PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
pasien pertama


__ADS_3

“..kalian sudah selesai?” sapa Zen yang melihat kedua wanita berambut blonde panjang sepinggang ditambah kulit mereka yang putih mulus tanpa ada noda menuruni anak tangga dari arah lantai paling atas.


“..pagi tuan!” sapa duo Xian tertawa cekikikan ketika melihat tuan mereka seperti ingin memakan tubuh panas polos mereka berdua.


“..itu? kenapa rambut di bagian bawah kalian juga ditumbuhkan selebat itu?” tanya Zen ingin nangis rasanya.


“..kan kata tuan kita disuruh menumbuhkan rambut? Tidak hanya dikepala kami saja, lihatlah tuan, diketiak kami juga tumbuh rambut!” ujar keduanya mengangkat kedua tangan mereka tinggi-tinggi mempertontonkan ketiak yang tadinya putih mulus kini menjadi rimbun dengan tumbuhnya rambut.


{plook}


Zen kembali menepuk jidatnya yang tidak bersalah.


“..keliatannya mereka sangat polos sekali!” gumam Zen dalam hati.


“..shelliii!!!” teriakan Zen.


Shelli yang mendengar teriakan suaminya langsung bergegas menuju kearahnya.


“..ada apa tuan muda?” sapa Shelli.


“..noh! lihat! “ ujar Zen sambil mengarahkan wajahnya menoleh kearah dua Xian.


“...bwakakakakak” Shelli langsung tertawa puas tanpa berhenti, ekspresi tertawanya sampai terpingkal pingkal.


Duo Xian yang mengetahui Shelli menertawakan diri mereka langsung memasang ekspresi bingung.


“..perasaan kita sudah melakukan perintah tuan dengan benar kan saudari?” tanya Xian Bing.


“..heumm!” anggukan kepala Xian Qin menjadi jawaban.


Shelli yang melihat tatapan Zen langsung berusaha menghentikan tertawanya, dia paham betul apa yang dimau oleh Zen.


Dengan sigap Shelli langsung mengarahkan keduanya untuk segera membersihkan diri didalam kamar.


Sesuai perintah Zen, Shelli juga sudah menghubungi pihak salon kecantikan untuk datang ke mansion pagi ini, tugas utamanya guna merapikan rambut dari duo Xian serta melakukan beberapa perawatan tubuh.


Dengan adanya rambut yang tumbuh liar diarea yang tidak seharusnya mereka tumbuh, bisa dipastikan petugas salon akan meminta tambahan biaya padanya.


Zen sendiri berencana menemui Andri pagi ini, ada beberapa hal yang ingin dibicarakan dengannya terkait kondisi dunia bawah kota megapolitan serta negeri Konoha yang kini sudah berada dalam genggamannya.


Tidak ingin menunggu urusan ketiga wanita yang ada didalam mansion mewahnya, Zen langsung berpindah tempat kemarkas besar Phantera.


Sama seperti bangunan yang lain, kemunculan Zen secara instan didalam markas phantera adalah melalui ruangan pribadi miliknya.


{kriieet}


Zen membuka pintu ruangan pribadinya yang berada dilantai paling atas.


Tidak ada seorang pun yang berani memasuki ruangan milik Zen.


{tap..tapp..tapp}


Dengan perlahan Zen menuruni anak tangga menuju kearah bangunan dibagian paling bawah.


Andri yang sudah mengetahui keberadaan bosnya lewat persepsi kesadarannya segera bergegas bersiap dilantai bawah.


“..pagi tuan muda?!” sapa Andri dengan sangat hormat.


“..pagi-pagi! Dimana kita sebaiknya bicara?” tanya Zen yang melihat sisi bagian pantai.


Paham dengan pandangan tuan besarnya, Andri langsung mengarahkan Zen menuju kearah bangunan yang letaknya bersentuhan langsung dengan wilayah pantai.


Terlihat beberapa anggota phantera sedang melakukan pelatihan terbuka dengan menggunakan berbagai fasilitas milik Phantera.


“..bagaimana dengan kondisi peta kekuatan dunia bawah konoha saat ini?” tanya Zen membuka pembicaraan.


Andri menjelaskan dengan detail kondisi dunia bawah setelah satu bulan lebih dikuasi oleh Phantera, mulai dari sisi peta kekuatan hingga upeti yang diterima oleh phantera.


“..lumayan banyak juga ya pendapatannya ternyata!” tanya Zen.


Andri memberikan informasi jikalau pendapatan dari divisi pengamanan saja mencapai angka 25 trilyun setiap bulannya, belum lagi tugas-tugas kotor negara untuk memberantas pengedar narkoba berskala internasional yang berkeliaran di konoha, angkanya mencapai ratusan trilyun sebulannya.


Zen sudah memberikan garis besar jikalau phantera anti narkoba, jika sampai dirinya mengetahui salah satu anggotanya ada yang terlibat, jangan salahkan jika tubuhnya menghilang menjadi kabut darah detik itu juga.


Dengan ketegasan misi dan visi itulah phantera semakin terdepan dan diakui keberadaanya didunia bawah.


Phantera baru-baru ini juga mendapatkan tugas pembersihan para pengacau yang akan melakukan tindakan makar terhadap negara, keahlian para anggota phantera dalam berbaur dengan lingkungan disekitarnya menjadikan kekuatan Phantera sangat menakutkan.


Phantera menjadi sosok militer swasta paling menakutkan dinegara konoha.


“..jika kamu memerlukan sesuatu terkait pembiayaan organisasi ini, jangan ragu untuk membicarakannya!”


“..dimengerti tuan muda! Sampai saat ini semua masih aman terkendali”


“..oh ya tuan muda, kapan acara latih tanding dengan pihak negara gingseng dan negara sakura akan dilaksanakan?” tanya Andri.


Bebarapa waktu yang lalu Zen sudah melakukan panggilan Zoom meeting dengan para ketua kekuatan dunia bawah miliknya.


Dalam kesempatan itu keluar ide untuk melakukan acara tahunan bertajuk latih tanding antar negara, baru tiga negara yang sudah mengajukan persetujuannya namun Andri sudah tidak sabar untuk menghadapi turnamen tersebut.


“..kamu itu keliatannya belum bisa mengalahkan ketua gengster harimau emas dan harimau salju, tingkatan kalian masih jauh berbeda, jadi aku sarankan untuk kembali berlatih, gunakan waktumu sebaik-baiknya!” jawab Zen sambil melihat kearah mata Andri.


Andri langsung terkejut, dirinya yang sudah merasa tinggi ternyata ada yang lebih tinggi kekuatannya, memang sampai saat ini titik ukur Andri adalah Zen, orang yang sudah merubahnya menjadi seorang pembudidaya, namun dirinya tidak ingin terlalu jauh jika membandingkan dirinya dengan Zen.


Dengan diketahuinya ada gengster seperti harimau emas dan harimau salju, membuat naluri petarung Andri meluap dan ingin segera menjajal kemampuannya.


“..aku ada sesuatu untukmu! “ ujar Zen yang menempelkan telunjuknya pada dahi Andri.


{criinggg}


Muncul siluet sinar masuk kedalam alam pikiran milik Andri.

__ADS_1


“..pelajari dengan baik ilmu yang barusan aku berikan, gunakan ruang pelatihan khusus yang sudah aku pasangi formasi, formasi yang dapat mengumpulkan energi alam yang ada disekitar wilayah ini, ruangan itu juga bisa memiliki beda waktu dengan dunia luar, ini tempelkan kertas ini selama kamu berada didalam formasi!” Zen terlihat mengeluarkan dua lembar kertas mantra yang berguna untuk mengubah hukum waktu didalam formasi.


“..terima kasih tuan muda! Ini sungguh pemberian yang luar biasa, saya akan bersungguh-sungguh untuk mencapai tingkatan tersebut, tentunya saya berniat untuk membuat bangga tuan muda kedepannya!” Andri terlihat sangat bahagia dengan pemberian Zen pagi itu.


Setelah dirasa puas dengan pembicaraanya, Zen langsung kembali berjalan menuju lantai atas, Andri hanya mengantarkan Zen sampai dipersimpangan antara lantai 2 dengan lantai teratas.


“..oh ya, ada dua orang wanita yang kemungkinan besar bisa menjadi lawan latih tandingmu, jadi bersiaplah, tunjukkan potensi terbaikmu!” ujar Zen sebelum dirinya melanjutkan langkah kakinya menuju lantai paling atas.


“..baiklah tuan muda, kapanpun dua wanita itu siap, saya pribadi akan dengan senang hati menerima tantangannya!”jawab Andri terlihat puas dengan kalimat Zen.


Zen lantas melanjutkan kembali langkahnya setelah mengganggukan kepala tanda persetujuannya.


{zlappp}


Terlihat kilatan cahaya didalam ruangan Zen dari arah penglihatan Andri, dirinya masih tertegun ditempatnya.


“..tuan muda memang orang yang sungguh luar biasa!” gumam Andri yang masih tidak percaya dengan cara Zen menghilang.


Andri segera kembali menuruni anak tangga bangunan utama markas Phantera.


{krieeet}


Pintu ruangannya terbuka dari arah belakang, sebuah pintu yang memang hanya khusus Andri saja yang bisa melaluinya.


“..giliran siapa sekarang?” tanya Andri pada sekretarisnya.


“..bisnis unit hiburan malam pulau kapuk tuan Andri?!” seru sekretarisnya.


“..suruh dia masuk!”


“..baik!”


Sekretaris Andri ini bukan sembarang sekretaris, wanita pemegang sabuk hitam taekwondo dan pemegang sabuk juara se-konoha memilih menjadi sekretaris Andri sebagai pekerjaan resminya didunia nyata.


{tok..tok..tok}


“..masuklah!” kata Andri dengan mantab.


“..saya marthen tuan Andri!” laki-laki dengan tubuh dempal dan kulit sedikit gelap itu mengawali pembicaraannya.


“..jadi bagaimana marthen?” tanya Andri.


“..aman terkendali tuan, ini laporan mingguan saya!” Marthen menyerahkan tablet yang memang khusus didesain oleh divisi IT milik Zen, pemegangnya tinggal memasukkan semua identitas yang ada didalam kolom-kolom yang sudah disediakan.


Sebuah system IT yang terkoneksi secara block chain dalam pelaksaannya system keuangan perusahaan sehari-hari.


Sudah menjadi kesepakatan jikalau 30% dari keuntungan akan menjadi milik phantera, semua ini sebagai imbal balik atas jasa pengamanan yang telah diberikan didalam unit bisnis yang sedang berjalan.


“..heummm!” Andri terlihat serius memperhatikan kolom-kolom yang dimunculkan didalam tablet dengan kolom laporan dari pihak administrasi versi phantera.


“..bagus, semuanya bagus! Sudah sesuai! Teruskan kinerjamu Marthen!” sahut Andri memberikan penilaian.


“..terima kasih tuan Andri... anuu..maaf! saya ada sebuah permintaan!” dengan hati-hati marthen berbicara.


“..klien saya lagi mencari orang, apakah tuan bisa membantu dengan menggunakan jaringan system milik phantera?” tanya Marthen dengan ragu.


Sejenak Andri berpikir terkait permintaan anak buah didepannya.


“..ada bayarannya?” tanya Andri.


“..tentu, tentu ada tuan! Klien ini adalah klien besar tempat hiburan malam kami!” jawab Marthen kembali.


“..mana filenya?” tanya Andri meminta.


Marthen yang paham betul, segera mengeluarkan photo wajah dari ketiga wanita yang diminta oleh tuan Hadinata.


“..50%” kata Andri sambil mengedarkan lima jarinya didepan Marthen.


Dengan koneksi phantera, tentunya Andri akan memanfaatkan divisi bidang IT milik Zen, untuk membantunya mencarikan sosok yang sedang ditargetkan.


IT milik Zen sendiri memiliki sebuah software pencarian yang kinerjanya bisa menghack seluruh kamera CCTV didunia, mereka menyebutnya sebagai ‘mata langit’.


Dengan algoritma berbasis kontur wajah dari si target, software akan langsung bergerak melakukan pencarian dengan sangat cepat, karena didukung oleh jaringan satelit pribadi milik Zen.


“..setuju! saya sangat setuju tuan Andri!”


“..dua!” belum juga Marthen bertanya durasi waktu, Andri sudah mengangkat dua jarinya.


“..tunggu dua jam! Aku akan mengabari lokasi targetmu!”


“..sekarang pergilah, masih banyak yang antri diluaran sana!” Andri langsung mengarahkan gesture tangannya agar Marthen bisa keluar dari ruangannya.


Paham dengan maksud gerakan tangan ketua phantera didepannya, Marthen langsung pamit undur diri.


Dengan senyuman bahagianya Marthen meninggalkan markas besar Phantera untuk kembali menuju tempat hiburan malam yang dipastikan sudah tutup pagi itu.


*kembali kemansion milik Zen*


Jam dinding menunjukkan pukul 09 pagi, terlihat Duo Xian sudah keluar dari kamar mereka, para pegawai salon kecantikan juga sudah menyelesaikan pekerjaan mereka dengan sangat sempurna untuk mengubah penampilan dari Xian Bing dan Xian Qin.


Duo Xian kini terlihat mirip dengan selebgram luar negeri sungguhan.


Dengan berbalut pakaian kerja, atasan mereka menggunakan baju kemeja warna putih sedangkan bawahan mereka adalah rok span panjang selutut dengan warna abu-abu.


Kecantikan mereka sungguh menggoda imron, kemeja yang terlihat penuh sesak itu sesekali mempertontonkan siluet dua bongkahan melon 36FF milik keduanya yang mengintip melalui celah diantara kancing kemeja mereka.


“..kekuatan elemen kalian sudah terlahir?!” tanya Zen tanpa melihat kearah keduanya.


Posisi Zen ketika itu sedang fokus dengan laptop miliknya.


“..sudah tuan ! Xian Bing, memiliki kemampuan elemen Air dan saya Elemen Angin!” jawab Xian Qin.

__ADS_1


“..baguslah, sebentar, saya selesaikan dulu kerjaan saya! Satu menit!’ Zen kembali fokus dengan jari jemarinya yang menari-nari diatas keyboard laptop miliknya.


Shelli terlihat sudah memulai aktivitasnya dari dalam ruangan kamar suaminya yang terlihat berantakan karena aktivitas bercocok tanam mereka semalam.


“..selesai!” ujar Zen yang sudah menutup kembali laptop miliknya.


“..eeh!!” Zen terkejut bukan main ketika arah pandangan matanya berbelok,


Sejenak Zen terpesona dengan dua Xian yang saat ini lebih mirip aktris film panas disebuah web berbayar.


Dengan balutan kemeja putih yang bagian dadanya terlihat penuh sesak, kemudian rambut blonde mereka dikuncir dengan sangat rapi ditambah rok span yang terlihat full pressed body dengan pinggul dan bemper mereka.


Muncul desiran normal dalam tubuh Zen, namun dirinya segera berusaha menguasai keadaan.


“..shelli, kami berangkat dulu!” teriak Zen.


Tanpa menunggu shelli memberikan komentarnya, Zen beserta duo Xian langsung menghilang dari posisi terakhir mereka.


Xian Bing dan Xian Qin sudah mulai terbiasa dengan cara bepergian Zen menggunakan teleportasi.


Kemunculan ketiganya dari dalam ruangan kerja milik Zen di Rumah Sakit internasional membuat buah bibir dari para perawat dan petugas yang berjaga pagi itu.


Ketiganya lantas berjalan menuju ruangan khusus yang letaknya bersebelahan dengan kamar IGD, disanalah nantinya para dokter departemen khusus akan bekerja.


{krieeett}


Pintu ruangan terbuka dari handle bagian luar.


“..pagi dokter Zen!” sapa Maria yang sudah terlihat mengenakan jas warna putih dengan sangat bangga.


“..pagi maria, perkenalkan mereka berdua adalah bagian dari departemen khusus sama sepertimu!”


“..kalian berdua berkenalanlah sendiri!” ucap zen yang langusung menuju meja administrasi untuk menginformasikan keberadaan Xian Bing dan Xian Qin sebagai bagian dari dokter departemen khusus.


Pihak administrasi langsung merespon laporan dari Zen dan segera membuatkan segala keperluan terkait akses dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh seorang dokter pada umumnya, meskipun Xian Bing dan Xian Qin tidak membutuhkannya.


Berita tentang departemen khusus di rumah sakit internasional langsung menyebar luas dari mulut kemulut, semua merespon positif dengan keberadaan mereka, karena semua pihak sangat memahami, adakalanya penyakit datang dari virus dan bakteri namun ada juga penyakit yang tidak bisa dideteksi dari dunia medis.


Maria dan duo Xian terlihat sudah mulai akrab, tiga sosok bidadari departemen khusus itu langsung menjadi trending topik satu rumah sakit.


Banyak yang mengira jikalau ketiganya adalah selebgram kota megapolitan yang menyamar jadi dokter, adapula yang meminta swa foto bersama ketiganya.


{brakkk}


Pintu ruangan departemen khusus terbuka dengan keras.


“..dokter tolong! Pasien kelihatannya kesurupan? Pasien berteriak dengan mata yang melotot sejak dibawa dari rumahnya!” ujar perawat yang terlihat bekerja keras memegangi tubuh pasien.


Pasien terlihat memberontak dengan cacian serta makian suaranya yang terdengar sangat berat.


“..kikkikkik...kalian tidak akan bisa mengeluarkanku!” suara seram terdengar mengintimidasi para petugas medis.


Maria dan duo Xian terlihat ragu, karena keahlian mereka bertiga tidak bisa untuk mengeluarkan makhluk halus yang sedang merasuki tubuh pasien.


“..dokter bagaimana ini?!” seru perawat yang terlihat ikutan panik.


“..tunggu dokter Zen!” ucap maria yang kemudian turut memegangi kepala pasien yang ingin berontak berdiri.


Keributan yang spontan mengundang banyak orang untuk melihat!


“..ada apa ini?” suara dokter Zen terlihat keras memecah kerumunan.


“..dokter Zen! Untunglah ! Tolong dokter, pasien sepertinya kerasukan makhluk ghoib dok!” ucap perawat memberikan informasi umum.


“..kalian semua menepilah!” perintah Zen agar kerumunan para petugas medis bisa menjauhi ruangan departemen khusus.


Zen kemudian masuk kedalam ruangan dan disana dirinya melihat pasien masih meronta-ronta minta dibebaskan dari kekangan para perawat dan dokter yang berjaga.


Xian Qin sudah berusaha menggunakan daya hisap elemen anginnya namun tidak ada sumber penyakit medis yang bisa di sedotnya.


Xian Bing juga telah menggunakan kemampuan elemen airnya untuk menutup beberapa jaringan kulit pasien yang tadinya terlihat terluka dan mengeluarkan darah akibat benturan dengan benda logam selama perjalanan.


“..tinggalkan pasien,dan kalian bertiga mundurlah!” perintah Zen.


Mendengar apa yang diucapkan dokter Zen semua petugas medis langsung melepaskan kekangan fisik mereka pada pasien.


“..hohoho....siapa kamu anak muda?!” dengan aksen beratnya, pasien mulai melayang diatas ranjang pasien.


Pemandangan yang membuat beberapa petugas medis lemas dan pingsan saking takutnya.


{clapp}


Tiba-tiba didahi pasien muncul kertas formasi dengan pola tulisan khusus.


“..tidak...tidak...inii....aaakhhhhh!!!” jeritan penuh penderitaan terdengar sangat keras, membuat seisi rumah sakit yang mendengar suara tersebut menjadi merinding.


“...ammpuuuunnn....!!!” kembali pasien menjerit keras.


{blussshhh}


Muncul kepulan asap hitam dari dalam tubuh pasien dan langsung mengarah pada sebuah toples yang sudah dipersiapkan oleh Zen.


Kepulan asap hitam itu langsung masuk kedalam toples dengan tulisan aneh dibagian dindingnya, ukiran huruf kuno yang hanya Zen saja bisa mengenalinya.


{buggg..buggg}


Didalam toples yang sudah tertutup terlihat sosok mirip jenglot sedang berusaha menggedor-gedor dinding toples bening tersebut.


“..maria gunakan keahlianmu untuk menghapus semua memori sebelum si-pasien kerasukan!” perintah Zen.


“..baik dokter!” Maria langsung bergerak sesuai arahan Zen.

__ADS_1


“..kalian perawat, urus teman kalian yang pingsan dan pindahkan keruangan yang lain untuk penanganannya” Zen langsung menoleh kearah beberapa perawat yang terlihat masih tidak habis fikri dengan pemandangan didepan mereka.


Suasana ruangan departemen khusus pun kembali tenang, seperti layaknya tidak ada kejadian yang menghebohkan.


__ADS_2