PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Penguasa Baru.


__ADS_3

Kawasan pabrik Zen terlihat sangat ramai.


Ada 500 orang lebih dengan perawakan garang, dengan tatoo penuh disekujur tubuh mereka, berdiri berbaris rapi lengkap dengan senjata tajam dan tumpul yang terbuat dari logam.


Sementara itu, ketua gangster mereka terlihat masih dikerubuni oleh 4 orang wanita murahan dengan pakaian yang hampir tidak ada yang menutupi bagian sensitifnya.


Para wanita murahan itu terlihat sudah bersiap diri, kapanpun lubang mereka akan dihajar oleh sang ketua gangster, mereka harus langsung melayani.


“..woiii!! kalian para pegawai! Suruh bos kalian keluar!!”


Tangan kanan ketua geng harimau emas terlihat mempergunakan Toa untuk mengeraskan suaranya.


Para pegawai pabrik terlihat ketakutan dengan kedatangan lima ratus lebih preman bawah tanah yang sudah terkenal kekejamannya.


{tap..}


Zen membuka pintu gedung pabrik, dan mulai berjalan kearah sekumpulan gangster harimau emas yang sudah membuat kekacauan didepan pintu masuknya.


“..tuan, sebaiknya tuan menyerah saja!”


“..benar tuan, mereka tidak segan untuk membunuh musuhnya tuan!”


Jajaran direksi pabrik terlihat memperingatkan Zen yang terlihat masih melenggang santai menuju kearah pintu masuk.


“..aissshhh, tuan begitu keras kepala, aaah sudahlah!”


Nada pasrah terdengar dari mulut beberapa jajaran direksi pabrik milik Zen.


Setibanya didepan gangster harimau emas.


“..kalian bukan musuhku! Jadi kenapa tidak segera panggil ketua kalian!?”


Datang langsung berteriak memprovokasi!


“..dalam hitungan 3 jika tidak muncul, jangan salahkan aku, jika kalian semua mengalami patah tulang !”


Suara Zen terdengar lebih keras dibandingkan suara Toa.


Tangan kanan ketua geng yang mendengar provokasi Zen terlihat tidak suka.


“..apakah kamu yang bernama Zen?!” teriak tangan kanan.


Zen hanya menanggapi dengan mengarahkan 3 jarinya keatas langit.


“...satu!!!” kembali Zen berteriak memperingatkan.


Krasak krusus suara terdengar didepan Zen, bukan hanya anggota gangster, para karyawan dan direksi pabrik banyak yang mempertanyakan provokasi Zen pada gangster yang paling ditakuti di negara kpop.


“...dua!!” jemari Zen mulai turun dan tinggal berdiri jari manis saja.


“..bagaimana tuan?!” tanya tangan kanan ketua gangster yang mulai terlihat berkeringat, bukan karena teriknya matahari, tapi entah mengapa tubuhnya merasakan bahaya.


“..kalian kan lima ratus orang! Segera SERAAANGGG!!!” teriak ketua gangster mereka yang masih digelayuti manja oleh 4 wanita yang sudah menanggalkan semua penutup bagian sensitif mereka dan mulai memicu adrenalin sang ketua geng untuk bercocok tanam didalam mobil.


Setelah mendengarkan arahan dari ketua gangster,


“..seraaaanggg!!!”


Suara teriakan yang bertepatan dengan jari ketiga Zen yang menutup tanda waktu habis, membuat semua anggita gangster bergerak maju secara keroyokan.


{dasssh}


{deshhh}


{tassshh}


{tessshhh}


Tangan bertemu dengan tangan, kaki bertemu dengan kaki


{dentang}


{glontanggg}


{gubraakkk}


{gubrukkkk}


Logam besi bertemu logam dan beberapa puluh anggota gangster sudah terlempar jauh dari lokasi Zen yang tidak bergeming sama sekali.


Ratusan orang terus berusaha merangsek maju, meski mereka melihat kawan-kawan mereka diterbangkan jauh tinggi setelah menerima pukulan dan tendangan dari Zen.


“...siapa sebenarnya orang ini!!”


“..matilah kita kalo sampai gagal hari ini!!”


“..apakah kekuatannya memang semengerikan itu!?”


“..bagaimana ini jika sampai gagal?!”


Keempat pengusaha yang terlihat melihat adegan pembantaian sepihak Zen mulai gelisah dan ketakutan.


Sementara itu tangan kanan ketua gangster terlihat sudah mulai gemeteran, tubuhnya jatuh lemas begitu saja.


Ingin rasanya dia bersembunyi melarikan diri.


Nyalinya langsung ciut, ketika melihat ratusan anggotanya diterbangkan tinggi dengan hasil akhir mengalami patah tulang disemua anggota tubuhnya.


“...akkkhhhggg...sakiiittt!!”


Sudah ada ratusan orang lebih terkapar dengan sangat menyedihkan kondisinya.


{brakkkk}


{dapppp}


Pintu mobil tempat ketua gangster berdiam diri terbuka.


“..hentikan!!!”


Teriakannya terdengar keras cuman tidak sekeras teriakan Zen.


“...hohoho...ternyata ada jagoan baru di seoul!”


“..sebaiknya kamu menyerahkan diri, berlutut dan menjadi anggotaku!”


Ucap ketua gangster berusaha mendominasi.

__ADS_1


{zlappp}


Belum juga ketua gangster berbicara.


“..aagggkkhhhh”


Tubuhnya sudah diangkat tinggi oleh Zen, lehernya tercekik dengan kondisi yang memprihatinkan.


“..ii-ini..cepat sekali!!”


“..ketua!!”


Teriakan tangan kanan ketua gangster terdengar, melihat ketua gangster yang ditakuti oleh mereka, terangkat keatas dengan cara dicekik lehernya, seolah tidak bisa mengeluarkan kekuatannya sama sekali.


{klontaanggg}


{klintiingggg}


Melihat ketua mereka dalam cengkaraman Zen, semua anggota terlihat langsung menjatuhkan senjata tajam dan tumpul mereka, tanda menyerah!


“..hanya segini saja kemampuan kalian hah?!”


Zen berteriak sambil tetap mencekik leher ketua gangster yang terlihat sudah memerah wajahnya, kehabisan oksigen.


“..to-toloong, turunkan akkkuuu!”


Dengan terbata sang ketua gangster meminta Zen untuk menurunkannya.


{brukkk}


Zen langsung melempar tubuh ketua gangster yang dicekiknya, layaknya membuang kantong sampah.


Tubuh ketua gangster itu terlihat terkulai lemas terlentang diatas tanah.


“..kami menghadap penguasa baru!”


Ratusan anggota yang tersisa langsung menjatuhkan diri dan bersikap tunduk.


Adalah aturan ADART per-gangster-an harimau emas yang menyebutkan jika, ketua gangster dikalahkan oleh musuhnya, maka musuh itu akan menjadi ketua gangster yang baru.


“..eh,..!” Zen terlihat kebingungan.


“..saya menghadap penguasa baru!”


Tangan kanan ketua gangster terlihat menundukkan dirinya serendah-rendahnya didepan Zen.


“..coba kamu jelaskan?!” tanya Zen.


Ratusan kalimat dijelaskan oleh tangan kanan ketua gangster, penjelasan yang tentunya bisa dimengerti dengan sangat jelas.


Intinya sekarang Zen menjadi penguasa baru Gangster harimau emas.


{buggghhh}


Zen terlihat menginjak perut ketua gangster yang terlihat masih pingsan.


“..uhukkk..uhukkk!!”


Ketua gangster itu terbangun dari pingsannya dan langsung terbatuk.


“..siapa yang menyuruhmu?!”


“..bawa kesini orangnya sekarang!!!”


{dummmnnn}


Zen menginjakkan kakinya disebelah samping persis tubuh dari ketua gangster yang masih pusing.


Tubuh ketua gangster itu langsung terlempar keatas setinggi 20 meter.


“..kk-kekuatan macam apa ini?!” gumam tangan kanan ketua gangster harimau emas.


{tapp}


Untung ketua gangster sigap, sehingga dirinya terjatuh dengan posisi kuda-kuda beladiri.


“..baik penguasa!” ketua gangster tidak ingin lagi membuat masalah dengan sosok pemuda didepannya, dirinya sendiri seperti tidak memiliki kekuatan tertingginya sebagai pembudidaya, ketika dirinya dicengkeram bagian lehernya.


Yang tidak ketua gangster ketahui, dibagian leher terdapat titik meredian yang jika disentuh dengan kekuatan spiritual, praktis kekuatan musuhnya akan menghilang.


Layaknya superman bertemu dengan kriptonite nya.


{brukkkk}


Keempat pengusaha yang telah membayarnya langsung dilempar layaknya karung beras oleh para anggota gangster.


“..ampuun tuan muda!!”


“..ampuni kami tuan muda!!”


“..tolong tuan muda, ampuni nyawa kami!!”


“..benar tuan muda, kami mengaku salah, tolong ampuni kami!!”


Zen yang melihat keempatnya sudah tertunduk lemas dan terdapat lelehan darah diujung bibir mereka, langsung memberikan kode pada ketua gangster yang lama.


{buggghhh!!}


“..karena ulah kalian, kami sampai harus memusuhi penguasa kami!!”


Hantaman demi hantaman ditujukan kearah perut keempat pengusaha yang sudah tergolek lemas ditanah!


“..kalian, segera urus kawan kalian yang terluka, ini, pergunakan pil penyembuh ini!” ujar Zen sambil memberikan kantong transparan berisi ratusan pil penyembuh.


Tidak ingin melawan perintah penguasa mereka yang baru, segera para gangster yang masih sehat bergerak melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh Zen barusan.


{blussshh}


{blussshhh}


Rentetan ledakan energi yang diikuti dengan kembali sembuhnya tubuh para anggota gangster yang terluka, membuat pemandangan yang semakin aneh bagi mereka.


“..ajaib!!”


“..bagaimana bisa!!”


Berbagai komentar terdengar takjub dengan kemampuan pil yang diberikan oleh Zen.

__ADS_1


“..penguasa baru ini pasti seorang kultivator seperti nenek moyangku bercerita!” gumam dalam hati ketua gangster yang terlihat terkejut.


Zen tidak lupa memberikan 4 pil penyembuh yang langsung diarahkannya masuk kedalam mulut keempat pengusaha didepannya secara bergantian.


{blussshh}


Secara bersamaan keempatnya sembuh seperti sediakala.


Setelah menyembuhkan keempat pengusaha yang terlihat sangat kacau tadi, Zen segera memerintahkan Ketua gangster yang lama untuk memproses pengalihan kepemilikan pabrik dari keempatnya menjadi milik Zen.


Zen juga sudah memberikan pilihan bagi keempatnya untuk bergabung dengannya atau meninggalkan negara gingseng!


Mereka berempat yang melihat sendiri keajaiban pil yang diberikan oleh Zen, setelah berunding, memutuskan untuk bergabung, meski status mereka adalah sebagai pekerja dipabrik milik mereka sendiri.


Itupun jika Zen sudi untuk mengangkat mereka.


“..penguasa, terima lah uang 10 milyar won ini!”


Ketua gangster yang lama terlihat memberikan beberapa koper penuh berisi uang cash yang seharusnya menjadi miliknya.


“..kemudian ini kartu hitam kami, tolong penguasa juga bisa menerimanya!


Keempat pengusaha yang sudah kembali bugar, bersama-sama menyerahkan kartu warna hitam milik mereka.


“..ini penguasa, ini adalah atm induk dari semua bisnis gangster harimau emas, bisnis yang sudah berjalan ribuan tahun lamanya, dan didalamnya ada 120 trilyun won, tolong diterima”


Satu persatu mereka menyerahkan harta benda kepemilikan mereka.


Nyawa mereka sudah diampuni, harta benda bisa dicari kembali.


{wussshh}


Keajaiban kembali terjadi, puluhan koper, dan beberapa kartu hitam itu menghilang begitu saja seperti ditiup angin.


“..ii-inii!!”


“..penguasa, terimalah hormat kami!”


Semua anggota gangster dan empat pengusaha langsung kembali bersikap hormat pada Zen.


Zen mulai memberikan beberapa arahan terkait urusan Rumah tangga keseharian dari gangster harimau emas, karena dirinya tidak bisa selalu berada didekat mereka.


Tidak ada yang memprotes dengan pengaturan yang Zen lakukan.


Para jajaran direksi dan karyawan pabrik semakin hormat dengan sosok Zen setelah kejadian hari ini.


***


Berita tentang gangster tertua dia negeri Gingseng telah memiliki penguasa baru segera bertebaran didunia bawah tanah.


Banyak yang meragukan pemuda umur belasan tahun belum genap 20 mampu mengalahkan Toni sebagai penguasa kekuatan arus bawah.


Banyak yang meragukan banyak pula yang mempercayai setelah mereka mendapatkan bukti dikalahkannya Toni oleh Zen dalam satu kali gerakan yang tidak bisa ditangkap oleh kamera dengan resolusi tinggi manapun.


Yang tidak percaya adalah golongan penguasa kekuatan bawah tanah yang memang sudah mengincar kekuatan Toni sejak lama.


Karena mereka beranggapan jika mereka lebih senior dibandingkan Zen.


Malam itu disebuah ruangan bawah tanah, tempat dimana para kekuatan besar berkumpul membahas terkait berpindahnya kekuasaan Harimau Emas dari tangan Toni, nampak ada sepuluh lebih kekuatan besar yang berencana untuk melakukan kudeta kekuasaan.


“..jadi bagaimana rencana kita memancing anak muda kemarin sore itu untuk menyanggupi tantangan kita?!”


Beberapa yang hadir segera mengutarakan saran mereka masing-masing.


Setelah berdiskusi selama dua jam lebih, akhirnya mereka mengambil keputusan, jikalau mereka akan mengadakan pertarungan perebutan kekuasaan, dimana yang menjadi juara, adalah penguasa kekuatan bawah tanah di negeri gingseng untuk kedepannya.


Undangan elektronik segera disebarkan kedalam grup chat mereka.


***


“..ketua tidak perlu menanggapi chat grup, mereka hanya sekumpulan keledai dungu yang tidak tahu tingginya langit!”


Zen yang saat ini sedang menerima tamu Toni beserta pejabat tinggi pelaksana harian gangster harimau emas terlihat tidak terlalu memusingkan acara adu kekuatan yang akan dilangsungkan besok malam.


“..tapi wakil ketua! Saya dengar mereka sampai mendatangkan kultivator mata sipit dan rambut pirang untuk menantang penguasa!” ucap tangan kanan Toni yang kini memanggil toni dengan sebutan wakil ketua.


Zen tidak mempermasalahkan panggilan itu.


Pada akhirnya yang hadir berdebat sendiri, mengutarakan opini mereka masing-masing hingga membuat suasana menjadi gaduh.


“..sudah-sudah, kalian ini, masalah sepele saja dipermasalahkan, ditantang ya harus datang! Kalian ini gangster apa tukang parkir?!”


Tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka saat Zen sudah berbicara.


Dalam hati mereka sangat senang, karena penguasa baru akan menjawab tantangan para pemberontak yang ingin menguasai kekuatan bawah tanah di negeri gingseng.


“..saya yakin penguasa pasti bisa mengalahkan semua jagoan yang diusulkan oleh para pemberontak itu!”


“..benar, kami semua disini mendukung penguasa untuk memenangkan pertandingan besok malam!”


Pertemuan itu diakhiri setelah waktu telah menunjukkan pukul 12 malam.


Zen yang sudah berada didalam kamar hotelnya segera berkonsentrasi untuk kembali masuk kedalam dunia dimensi jiwa untuk meningkatkan kemampuan beladiri kuno miliknya.


Tujuan Zen untuk mencapai tahap ilmu beladiri kuno yang lebih tinggi lagi.


Kekuatan Zen saat ini, sudah setara dengan 100.000x gravitasi bumi jika Zen melakukan pukulan vertikal kearah bawah.


Kekuatan pukulan yang disetarakan dengan sekali pukul bisa menghancurkan gunung himalaya tentunya.


Zen berkultivasi hingga hari sudah beranjak siang didunia luar.


“..huuufftt...huuuu!”


Auranya bertarungnya terlihat semakin kuat.


Karena melihat kondisi dunia luar sudah siang hari, Zen segera mempersiapkan diri.


Karena lokasi yang akan dijadikan pertarungan berada disebuh lereng gunung disebelah barat Seoul, maka dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai wilayah tersebut.


Zen menolak untuk naik helicopter, dirinya lebih memilih untuk menaiki mobil pribadi yang sudah dipersiapkan para pejabat harian gangster harimau emas didepan loby hotelnya.


Terlihat Toni beserta tangan kanannya, kemudian beberapa orang yang sering Zen lihat dalam beberapa kali pertemuan turut hadir.


Zen sudah mengingatkan untuk tidak membawa pasukan, cukup dirinya dan beberapa pejabat harian saja yang datang.


Toni sebenarnya keberatan, namun dirinya tidak berani membantah penguasa yang baru.

__ADS_1


__ADS_2