
Zen dan Clara duduk disebuah sofa nyaman didalam ruangan VVIP, Toni dan bawahan yang lainnya terlihat berdiri dibelakang Zen layaknya pengawal pribadi.
Clara bodo amatan dengan keberadaan bawahan Zen dibelakangnya, dirinya terlihat bermanja dengan ekspresi yang begitu alami.
Acara pelelangan sendiri terlihat sudah memasuki barang ke 30an, namun selama berjalannya proses pelelangan, tidak ada barang yang menarik bagi Zen.
Raut wajah Zen terlihat berubah ketika memasuki barang-barang utama, total ada 7 barang utama yang akan dilelang.
Pertama adalah sebuah bejana mirip tungku, namun karena kondisinya yang sudah berkarat, tungku itu terlihat seperti rongsokan besi tak bertuan.
Pembawa acara menginformasikan jika tungku itu didapatkan dari para arkeolog yang sedang mengadakan penggalian di situs purbakala gunung tibet.
Mata super paranormal Zen langsung bereaksi, memberikan informasi, jikalau tungku itu adalah tungku obat milik dewa alkemis yang ditinggalkannya.
Karena tidak ada yang tertarik, Zen dengan sangat mudah mendapatkan tungku berkarat tanpa perlawanan dengan harga yang sangat rendah.
Banyak yang meledek Zen, karena membeli barang berkarat, namun semuanya tidak diindahkan.
{tok..tok}
Pintu ruangan Zen diketuk dari arah luar, petugas membawakan tungku berkarat, setelah menyelesaikan transaksi tungku itu langsung diletakkan disamping Zen.
Clara yang melihat tungku berkarat disamping kaki Zen tidak ingin berkomentar, dirinya sangat percaya jika Zen pasti membutuhkannya.
{zlappp}
Hanya dengan kibasan tangan saja tungku berkarat itu sudah menghilang.
“..apa!! bagaimana bisa?!”
Toni dan bawahan yang lainnya tidak menyangka, jika tuan muda mereka masih menyimpan rahasia kemampuannya pada nona muda disampingnya.
Bawahan Zen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat Clara yang terkejut tungku berkarat itu menghilang entah kemana!
“..zenn!! apalagi ini?!!” tanya Clara, namun segera diredam oleh Zen yang fokus dengan barang utama yang kedua.
Barang utama yang kedua berupa batu hitam gelap, mata super paranormalnya langsung memberikan informasi jikalau itu adalah telur binatang ilahi harimau kegelapan, sosok binatang ilahi yang memiliki kemampuan elemen kegelapan.
Kembali para kolektor dibuat bingung oleh rumah lelang yang melelang batu hitam tanpa bisa menjelaskan, isi yang terkandung didalam batu hitam tersebut.
Dengan sangat mudah sekaligus murah, Zen kembali mendapatkan batu hitam yang menjadi barang lelang utama nomor urut 2.
Lagi dan lagi batu hitam itu langsung menghilang setelah ditaruh disebelah Zen.
Kali ini Clara tidak mau ambil pusing dengan situasi yang diluar nurulnya.
Pelelangan dilanjutkan dengan barang No. 3.
Sebuah buku lusuh dengan sampul tulisan kuno, dilelang oleh rumah lelang downtown, karena mereka tidak ada yang bisa menerjemahkan isi didalam buku tersebut.
Mata super paranormal Zen terlihat langsung bereaksi, itu adalah buku kehidupan, buku berisi semua solusi terkait permasalahan kehidupan, berisi jurus beladiri kuno, berisi resep medis kuno, berisi teknologi super canggih tanpa harus membuat polusi bagi kehidupan dibumi, serta buku yang berisi informasi mantra formasi kuno yang dibutuhkan bagi para kultivator.
Zen kembali mendapatkan barang ke 3 dengan sangat mudah dan penuh dengan cibiran para kolektor, yang terlihat merendahkan kualitas pengamatan Zen.
Barang nomor 4 sampai 7 tidak ada yang menarik bagi Zen karena kesemuanya adalah barang biasa baginya.
Setelah acara selesai semua rombongan kembali menuju hotel tempat Zen menginap.
Zen dan Clara pamit undur diri untuk beristirahat dengan diiringi tatapan penuh tanda tanya dari Clara pada Zen, tatapan yang seolah ingin memakan pemuda yang membuatnya seperti orang bodoh.
“..jadi apalagi ini Zen?!” Clara sudah mulai tidak sabar, dengan duduk bersila diatas tempat tidur Clara memandangi Zen yang terlihat tertawa sendiri.
“..yang mana dulu ini?!” ungkap Zen.
“..semuanya, aku tidak ingin lagi menjadi yang terakhir tahu rahasiamu!”
Pada akhirnya Zen bercerita terkait Toni dan bawahannya, raut wajah Clara terlihat terkejut-takjub-heran-bangga.
Masalah barang-barang yang menghilang, Zen menceritakan jikalau dirinya memiliki kemampuan supernatural yang mampu menghilangkan benda fisik dan menyimpannya didimensi lain.
Zen membuktikan dengan mengeluarkan ketiga benda yang didapat dari pelelangan tadi, dan membuat Clara percaya dengan cerita Zen setelahnya.
“..sekarang mau mandi apa langsung tidur?!” tanya Zen
“..mandi doong! Sama enak-enak bentar boleh?!” tanya Clara dengan ekspresi penuh pengharapan untuk dipuaskan dengan tarian jari Zen.
Dan terjadilah adegan mandi bersama antara Zen dan Clara, serta adegan dewasa yang lebih kepada Clara yang dibuat kelojotan hingga terkulai lemas, dan lagi-lagi Zen mesti menggendongnya keluar dari kamar mandi.
Melihat Clara yang sudah tertidur pulas, Zen langsung memposisikan dirinya duduk berkultivasi memasuki dunia jiwa miliknya.
Zen berencana untuk menyerap giok matahari didalam dunia jiwa miliknya.
Aktivitas Zen didalam dunia jiwa, tidak hanya menyerap giok matahari, tungku berkarat yang sudah ditetesi darah milik Zen, langsung berubah menjadi tungku berwarna emas dan terlihat berkekuatan sangat tinggi.
Telor binatang ilahi juga ditetesi darah milik Zen, dan dibiarkan untuk berada dipinggir danau yang berisi air kehidupan di dimensi jiwa miliknya.
Disekitar danau kehidupan ini, Leluhur Zen sudah membuat perkebunan herbal langka dengan perbedaan waktu 1 hari didunia luar, sama dengan 100 tahun diperkebunan herbal.
Bisa dibayangkan berapa kaya nya Zen, ketika menjual gingseng berusia jutaan tahun didunia luar.
Sampai sekarang Zen hanya mempergunakan bahan-bahan herbal didunia jiwa miliknya, untuk membuat pil dan obat-obatan yang mendukung peningkatan kultivasinya saja.
__ADS_1
Buku kehidupan terlihat sudah menjadi satu dengan jiwa Zen, tentu setelah Zen meneteskan darahnya diatas lembaran halaman bagian depan, kini, kapanpun Zen membutuhkan penjelasan dan pencerahan, maka buku kehidupan akan langsung terbuka dan memberikan jawaban.
“...hiuuufff...huuuu!!”
Zen menghembuskan nafasnya secara perlahan.
“..eh!”
Zen terlihat terkejut ketika dirinya membuka mata, wajah Clara sudah berada didepannya persis.
“..kirain kamu pingsan!”
“..apakah kamu tidak tidur semalam?” tanya Clara memberondong Zen yang baru membuka matanya.
Zen yang ditanya tidak segera menjawab, tapi menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.
“..hehehehe..satu lagi rahasia yang sudah kamu ketahui! Jadi jangan marah” ujar Zen terkekeh.
“..euuhmnn, ya sudah sana mandi, bersih-bersih, tadi ada telepon dari tuan Liu katanya semua bahan sudah siap!” Clara memberitahu Zen ketika dirinya terlelap dalam kultivasi, tuan Liu menghubungi lewat telepon kamar hotel.
“..baiklah, aku mandi dulu!” ujar Zen sambil mencium tipis pipi mulus Clara.
Clara yang mendapatkan serangan dadakan, terlihat cengar cengir sendiri.
Setelah aktivitas bersih-bersih, Zen dan Clara yang mempergunakan pelayanan mobil milik tuan Liu dari hotel menuju rumah sakit, kini sudah berada didalam ruangan super VVIP.
Beberapa dokter juga sudah berkumpul didalam ruangan.
“..selamat pagi dokter Zen!”
“..pagi tuan Liu, pagi senior sekalian” Zen menjawab satu persatu salam dari orang yang ada didalam ruangan.
“..ini semua bahan yang dokter Zen minta! Dan ini set jarum titanium berjumlah 999 sesuai permintaan dokter Zen” Tuan Liu menyodorkan dua buah kotak berbeda ukuran dan berlapis emas serta terlihat mewah.
{bussshh}
Bau semerbak bahan herbal berumur ratusan tahun lebih memenuhi ruangan ketika Zen membuka kotak berukuran besar.
Zen segera memeriksa satu persatu.
“..ini semua sudah benar dan lengkap!”
“..selanjutnya, saya ijin menggunakan ruangan khusus untuk membuat racikannya, apakah direktur ada satu ruangan kosong ?” tanya Zen mengarah ke direktur rumah sakit.
“..kami ada ruangan khusus untuk meracik obat-obatan, dan bisa kami kosongkan sementara waktu, bagaimana dokter Zen?!”
“..boleh juga idenya! Nantinya kalian bisa melihat aktivitas saya lewat kaca transparan, untuk keperluan ilmu pengetahuan!” jawab Zen menyetujuinya.
Zen yang berada didalam ruangan sendirian, sementara semua tamu undangan termasuk tuan Liu dan Clara melihat dari kaca transparan anti peluru.
Zen terlihat mengeluarkan tungku berwarna emas dari kekosongan udara.
Semua orang dibuat takjub dengan aksi Zen.
Dengan gerakan tangan yang membentuk sebuah formasi tak kasat mata, tungku dan bahan bahan herbal itu terlihat melayang.
Kembali lagi, semua orang menjatuhkan rahang mereka, hingga telur bebek bisa masuk dua butir secara langsung.
Zen tetap berkonsentrasi untuk melakukan ekstraksi bahan-bahan herbal super mahal yang terlihat mulai memisahkan diri antara intisari, dengan racun yang terkandung didalamnya dengan bantuan kekuatan dari tungku dewa alkemis.
Bahan-bahan itu seperti terkena panas yang sesuai dengan titik leleh mereka masing-masing, dan masuk kedalam tungku dengan sendirinya.
{blaarrr}
{duaarrr}
Ledakan terjadi seiring dengan keluarnya cahaya keemasan, yang menerangi seluruh isi ruangan hingga tampak sangat menyilaukan mata.
Tungku dewa alkemis itu terlihat melayang sambil terus bercahaya.
Zen segera mengambil butiran pil berjumlah 10 biji yang berada didalam tungku, dan memasukkan kedalam sebuah guci porselain kecil yang sudah dipersiapkan khusus olehnya.
{ceklek}
Pintu ruangan tempat Zen melakukan pembuatan pil khusus terbuka.
Tuan Liu dan para dokter yang hadir masih terpaku diposisi mereka, layaknya melihat hantu disiang hari.
“..kalian masih mau bengong begitu atau mau ikut proses selanjutnya?!” tanya Zen yang melintas begitu saja menggandeng tangan Clara yang terlihat lebih baik kondisinya.
Zen dan Clara langsung berjalan menuju ruangan super VVIP yang masih dilantai yang sama.
{tak..tak..tak}
“..eh!” semuanya langsung tersadar saat Zen dan Clara berjalan menjauh dengan suara heels clara yang terlihat memecah kesunyian lorong.
Mereka segera bergegas mengekor dari belakang.
{ceklek}
Pintu dibuka oleh pengawal yang bertugas dari arah luar ruangan.
__ADS_1
“..nanti kamu bantuin aku, untuk membuka seluruh pakaiannya, 999 jarum ini harus menekan titik akupuntur yang ada sekujur ditubuh pasien”
“..euhmmnn!” anggukan kepala Clara tanda setuju.
Untuk membuka baju pasien, clara dibantu oleh perawat pribadi dari anak tuan Liu.
Tubuh kurus kering anak berusia 12 tahun lebih 11 bulan dan 24 hari itu terlihat sudah tidak memakai pakaiannya.
Alat-alat medis sudah dilepaskan beberapa saat yang lalu.
Tidak ada yang berkomentar, semuanya tetap fokus dengan cara pengobatan Zen.
Entah bagaimana caranya tubuh anak kecil itu tetap bisa berdiri tanpa dipegangi dengan posisi kedua tangannya membentang kiri dan kanan.
{tapp.. tapp .. tapp}
Rentetan jarum titanium segera menusuk titik titik penting disekujur tubuhnya.
Tubuh anak kecil itu kini seperti mumi dengan 999 jarum yang menempel.
{zeengggg}
Dengan energi spiritual milik Zen, ke-999 jarum itu mulai bergetar hebat layaknya sedang melakukan pengeboran.
Hebatnya setelah beberapa menit bergetar, dari tiap tusukan mengeluarkan darah berwarna hitam terus menerus selama beberapa menit.
“..bertahanlah! sedikit lagi!” Zen berbicara pada pasien yang terlihat sangat kesakitan raut wajahnya.
13 menit berselang, darah hitam itu sudah mulai menghilang, lantai kamar super vvip itu terlihat mengeluarkan asap layaknya danau belerang.
Asap itu langsung dihisap oleh Zen dan dimasukkan kedalam botol yang sudah dipersiapkan.
Layaknya hewan peliharaan, asap itu terlihat nurut untuk masuk kedalam botol kaca yang dipegang oleh Zen hingga tidak ada sisa sama sekali.
“..telan pil ini!” Zen memasukkan satu butir pil berwarna emas dengan garis perak sebanyak 7 buah ditengahnya.
Pil yang memang akan langsung lumer ketika sudah bersentuhan dengan kerongkongan anak kecil itu langsung bereaksi secara instan.
Tubuh pasien bergetar hebat.
{duarrrr}
Ledakan energi menyilaukan terjadi dari dalam tubuh pasien.
Secara perlahan ledakan cahaya menyilaukan itu mulai menyusut, masuk kedalam tubuh pasien, hingga pasien membuka matanya.
“..ayah? ini dimana?!” kalimat yang diucapkan pertama kali.
“..tenanglah anakku, mei-mei sedang diobati ya naak,..sebentar lagi mei-mei sembuh” Tuan Liu begitu haru melihat anaknya bisa kembali sadar, meski dipermukaan kulitnya masih terpasang 999 jarum yang belum dilepaskan oleh Zen.
{zlappp}
Entah bagaimana caranya, Zen segera mengambil semua jarum secara bersamaan.
Aksi Zen membuat para dokter yang hadir kembali berdecak kagum.
Zen terlihat mengangkat tubuh anak kecil didepannya untuk ditempatkan berbaring kembali diatas kasur pasien.
“..tolong bantu meminumkan larutan ini!” ucap Zen memberikan perintah pada Clara dan perawat pribadi pasien, sambil memberikan gelas berisi air kehidupan yang diambilnya dari dimensi jiwanya.
“..anak tuan Liu sudah 100% sembuh, sekarang hanya tinggal menunggu organ tubuhnya kembali berfungsi setelah 7 tahun lebih dalam keadaan tertidur” ujar Zen yang terlihat berkeringat.
{dukkk}
Tuan Liu langsung menjatuhkan dirinya didepan Zen.
“..terima kasih dokter Zen, banyak-banyak terima kasih!” tuan Liu menjatuhkan dahinya dilantai layaknya menyembah.
Zen segera mengangkat bahu tuan Liu untuk berdiri.
“..sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membantu, karena saya adalah dokter!” jawab Zen dengan sopan.
Clara semakin takjub dengan keahlian medis yang Zen miliki.
“..ayah..!” pasien terlihat kembali sadar dan memanggil ayahnya.
“..silahkan tuan Liu! Senior mari kita tinggalkan ayah dan anak untuk melepas kerinduan mereka yang sudah lama!” ujar Zen sambil menggandeng Clara untuk keluar.
Semua tamu yang hadir langsung mengikuti langkah Zen.
“..dokter Zen sangat luar biasa!”
“..benar sekali direktur, saya sangat setuju!”
“..ilmu medis dokter Zen sangat tinggi, bahkan dunia medis modern tidak bisa menandinginya!”
Berkali-kali dan secara bergantian para senior dokter rumah sakit memberikan pujian tidak ada berhenti kepada Zen.
Setelah bertukar ratusan kata, Zen pamit undur diri dengan alasan untuk memulihkan tenaga.
Zen dan Clara keluar dari rumah sakit dengan diiringi tatapan penuh kekaguman para dokter senior negeri panda.
__ADS_1