PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Rekayasa


__ADS_3

“..kalian semua, segera pulihkan diri kalian, biar dua orang ini menjadi tanggung jawab kami!” ucap Kawaguci pada sepuluh pasukan bayangan yang terlihat terluka.


“..baik ketua!” ucap mereka kompak.


Kawaguci kemudian melihat kearah jack dan james.


“..sepengetahuan kami, harimau salju tidak pernah membuat keributan dengan pihak lain! Katakan pada kami, kenapa kalian sampai membuat keributan dinegara kami!” tanya kawaguci.


“..hahaha... kalian lucu sekali, penguasa dunia bawah negeri sakura bertanya alasan kenapa kami jauh-jauh datang dari benua eropa hanya untuk membuat keributan?!” Jack langsung membalas pertanyaan kawaguci dengan nada yang sedikit sombong.


{wwzzzzrrttt}


Dari kedua telapak tangan Jack muncul bola api berwarna biru, tadinya sebesar bola pingpong, lama kelamaan besarnya bola api yang dikeluarkan Jack membesar menjadi sebesar bola sepak takraw, 43 centimeter diameternya.


“..mati!!”


{wuuusssss}


Jack langsung melemparkan dua buah bola api dengan daya ledak tinggi kearah musuhnya.


Yang tidak diketahui oleh jack dan James, kawaguci sudah memasang kubus transparan dengan ukuran 20x20x20 meter yang mengurung mereka berdua.


{tuunggg}


Bola api yang dilempar oleh jack terlihat menabrak sesuatu, hingga kembali berbalik mengarah pada mereka berdua.


“..apaa yang terjadi??!! James menghindar!!” teriak jack memberikan peringatan, sembari dirinya mulai berusaha ikut menghindar.


{daanggggg}


Jack dan James yang berusaha untuk berlari dengan cepat menghindar, kembali terbentur dengan sesuatu, hingga tubuh mereka kembali terpental hingga jatuh.


Sementara bola api yang dilemparkan oleh Jack sudah semakin mendekat.


{duarrrrr}


Ledakan dengan skala lebih besar dari ledakan awal, kembali mengguncang.


“...aaakkkhhh....breeenggggsseeekkk!!!” Jack memaki keadaannya.


Serangan yang tadinya ditujukan untuk musuhnya, malah berbalik arah menghancurkan kesombongannya.


Tubuh Jack dan James terlihat sangat mengenaskan, beberapa anggota tubuhnya mulai berserakan menyisakan separu bagian kiri saja.


Lain Jack, lain pula james, kondisinya lebih mengenaskan lagi, anggota tubuhnya tercerai berai nafasnya sudah terlihat mulai melemah.


“..Jamesss!!!” Jack berteriak ketika kawan yang paling dekat dengannya meninggoy akibat serangannya sendiri.


{tapp}


Kawaguci menempelkan plakat pengambil kekuatan diatas kepala Jack yang sudah tidak bisa lagi menggerakkan anggota tubuhnya.


“..aaakhhhh....kalian...aaakhhhh” jeritan menyedihkan Jack yang diambil paksa kekuatannya.


Setelah pengambilan kekuatan istimewa milik Jack selesai, tubuh Jack langsung melemas dan kehilangan nyawanya.


“..kekuatan yang sangat mengerikan, untung saja kita sudah berhasil menguasai pelatihan yang diberikan tuan muda dimarkas rahasia! Semakin kesini, semakin banyak kekuatan tersembunyi bermunculan didunia ini!”


“..kakak benar! Kita harus berterima kasih pada tuan muda Zen, jika kekuatan kita masih sama seperti waktu dulu sebelum bertemu tuan muda Zen, mungkin hari ini kita pasti meregang nyawa!”


Empat sodara seperguruan itu terlihat bersyukur dengan kenaikan tingkat kultivasi mereka, sehingga dengan cerdik mereka bisa mengalahkan lawan mereka yang sudah dikuasai emosi diubun-ubunnya.


Setelah membereskan kekacauan yang terjadi, tanah yang cekung kembali diisi menggunakan kekuatan milik Kenji, kemudian beberapa pohon yang tumbang juga kembali dimunculkan oleh kekuatan milik Kanazawa.


Dirasa tidak ada lagi yang perlu dibereskan, keempatnya segera meninggalkan lokasi untuk melaporkan kejadian barusan kepada Zen.


***


{pyaaarrr}


Tracker semacam bola bening dengan warna biru dan kuning pecah!


“...haiiisshhh..terlalu memaksakan diri memang mereka berdua!” gumam henry yang melihat dua bola kristal yang menunjukkan identitas Jack dan James telah pecah.


“..lalu bagaimana?” tanya Neil.


“..aku tetap seperti sikapku diawal, jangan mengusik harimau yang sedang tidur!”


“..heummnnn!” Neil menyetujui pernyataan Henry.


“..kelompok ini harus tetap berjalan, dan jangan pernah sekali-kali menyentuh dinding pembatas antara mereka dengan kita itu saja!” ucap Henry memperingatkan.


Tidak ada lagi diskusi diantara keduanya setelahnya, karena keputusan sudah diambil.


Gedung pencakar langit yang menjadi markas mereka selama ini terlihat mulai kosong diruangan paling atasnya.


***


Sementara itu, empat sodara yang merupakan pimpinan harimau salju menunggu Zen datang ke markas mereka.

__ADS_1


{zriinggg}


Dari kekosongan udara muncul sosok Zen lewat lubang teleportasi.


“..tuan muda Zen!” Kawaguci memberikan salam hormatnya sambil menyodorkan plakat yang langsung diterima oleh Zen.


“..api biru! Ini api untuk alkemis! Waah terima kasih!” ucap Zen yang terlihat gembira menerimanya.


Meski dirinya sudah tidak lagi memerlukan api tersebut, namun akan sangat berguna untuk Sofia guna meningkatkan kemampuannya dibidang alkimia.


“..apakah ada gesekan yang muncul setelah kematian dua manusia super itu?!” tanya Zen.


“..Sampai sekarang tidak ada tuan muda!” jawab Kawaguci.


“..baguslah jikalau begitu! Artinya sisa anggota mereka berseberangan dengan pola pikir kedua kawannya yang telah kalian musnahkan” ucap Zen.


“..kemungkinan seperti itu tuan muda Zen, yang jelas kami selalu siap dengan sisa anggota mereka yang akan menuntut balas!”


“..sebaiknya seperti itu memang, karena kita tidak membuka jalur peperangan, merekalah yang mulai mengusik kedamaian negara ini! Dan, tidak salah jika kalian yang menjadi patriot negara ini memberikan perlawanan!” Zen memberikan sudut pandang pemikirannya.


Zen dan keempatnya terlihat bertukar pikiran terkait peta kekuatan didunia, dirinya tidak memberikan instruksi untuk menjadi penguasa didunia pada keempat anak buahnya, memang keempat anak buahnya terlihat sudah sangat mendominasi kekuatannya.


Adalah sebuah naluri alamiah jika seseorang yang memiliki kekuatan lebih, pasti akan merasa superior dibandingkan yang lainnya.


Dengan adanya Zen, keempatnya merasa sangat terbantu, karena jika tidak ada Zen, mungkin mereka berempat sudah mengelilingi dunia untuk menguji kekuatan mereka masing-masing.


Karena kekuatan bos besar mereka sudah terbukti tidak bisa ditandingi, nafsu untuk menjadi yang terkuat dari dalam diri keempatnya langsung hilang.


Karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Zen segera meninggalkan markas harimau salju untuk kembali ke hotel.


Dihotel semua wanitanya Zen sudah bersiap untuk melakukan cek out, mereka akan kembali ke konoha bersama-sama, Yuki ikut didalam rombongan, karena dengan adanya Yuki, Zen sedikit berkurang beban kekhawatirannya.


Rombongan Zen dan wanitanya terbang menggunakan private jet dengan kecepatan 2000 km/jam.


Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu 6 jam, kini dipangkas menjadi 3 jam saja.


Zen harus segera menemui ayahnya Clara, sebab ada sebuah kasus baru terkait sebuah agenda yang akan melibatkan jajaran dokter rumah sakit internasional.


Meski Zen bisa menggunakan teleportasi untuk mempercepat perpindahan lokasinya, namun karena pesan dari ayah mertuanya, Zen mengurungkan niatnya.


Mobil penjemput sudah bersiap di terminal kedatangan internasional, adalah sebuah mobil kemiliteran dari pemerintah konoha selaku panitia yang mengadakan acara pertemuan.


Tanpa melewati ribetnya urusan imigrasi, Zen segera masuk kedalam sebuah kendaraan berplat merah dengan tulisan dua huruf dan satu angka.


“..masuklah Zen!” sapa mertuanya yang sudah ada didalam.


Sebuah kendaraan buatan negeri sakura yang terlihat mirip minibus berwarna hitam, namun eksklusif itu langsung tertutup secara otomatis pintunya.


“..hah!” ayah mertuanya terlihat bernafas kasar.


“..negara sedang menghadapi masalah baru?!”


“..apa itu?” tanya Zen


“..apakah kamu tidak menyadari, jikalau suhu dipermukaan khatulistiwa ini terlihat begitu panas, lebih dari 38 derajat Zen!”


“..aah, itu!” Zen terlihat seperti ingat sesuatu.


“..mungkin karena kamu tidak berada dinegara ini secara terus menerus, sehingga kondisi panasnya permukaan yang ada dikota kota besar konoha secara mayoritas tidak menjadi perhatianmu!” ungkap ayah mertuanya dengan nada yang setengah meledeknya.


“..tenang ayah, Zen ada solusinya kok, nanti Zen presentasikan” tentunya Zen akan memanipulasi cuaca dengan menurunkan hujan lebih awal dari jadwal, dengan mempergunakan satelit manipulasi cuaca miliknya yang sudah sedemikian rupa disempurnakan bahasa pemrogramannya.


“..syukurlah kalo kamu sudah memiliki idenya Zen, ayah turut senang, karena kita harus mempresentasikan langsung didepan kepala negara konoha!” ujar ayah mertuanya yang terlihat senang dengan jawaban Zen.


Mobil yang mereka berdua kendarai sudah mulai memasuki wilayah istana kepresidenan, beberapa petugas yang berjaga sudah bersiap untuk menyambut.


Setelah menyelesaikan urusan protokoler tamu istana negara, Zen dan ayahnya Clara segera memasuki ruangan rapat kabinet karena sudah ditunggu.


{klek}


Pintu ruang rapat dibuka dari arah dalam.


“..selamat datang dokter Johan Setyawan” kepala negara langsung menyalami ayah mertua Zen.


“..daaan, inikah dokter Zen?!” tanya kepala negara yang direspon anggukan kepala oleh wakil presiden yang dulu pernah hadir dalam acara presentasi Zen terkait imun virus terbaru.


“..perkenalkan saya Zen, kebetulan hari ini kita bisa bertatap muka, dulu kita pernah berjumpa via suara melalui perangkat hape milik ayah mertua saya!” ujar Zen memberikan penjelasan.


“..luar biasa, sungguh luar biasa! Sepak terjang nak Zen ini sudah sangat mendunia, dan baru sekarang, orang tua ini melihat sosok fenomena yang menggemparkan dunia, tolong dimaafkan!” sapa sopan kepala negara pada Zen.


“..mari silahkan masuk, kita semua sudah siap dengan presentasi yang akan dibawakan!”


Zen dan ayah mertuanya segera memasuki ruangan rapat kabinet yang terlihat sudah penuh sesak, atas permintaan dari Zen semua wartawan tidak diperkenankan untuk mengikuti jalannya rapat, dan hal itu disetujui oleh kepala negara.


Dengan mempergunakan perlengkapannya sendiri, Zen memunculkan presentasinya dengan judul ‘mekanisme rekayasa cuaca’ adapun bahan presentasi yang tadi diinformasikan kepada ayah mertuanya, saat berada didalam mobil.


Semua orang yang hadir tercengang, takjub dan terlihat senyuman optimisme disudut bibir masing-masing pejabat yang hadir saat Zen mempresentasikan solusinya.


Lain dengan para pejabat pemerintahan, ayah mertua Zen terlihat geleng-geleng kepalanya, bagaimana bisa dirinya tidak mengetahui jikalau Zen memiliki kapasitas yang sungguh diluar nalarnya, rekayasa cuaca!

__ADS_1


Bahkan alat yang dipresentasikan Zen mampu membuat rekayasa bencana jika berada ditangan yang salah !.


Semua yang hadir terlihat puas dengan presentasi yang Zen berikan, saking jelasnya, tidak ada pertanyaan yang disampaikan oleh pihak pejabat negara.


Acara presentasi yang berlangsung tidak lebih dari dua jam, setelah acara presentasi diakhiri, acara dilinajutkan langsung dengan persetujuan kepala negara konoha terkait rencana pelaksaan rekayasa cuaca.


Sebuah kontrak dengan anggaran belanja yang wah diterima oleh Zen.


Meskipun negaranya sendiri, kembali lagi bisnis adalah bisnis, tentunya spesial diskon diberikan untuk menghormati kepala negara konoha.


Setelah disepakati terkait harga dan waktu pelaksanaannya, Zen dan ayah mertuanya segera meninggalkan ruangan rapat dengan diantar langsung oleh kepala negara konoha layaknya pejabat pembesar suatu negara.


{dappp}


Pintu mobil ditutup, saat Zen dan ayah mertuanya masuk kedalam mobil dengan menggunakan plat kendaraan berupa dua huruf didepan dan satu angka dibelangnya.


{vrooommmmm}


Dengan menggunakan pengawalan motor pihak berwajib, Zen dan ayah mertuanya meluncur meninggalkan istana kenegaraan menuju rumah sakit internasional yang berjarak 8 kilometer saja.


“..kamu memang sungguh luar biasa Zen! Bagaimana bisa kamu memiliki akses pada alat tersebut?!” tanya ayah mertuanya saat didalam mobil.


“..ceritanya panjang ayah, intinya alat tersebut hanya Zen saja yang bisa mengendalikan!”


“..paham, ayah paham itu, tapi ya sudahlah, ayah yakin kamu bisa mempergunakannya dengan baik, karena alat itu memiliki potensi besar, bahkan seperti yang kamu katakan, sebuah alat yang bisa menimbulkan kekacauan dipermukaan bumi jika berada ditangan yang salah!” ayah mertuanya terlihat memberikan wejangannya pada anak menantunya yang sudah membuatnya bangga dalam presentasinya hari ini.


“...iya ayah, pasti itu!”


Tidak sampai sepuluh menit, iring-iringan mobil yang membawa Zen dan ayah mertuanya sudah tiba dirumah sakit.


Setelah mereka berdua turun dan berjalan bersama menuju ruangan kerja milik direktur rumah sakit internasional, mobil yang mengantar merekapun meninggalkan halaman rumah sakit internasional, diikuti tatapan penuh selidik dari semua petugas dan karyawan rumah sakit.


“..luar biasa dokter Zen dan Dokter Johan!”


“..sejak ada dokter Zen, rumah sakit internasional langsung naik performanya!”


“..yap benar, kita menjadi rumah sakit nomor satu di dunia bahkan, lihatlah pasien kita, mayoritas dari luar negeri semua!”


“..kalo aku lebih senang lagi, sebaaaab, gajiku naaek..ygy?!”


“..bener bangeed kalo itu, sejak ada dokter Zen, gaji kita naik dua kali dalam satu tahun, bikin iri ygy?!”


Perawat, dokter dan petugas yang berjaga di loby rumah sakit internasional saling membicarakan performa tempat mereka bekerja ketika melihat Dokter Johan selaku direktur utama rumah sakit sedang berjalan bersama Zen.


Sebuah momentum positif tentunya bagi semua pihak yang berkepentingan didalam rumah sakit internasional.


{ceklek}


Pintu ruangan milik ayah mertua Zen ditutup ketika mereka berdua sudah sampai didalam ruangan.


“..jadi kapan ayah dapat momongan?!” tanya selidik ayah mertuanya yang duduk dikursi kerjanya.


“...uhuk-uhuk” Zen langsung terbatuk, baru juga duduk langsung ditodong momongan.


“..ayah kan tahu sendiri kegiatan Zen, dan lagi umur Zen masih sangat muda, yang jelas tanggung jawab dan kewajiban Zen selalu dikerjakan, terkait momongan, Zen rasa belum siap!”


“..iiisshh..isshhh..isssshh, yalaah-yalaah, cuman ayah berpesan jangan lama-lama nunda momongan!” ayahnya memberikan respon dengan bijaksana.


“..nanti Zen dan clara bicarakan ayah!”


Keduanya lantas melakukan diskusi kelanjutan dari presentasi rekayasa cuaca, namun Zen segera memberikan bukti kepada ayah mertuanya.


{klik}


Zen sudah melakukan eksekusi dengan bahasa pemrograman yang memunculkan perintah kepada satelit rekayasa cuaca untuk memanipulasi awan mendung tebal agar berada diatas rumah sakit internasional.


{jdeeeerrr}


Tiba-tiba petir menyambar dising hari, diikuti awan Nimbostratus yang terlihat bergulung mengumpul diatas kawasan rumah sakit internasional.


“..Zen, ii-inii!! Luar biasa!” tegas ayah metuanya begitu gembira dengan pencapaian anak menantunya.


{byuuuurrr}


Tidak menunggu lama, hujan lokal terlihat dikawasan rumah sakit internasional.


Hujan lokal yang begitu deras itu terlihat terus mengguyur rumah sakit internasional, peristiwa yang langsung menjadi buah bibir media sosial kota megapolitan.


“..sebuah karya yang sangat luar biasa, untung saja alat ini ada dipihakmu Zen! Tidak bisa ayah bayangkan, jika alat ini sampai jatuh ketangan penjahat, mungkin dunia akan mengalami bencana setiap saat!”


Zen tidak menanggapi dengan kalimat, dirinya hanya mendengarkan saja petuah yang diberikan oleh ayah mertuanya.


Zen sendiri tidak ingin menceritakan jika alat yang ada ditangannya saat ini merupakan hasil penjarahannya dari kelompok yang selama ini telah membuat bencana lokal diberbagai negara, meskipun Zen mendapatkan tambahan bahasa pemrograman yang lebih kompleks untuk menyempurnakan alat tersebut dari pencerahan buku kehidupannya.


Setelah dirasa cukup merekayasa cuaca yang ada diatas langit rumah sakit internasional, Zen memberhentikan bahasa pemrograman perintahnya.


Awan Nimbostratus yang tadinya masih menggulung dilangit rumah sakit internasional, kini mulai perlahan menghilang, berganti dengan teriknya sinar matahari.


“..luaarr biasa .. ini sungguh luaarr biasa Zen!”

__ADS_1


“..semua ini bisa berjalan juga atas kehendak sang pencipta ayah, Zen hanya sebagai seorang manusia yang telah diberikan kelebihannya itu saja!”


“..anak baik, kamu memang anak baik Zen! Mungkin jika ini orang lain, ayahmu ini pasti tidak akan percaya, sebuah berkah ayah mempunyai anak sepertimu!” dengan menyeka air matanya, ayah mertua Zen terlihat berusaha menyembunyikan rasa bahagianya.


__ADS_2