PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
pria busuk


__ADS_3

Zen dan ketiga wanita terlihat sudah ada disebuah superMall diwilayah selatan kota megapolitan, duo Xian kini menggunakan set pakaian milik Clara yang memang sudah lama disisihkan dari dalam lemari pakaiannya karena sudah out of date.


Banyak mata yang memandangi Zen dan ketiga wanita bersamanya selama mereka berbelanja didalam Mall, selain karena duo Xian yang botak, baju ketiganya terlihat sangat menantang.


Kaos dengan belahan yang sangat turun itu mempertontonkan 3 set bongkahan melon 36FF yang ingin memberontak keluar.


Zen juga heran, selama mereka ikutan training di kuil, bagaimana bisa bongkahan melon mereka bisa rata?


Acara belanja yang lebih didominasi oleh duo Xian yang mencari set baju kerja, baju sehari-hari dan baju saat berada didalam mansion pun berakhir dalam kurun waktu dua jam.


“..tuan, apakah tidak masalah jika kepala botak kami ditutup dengan menggunakan rambut palsu?” tanya Xian Bing.


Oh yaa mulustrasi dari duo Xian ini mirip dengan; Xian Bing : @m_baezsan1 dan Xian Qin : @soyviviane cek sendiri yaa mulustrasinya.


“..tenang saja, aku punya minyak ramuan penumbuh rambut instan, pergunakan saja nanti malam, esok, rambut kalian akan langsung memanjang, kalian hanya perlu merapikannya di salon dekat mansion!” ujar Zen memberitahu.


“..nanti setelah sampai mansion, kalian juga harus bermeditasi untuk segera membuka elemen inti milik kalian berdua, manfaatkan energi dari gerhana bulan separo dengan baik!”


“..baik tuan!” anggukan kepala keduanya menandakan persetujuan.


Setelah selesai berbelanja, Zen dan ketiganya lantas berjalan dengan maksud untuk mencari lorong yang sepi, namun terhenti beberapa saat disebuah lorong dilantai dasar.


“..halo manis?” tiba-tiba terdengar suara menggoda dari arah depan ketiga wanita yang bersama Zen.


Posisi Zen sedang berpisah dengan ketiganya karena izin ke toilet, membuat ketiganya seperti sedang menunggu om-om genit dengan tangannya penuh dengan Goodie Bag belanjaan mereka sendiri.


“..sombong sekali kamu maniiss!” kembali lagi sosok pria berumur 40an itu menggoda ketiganya.


Dibelakang pria itu ada berdiri beberapa bodyguardnya dengan mempertontonkan otot athletis mereka.


Dalam slow motion jari dari pria hidung belang itu bermaksud untuk menoel pipi dari Xian Bing, namun,


{ctraakkk}


“..wadoooowww....saakiiiitt!!” pria itu berteriak kesakitan karena Xian Bing langsung mematahkan jemarinya.


Bodyguard mereka langsung bereaksi ingin membela tuannya.


{tap..tap...tap}


Dengan gerakan sangat Cepat Xian Qin langsung menyerang titik vital dari empat bodyguard yang bermaksud untuk menyerang Xian Bing.


{brukk.. brukk.. brukk.. brukk..}


Empat bodyguard itu langsung terjatuh sambil memegangi endog mereka masing-masing, keliatannya duo upin-ipin mereka sudah pecah akibat tendangan super kilat dari Xian Qin barusan.


{priiitttt}


Terdengar suara peluit dari satpam penjaga supermall.


Keramaian langsung terjadi, beberapa orang yang melihat aksi Xian Qin terlihat sudah memberikan komentar versi mereka masing-masing.


“..matilah itu wanita!”


“..memang kamu tahu siapa pria itu?”


“..lah, kalian saja yang kuper, pria itu adalah pengusaha terkenal yang sering mangkal disini mencari daun muda!”


“..pantes..!”


“..eit, jangan salah, pria itu juga pemilik saham supermall ini, makanya dia bisa seenaknya menggoda wanita-wanita independent yang sebenarnya adalah ani-ani!”


“..kok kamu tahu sih?”


“..gue begitu looh!”


Beberapa pengunjung saling bergunjing tidak jelas, sementara satpam yang mengetahui laki-laki yang tidak bisa disentuh olehnya tertunduk dibawah lantai bersamaan dengan para bodyguardnya, langsung terdiam beberapa saat.


“..waah, masalah berat ini, mesti panggil manajer” gumamnya.


{tulilulit...}


Suara radio komunikasi terdengar mengeluarkan suara panggilan khasnya.


“..ada apa? Mengganggu saja!” ungkap lawan bicaranya disaluran radio komunikasi.


“..bos, lapor, tuan Hadinata sedang dihajar tiga wanita di zona dasar!”


“..apaa!!! tunggu aku disana!”


Terdengar suara orang yang terlihat ketakutan ketika mendapat informasi jikalau tuan Hadinata, sang pemilik saham supermall sedang mendapatkan masalah.


Dengan setengah berlari disertai nafas yang sudah kembang kempis, sosok manajer supermall itu mulai mendatangi lokasi kejadian.


“..minggir-minggir..kasih jalan!” sang manajer dan tiga orang satpam yang dibawanya nampak memerintahkan kerumunan pengunjung untuk membukakan jalan.


Para pengunjung yang melihat kedatangan penguasa supermall segera membuka jalan.


Setelah sang manajer berhasil merangsek masuk kedalam kerumunan,


“..siapa yang telah melukai tuan Hadinata? Berani-beraninya?” ucapnya dengan tegas dan ingin mendapatkan muka didepan tuannya.


“..kamu harus memberikan balasan yang setimpal pada tiga wanita itu! Breeengggseekk jariku patah!” ucap tuan Hadinata yang memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya terkulai patah.

__ADS_1


“..baik tuan Hadinata, saya akan pastikan tiga wanita ini mendapatkan pembalasan yang setimpal karena sudah berani-beraninya membuat onar, apalagi sampai membuat dua jari tuan patah!”


“..tolong kamu segera antar tuan Hadinata ke bagian medis dilantai dasar!”


“..tidak perlu! Aku ingin melihat bagaimana kamu menyelesaikan tugasmu, jika tidak sesuai harapanku, jangan harap esok kamu masih bisa bekerja disini lagi!” sebuah kalimat yang sangat paten untuk melecut semangat pegawai berstatus manajer mall didepannya.


“..baik tuan, serahkan saja pada saya!”


Tiga wanita yang tadinya bersama Zen masih terlihat tenang tidak terprovokasi, bahkan ketenangan mereka seperti tidak terjadi apa-apa.


“..kalian bertiga ikut kami ke kantor sekarang!” ucap sang manajer supermall dengan angkuhnya.


“..kamu itu belum melihat siapa yang salah disini! Jelas-jelas itu tua bangka itu yang hendak melecehkan kami bertiga! Apa seperti ini sikap seorang manajer supermall?!” kalimat yang sangat menusuk terdengar sangat jelas dan bisa didengar oleh semua pengunjung yang berkerumun.


“..waah berani sekali wanita itu!”


“..keliatannya dia tidak tahu bagaimana hidup di kota megapolitan!”


“..kasihan, pasti mereka bertiga sudah menjadi korban selanjutnya, nanti saat dibawa kekantor mereka!”


Para pengunjung kembali bergunjing dengan posisi ketiga wanita yang menjadi korban pelecehan tuan Hadinata.


“..jika kalian tidak berkenan ikut, maka jangan salahkan kami jika kami menyeret kalian dengan paksa!” ucap sang manajer terlihat mulai memberikan gesture memerintah satpam yang lain untuk membawa ketiganya.


Tuan Hadinata terus mengamati cara sang manajer menyelesaikan permasalahannya dengan masih memegangi dua jarinya yang patah.


Sementara itu tidak ada yang memperhatikan empat orang bodyguard yang masih merintih kesakitan karena endog mereka yang telah pecah.


Pengunjung juga semakin banyak mengerumuni tempat kejadian.


Satpam yang mendapatkan perintah untuk menyeret ketiga wanita super panas yang menjadi korban pelecehan tuan Hadinata terlihat sumringah wajahnya, kapan lagi bisa pegang-pegang tubuh mulus tiga wanita muda super panas.


{tap..tap..tap}


{siuuut.. siuuut.. siuuut..}


Dalam gerakan slow motion 10.000x, terlihat tangan tiga orang satpam hendak memegang pundak tiga wanita super panas didepan mereka, namun gerakan supercepat menyerang dada ketiganya, aksi yang langsung membuat ketiga satpam itu terhempas jauh belasan meter hingga menubruk kerumunan pengunjung.


Kali ini Xian Bing dengan gerakan telapak tangan kilatnya, sebuah gerakan tangan supercepat yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa, gerakan bela diri itu langsung menyerang ketiga satpam dengan telak dititik terlemah bagian dada mereka.


“..siapa?...kenapa?? bagaimana bisa” sang manajerpun terlihat heran.


Raut wajahnya terlihat ketakutan dengan terlemparnya tiga orang satpam tanpa mengetahui siapa yang melakukannya.


Tiga orang satpam yang diperintahnya terlihat terlempar jauh belasan meter hingga menabrak para pengunjung yang berkerumun, belum selesai satu permasalahan muncul lagi permasalahan baru.


“..minggir, kasih saya jalan!” ketiga wanita yang tadinya bersama Zen sudah bosan dengan semua drama didepan mereka, para pengunjung yang melihat ketiga wanita meminta jalan, langsung bereaksi.


Kerumunan pengunjung yang tadinya berjibun juga langsung membuyarkan diri, mereka tentunya paham disini yang salah adalah pihak tuan Hadinata beserta bodyguardnya dan ketiga wanita yang menjadi korban hanya melindungi diri.


“..kalian tidak kenapa-napa?” tanya Zen saat mereka bertiga sudah mencapai lokasi tempat Zen berdiri.


“..biasalah tuan, pria hidung belang itu mau melecehkan kami bertiga, untung Xian Bing dan Xian Qin bisa beladiri, dikasihnya itu para pria busuk pelajaran yang pas!” jawab Shelli memberikan penjelasan.


“..heuuumm! aku melihatnya, sengaja aku membiarkan kalian bertiga agar bisa menyelesaikan permasalahan kalian sendiri, tentunya kedepan kalian bertiga akan selalu saling support, karena kalian bertiga akan selalu berada didalam mansion ketika aku sedang melakukan perjalanan keluar rumah!” ungkap Zen.


Ketiganya saling berpandangan sebentar dan kemudian saling mengganggukkan kepala tanda menyetujui ucapan Zen.


“..yasudah, kita kelorong itu, dan segera kembali kemansion!” ucap Zen mengarahkan pandangannya pada sebuah titik tujuan.


Dengan bergegas mereka langsung menuju titik tujuan yang mengarah pada sebuah dinding didalam Supermall.


{zlaappp}


Mereka berempat langsung ditelan pusaran energi yang menempel diSebuah dinding supermall.


*sementara diruangan manajemen supermall*


Suasana ruangan manajemen supermall terlihat mencekam.


“..kamu saya pecat! Mulai besok kalian semua tidak lagi bekerja disupermall ini!” tuan Hadinata langsung menunjukkan arogansinya.


“..bagaimana dengan para satpam yang terluka tuan, tolong kebijaksanaannya!”


“..breengggseek!! kalian itu terluka karena apa? Kenapa membebankan keperusahaan! Tidak ada! Tidak ada sepeserpun buat kalian yang sudah bekerja dibawah performa yang seharusnya!”


“..kalian juga ! bodyguard letoi! Menghadapi tiga wanita saja sampai pecah endog kalian! Kalian juga saya pecat!”


Nasib sudah, semua karyawan yang terlibat hari ini ini tidak ada yang mendapatkan pesangon dan uang berobat, beda dengan satpam, bodyguard selain sudah jatuh tertimpa buldozer, kalo pepatah bilang.


Masa depan empat bodyguard itu sudah pasti harus menjadi lekong seumur hidupnya.


“..kamu! cari tahu dari kamera CCTV supermall tempat kejadian, kasih saya rekamannya, dan pastikan rekamannya dihapus!” ujar Tuan Hadinata yang langsung bertindak.


“..ingat jangan ada yang memberikan kesaksian jika ketiga wanita tadi melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib, kalian paham!?”


“..paham tuan!”


Tuan Hadinata langsung meninggalkan ruangan manajemen dengan emosi yang masih meledak-ledak.


“..Gagal mendapatkan mangsanya, tuan Hadinata malah patah dua jarinya, k-a-s-i-h-a-n!!” ucap karyawan yang melihat rekaman CCTV.


“..sudah-sudah, segera kita edit CCTV supermall dan potongannya segera kita kirimkan pada tuan Hadinata sesuai perintahnya, jangan sampai kita dipecat seperti manajer kita, mau makan apa keluarga kita kalau sampai kitanya dipecat!” karyawan yang lain langsung mengingatkan.

__ADS_1


*sementara dimansion mewah milik Zen*


Keempatnya sudah tiba dimansion beberapa waktu yang lalu, Xian Bing dan Xian Qin juga sudah kembali menggunakan pakaian kebesaran milik Shelli.


“..ini adalah minyak yang aku informasikan!” Zen berjalan menuju arah kamar kedua Xian yang terlihat sudah selesai merapikan pakaian mereka masing-masing.


“..dan ini adalah Pil kultivasi pembuka elemen inti kalian, minumlah segera, kalian bisa mempergunakan lantai paling atas dengan atap terbuka, disana aku telah memasang formasi pengumpul energi alam yang akan membantu kalian lebih cepat dalam berkultivasi!”


“..didalam formasi itu beda waktunya 1 jam didunia luar \= 10 tahun didalam formasi, jadi manfaatkan malam kalian dengan maksimal sampai esok hari!”


Zen memberikan penjelasan sambil tangannya memberikan dua botol porcelain dengan label khusus yang hanya dia sendiri yang tahu artinya.


Sesekali Zen melirik kearah kedua Xian yang masih saja menggunakan kostum maid super panas seperti halnya Shelli.


“..terima kasih tuan, kami berdua akan langsung melaksanakan perintah tuan!”


{brukkk}


Duo Xian langsung melepas semua atribut pakaian maidnya didepan Zen.


“..kalian? kenapa?” Zen tanpa mengedipkan matanya memandangi kedua wanita muda yang terlihat melepaskan semua pakaiannya begitu saja didepan Zen.


“..bukankah ini peraturan yang ada didalam mansion ini tuan?!” ucap mereka berdua kompak dan tanpa malu-malu mempertontonkan tubuh polosannya pada Zen.


“..peraturan?” Zen kembali bertanya.


“..didalam kamar ada tulisan peraturan saat berada didalam mansion!?” kata Xian Bing bersuara sambil mengarahkan telunjuknya pada kertas yang ditempel ditembok kamar mereka.


{plokkk}


Zen menepok jidatnya sendiri.


“..ini pasti ulah si shelli!” gumam Zen dalam hati.


“..ya sudah-yasudah, segera saja kalian berkultivasi dan jangan lupa menumbuhkan rambut kalian!” jawab Zen yang terlihat masih memandangi tubuh polos keduanya tanpa berkedip, super panas!!


Dengan berjalan melenggak lenggok mempertontonkan bongkahan bemper belakang mereka yang putih mulus tanpa ada noda sedikitpun, Xian Bing dan Xian Qin langsung berjalan menaiki tangga menuju lantai paling atas untuk melakukan kultivasi sesuai arahan dari Zen.


*disebuah ruangan bangunan hiburan malam exclusive*


“..bos besar!! Apa kabar!” sapa dari petugas yang sedang berdiri didepannya.


“..lagi ga mood gue Bro!” jawab Tuan Hadinata.


Musik jedag jedug terdengar sangat keras, gemerlap lampu warna warni yang menjadi penghias gelapnya ruangan super luas itupun memberikan pesona tersendiri.


Disamping kiri dan kanan tuan Hadinata sendiri telah bersandar dua orang wanita premium kalo versi mereka, dua wanita yang terlihat berumur 20 tahunan, berkulit putih dengan dua bongkahan melon implan yang membuat volume dada mereka meningkat menjadi 36D.


Bongkahan melon implan yang selalu ditempel dan digesek-gesekkan pada tuan Hadinata dengan harapan jasa mereka bisa dipakai.


“..kalo boleh tahu siapa yang sudah membuat mood bos besar turun?! Bukankah dua wanita disamping bos besar sudah siap untuk di eksekusi?” sindir orang yang menyapa tuan Hadinata.


“..apakah kamu bisa membantuku Marthen?”


“..tenang saja bos besar, apa tugas kali ini?”


Marthen ini adalah anggota bayangan dari Phantera, dirinya ditugaskan untuk menjaga keamanan dilingkungan hiburan malam terkenal dibagian utara kota megapolitan.


Adalah sebuah tempat hiburan malam yang sering dijadikan story oleh para selebgram ani-ani yang berkedok wanita independent diberanda sosmed mereka.


“..ini lihatlah!” tuan Hadinata menunjukkan hape miliknya,


Dihape keluaran terbaru berlogo buah apel kecokot tersebut, terlihat tiga wanita super panas yang menjadi targetnya.


“..waaah, super panas sekali ini bos besar! Pantas bos besar manyun saja malam ini!” Marthen melambungkan keinginan bos besar didepannya.


“..hei kalian berdua, tugas kalian malam ini berat sekali, jangan sampai bos besar hilang mood, awas saja kalian yaa!” Marthen terlihat mengingatkan dua wanita premium pendamping tuan Hadinata dengan sebuah kalimat kode.


“..siap boss!!” dengan kompak kedua wanita kualitas premium pendamping tuan Hadinata langsung bergerak lebih intensive dan lebih menggoda.


“..kasihkan aku filenya bos besar, dalam dua hari, akan aku dapatkan untuk bos besar! Tenang saja!’ Marthen berbicara dengan logatnya khas orang kepulauan timur.


“..bagus-bagus...aku percaya dengan kinerjamu Marthen!” tuan Hadinata langsung tersenyum setelahnya.


Suara musih bergenre EDM semakin memacu adrenalin bagi pendengarnya, tubuh semua pengunjung dipaksa untuk bergerak ikut dalam irama yang mempengaruhi kinerja otak bagian tengah.


Tegukan alkohol dipaksakan masuk kedalam kerongkongan tuan Hadinata lewat pelayanan-pelayanan menggoda yang tidak bisa dilewatkan.


Malam itu tuan Hadinata langsung terbuai dengan pelayanan super menggoda dari dua wanita premium yang terus berjalan argo pemakaiannya.


Melihat tamu istimewanya tengah terbuai dan masuk dalam jeratan argo tempat hiburan malam, Marthen pun pergi meninggalkan tempat hiburan malam dan bermaksud untuk memberikan laporan kinerja mingguannya di markas besar Phantera.


Dengan mengendarai mobil modifikasi yang didapatkannya dari salah satu pengusaha yang bisa diperasnya, Marthen menuju markas Phantera.


{ciiitt}


Jarak yang tidak terlalu jauh untuk ditempuh membuat marthen sampai dilokasi markas besar phantera dalam kurun waktu lima belas menit saja.


Para petugas jaga markas yang sudah terbiasa dengan kedatangan mobil modifikasi milik marthen tidak ada yang mengindahkan dirinya.


“..apakah tuan ada?” sapa Marthen yang menanyakan keberadaan bos Phantera.


“..ada! laporan mingguan kan, seperti biasa saja, yang lain juga banyak yang menunggu didalam!” jawab penjaga markas yang terlihat kalem tanpa reaksi.

__ADS_1


__ADS_2