PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
menolong (2)


__ADS_3

“..perkenalkan nama saya Zen, cucunya kakek Hendra, kawan baik nenek Esti!” perkenalan singkat Zen pada kepala rumah tangga yang berdiri ketika menyambut kedatangan Zen.


“..nama saya Hadisuyitno, Mirna adalah istri saya, mari, silahkan duduk dik Zen!” ucapnya dengan penuh sopan meski berbeda usia.


“..maaf saya panggil dik Zen, karena saya lihat usianya jauh dibawah saya keliatannya ini!” sapa hadi pada Zen.


“..tenang saja bapak Hadisuyitno, saya harus memanggil seperti apa ini ya? Mengingat bapak ini kan kepala daerah diwilayah sini” tanya Zen agak canggung.


“..tinggal berapa bulan lagi juga lengser dik Zen, jadi yaa panggil mas saja, biar sedikit akrab!”


“..baiklah mas Hadi, jika begitu saya tidak sungkan!”


“..tolong kamu panggilkan pelayan rumah tangga buat menghidangkan minuman dan makanan jamuan buat tamu saya!” ucap Hadisuyitno pada ajudannya.


“..siap bapak!” rensponnya dengan sigap.


Setelah Zen duduk disebuah kursi yang terlihat nyaman, nampak pelayan rumah tangga menghidangkan hidangan.


“..mari lho dik Zen seadanya!”


Adalah teh hangat dalam cangkir yang masih ngebul diikuti makanan ringan yang ditaruh didalam toples.


{slruuupppp}


“...aaaah” respon Zen ketika merasakan teh hangat yang disajikan khusus untuk menghormatinya.


“..ini teh rasanya seperti teh welangi!?” tanya Zen bereaksi.


“..waaah, dik Zen ini hebat bener ya?, memang benar, ini teh welangi yang kami pesan langsung dari desa welangi untuk konsumsi sehari-hari!” jawab Hadisuyitno.


“..jadi?!” Zen bertanya dengan sedikit ditahan kalimatnya kemudian menatap kedua sejoli berumur 40an didepannya secara bergantian.


“..pertama, saya ucapkan terima kasih, karena dik Zen sudah berkenan datang, meski hanya lewat perantara mama saya dan kakek dik Zen!” Mirna berbicara dengan suaminya yang terlihat menyeruput teh hangat miliknya.


“..tidak masalah, tidak masalah!” jawab Zen.


“..mas!” seru Mirna yang meminta suaminya untuk aktif.


“..kita perlu pergi kekamar atau bagaimana ini dik Zen untuk pemeriksaannya?!” tanya Hadisuyitno.


“..tidak perlu, dari sini juga bisa, minta tolong tangannya!” Zen mengadahkan telapak tangannya meminta Hadisuyitno untuk mendekatkan pergelangan tangannya.


Dengan kemampuan medis supranaturalnya, Zen langsung memeriksa jalur nadi dan aliran pembuluh darah dari Hadisuyitno.


“..ehhmmm!” Zen hanya bergumam ketika menekan ujung pergelangan tangan milik Hadisuyitno.


Meski Zen sudah mengetahui dari penglihatannya sama seperti saat memeriksa Mirna, namun Zen tidak ingin gegabah dan dibilang sok super oleh kepala daerah didepannya.


Setelah puas memeriksa, Zen melepaskan pegangan tangannya, kemudian duduk kembali diposisi awalnya.


“..bagaimana dik Zen?!” tanya Mirna sangat tidak sabaran.


“..maa! apaan sih, baru juga diperiksa, sudah engga sabaran saja!” tergur suaminya.


“..kondisi bapak secara fisik sehat, kesuburan bapak juga subur, namun ada satu hal yang menghalangi, dan ini semua terkait kejadian 10 tahun yang lalu, mungkin bapak bisa menceritakannya sendiri!” ujar Zen.


Mendengar jikalau semua karena kejadian 10 tahun yang lalu, langsung saja suami Mirna, Hadisuyitno, bereaksi spontan.


“..jangan ngada-ngada kamu Zen!” dengan sedikit meninggi nadanya langsung Hadisuyitno berdiri dari tempat duduknya.


“..papa! apa sih? Kenapa papa begitu emosi? Apa yang sedang papa sembunyikan dari mama? hah!” kali ini Mirna tidak kalah meninggi ucapannya.


Zen merespon dengan santai kedua orang beda gender yang terlihat kembali cekcok.


“..maaf dik Zen, apakah bisa adik jelaskan saja?!” tanya Mirna karena suaminya tidak mau menjawab pertanyaannya.


“..maaf bu Mirna, saya tidak bisa membuka hal ini, karena ini adalah rahasia suami ibu!” ujar Zen dengan santai menjawab.


“..papa!! “ teriak Mirna meminta jawaban kembali.


“..aiiisshhh!!” Hadisuyitno langsung geleng-geleng kepalanya.


“..memang yaa, yang namanya bangkai, mau ditutupi seperti apa juga akan tercium, padahal sudah 10 tahun hal ini aku sembunyikan darimu ma!” Hadisuyitno terlihat pasrah gestur tubuhnya.


“..Zen, silahkan saja ceritakan, saya akan mengkonternya jika itu kurang benar!” Hadisuyitno langsung kembali duduk dengan kepasrahannya.


Melihat Hadisuyitno sudah duduk kembali dengan tenang, Zen kemudian mulai menceritakan jikalau suaminya Mirna ini terikat sebuah perjanjian klenik dengan makhluk astral untuk memobilisasi suara dalam perhelatan PIlkada.


Tidak main-main, jumlah 14 juta suara dimintanya pada perjanjian tersebut.


Sebuah perjanjian yang apabila Hadisuyitno menang dalam pilkada, maka susu kental putihnya akan menjadi milik makhluk astral tersebut selama dirinya menjabat, dan akan terputus kontraknya saat Hadisuyitno sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah.

__ADS_1


Mirna Shock!!


“..bb-bagaimana bisa pa?!” tanya Mirna penuh dengan tidak percayaannya.


“..yaa begitulah ma, semua yang dikatakan oleh dik Zen ini adalah suatu kebenaran!” ujarnya dengan tegas menatap istri yang sudah setia menemaninya selama ini.


“..dik Zen, apakah adik bisa membantu suami saya? Tolong bebaskan sekarang juga kontraknya! Saya akan bayar! Berapapun yang adik minta, asal bisa terwujud keinginan saya!” Mirna kalap, dirinya sudah tidak bisa lagi berpikir sehat, karena selama ini, Mirna mencari kesalahan suaminya terutama yang berkaitan dengan wanita lain, ternyata tidak ditemukan.


Mirna secara sembunyi-sembunyi telah membayar detektif swasta untuk mencari data wanita lain yang sedang dekat dengan suaminya, namun tidak kunjung mendapatkan informasi tersebut.


Ternyata suaminya telah diperah habis susu kental putihnya oleh makhluk astral yang setiap malam tertentu datang dan melayani suaminya saat dirinya tertidur.


Pantas saja Mirna selalu merasa aneh, suatu hari di tanggal tertentu, saat bangun tidur, Mirna mendapati suaminya seperti orang yang habis bercocok tanam 3 hari 3 malam tidak berhenti, padahal data dari cctv yang mengarah pintu keluar rumah mereka tidak pernah menunjukkan rekaman suaminya yang pergi tengah malam.


“..saya bisa, bahkan untuk menghadirkan si makhluk astral yang berkontrak dengan suami ibu itupun bisa! Hanya saja, bu Mirna ini apakah kuat melihat sosoknya?!” tanya Zen kembali.


“..saya harus kuat! Karena ini terkait masalah keturunan kami! Tolong dik Zen segera panggil itu makluk astral s-e-k-a-r-a-ng!” Mirna sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.


“..haisshhhh!” suaminya terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Mirna terlihat menggebu-gebu emosinya.


“..baiklah,...” Zen langsung berkomat kamit mulutnya.


{boooommmm}


Dari depan meja mereka muncul asap putih yang mulai membumbung tinggi!


Samar-samar mulai terlihat sosok hitam didalam asap putih tersebut, sosok yang terlihat menggunakan pakaian tradisional mirip penari goyang kawarang mulustrasinya.


“..ii-ini!! “ kedua orang berstatus suami istri yang ada didepan Zen sangat terkejut mendapati kemampuan Zen.


“..kikikikik....” suara lengkingan menyeramkan terdengar setelah asap putih menghilang berganti dengan sosok perempuan berwajah menyeramkan, mukanya penuh dengan belatung hidup dan bongkahan gunungnya ngelewer jatuh hingga menyentuh meja didepan keduanya.


“..siapa? siapa yang sudah berani mengundangku!” makhluk astral itu terlihat mengintimidasi sepasang suami istri yang kini terlihat ketakutan dan saling berpelukan.


“..Hadisuyitno!! ini belum waktunya aku memerah susu kental putihmu!!” teriak marah makhluk astral yang mendekat kearahnya.


“..aku yang memanggilmu!” ujar Zen berbicara dibelakangnya.


Dengan slow motion sosok makhluk astral itu berbalik arah.


DEGH!!!!


Bahkan sosok makhluk astralpun tahu siapa Zen, sebuah kekuatan manusia yang tidak bisa dirinya lawan, sekelas raja buto ijo penguasa demit gunung blimbing sudah menjadi bawahannya.


Sosok makhluk astral yang tadinya sangat mendominasi didepan pasangan suami istri itupun langsung menjatuhkan dirinya didepan Zen.


“..aa-ampuuuun tuan muda!!” dengan lirih dan penuh hormat sosok Makhluk astral itupun mengiba kepada Zen.


Mirna dan Hadisuyitno langsung melongo! Takjub! Heran!


“..sekarang kamu jelaskan, kenapa kamu meminta susu kental putihnya Hadisuyitno sampai sepuluh tahun lamanya!” tanya Zen yang terlihat memberikan penekanan auranya kepada makhluk astral yang terlihat tidak berdaya.


“..aa-ampuni saya tuan muda!! Hadisuyitno datang kepada saya di lereng gunung belimbing sebelah barat! Keinginannya untuk bisa menang pilkada dengan 14 juta suara! Saya menyetujuinya, asal Hadisuyitno bisa menjadi sapi perah saya dengan memberikan susu kental putihnya disetiap dua hari sekali selama seminggu!”


Makhluk astral itupun menjelaskan hal yang sama, seperti yang telah Zen jelaskan pada Mirna.


“..lalu?! bisakah kamu memutuskan kontrakmu sekarang tanpa ada yang tersakiti?!” tanya Zen pada makhluk astral yang sudah merasakan tekanan luar biasa, energi spiritualnya seperti tersedot hingga mau habis.


“..saya mau, saya mau tuan muda!” dirinya yang sadar posisinya langsung menyetujui keinginan Zen.


“..bagus! lakukan sekarang!” Zen langsun memberikan perintahnya.


Mirna dan suaminya Hadisuyitno, melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana sosok makhluk astral yang selama ini membelenggu keluarganya langsung patuh dan tidak menegosiasi keinginan Zen, keduanya langsung menjadi sangat kagum dibuatnya.


{swooosshhhh}


Angin bertiup sedikit kencang didalam ruangan, dari dalam tubuh Hadisuyitno muncul asap hitam yang keluar dengan sendirinya, asap hitam itu langsung menuju telapak tangan makhluk astral yang terkulai lemas dilantai.


“..sekarang pergilah! Dan ingat jangan pernah berurusan dengan para warga disekitar gunung blimbing, karena pasti kamu akan bertemu denganku lagi” ujar Zen penuh intimidasi.


“..mm-mengerti tuan muda, rendahan ini sangat mengerti!” ucap makhluk astral itu dengan penuh kepasrahan.


“..baiklah, aku izinkan kamu meninggalkan ruangan ini dan pulihkan kekuatanmu kembali!’ ucap Zen yang terlihat memerintahkan makhluk astral yang terkulai lemas didepannya untuk meninggalkan ruangan secepatnya.


“..rendahan ini pamit undur diri tuan muda!”


{swosshhh}


Dengan sisa-sisa tenaganya makhluk astral itupun menghilang dari keberadaan Zen dan sepasang suami istri didepannya masih terlihat takjub dengan peristiwa yang dilihatnya.


“..apakah ada lagi yang bisa saya bantu?” Zen memecah keheningan yang ada.

__ADS_1


“..eh! dik Zen!” kedua sosok suami istri itupun mulai tersadar kembali dari lamunannya.


“..terima kasih dik Zen, saya sekeluarga sangat berterima kasih dengan bantuan dik Zen kali ini”


“..benar itu dik Zen, saya pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena sudah dilepaskan dari jeratan nyai sekar wangi!” ujar Hadisuyitno berbicara.


“..baik-baiklah bapak ibu, kedepan, yang terpenting jangan diulangi kebiasaan bekerja sama dengan makhluk astral yang pada akhirnya kalian sendiri akan menjadi budak mereka, bukan sebaliknya!” jelas Zen bijaksana memberikan masukan.


“..paham, saya paham dik Zen, oh ya, sebagai ucapan terima kasih, saya kan menghadiahkan lahan seluas 40 hektar disebelah barat pantura, lebih tepatnya dibagian barat lereng gunung belimbing yang langsung terhubung dengan laut sebelah utara pulau besar ini untuk dik Zen!” Hadisuyitno bersuara dengan sangat yakin memberikan hadiah.


Zen yang mendengar dirinya mendapatkan 40 hektar lahan dibagian barat gunung belimbing langsung menerimanya, rejeki jangan ditolak.


Karena sudah tidak ada lagi hal yang diperlukan, Zen langsung berpamitan dengan kedua orang suami istri yang kini terlihat lebih harmonis.


Mirna terlihat sudah kembali membuka dirinya, meski sang suami sudah melakukan perjanjian terlarang dengan makhluk astral guna melancarkan urusan Pilkadanya 10 tahun yang lalu, namun karena suaminya, Hadisuyitno, secara tulus telah meminta maaf kepadanya.


Ditambah lagi usia jabatannya tinggal beberapa bulan lagi, Hadisuyitno terlihat sangat pasrah dengan keadaannya.


Mereka berdua pun segera melakukan ritual bercocok tanam dengan sangat panas malam itu setelah Zen berpamitan.


Tidak terhitung sudah berapa kali Hadisuyitno melakukan pembuahan pada lembah terdalam milik Mirna, tentunya mereka berdua berharap hasil bercocok tanam mereka akan menumbuhkan benih keturunan yang selalu diharapkan oleh sebuah ikatan perkawinan.


***


Sementara itu disebuah ruangan dengan berlatar musik bergenre EdeEm dengan disk joki nya adalah wanita dengan dua bongkahan 38DD yang diumbar pada penggemarnya.


“..apakah kalian sudah mendapatkan tanda tangan dari kepala daerah yang tinggal dua bulan lagi lengser itu?!” tanya sosok berpakaian serba hitam dengan penuh tanya.


“...maafkan kami bos! Orang itu sangat kuat, dirinya keras kepala tidak mau menandatangani proyek kita!”


“..bodoh kalian! Pekerjaan gampang saja kalian tidak bisa urus! Jika cara kasar tidak bisa, lakukan dengan cara super halus, cari dukun sakti yang bisa membuat itu kepala daerah menandatangani proyek kita!” ujar bos mereka naik pitam.


“..waah, bos benar! Segera kita kerjakan bos malam ini juga!”


Lima orang anak buahnya segera balik kanan, keluar dari ruangan sang bos yang terlihat menyeringai puas.


Bos besar itu menatap gambar 3D sebuah mall super besar bisa diberdirikan di sebuah kawasan jalur hijau yang ada di sebelah kota megapolitan.


Sebuah proyek yang sudah terhenti akibat perijinan amdal yang tidak kunjung mendapatkan persetujuan oleh kepala daerah setempat.


Daerah hijau yang semestinya menjadi hutan kota itu menjadi sasaran empuk pengusaha yang ingin membangun super Mall dan kawasan industri yang terintegrasi.


“..sebentar lagi, mega proyek itu akan terwujud, dan duit akan segera masuk setiap hari! Hahahaha!” sang bos preman terlihat tertawa dengan lepas membayangkan rekeningnya akan segera menjadi gemuk dengan setoran-setoran tiap hari yang dibayangkannya.


***


Lima orang suruhan bos besar mereka segera mencari data terkait dukun sakti yang akan dipergunakan jasanya untuk menghipnotis Hadisuyitno, sang kepala daerah yang ngeyel tidak mau menandatangani persetujuan pembangunan.


Bos besar mereka sudah mengeluarkan banyak dana untuk menyuap anggota dewan yang bersedia mendukung berjalannya proyek, namun lagi-lagi mereka harus mentok dengan urusan persetujuan dari kepala daerah yang sedang memimpin.


“..kemana kita akan mencari dukun sakti itu?” ucap salah satu kawanan yang terlihat bingung.


“..disebelah barat gunung belimbing ada dukun sakti katanya! Apa kita kesana saja malam ini, pagi esok kita sudah sampai!”


“..yap benar! Gass lah, biar cepet kelar ini kerjaan!”


“..hayuklaah, gass!!”


“..euhmmnn”


Lima orang yang berkomplot itu langsung pergi dengan mengendarai mobil dinas perusahaan mereka, menuju sebelah barat lereng gunung belimbing.


Perjalanan mereka membutuhkan waktu 6 jam lamanya.


Hingga pukul 8 pagi mereka baru tiba dilokasi yang merupakan parkiran tempat para pengguna jasa dukun sakti memarkirkan kendaraan mereka.


{dapp... dapp...}


Suara pintu mobil yang tertutup kembali saat pengemudi dan orang -orang didalamnya sudah keluar semua.


“..pagi bener ‘A?” sapa seorang penjaga parkiran yang melihat kendaraan terparkir.


“..iya ini, sekiranya bisa bertemu dengan dukun sakti?!” tanya salah satu dari lima kawanan.


“..beliau keliatannya masih ada tamu ‘A, nuhun.. saya coba tanyakan keatas lagi!”


“..iya tolong dong, nanti adalah buat kamunya!” ucapnya memberikan harapan.


“..aasiyaaap ‘A tenang saja, saya aturkan!” ucap penjaga parkiran yang menggunakan pakaian adat jawa bagian barat tersenyum, ketika mendengar janji dari calon pengguna jasa dukun sakti.


Dirinya langsung masuk kedalam sebuah bilik jaga, didalamnya ada radio komunikasi yang selalu dipergunakan untuk memonitoring keadaan diatas.

__ADS_1


Untuk naik keatas lereng gunung yang posisinya terlihat lebih tinggi, hanya bisa dilalui dengan menggunakan motor trail, dan disitu sudah banyak jasa motor trail yang bersiap dengan biaya yang tidak murah tentunya.


Untuk bolak – balik, satu motor trail dihargai 200 ribu per motor, dan semuanya mesti dibayar dengan cash.


__ADS_2