PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Kerjasama


__ADS_3

Dunia masih merasakan Uforia dengan penemuan sumber energi baru dengan Zero emisi yang diprakarsai oleh Z energi.


Z Energi sebagai satu-satunya pemegang lisensi terkait teknologi reaksi Fusi Hydrogen didunia menjadi sorotan.


Setelah dunia dihebohkan dengan Z beauty sekarang giliran Z energi, begitulah isi salah satu tajuk berita pertelevisian dunia.


Disemua restoran berbintang, kedai makan, warung kopi, bahkan warung tenda pinggir jalan, semua membahas kesuksesan Z grup yang membuat dunia berubah menjadi lebih baik dan pro terhadap lingkungan.


Hari ini adalah hari dimana pengusaha perminyakan dan pertambangan berkumpul bersama dalam sebuah acara talk show yang menghadirkan Zen sebagai narasumbernya.


Acara yang terlihat sangat interaktif dan banyak sekali pertanyaan dari peserta yang hadir, semua dapat dijawab Zen dengan reaksi yang memuaskan dari pihak yang bertanya.


Dalam kesempatan tersebut Zen juga memberikan banyak masukan kepada pengusaha perminyakan dan pertambangan batubara, untuk segera mengalihkan bisnis mereka dibidang energi Hijau.


Sudah puluhan bahkan ratusan tahun mereka berbisnis di energi Fosil, pastinya sudah trilyunan dollar nilai investasi serta pendapatan yang mereka dapatkan.


Zen yang menjelaskan sesuai dengan dasar teori ilmu pengetahuan yang dapat dengan mudah dimengerti oleh semua pengusaha yang hadir, ringkasannya sebagai berikut;


Untuk batubara:


Pada dasarnya batubara lokal memiliki kandungan mineral utama seperti kaolinite, quartz, jarosite, illite maupun pyrite. Sementara nilai kalor yang dimiliki batubara lokal berkisar antara 4000 -6000 cal/gr


rumus kimia batubara atau rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.


Untuk Minyak Bumi:


Minyak bumi adalah campuran kompleks yang sebagian besarnya (sekitar 90 hingga 97%) terdiri dari senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana, sedangkan sisanya adalah sikloalkana, alkena, alkuna, dan senyawa aromatik.


Untuk penentuan rumus kimia minyak bumi secara khusus sangat tergantung dari bahan penyusunnya. Karena diketahui minyak bumi merupakan campuran dari berbagai macam hidrokarbon yang secara umum dengan masing-masing rumus kimianya secara umum yaitu terdiri dari Alkana (CnH2n+2), sikloalkana (CnH2n), dan Hidrokarbon Aromatik (CnHn).


Kesimpulannya, kedua bahan bakar fossil ini memiliki kandungan molekul Hydrogen, yang menjadi bahan utama dalam reaksi Fusi.


Hanya saja selama ini untuk memudahkan dan keterbatasan teknologi, kedua jenis bahan bakar fossil ini selalu dibakar dan menghasilkan polusi udara yang sangat banyak.


Zen berjanji akan segera membuat teknologi yang dapat memecah rantai Karbon (c) dengan rantai Hydrogen (H) yang terkandung didalam dua jenis bahan bakar fossil utama yang saat ini masih mendominasi, agar nantinya, para pengusaha perminyakan dan Batubara bisa membangun pembangkitan energi reaksi Fusi langsung dilokasi penambangan ataupun pengeboran milik mereka.


“...waahh..inilah solusinya!!”


“..benar!, pemuda itu sangat jenius!”


“..kalo begini kita jadi turut senang!”


“..yap, kita tinggal tunggu pemuda itu memberikan teknologi yang bisa memecah ikatan rantai Karbon dan Hydrogen, sehingga kita juga bisa ikutan memberikan supply green energi bagi dunia!”


Pertemuan hari itu langsung kembali membuat gempar media cetak dan elektronik, karena semua pengusaha perminyakan dan pertambangan baru bara setuju dengan ide dari Zen.


MOU kerjasama kedepannya juga langsung ditandatangani, antara Z Investment, Z Energy beserta para asosiasi pengusaha perminyakan dan pertambangan batubara.


Semua yang hadir pulang dengan senyum yang bahagia, bayangan kegelapan mereka harus menutup bisnis yang sudah puluhan bahkan ada yang ratusan tahun itupun sirna, setelah Zen mengeluarkan ide jeniusnya.


Zen sendiri mendapatkan pencerahan dari buku kehidupan yang langsung memberikannya ide sebuah teknologi untuk memecah Rantai Hydrocarbon.


Teknologi yang bisa dikerjakannya seperti layaknya membuat box teknologi untuk memecah rantai Hydrogen dan Oksigen didalam molekul air.


****


“..suami kita memang hebat ya!!”


“..heummnnn!”


“..suka bangeet pas pak suami ada diatas panggung dan memberikan presentasi yang mudah dimengerti semua peserta talk show!”


“..engga suka sama pembawa acaranya, Ganjen sama suami kita!”


Berbagai komentar bertebaran didalam kamar, saat Zen dan keempatnya bersantai menghabiskan waktu sore hari.


Zen melihat keempatnya bergunjing terkait acara talk show yang menjadikan Zen sebagai key note speaker beberapa waktu yang lalu, Zen hanya bisa membiarkan saja, karena mereka berempat suka sekali membahas hal yang berkaitan dengan dirinya.


{drrtttt}


Hape milik Zen bergetar.


“..halo ayah!” jawab Zen, saat nama ayah mertuanya yang ada di rumah sakit internasional menghubungi.


“..apakah kamu bisa datang kemari nak Zen?!”


Zen dan Ayahnya Clara terlihat saling berdiskusi serius dalam beberapa puluh menit.


Keempatnya tidak lagi bergunjing, namun serius mendengarkan percakapan Zen dengan ayah Clara.


“..baiklah ayah, aku segera kesana!” Ujar Zen setelah itu menutup sambungan telepon jarak jauh dengan ayah Clara.

__ADS_1


“..ada apa sayaaang?!” tanya Clara.


“..informasinya ada penemuan varian virus baru, bahkan lebih mematikan dibandingkan Covid-19 beberapa waktu yang lalu!” ujar Zen memberikan informasi.


“..trus?!” kompak mereka berempat bertanya.


“..ya, aku mesti kesana sekarang, sekiranya mungkin ada solusi yang bisa diberikan!” jawab Zen.


“..ikut!” kompakan keempatnya berpaduan suara.


“..mana bisa didalam rumah sakit rame-rame!” ujar keempatnya.


“..eh, iya juga..hehehe!” keempatnya langsung terkekeh.


{cup... cup... cup... cup...}


Setelah memberikan kecupan sayang pada keempatnya, Zen langsung menghilang dengan kemampuannya berteleportasi.


***


Zen muncul dikekosongan udara didalam ruangan pribadi yang diberikan oleh ayahnya Clara sebagai fasilitas bagi Zen dibelah ruangan milik ayahnya Clara sebagai direktur rumah sakit internasional, bahkan kunci ruangannya menggunakan sidik jari Zen.


{ceklek}


Pintu ruangannya terbuka dan ayahnya Clara sudah menunggunya.


“..ayah!” sahut Zen sambil mengambil telapak tangannya untuk memberikan penghormatan dengan jalan mencium punggung telapak tangan ayah mertuanya.


“..anak baik, anak baik!”


“..dimana pasiennya ayah?!” tanya Zen.


“..Ayoo disebelah sini!” ujar ayahnya Clara.


Disepanjang lorong rumah sakit, ayahnya Clara memberikan gambaran informasi secara keseluruhan dari riwayat bepergian pasien yang baru saja kembali dari Eropa, tidak ada gejala sama sekali, namun sudah dua hari ini lehernya seperti terbakar.


Zen hanya manggut-manggut saja ketika ayahnya mertuanya memberikan penjelasan.


{ceklek}


Pintu sebuah ruangan pasien terbuka dari arah luar.


Para petugas yang menggunakan APD lengkap layaknya menghandle sebuah virus mematikan terlihat menyapa Zen dan ayah mertuanya.


Teknologi yang Zen ciptakan saat dirinya berdiam diri dalam dunia jiwanya, dan hanya diberikan kepada keluarganya saja.


“..ini!!, sangat berbahaya ayah!” Zen langsung memberikan reaksinya setelah memeriksa pasien yang terinfeksi virus.


“..benarkah?!”


“..euuhmnnn!”


“..jika tidak salah dalam hitungan 12 detik kedepan, pasien akan langsung muntah darah hitam!” ujar Zen yang terlihat diperhatikan oleh dokter yang hadir.


“..10-11-12!”


“..huekkkk”


Benar saja, tepat saat hitungan Zen selesai diangka 12, pasien langsung muntah darah kental berwarna hitam.


“..Virus ini sudah ada dijaman kuno 4000an tahun yang lalu, virus ini juga yang menghabisi nyawa jutaan orang di eropa dan asia timur jauh!” jawab Zen sambil menjelaskan details.


“..lalu apakah ada obat yang bisa menyembuhkannya!” pertanyaan ayah mertuanya.


“..sementara ini aku hanya bisa membantu dengan memberikannya dua tetes air kehidupan!” jawab Zen pelan dan tidak ingin didengar oleh yang lain.


Zen menjelaskan jikalau 2 tetes air kehidupan nantinya akan membantu pasien melewati masa kritisnya, namun mesti segera ditemukan anti virusnya.


Zen yakin, jikalau dunia ini tengah menghadapi bahaya yang lebih menakutkan dibandingkan covid-19 yang lalu.


Pasien terlihat mulai tenang, pembuluh darah serta organ dalam tubuhnya juga memberikan reaksi yang baik setelah mendapatkan 2 tetes air kehidupan.


“..tolong ambil sampel darah, rambut, dan sumsum tulang belakang pasien!” Zen memberikan perintah pada dokter jaga yang bertugas.


“..baik dokter!” jawab mereka kompakan


“..lalu bagaimana?!” tanya ayah mertuanya.


“..ayah sampaikan pada keluarganya, masa kritisnya telah selesai, dalam dua tiga hari kedepan, pasien akan kembali sehat, namun virus tersebut hanya tertidur dalam kurun waktu 65 hari saja, setelahnya, kita harus memberikan anti virus, jika tidak, maka nyawanya tidak bisa tertolong lagi!” Zen memberikan penjelasan detail pada ayah mertuanya agar tidak disalahkan oleh pihak keluarga.


“..pemerintah pusat juga telah mengutus beberapa orang peneliti untuk bergabung, guna meneliti virus varian baru ini nak Zen! Apa yang mesti kita lakukan?” tanya kembali.

__ADS_1


“..ayah tidak usah khawatir, dalam satu minggu kedepan paling lama, aku akan memberikan jawaban anti virus yang tepat! Intinya, jangan disebarkan dulu, biarlah menjadi senjata pamungkas milik rumah sakit ini, dan tolong terkait biaya penanganan jangan dimahalkan, kalo bisa untuk masyarakat miskin, kita tanggung 100% meski negara tidak menanggungnya!” pesan Zen didengarkan dengan sangat serius oleh ayah mertuanya.


Terlihat gurat wajah kekaguman ayah mertuanya, saat Zen bisa menyelesaikan permasalahan yang sudah berminggu-minggu dirinya beserta jajaran dokter di rumah sakit internasional mencoba memecahkan, namun kembali lagi, mereka harus memanggil Zen pada akhirnya.


Zen pun mulai masuk kembali kedalam ruangan pribadinya didalam rumah sakit internasional.


“..dokter Zen memang luar biasa pak direktur?!”


“..benar, Anda sangat beruntung mendapatkan menantu dokter Zen!”


“..semoga dokter Zen bisa segera menemukan anti virusnya!”


“..tadi apa yang diteteskan oleh dokter Zen pak direktur?!”


Berbagai komentar dan pertanyaan terdengar ditelinga ayah mertua Zen, namun ayah mertuanya terlihat menjawab sesuai kaidah ilmu kedokteran saja, dirinya sudah berjanji untuk tidak memberitahu rahasia menantunya kepada siapapun.


Buku kehidupan kembali lagi memberikan pencerahan terkait virus kuno yang muncul kembali dizaman Zen.


Beberapa solusi pengobatan diberikan, dari obat herbal hingga upaya menciptakan mesin-mesin kapsul pengobatan yang dapat menghilangkan virus dengan jalan regenerasi DNA yang kebal terhadap virus.


Zen akan menjalankan keduanya, untuk masyarakat dibawah garis menengah tingkat kemampuan bayarnya, Zen akan memberikan konsep pengobatan herbal, dengan waktu durasi penyembuhan dua minggu hingga satu bulan tergantung antibody masing-masing.


Sedangkan untuk golongan menengah keatas, Zen akan memberikan konsep terapi kapsul, dimana pasien akan dimasukkan kedalam sebuah kapsul transparan, dan akan menjalani rekayasa genetika dengan sinar omega dan gamma yang telah Zen kembangkan tingkat besaran frekeunsinya, hingga hanya membutuhkan waktu paling lama dua minggu masa penyembuhannya.


Untungnya didalam dunia jiwa milik Zen, banyak tumbuh subur tanaman herbal langka jutaan tahun dengan khasiat pengobatan yang sangat mujarab.


Dengan keahliannya, Zen melakukan ekstraksi bahan-bahan herbal sesuai informasi yang diberikan oleh buku kehidupan, hingga mendapatkan pil-pil penyembuhan yang sesuai dengan harapannya.


***


Disebuah ruangan gelap dan hanya dilengkapi dengan lampu 5 watt sebagai penerangannya.


“..apakah kalian sudah berhasil menyebarkan virus itu?!”


“..sudah bos, tenang saja, sebentar lagi dunia akan kembali kacau! Dan kita bisa kembali mendapatkan pundi-pundi dolar kita kembali!”


“..bagus-bagus!’


“..lihat saja, kalian penduduk bumi yang serakah! Sebentar lagi kalian akan menerima hukuman karena telah membuat kerusakan dimuka bumi ini!”


“..jangan lupa kalian segera persiapkan rencana kedua kita!”


“..baik bos!”


Anak buah yang diperintah langsung oleh bos mereka, tidak menunggu lagi langsung balik kanan keluar dari ruangan.


“..tunggulah kehancuran dunia ini, semua karena ulah kalian sendiri!’


Terlihat raut wajah penuh ambisi dari sosok yang tidak bisa dilihat wajahnya karena penerangan yang sangat minim.


****


Lima hari setelah Zen bertemu dengan ayah mertuanya, hari itu Zen kembali mengadakan pertemuan dengan beberapa tim dokter yang ada dirumah sakit internasional dalam acara seminar terbuka.


“..jadi begitu, para senior sekalian!”


Zen menyudahi presentasinya didepan semua senior dokter rumah sakit yang masuk didalam jaringan rumah sakit internasional.


{prokk.. prokk.. prokk.. prokk.. prokk..}


Rame riuh tepuk tangan dari semua yang hadir ketika Zen memberikan penghormatan ala negeri sakura saat meninggalkan panggung.


Semua yang hadir begitu puas dengan pemaparan yang Zen berikan, tidak tanggung-tanggung pihak pemerintah melalui wakil presiden juga turut hadir dalam acaranya tersebut.


Ikatan dokter di konoha juga sangat terpukau dengan penjelasan yang Zen berikan.


Mereka juga memaklumi jika fasilitas pengobatan kapsul hanya akan ada di rumah sakit internasional beserta jaringannya, karena memang hanya dikhususkan untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah keatas saja.


Pengobatan herbal dengan durasi dua minggu hingga satu bulan sudah cukup menjadikan solusi bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah kebawah.


Pemerintah langsung memesan obat-obatan yang Zen sampaikan, dalam jumlah yang luar biasa untuk keperluan masyarakat kurang mampu dan langsung dimasukkan dalam anggaran belanja pemerintah pusat.


“..terima kasih nak Zen, ayah sangat bangga dengan pencapaianmu!”


“..sudah menjadi tanggung jawabku sebagai dokter ayah!”


“..adapun terkait teknologi kapsul rekayasa genetika, tolong kembali lagi, dipersiapkan SDM serta administrasi yang tertata rapi, jangan sampai ada kebocoran terkait standar pelayanan!” pesan Zen mengingatkan.


“..jangan khawatir, ayah sendiri yang akan turun tangan!” jawabnya sambil mengelus pundak dari menantunya yang semakin hari terlihat semakin berkharisma.


Tidak ada hingar bingar terkait telah ditemukannya obat dan cara penanganan virus kuno yang diprediksi akan mulai menyebar dalam satu dua bulan kedepan, karena jalur pariwisata lintas negara sudah dibuka seluas-luasnya.

__ADS_1


Namun dengan pendekatan pemerintah, berita yang bisa menggemparkan negara konoha itu bisa dieleminir sedini mungkin.


Memang dilapangan sudah banyak pasien yang berjatuhan, namun dengan konsep pengobatan yang sudah dijabarkan oleh Zen, angka kematian dipastikan nol persen.


__ADS_2