuka kartu rahasianya didepan Zen.


“..hehehe! ada yang kangen ya bu dosen Wina?!”


“..apa??!! siapa?!! Engga tuh!! Diih berasa bangeed !” ucap Clara yang terlihat jual mahal tidak ingin ketahuan sikapnya selama ini.


“..yaa sudah, jika tidak ada lagi yang diperlukan saya mau masuk kelas dulu, tadi Neysa dan kawan-kawannya ada rencana buat ngajakin makan dikantin soalnya, ada yang perlu dibahas, masalah tugas kelompok kata mereka!” jawab Zen yang memasang wajah tidak bersalahnya.


“..neysa!! “ wina terlihat mempertegas.


“..engga boleh! Saya masih ada perlu sama kamu! Ada banyak tugas khusus buat kamu!!” tiba-tiba saja setelah Zen berbicara tentang neysa dan gerombolannya, dosen clara langsung menghalangi Zen untuk kembali masuk kedalam kelasnya.


“..apa!! engga boleh ya engga boleh, tetap duduk!! Ini p-e-r-i-n-tah” dosen clara langsung memasang wajah juteknya lagi.


“..hah!!” Wina semakin pusing melihat tingkah sahabatnya.


{kreettt}


{dukkk}


Zen menarik kursi didepan meja dosen clara, dan memposisikan wajahnya yang disangga dengan kedua telapak tangannya mengarah ke dosen clara langsung.


“..aaah, aku pamit dulu laah yaa, engga enak jadi obat nyamuk disini!”


Wina segera berdiri dari tempat duduknya, namun tidak ada yang berkomentar menghalanginya.


“..benaran ini aku tidak ditahan begitu buat duduk lagi?!” kata wina kembali memperjelas.


“..ga!”


“..awass yaa ... ntar kalo bingung puyeng lage gegara abang Zen menghilang, awas saja!!” kata wina.


“..winaaaa!!!!”


Dosen clara langsung mengusirnya pergi.


{cekelek}


Pintu ruangan dosen dikunci dari dalam.


“..ibu dosen kenapa dikunci itu pintunya!” tanya Zen dengan formal.


“..iba -ibu, aku bukan ibumu!!”


“..trusss?!” tanya Zen


“..iissssh... Tahu Ah...!!” dosen clara terlihat merajuk.


“..sayaang!”


Begitu Zen memanggilnya dengan kata – kata yang selalu ingin didengarnya, dosen clara langsung melunak.


“..heummnn!”


“..kenapa sih kok masih jutek begitu?!”


“..tau!”


“..laah..” Zen semakin pusing.


Mereka berdua saling diam tidak ada yang berbicara.

__ADS_1


“..ini anak memang tidak paham hati gue atau bagaimana siih?!”


“..jangan-jangan ini anak tidur lagi!” batin Clara berbicara sendiri.


Clara yang penasaran, mencoba untuk melihat lebih dekat wajah Zen.


{srappp}


Zen langsung memeluk dan menidurkannya dipangkuannya, sejurus kemudian dirinya menggerayangi seluruh badan dosen clara dari luar.


“..hihi..hahaha...huhuhu...Zen sudah!...Zen sudah!!” ucap dosen clara yang tidak tahan geli.


“..hah...hah,...hah...!” nafasnya terlihat tidak beraturan.


Pakaiannya sudah ketarik kearah atas, hingga memperlihatkan perutnya yang putih rata layaknya artis K-pop, roknya juga sudah tersingkap keatas juga mempertontonkan selipan warna hitam yang terlihat sudah basah dan lengket dengan cetakan jelas sekali mirip camel toe!


“..ya sudah, sana rapi -rapi lagi gih, ntar pulang bareng aja, sebelum pulang kita jalan ke mall di deket kampus!”


“..beneran?! janji?!” ujarnya mirip anak kecil sambil memberikan jari kelingkingnya.


“..iyaa janji!” ucap Zen yang mengikatkan jari kelingkingnya pada jari kelingking dosen clara.


Setelah itu clara langsung berdiri dibantu Zen, dengan menurunkan rok spannya didepan Zen, clara mulai merapikan pakaianya.


Clara sudah terlihat bodo amat dengan Zen yang dapat melihat isi didalam roknya yang sudah terlihat basah, jika Zen mau melakukannya didalam ruangan kerjanya, clara tidak akan mempermasalahkannya, karena ruangan dosen ini ternyata adalah ruangan khususm miliknya, sebagai kompensasi untuk kesediaannya mengajarkan keilmuannya dikampus internasional.


Ruangan yang hanya diisi dirinya dan sahabat karibnya saja.


Zen membantu clara untuk menaikkan rok span yang terjatuh dilantai, kemudian membantu mengancingkan dan menaikkan reslitingnya hingga sempurna.


“..ya sudah, aku pamit dulu yaa! Sampai nanti!’


“..iyaaa..” balas dosen clara.


“.. awas kalo sampe ganjen sama neysa!”


“..hehehehe..!”


“..tuuh kan!! Bener!!”


“..mccuuah!”


Zen memberikan kecupan ringan disamping bibir clara, namun clara tidak ingin kehilangan momen, langsung saja bibir Zen kembali dilumat habis oleh clara dengan sangat liar.


Adegan jigong bertemu jigong dan lidah bertemu lidah, itu terjadi kembali dalam kurun yang lumayan lama dan hanya disudahi ketika clara sudah tidak kuat menahan nafasnya.


***


Disebuah Mall besar dekat dengan kampus,


Terlihat dua sejoli beda usia namun tidak terlihat begitu ekstrim perbedaannya, karena sosok perempuan yang pandai merawat diri serta bibit yang memang membuatnya sudah cantik dari semenjak orok.


Pasangan wanitanya bergelayut dengan sangat manja dilengan pasangan laki-lakinya.


Adalah Zen dan dosen Clara.


Mereka terlihat sedang berjalan dengan santai untuk mencari restoran yang cocok dengan lidah keduanya, hingga akhirnya pilihan jatuh kepada restoran BBQ.


Beberapa pasang mata melihat kearah mereka berdua, berbagai macam pemikiran liar tentang cowok dan cewek yang sedang bercanda didepan para komentator jalanan itu dibiarkan saja oleh Zen dan Clara.


“..aku boleh ikut kerumah kamu?!” Clara terlihat bertanya kepada zen.


“..boleh saja, cuman jangan kaget ya nanti, kalo ngeliat sherli berpakaian super bohai didalam rumah!”


“..sherli?!!” pekik clara setengah emosi.


“..tukang bersih-bersih rumah!”


“..ooh..!”


“..ada juga Gebi saingannya Sherli!!”


“..whaattt...!!”


“..itu sekretarisku!!”


“..oooh se--!! Whaaattt!!”


“..kamu ini sebenarnya siapa sih Zen?! Jadi semakin penasaran akunya”


“..tapi gpp, aku sudah siap kok, jika sekalipun harus rela jadi yang ketiga atau keempat! Asal kamu selalu sayang sama aku!!”


“..tapp---!”


“..tidak perduli kamunya dari kalangan berada maupun tidak! Itu sudah pilihanku!”


“..aaahh” Zen hanya bisa menghela nafas kasarnya saja.

__ADS_1


Pertemuan keduanya dihabiskan begitu lama dengan berbincang sambil membakar daging BBQ ala – ala film drakor.


Zen kemudian mengantarkan Clara kerumahnya, dan berjanji akan membawanya menginap di rumahnya saat libur kuliah dan tentunya saat tidak mengganggu waktu kerjanya.


__ADS_2