
“..brengggsekkkk!! bisa-bisanya ada orang yang mampu mengubah formasi pelindung didalam markas rahasia Bushido yang sudah ratusan ribu tahun lamanya!” teriak Takashi Uemura yang terlihat putus asa karena roh jiwanya tidak bisa kembali kedalam inang tubuhnya.
Kini dirinya mesti mencari inang baru secepatnya, karena kekuatannya belum mencukupi untuk bergentayangan dalam kurun waktu puluhan tahun.
Ilmu kloningan yang diterapkan oleh Takashi Uemura membutuhkan sumber daya yang sangat besar, selama ini bisnisnyalah yang telah memberikannya dukungan.
Sebuah teknologi dikembangkan oleh Takashi Corp dibidang militer, sebuah senjata sinar yang mampu menghancurkan inti bumi.
Tujuannya untuk mendapatkan batu energi yang berdiam didalam perut bumi sejak milyaran tahun yang lalu.
Jika negara beruang kutub sudah mengklaim, mampu melakukan pengeboran vertikal sejauh 12 kilometer, maka Takashi corp dengan senjatanya sudah mampu membuat terowongan vertikal menargetkan inti bumi, sejauh 130 kilometer jauhnya, penemuan yang tanpa pernah diekspose kepublik.
Akibat senjata inilah Takashi corp sering melakukan rekayasa bencana alam, seperti terjadinya; gempa bumi, angin topan, tsunami, semua demi cairnya dana kemanusiaan dari bank dunia.
Sebuah rekayasa yang mengubah pergerakan inti bumi dibagian mantel terluar, hingga membuat gerakan pada lempeng samudera dan lempeng benua yang ada dipermukaan.
Manusia memang tidak pernah puas dengan yang namanya kedamaian, kalo bisa rusuh kenapa harus damai??! Mungkin seperti itu slogan mereka ini.
Roh jiwa Takashi Uemura terlihat mencari sebuah tempat untuk berdiam diri disekitar lereng gunung Fujiyama.
Sebuah keputusan yang akan membuatnya menyesali pilihannya dikemudian hari.
***
Beberapa waktu yang lalu, Zen sudah mengunjungi lukisan tempat Voodo melakukan pelatihan hidup dan mati bagi para bushido yang sudah melakukan kontrak jiwa dengan Zen saat mereka menelan pil kontrak jiwa yang diberikan oleh voodo.
Total ada 1800 pasukan Bushido yang mulai melakukan pelatihan hidup dan mati, dikatakan hidup dan mati karena pada saat mereka sudah pingsan, Voodo langsung memberikan cambukan api pada tubuh mereka hingga kembali terbangun.
Diakhir pelatihannya setiap hari, semua pasukan diberikan suplemen berupa ekselir khusus yang telah dipersiapkan oleh Zen.
Perubahan tulang dan tubuh dari 1800 pasukan Bushido langsung terlihat setelah beberapa minggu lamanya mereka melakukan pelatihan.
Satu orang pasukan bushido setara dengan 100 gajah afrika saat melakukan lomba tarik tambang.
Ada rasa bangga dalam diri mereka, yang pertama, jiwa mereka tidak lagi dikuasai oleh iblis kegelapan, yang kedua, fisik mereka terlihat lebih sempurna meski dalam kesehariannya, mereka selalu menutup wajah mereka 99%, dan yang ketiga, terkait kemampuan beladiri mereka yang semakin jauh lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan sebelumnya.
Setelah puas melihat-lihat, Zen segera menjumpai tubuh Takashi Uemura yang terlihat sudah seperti lilin yang mulai meleleh karena roh jiwa miliknya belum juga kunjung kembali kebadan fisiknya.
Zen memberikan formasi khusus pada tubuh fisik Takashi Uemura, karena menurutnya, suatu saat tubuh fisik Takashi Uemura akan berguna baginya.
Dirasa tidak ada lagi yang perlu dilihat oleh Zen, dengan cara merobek kekosongan udara, Zen keluar dari dunia lukisan.
***
berita terkait jatuhnya Takashi Grup tidak pernah berhenti selama sepekan, semua media elektronik membahasnya dengan berbagai macam opini, dalam sepekan itu pula semua jajaran direksi dibuat kalang kabut dengan banyaknya demonstrasi yang menuntut pengembalian dana investasi mereka selama ini.
Pemerintah langsung mengamankan semua jajaran direksi untuk diadili secara umum dalam persidangan pemerintah.
Banyak jajaran direksi yang lebih memilih untuk bunuh diri selama dikurung didalam penjara pemerintahan, akibat tidak kuat menanggung beban.
Berita terkait para direksi Takashi grup yang melakukan aksi bunuh diri didalam penjara, menjadi anti ******* pemberitaan Takashi Grup.
Bagaikan angin, pemberitaan itu akhirnya berhenti dengan sendirinya.
Tidak ada satupun pengusaha yang berminat untuk meng-akuisisi bisnis Takashi grup setelahnya.
Dunia bisnis di negeri sakura sendiri mengalami pergeseran pola kepemimpinan, terlebih untuk kekuatan dunia bawah.
Adalah Kawaguci dan empat sodaranya, dengan menggunakan bendera harimau Salju, kelimanya berhasil membuat dunia bisnis yang selama ini dikontrol penuh oleh Takashi Grup langsung berpindah dibawah kendali Harimau Salju.
Tadinya para preman dunia bawah tidak ada yang setuju dengan keputusan sepihak kawaguci, namun kekuatan Harimau salju sangat mengerikan, semua jagoan dunia bawah negeri sakura tidak ada yang bisa menandingi kelimanya.
Segala hal terkait bisnis pengamanan para pengusaha dan pejabat pemerintahan, diserahkan kepada tim harimau salju.
Tidak hanya itu, bisnis dunia hiburan, bisnis penginapan dan bisnis pemandian exclusive plus-plus dinegeri sakura, semua keamanannya dikuasai oleh kelompok Harimau Salju, dengan konsep setoran 40% dari hasil keuntungan mereka.
Sebuah nilai prosentase yang membuat bahagia pemilik usaha, karena selama ini mereka selalu ditekan habis-habisan oleh para gengster negeri sakura, para pemilik usaha diwajibkan menyetorkan 60% dari pendapatan mereka.
Kontrak pengamanan eksklusif didapatkan kelompok Harimau Salju untuk jangka waktu yang sangat panjang, tentunya dengan nilai yang sangat wah sekali.
Jika di negeri gingseng ada Harimau emas, maka di negeri sakura ada Harimau Salju.
Dua buah kekuatan yang sangat mendominasi di asia, membuat para pesaing bisnis akan berpikir dua kali untuk bersentuhan dengan kedua kelompok penguasa dunia bawah.
***
Zen pagi ini terlihat berada di negeri panda, bersama dengan Zavira yang beberapa hari yang lalu sudah diresmikan menjadi wanitanya.
Adalah Clara, Ling-Ling, Sofia, Evelyn dan Zavira, kelima wanita Zen terlihat bercanda gurau, dan saling berdiskusi, tema diskusi yang tidak jauh-jauh dari bagaimana cara memuaskan urusan ranjang Zen.
Pernah Zen dikeroyok oleh semua wanitanya termasuk Gebi, Shella dan Shelli, namun tetap saja skor masih sama, mereka para ladys pingsan dan Zen masih berdiri dengan gagah perkasa.
Meski Sofia sudah membuat ramuan penguat khusus wanita dan dikonsumsi sebelum adegan bercocok tanam, namun keperkasaan Zen memang tiada banding.
__ADS_1
Muncul rasa bersalah dari para ladys Zen, hingga mereka sepakat, seberapapun Zen inginkan untuk menambah saudari, mereka akan menyetujuinya, sampai Zen sendiri yang mengatakan cukup.
Zen yang mendengarkan pembicaraan para wanitanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil jari jemarinya sibuk diatas keyboard laptop miliknya.
{tok..tok...}
Suara ketukan pintu kamar mansion mereka terdengar dari arah luar.
{krieeet}
Pintu dibuka oleh Sofia.
“..maaf nyonya Sofia, tuan besar ingin bertemu tuan Zen!” suara pelayan ayah mertuanya terdengar.
Sofia melihat kearah Zen.
“..baiklah!” Sofia memberikan konfirmasi saat Zen menganggukkan kepalanya.
{sreettt]
Zen menggeser kebelakang bangku kerjanya, kemudian berdiri.
“..aku pergi dulu!” sapa Zen sambil mencium kening semua wanitanya satu persatu, sesuai nomor urut yang telah disepakati oleh mereka.
Saat Zen keluar dari kamar utama mereka, semua wanita Zen kembali melanjutkan obrolan yang sempat terputus.
“..salam ayah!” ucap Zen sambil mengambil tangan ayah mertuanya kemudian mencium punggung tangannya, sebuah adab yang tidak bisa ditinggalkannya.
“..anak baik, anak baik..”
“..duduklah dulu...! ada yang ingin meminta tolong, kawan lama ayah!” ujar ayah mertuanya.
Setelah Zen duduk, ayah mertuanya mulai menceritakan permasalahan yang dialami oleh kawan lamanya.
Kawan lamanya ini adalah seorang jendral tertinggi di tiongkok, saat ini masih menjabat.
Mereka memiliki permasalahan terkait sebuah teknologi yang saat ini sedang dikembangkan, entah bagaimana teknologi tersebut tidak bisa dikendalikan, topan di taiwan, gempa di hongkong, tanah longsor di pertambangan emas terbesar negeri tiongkok, semuanya akibat dari alat yang sedang mereka kembangkan, itu versi cerita dari sang jendral yang diinfokan oleh ayah mertuanya.
Saat ini, alat tersebut telah dicuri oleh pihak asing, dugaan sementara pencurinya adalah pihak barat (Amerika), ini juga versi cerita dari sang jendral yang diceritakan oleh ayah metuanya kembali.
Namun sampai detik ini, pihak barat tidak mengakui jikalau mereka yang telah mencuri teknologi tersebut.
Zen mendengarkan dengan seksama, konsep teknologi yang diceritakan ini sama halnya dengan konsep teknologi yang telah dikembangkan oleh Takashi Grup, dan teknologi tersebut sudah Zen amankan didalam ruang penyimpanan dunia jiwa miliknya.
Lubang tempat Takashi Grup melakukan percobaan dan penambangan inti bumi pun telah Zen tutup dan sembunyikan dengan menggunakan mantra formasi yang tidak bisa dideteksi oleh teknologi modern.
“..jadi begitu nak Zen..” ungkap ayah mertuanya menutup cerita sambil menyeduh teh.
“..lalu, keinginan mereka seperti apa ayah? Apakah menghilangkan alat tersebut? Atau mengambil kembali dan akan mereka pergunakan kembali?!” tanya Zen memperjelas.
“..untuk itu, sebaiknya kamu bertemu langsung dengan kawan lama ayah, hari ini dia akan meluangkan waktunya, tempat pertemuan disebuah hotel berbintang lima di pusat kota shanghai!” ujar ayah mertuanya.
“..baiklah ayah! Aku akan menemuinya, namun kembali Zen tekankan, jika ingin dibantu, maka alat itu harus Zen sita! Sebuah alat yang hanya bisa menimbulkan bencana bagi dunia ini buat apa??” “..Bukankah semua memiliki tujuan untuk bumi yang damai, aman dan nyaman untuk dihuni?!”
Ayah mertuanya yang mendengar juga menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan kalimat yang Zen ucapkan.
“..yang jelas, ayah memintamu untuk membantu kawan lama ayah, mungkin dia merasa bertanggung jawab, dan ingin menunjukkan rasa tanggung jawabnya dengan menemukan kembali alat tersebut! Masalah kedepannya, silahkan kamu diskusikan sendiri!”
“..ayahmu ini berhutang budi dengannya dulu, saat kawan lama ayahmu ini membantu menyelamatkan nyawa ayah dari kelompok penculik, dengan kesempatan ini, ayah ingin membalas budi tersebut” penjelasan ayah mertuanya.
“..tentu ayah, Zen akan membicarakan semuanya dengan kawan lama ayah nanti!”
“..oh ya, bukan nanti, mobil di halaman rumah kita adalah mobil milik kawan lama ayah, mobil itu yang akan membawamu bertemu dengannya sekarang!”
“..ooh...baiklah!” Zen langsung beranjak dari kursi nyaman yang didudukinya, setelah berpamitan Zen, langsung menuju halaman depan rumah ayah mertuanya guna menemui sopir yang akan membawanya bertemu dengan sang Jendral.
{dapp}
Pintu mobil ditutup dari arah luar oleh sang pengemudi.
{broooommm}
Dengan kecepatan sedang mobil meninggalkan halaman rumah mertua Zen, terlihat pengawalan dengan menggunakan motor dari petugas militer mulai membelah jalan yang ada didepan mereka, untuk memberikan kelancaran lalu lintas.
“..tidak di tiongkok tidak di konoha, semua mendahulukan previllege” gumam Zen.
Mobil dengan pengawalan itu terlihat mulai memasuki jalan tol panjang dalam kota shanghai dengan kecepatan yang sudah mulai meningkat.
Hanya berselang tiga puluh menit, perjalanan itupun telah tiba disebuah hotel super mewah, terdapat pasukan militer berjaga disekitarnya.
{dapppp}
Pintu mobil kembali ditutup setelah Zen keluar dan merapikan pakaiannya.
__ADS_1
“..silahkan tuan, sebelah sini!” ujar petugas hotel yang ditengarai seorang laki-laki dengan jabatan manajer, sedang mengarahkan Zen untuk mengikuti langkahnya.
Sebuah ruangan super VVIP yang menjadi tujuan Zen untuk bertemu, didalamnya, terlihat seorang jendral dengan pangkat serta emblem berderet panjang, sedang mondar – mandir.
{..tok...tok}
Suara pintu ruangan diketuk dari arah luar.
{krieeett}
Ajudan sang jendral terlihat membukakan pintunya dari dalam.
“..Zen!! ayoo sini-sini!” Sang jendral tidak sabaran langsung mengambil tangan Zen yang ingin dengan sopan menyalaminya layaknya bertemu orang tuanya.
“..anak baik, anak baik!” sang jendral menepuk pundak Zen sambil mengarahkannya untuk duduk dikursi yang dekat dengan kursinya.
“..mau minum apa?! Wine, alkohol , atau yang lain?!”
“..tuan jendral tidak usah sungkan, saya air mineral saja! Terima kasih!”
“...aaah.. kamu memang anak baik Zen,!”
“..kalian segera ambilkan permintaannya!” perintah sang jendral pada ajudannya.
Tidak lama, minuman yang Zen minta sudah berada didepannya.
{tassshh}
Zen membuka tutup botol air mineral kemasan gelas kaca berwarna hijau dengan logo pegunungan di eropa.
{glukkk}
Sebanyak tiga kali Zen meneguk air mineral yang terlihat sudah menggenangi tenggorokannya.
“..panggil saja paman Lim Fang! Aku dan ayah mertuamu itu sudah seperti sodara, jadi jangan terlalu sungkan!” gestur tubuh dari sang jendral berusaha untuk membentuk keadaan menjadi lebih nyaman.
“..baik paman Lim Fang!”
“..kedepan, jika kamu mendapati permasalahan terkait urusan pemerintahan, jangan sungkan untuk menghubungiku!” ucapnya sambil menyodorkan kartu nama miliknya.
“..terima kasih paman Lim Fang, akan Zen ingat!”
“..jadi bagaimana paman?!” tanya Zen langsung.
Lim Fang ini adalah seorang jendral terkenal negeri tiongkok, pemegang jabatan tertinggi dunia militer di tiongkok, bahkan namanya saja sudah membuat bergetar musuh musuh baratnya.
Dirinya kemudian menceritakan, sebelas dua belas dengan cerita versi ayah mertuanya, dan selama tiga puluh menit Zen kembali menjadi pendengar yang baik.
“..begitulah Zen ceritanya, apakah kamu bisa membantu paman dengan kemampuanmu?!”
“..sampai saat ini pihak militer sudah mengerahkan seluruh kemampuan dunia teknologi yang dimiliki, namun terlihat sia-sia karena alat itu tidak juga kunjung ditemukan!”
“..bencana yang ada disekitar negara tiongkok ini, besar kemungkinan alat itu penyebabnya!”
“..semua data CCTV tempat penyimpanan alat itu, tidak ada mengalami kerusakan dan editing, tahu-tahu alat itu lenyap begitu saja!” kembali jendral Lim Fang menjelaskan.
“..maaf paman Lim Fang, sekiranya apakah teknologi ini dibeli dari Takashi Grup?!”
{DEGH!!!}
“..bb-bagaimana kamu tahu?!” tanya jendral Lim Fang penuh selidik.
“..karena Takashi Grup aku yang menghancurkannya paman! Ada beberapa data rahasia yang saat ini berada ditanganku, termasuk terknologi rekayasa bencana alam yang paman sebutkan ini!” Zen menjelaskan dengan menatap mata sang Jendral Lim Fang.
Ada perasaan gemetar dari sang jendral, saat Zen mengucapkan kalimat, bahwa dialah yang telah menghancurkan Takashi Grup, sebuah grup kuno yang sudah ratusan tahun dan terkenal dengan para Bushidonya yang sangat kejam dan tanpa ampun.
Untuk beberapa saat sang jendral terdiam, pikirannya berkecamuk liar.
“..apakah paman tidak masalah jika aku berhasil menemukan alat tersebut, kemudian alat itu aku sita?!” tanya Zen.
“..bbaik... paman se-setuju!!” meski tergagap, namun tidak ada keraguan bagi sang jendral.
“..besar kemungkinan alat itu sudah dicuri oleh kelompok yang memiliki kemampuan bisa menghilangkan diri” ujar Zen.
“..hah!!!” sang Jendral langsung terkejut tidak percaya, kemudian meraih cangkir kopinya, bermaksud untuk menangkan diri.
{clinggg}
“..seperti ini!” Zen memperlihatkan kemampuan berkamuflasenya didepan sang jendral.
“..pffftttt!!”
{ byuuuurrr...}
__ADS_1
Semburan air kopi yang ada didalam mulut sang jendral langsung menyasar kearah ajudannya yang terlihat bengong menjatuhkan rahangnya.
“...kk-kamu!!” sang Jendral yang tadinya tidak percaya dengan kalimat Zen, kini langsung menggelengkan kepalanya, ternyata memang benar ada kekuatan super didunia ini.