PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Mengalahkan


__ADS_3

{slasshhh}


Zen langsung memotong tubuh pengkhianat yang terlihat tidak enak dilihat baginya.


Tidak ada wajah ketakutan dari pria rumania bertopeng silver ketika Zeng dengan mudahnya memotong partner kerjanya di negeri gingseng.


“..hohoho..boleh juga kemampuanmu!” ujarnya bermonolog didepan Zen.


“..terakhir kali aku ingatkan, tempatmu bukan dinegeri ini, jika kamu menyayangi nyawamu, segeralah kembali ke negaramu, jadilah macan dinegeri sendiri!” Zen terlihat mengingatkan musuhnya.


“..banyak omong!!” serunya sambil bergerak cepat kearah Zen memberikan serangan.


{jdaarrr}


Serangan kilat dikeluarkan sosok bertopeng silver pada Zen.


“..hehehe, hanya segini saja kemampuanmu?!” Zen memprovokasi lawannya, saat serangannya dengan mudah dinetralisir oleh Zen.


“..jangan sombong bocah!”


{wuuzzzz}


{brrrttttzzz}


Dari kedua telapak tangannya muncul cahaya layaknya petir berwarna silver dari yang tadinya berukuran kecil lama – lama menjadi membesar, sebesar bola tenis.


{siuuuttt}


Bola serangan itu dilemparkan kearah Zen yang masih terlihat diam saja.


“..mati kau bocah!”


{blaaarrrrr}


Ledakan terjadi namun tidak sesuai rencana, Zen langsung menghisap habis energi ledakan yang tercipta dengan menggunakan kertas mantra formasi.


{tapp}


Zen memanfaatkan momentumnya untuk memegang kendali pertempuran.


{tap.. tap.. tap.. tap.. tap..}


Puluhan kali Zen memberikan serangan fisik yang menargetkan titik akupuntur percabangan aliran energi milik musuhnya.


Musuh Zen kini layaknya ditempeli koyo cabe dalam jumlah puluhan.


“..tubuhku! kenapa dengan tubuhku?!” tiba-tiba musuhnya Zen tidak bisa menggerakkan tubuhnya, bahkan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam mempergunakan konsep peniadaan juga tidak bisa dilakukannya.


{swoooosshhhh}


Asap putih mengepul saat Zen mengambil dengan paksa kemampuan konsep peniadaan yang dimiliki musuhnya.


Tubuhnya yang kekar bak binaragawan mulai kisut dan susut mirip biskuit balita kena air.


Anak buah mereka terlihat ketakutan ketika melihat Zen mengalahkan bos besar mereka dengan cara bertarung yang tidak wajar didunia beladiri.


{brukkk}


Tubuh mereka, para gengster pengkhianat dunia bawah negeri gingseng, langsung lemas tak bertenaga, sesaat, ketika Zen sudah menghisap habis esensi kehidupan bos besar mereka.


“..benar-benar iblis!” salah satunya bersuara pelan.


Zen dengan kertas mantranya terus menghisap esensi kehidupan preman kiriman dari eropa itu tanpa lagi ada rasa kasihan.


Pemandangan yang sungguh mengerikan diperlihatkan oleh Zen, pemandangan itu bertujuan membuat jera anak buah gengster pengkhianat yang masih diampuninya.


“..tentukan pilihan kalian sekarang!!!” dengan penekanan mendominasi Zen bersuara sambil melihat kearah ratusan anggota gengster yang berkhianat.


“..kami siap bergabung menjadi bagian Harimau Emas!” kompak ratusan anggota gengster yang tertunduk lemas langsung memasang sikap hormat mereka.


“..minum pil ini, dan bagikan pada semuanya!” perintah Zen melemparkan sekotak pil yang berjumlah ratusan dan ditangkap oleh salah satu dari mereka.


{glukkk.. glukkk..glukkk..glukkk..}


Beramai-ramai anggota gengster menelan pil yang diberikan oleh Zen secara bersama-sama.


{blussshhh...}


Reaksi Pil langsung terlihat setelahnya, pil yang meleleh saat terkena dinding tenggorokan para gengster langsung mengeluarkan khasiatnya.


Tubuh anggota gengster seperti mendapatkan kekuatan berlipat ganda dari sebelumnya.


“..mulai sekarang kalian akan menjadi bagian gengster Harimau Emas dan jika ada diantara kalian yang berkhianat, atau bahkan ada niatan untuk berkhianat, maka tubuh kalian akan meledak dengan sendirinya!”


“..pil yang kalian telan tadi adalah Pil yang mengikat jiwa kalian padaku!”


{duarrr}


Tiba-tiba dibagian belakang ada ledakan, nampak tubuh salah satu anggota gengster tercerai berai menjadi bubur darah.


“..masih tidak percaya dengan omonganku, silahkan saja buktikan sendiri, dan meledak seperti kawan kalian yang barusan!”


{Zlappp}


Zen menghilang dari lokasi kejadian begitu saja menggunakan teleportasi.

__ADS_1


“..kita harus segera melaporkan diri ke markas Harimau Emas, aku takut meledak dan mati!”


“..ya benar, kita harus segera melapor!”


“..ayooo!!”


Ratusan anggota gengster yang tadinya membelot berkhianat, setelah melihat bagaimana mengerikannya kekuatan sang pemimpin Harimau Emas, sekaligus pimpinan dunia bawah tanah negeri gingseng, semuanya bergerak serempak untuk melakukan registrasi keanggotaan di markas Harimau Emas.


***


Dimarkas Harimau Emas terlihat penuh sesak, ratusan anggota baru melakukan registrasi dan penyerahan diri mereka menjadi bagian gengster Harimau Emas.


Zen sendiri terlihat melakukan kultivasi didalam ruangannya untuk menyatukan konsep peniadaan dengan dirinya.


Zen terlihat berkonsentrasi dan tenggelam dalam kultivasinya, keringat bercucuran layaknya orang habis jogging 10 kilometer.


Toni dan keenam pasukan elit menunggu dengan setia diluar ruangan Zen.


Peningkatan kemampuan Toni dan keenam pasukan elit sangat diluar nalar, total mereka menghabiskan 100 tahun didalam ruang meditasi, energi kehidupan mereka pun bertambah berkali lipat.


Untuk kekuatan mereka sendiri, fisiknya diibaratkan setara kekuatan 1000 gajah afrika.


“..kita harus menunggu tuan muda selesai dengan kultivasinya didalam!”


“..benar, kita harus berterima kasih pada tuan muda, tanpa bantuannya tidak mungkin kita bisa mendapatkan peningkatan seperti sekarang!”


“..pastilah itu, setidaknya didunia ini hanya ada kita bertujuh saja yang memiliki kekuatan mengerikan ini!”


“..jangan besar kepala dulu, pastilah kekuatan kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tuan muda!”


Ketujuh anak buah Zen nampak berdiskusi kesana kemari, sambil menunggu Zen keluar dari ruangannya.


Sementara aktivitas harian gengster Harimau Emas kini terlihat lebih tertata, karena banyak pengusaha yang meminta jasa pengamanan mereka.


Pundi-pundi dolar terus masuk kedalam rekening Harimau Emas yang kartu penarikannya dibawa oleh Zen.


{ceklek}


Pintu ruangan Zen terbuka, muncul sosok pemuda dibawah 20 tahun dengan kharisma yang membuat lawan-lawannya langsung menaruh hormat.


“..tuan muda!” sapa ketujuh anak buah setianya dengan sangat hormat.


“..bangunlah, jangan terlalu sungkan, aku bukan orang yang gila hormat!”


Ketujuhnya langsung saling melihat kiri dan kanan dan kompak berdiri.


“..kekuatan kalian meningkat, ingat dengan kekuatan kalian saat ini, memerlukan sumberdaya yang luar biasa istimewa guna naik tingkat”


“..kami mengerti tuan muda, terima kasih, tanpa bantuan tuan muda, tentu kami bertujuh tidak akan pernah mencapai titik tertinggi kami seperti sekarang!”


“..baik tuan muda, segera kami kerjakan perintah tuan muda!”


Setelah Zen dan ketujuh anak buah setianya berdiskusi selama dua jam penuh terkait hal teknis pembagian kekuasaan dan peta kekuatan, mereka akhirnya memisahkan diri untuk segera menjalankan rencana Zen.


{drrrttt}


Hape milik Zen bergetar, karena sudah seminggu lebih hape itu dimatikan oleh Zen.


Banyak chat serta sms masuk yang menanyakan kabar Zen terutama dari para wanitanya, ada juga pesan dari ayahnya clara yang meminta dirinya segera menghubungi jika sudah dalam kondisi online.


“..tuuuttt”


Suara nada sambungan jarak jauh berjalan memanggil nomor tujuan.


{klik}


Terhubung.


“..yaa ayah, maaf hape Zen matikan lama!”


“..Zen, kondisi eropa sangat gawat, tidak hanya eropa di amerika juga lebih gawat!”


“..tenang yah tolong tenang dulu, coba ceritakan pada Zen perlahan!”


Ayah clara menjelaskan dengan sangat detail dan gampang dimengerti oleh Zen, lebih dari 30 menit ayah mertuanya itu memberikan informasi terkait perkembangan virus Genom yang sudah menyebar dengan sangat brutal dan tidak terkendali.


Penyebaran dibenua Eropa dan Amerika secara besar-besaran, dikarenakan gaya hidup yang ada dinegara tersebut.


Pemerintah Konoha sendiri secara khusus diminta oleh lembaga kesehatan dunia WHO untuk turut membantu menyelesaikan permasalahan yang ada.


Tanpa meminta izin Zen, pemerintah Konoha telah mengirimkan pasokan obat-obatan yang dibeli dari Zen untuk menjawab permintaan dari WHO.


Jumlah obat dengan jumlah pasien yang tidak seimbang membuat ketimpangan sosial dan berujung pada pertikaian antar negara yang menginginkan obat-obatan dari Konoha.


“..jadi begitu nak Zen, sekiranya apakah persediaan obat-obatan penyembuh sekaligus kekebalan masih ada stoknya? Karena di Konoha sendiri, saat ini, antrian di rumah sakit internasional sudah membludak dan mengarah pada kekerasan serta pertikaian” Ayah Clara menginformasikan dengan nada serius.


“..ayah tunggu didepan ruanganku, aku segera kesana!”


{zlappp}


Dengan mempergunakan teleportasi Zen langsung berpindah secepatnya.


{ceklek}


Pintu ruangan Zen terbuka dari handle bagian dalam ruangan.

__ADS_1


“..ayah!” Zen segera menyalami ayah mertuanya dan langsung memakai jas dokter kebesarannya.


Keduanya berjalan dilorong rumah sakit dengan sedikit mempercepat langkahnya menuju pintu masuk, yang sudah terlihat sangat ramai dengan orang berkumpul menunggu antrian pengobatan.


“..seramai ini!” Zen terkejut melihat antrian sudah sangat mengular, hingga membuat kemacetan puluhan kilometer jauhnya.


“...bapak – ibu sekalian, tolong antri yang benar!” ujar Zen sambil memberikan penekanan kekuatan pada suaranya agar bisa didengar oleh semua orang.


“..woi dokter muda! Songong elu main nyuruh kita-kita!”


“..iya..siapa elu!!”


“..kami butuh diobati bukan disuruh-suruh!”


“..ya benar kami datang bayar bukan gratisan!!”


{blarrrr}


Zen mengarahkan telapak tangannya kearah pohon yang ada di depan rumah sakit hingga hancur lebur pecahannya langsung menindih mobil yang ada dibawahnya.


Orang-orang yang tadinya ramai dan mengarah kepada anarki langsung terdiam melihat aksi Zen.


“..kalian datang kemari karena membutuhkan fasilitas penyembuhan rumah sakit kami, jadi sekali lagi aku peringatkan, berbarislah yang rapi, aku berani jamin dalam satu menit kalian langsung sembuh! Ingat berbaris yang rapi!” Zen berteriak dengan lantang menunjukkan dominasinya.


“..pengobatan hari ini akan selesai hingga pasien terakhir dalam antrian, dan semuanya gratis tidak dipungut biaya!!”


“..cepat berbaris yang rapi!! Satpam bantu atur antrian!!” Zen kembali mendominasi dengan teriakan lantangnya.


Semua pasien dan pengantar langsung kasak-kusuk berbaris rapi tanpa ada yang sekut-sikutan main serobot seperti yang sudah-sudah.


Semuanya terdiam dan layaknya terhipnotis dengan aksi Zen memerintahkan mereka.


“..ayah tolong persiapkan semua dispenser air beserta galonnya di depan pintu masuk, dan upayakan ada gelas plastik dalam jumlah yang banyak!”


“..kalian dengar perintah dokter Zen, segera kerjakan!” ayahnya Clara selaku direktur rumah sakit internasional segera mengarahkan semua jajaran pegawai dan petugas untuk mengumpulkan galon air dan dispenser serta gelas plastik air minum sebanyak- banyaknya.


“..setiap orang akan mendapatkan satu gelas dan langsung diminum didepan saya! Jika sudah sehat kembali lagi dalam dua hari kedepan, satu hari hanya menerima 100 pasien saja, ingat hanya seratus pasien dalam 1 harinya” kembali Zen mengeluarkan suara lantangnya untuk memberikan informasi.


“..ayah persiapkan tim administrasi untuk membagikan nomor antrian 1 sampai 100 dengan tanggal pelayanan dimulai dua hari dari sekarang, dan akan terus berulang untuk hari hari selanjutnya!” Zen kembali menoleh pada ayah mertuanya untuk meminta pertolongan.


“..dikerjakan dokter Zen!” karena manager administrasi ada disamping direktur rumah sakit, perintah Zen langsung dilaksanakan.


{glukkk}


“...aahhh...segarnya!” respon pasien pertama yang langsung merasakan dampak dari meminum air yang sudah Zen tetesi satu mililiter dengan menggunakan pipet yang berisi air kehidupan.


Pasien pertama yang sembuh langsung menuju loket administrasi mengambil nomor antrian untuk kembali dua hari lagi, karena air kehidupan yang hanya 1 mililiter itu hanya bisa menahan virus selama 7x24 jam paling lama, setelahnya virus itu akan kembali bermutasi untuk menghancurkan ketahanan tubuh si pasien.


Aktivitas Zen yang meneteskan air kehidupan dalam gelas pasien terus berlangsung hingga malam hari, sampai dengan pasien antrian terakhir.


“..terima kasih pak dokter!” ucap pasien terakhir yang telah sembuh.


“..tolong diingat, kesembuhan itu hanya bertahan 7x24 jam saja setelah meminum air yang sudah saya tetesi, jadi tolong kerjasamanya, dua hari dari sekarang hingga hari berikutnya sesuai antrian!”


“..baik pak dokter, kembali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesembuhan yang diberikan!”


“..sudah menjadi tanggung jawab kami tim dokter untuk membantu kesembuhan pasien, tolong kerjasamanya kedepan!”


Zen terlihat tidak ada kelelahan sama sekali menghadapi lebih dari 500 pasien yang datang berobat secara langsung.


Berita terkait pola pengobatan dari rumah sakit internasional langsung menyebar ramai, berbagai pihak sangat mengapresiasi penanganan dari tim dokter rumah sakit internasional dengan memberikan minuman yang spontan langsung memberikan kesembuhan.


Banyak yang mempertanyakan minuman apa yang diberikan, namun tidak ada yang dapat menjawabnya.


“..terima kasih nak Zen, rumah sakit ini berhutang banyak dengan kemampuan serta keahlian nak Zen, entah apa jadinya jika anak Zen tidak segera datang membantu!”


“..bukan hal besar ayah, sekarang tolong kerjasamanya dalam dua hari kedepan, kita harus mendirikan tenda dilapangan parkir, dan tolong dihubungi vendor fasilitas pasien kita, agar sanggup memberikan dukungan 100 buah ranjang pasien lengkap beserta tabung oksigen serta tiang infus untuk menginjeksikan larutan kekebalan tubuh kedalam tubuh pasien yang datang”


“..tim administrasi juga tolong kerjasamanya, didata semua pasien terkait, informasi pasien yang terdata nantinya bisa untuk memetakan penyebaran virus yang sudah terjadi!”


“..baik dokter, kami akan mempersiapkan diri untuk aktivitas besar terhitung dua hari kedepan!”


Setelah selesai memberikan arahan, Zen dan ayahnya berjalan berdua menuju ruangan kerja masing-masing.


“..beginilah nak Zen, dengan reputasi mentereng rumah sakit internasional, semua pasien langsung kemari, banyak teguran dari rumah sakit lain, namun semua bisa diatasi karena memang mereka tidak memiliki kemampuan dibidang hal ini!”


“..pemerintah sendiri sudah memberikan mandat khusus pada rumah sakit ini untuk menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan terkait penyembuhan pasien yang terpapar virus genom!”


“...oh ya, pemerintah juga meminta ayah untuk berbicara padamu, terkait persediaan obat-obatan penyembuhan, sebab WHO meminta secara resmi negara ini untuk menjadi pemimpin dalam hal penanganan virus Genom!”


Zen hanya mendengarkan semua keluh kesah ayah mertuanya, sembari berjalan menuju ruangannya.


Tentunya Zen memiliki stok obat-obatan yang dimaksudkan, namun Zen menginformasikan jikalau dirinya akan langsung mengirimkan ke alamat tujuan yang dimaksudkan, dengan alasan takut adanya sabotase.


Melalui hape milik ayah mertuanya, Zen menjelaskan pada presiden negara Konoha jikalau dalam satu hari kedepan, Zen akan langsung mengirimkan obat-obatan langsung ke pelabuhan negara tujuan yang WHO inginkan, tanpa menyebutkan lewat moda transportasi apa Zen akan mengirimkannya.


Melihat keseriusan Zen berbicara, presiden Konoha menyetujui dan mengabaikan rasa ingin tahunya terkait moda pengiriman yang Zen lakukan.


“..semoga masalah penanganan penyebaran Virus Genom bisa segera diselesaikan, dan dunia bisa kembali berjalan seperti sedia kala!”


Mertua dan menantunya itu terlihat mengakhiri diskusi mereka, saat sudah berada didepan ruangan kerja milik Zen.


Zen yang masuk kedalam ruangannya langsung berpindah tempat kedalam dimensi jiwa miliknya, untuk melakukan produksi massal obat-obatan kekebalan tubuh serta obat-obatan penyembuhan yang dibutuhkan.


Untungnya buku kehidupan memberikan pencerahan dengan adanya mantra pelipat ganda, sehingga Zen hanya membutuhkan beberapa obat saja diawal, nantinya mantra pelipat ganda akan sanggup menggandakan sesuai dengan jumlah dan kebutuhan yang Zen inginkan.

__ADS_1


__ADS_2