PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Quantum Leap


__ADS_3

Daratan eropa bagian utara terlihat begitu ramai malam itu, hari ini adalah tepat malam bulan purnama merah, sejak beberapa malam kemarin semua keturunan keluarga Charles telah hadir satu persatu memenuhi panggilan tuan Charles 3, beliau ini satu-satunya orang tertua didunia dengan umur 1050 tahun, dan tidak ada yang meliputnya, karena memang disembunyikan dari dunia luar.


Semua orang yang berkumpul selalu memberikan hormat mereka tiap pertama kali memasuki halaman rumah yang lebih mirip dengan bangunan hutan belantara.


{tingg.. tingg.. tingg..}


Sebuah lonceng kurus ramping di ketuk dan berbunyi nyaring, membuat ribuan orang yang hadir dari berbagai belahan dunia terdiam dan melihat kemana arah sumber suaranya.


“..terima kasih sudah hadir dimalam yang selalu kita tunggu-tunggu, sebuah malam yang hanya berulang setiap seratus tahun kedepan!”


Setelah penyambutan yang singkat semua orang kembali berpesta pora menikmati semua hidangan yang tentunya sangat mahal, karena hanya makan dan minum hidangan yang telah disajikan, maka mereka akan mendapatkan peningkatan kekuatan dari dalam diri mereka.


{busshhh....wuuusshhh}


Bergantian beberapa orang mendapatkan pencerahan naiknya tingkat kemampuan mereka masing-masing.


Semua orang mengadahkan muka mereka menuju posisi bulan purnama merah yang seakan-akan memberikan energi lebih-lebih bagi mereka semua setelah mendapatkan pencerahan tadi.


Ribuan orang berdiri dengan mendongakkan kepala mereka layaknya memberikan penghormatan dalam upacara bendera.


Acara yang berlangsung selama 45 menit itu berakhir dengan bulan purnama yang tidak lagi menunjukkan aura kemerahannya.


“..bagaimana dengan pohon serebian ketua?!”


“..yaa, bagaimana dengan pohon serebian? Bukankah semua yang hadir akan dibagikan inti pohon serebian ketua?!”


“..bagaimana ini ketua?!”


Satu persatu peserta yang hadir mulai melayangkan protesnya, karena apa yang telah jauh-jauh hari dijanjikan tidak kunjung untuk diberikan.


{duungggg}


Gong besar ditabuh untuk menenangkan semua yang hadir, gong bukan sembarang gong, karena suaranya langsung menghipnotis ribuan orang.


“..setelah ini, kalian pulanglah dengan teratur, dan jangan ada lagi yang membahas masalah apa yang telah kalian lihat, makan, minum, dan rasakan!”


“..pertajam kemampuan kalian, karena sebentar lagi kita akan menghadapi situasi yang sangat sulit!”


“..pererat persaudaraan kalian dan jangan sampai tercerai berai satu sama lain!”


Begitulah pesan yang dimasukkan didalam pikiran seluruh peserta yang hadir.


{duungggg}


Gong kembali dibunyikan dengan begitu kerasnya untuk menyadarkan kembali alam bawah sadar ribuan orang yang hadir.


Seluruh peserta yang hadir langsung bergerak meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki, karena kendaraan mereka berada jauh puluhan kilometer dari lokasi tempat mereka berkumpul.


“..untung saja kita mempunyai gong hipnotis, sebuah benda yang aku dapatkan dari pasar gelap dua ratus sembilan puluh tahun yang lalu! Gong inilah yang dipergunakan panglima tibet untuk menghipnotis pasukannya bergerak dimedan perang!” ujar tuan Charles 3.


“..tuan memang sangat bijaksana dalam memilih!” jawab ketua harian rumah tangga dari tuan Charles 3.


Selama sepuluh hari lebih mereka mencari pecahan batang pohon serebian diseluruh penjuru dunia, namun mereka tidak bisa mendapatkan informasi barang secuilpun, membuat tuan Charles 3 mengambil langkah hipnotis para anggota keluarganya.


“..segera kalian simpan kembali benda itu, dan jangan ada yang mengetahui keberadaanya kecuali diriku!” ujar tuan Charles 3.


Meski umurnya sudah ribuan tahun, tuan charles 3 ini masih tegap berdiri, bahkan masih sanggup untuk melawan 30 banteng texas dilomba tarik tambang.


Tidak ada yang berani berkomentar setelahnya, karena waktu sudah menjelang dini hari, semua segera merapikan perlengkapan yang dipergunakan selama acara.


Sampah-sampah makanan langsung saja ditelan oleh akar pepohonan yang dikontrol oleh kekuatan elemen kayu milik mereka, meja dan kursi yang terbuat dari perubahan bentuk akar pepohonan langsung kembali seperti sedia kala.


***


Sementara itu , Zen sangat girang setelah beberapa puluh menit yang lalu dirinya bisa menikmati buah dewa satu-satunya.


Benar yang dikatakan oleh buku kehidupan, setelah memakan buah dewa, Zen merasakan jikalau kekuatannya seperti telah melampaui batasan, persepsi kesadarannya melonjak gila-gilaan.


Zen bisa merasakan kehidupan tersembunyi yang sebelumnya tidak bisa dia rasakannya selama ini.


Karena dirasa tidak ada lagi yang perlu dikerjakan didalam dimensi jiwa miliknya, Zen langsung kembali kedunia luar.


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi hari, terlihat semua wanitanya Zen sudah mulai bersiap diri untuk beraktivitas.


Saat ini Zen berada di negeri panda, beberapa hari kemarin, Saren sudah memberikan banyak transfer ilmu pengetahuan kepada Zen dan para wanitanya.


Semua wanitanya Zen kini bisa berpindah tempat secara instan dengan menggunakan teknologi yang saren berikan.


Sebuah alat yang diletakkan pada jam tangan semua wanitanya, dan untuk penggunaannya sendiri, mereka tinggal memencet tombol setting perpindahan yang sudah diajari oleh Saren.


Agar tidak menjadi permasalahan, semuanya sepakat membuat ruangan khusus disetiap bangunan yang selalu mereka kunjungi secara rutin, seperti perusahaan, rumah dari setiap wanitanya Zen, dan semua bangunan tempat mereka biasa tinggal bersama.


Saren juga menciptakan sebuah sumber energi superkecil seukuran baterai jam, namun masa efektivitasnya ratusan tahun lamanya.


Sebuah sumber energi yang pada akhirnya dipergunakan untuk memindahkan materi melalui konsep super quantum leap.


Sebuah teknologi teleportasi yang bisa menggemparkan dunia saat ini jikalau dipertunjukkan.


Dua hari yang lalu, saren juga sudah meminta tolong pada Zen untuk membantu keadaan didunianya, ada banyak perdebatan kala itu, karena kondisi Zen yang besar sedangkan dunia bangsa peri bisa dikatakan yaa begitulah, namun semua bisa diatasi dengan sebuah alat perubah materi.


Dengan menggunakan pakaian yang bisa mengubah ukuran materi, Zen bisa menjadi seukuran bangsa peri.

__ADS_1


Tidak ingin mengecewakan Saren, Zen pun menyetujui rencana dari saren untuk membantunya kembali kedunia tersembunyi.


“..apakah sudah selesai saren?” tanya Zen.


“..sedikit lagi, tinggal bahasa pemrogramannya saja, setelah itu, alat ini bisa kembali membawa kita masuk kedalam dunia bangsa peri!” jawab saren yang terlihat masih mengutak-atik kapsul miliknya layaknya ilmuwan handal.


Zen sendiri juga sudah membantu perbaikan dari kapsul milik Saren, tentunya dengan bertanya pada buku kehidupan terkait perbaikan yang bisa dilakukan dengan menggunakan material yang ada di bumi saat ini.


90% material yang mendukung kapsul milik Saren adalah material perkuatan logam berskala attometer (10 pangkat minus 18 meter).


Adapun teknologi di bumi saat ini baru sampai skala nanometer (sepuluh pangkat minus 9 meter).


Bisa dikatakan jika material pendukung kapsul milik saren ini adalah material terpadat dengan skala terkuatnya, semua karena pengembangannya yang dimulai dari ukuran paling kecil.


Tidak ingin mengganggu aktivitas dari Saren, Zen langsung keluar dari mansion untuk melakukan olah raga pagi.


Negeri panda saat ini sudah musim dingin, jadi semua pelayan mansion menggunakan pakaian tebal mereka dalam aktivitas kesehariannya.


Melihat Zen yang hanya menggunakan kaos oblong V-neck warna putih kesukaanya serta training jogging yang lebih mirip celana sepakbola, semua pelayan yang disapa terlihat tertegun.


“..apa engga dingin itu tuan muda Zen?”


“..iyaa, kita saja sudah memakai pakaian bertumpuk masih dingin!”


“..itulah kehebatan tuan muda Zen!”


Banyak komentar dari para pelayan mansion yang terlihat saling bergunjing ketika melihat Zen.


Zen berlari lebih jauh keluar area mansion milik mertuanya karena ada sesuatu yang ingin dia tuju.


Disepanjang perjalanannya, banyak orang yang kembali menggunjingkan kenekatan Zen berolah raga ditengah dinginnya udara disekitar.


Udara dingin terlihat menusuk tulang semua warga negara panda, sambil mendengarkan musik kesenangannya lewat wireless headset, Zen terus berlari hingga tanpa sadar dirinya sudah berada jauh dari kawasan mansion milik mertuanya.


Adalah sebuah taman yang danaunya mulai ditutupi salju dan membeku kondisi air permukaannya, suhu di jam digital milik Zen menunjukkan angka minus 18 derajat.


Banyak orang yang melihat Zen dengan tatapan penuh kebingungan.


“..bagaimana bisa dia hanya menggunakan training jogging dan kaos oblong tipis disuhu super dingin seperti sekarang?”


“..iya, terbuat dari apa itu manusia?”


“..aku saja mesti menggunakan pakaian rangkap 3!”


Zen terlihat memandangi air danau yang terlihat membeku dan menghiraukan tatapan orang disekitarnya.


Tanpa orang lain sadari Zen meninggalkan tubuh fisiknya dan langsung melesat masuk kedalam dasar danau yang terlihat ada sebuah anomali.


Kondisi fisik danau tersebut beku dipermukaan, namun berbeda dengan kondisi kedalaman dibawah 5 meter jauhnya hingga kedasar danau, suhu danau sangatlah hangat, bahkan melebihi suhu normal tubuh manusia.


{tringgg}


Buku kehidupan muncul memberikan pencerahan.


[alga emas, tanaman alga yang bisa mengubah struktur tulang pembudidaya menjadi tulang emas]


Meskipun Zen tubuh zen sudah dalam tahap tingkatan tertinggi dan tidak lagi terpengaruh dengan bahan herbal didepannya, namun berbeda bagi para anak buah Zen, mereka sangat memerlukannya.


Dengan sigap Zen mengambil semua alga emas yang sudah berusia tua dan siap panen dengan ciri khasnya yang berkibar-kibar layaknya berdera warna emas terkena angin dari bagian bawah.


Zen menandai dasar danau untuk mempermudah dirinya langsung berpindah dengan menggunakan teleportasi dikemudian hari.


Dirasa aktivitasnya sudah cukup, Zen lantas kembali lagi keatas danau.


Kejadian yang berlangsung lumayan lama itu membuat orang disekitar Zen mengerubunginya, ketakutan mereka Zen mengalami pembekuan darah, karena sudah duapuluh menit lebih lamanya Zen tidak bergerak.


{tapp}


Belum sampai tangan orang menepuk pundaknya, Zen sudah memegang pergelangan tangannya.


“..haiisssh.. aku kira kamu mati membeku!”


“..iyaa...syukurlah-syukurlah kalo kamu baik - baik saja!”


Semua kerumunan segera kembali menyebar layaknya gerombolan semut ditetesi air.


“..terima kasih sudah memperhatikan, maaf sudah merepotkan!”


“..yalah..yalah... baik-baik..laah kamu!” ucap beberapa orang yang terlihat berbalik arah kemudian pergi.


“..lama juga dua puluh delapan menit!” gumam Zen melihat jam digitalnya.


“..sebaiknya aku segera kembali kemansion, pasti mereka mencariku!” Zen segera berbalik arah dengan cara berlari kecil menuju kearah mansion milik mertuanya.


Saat Zen memasuki halaman depan mansion utama, beberapa pelayan rumah tangga terlihat sangat hormat menyapa Zen, sampai Zen kembali memasuki mansion bagian belakang yang menjadi base camp Zen beserta wanitanya penghormatan para pelayan tidak ada yang berkurang.


Ayah mertua Zen sendiri sedang melakukan perjalanan ke eropa utara, stok berlian super yang diberikan oleh Zen banyak diminati dalam bentuk perhiasan yang super mewah, sudah tiga bulan lamanya ayah mertuanya berkeliling eropa untuk menemui para kliennya.


“..Zen! “ saren terlihat berteriak memanggil.


“..sudah selesai?!” tanya Zen sambil mengelap keringatnya yang bercucuran di pelipis dan lehernya.

__ADS_1


“..kapsul sudah siap!” ucap Saren.


“..kalo begitu tunggu sebentar, aku ganti baju dulu, terus mana itu pakaian khusus yang sudah kamu ciptakan?” tanya Zen dengan mengadahkan tangannya.


“..ini..” jawab saren sambil memberikan kotak seukuran jempol Zen yang keluar entah darimana saren mengeluarkannya.


Sebuah set pakaian mirip latex dan pvc bahannya, namun sangat nyaman bila dipakai, terdapat beragam tombol yang akan mendukung Zen dalam mengubah ukuran materi tubuhnya.


{brakk]


Zen membuka pintu kamar mandi, tempat dirinya membersihkan diri dan berganti pakaian dengan set pakaian khusus pengubah materi yang diberikan oleh saren.


“..sangat nyaman!” ucap Zen menemui sarens.


“..apakah kamu sudah siap Zen?” tanya saren kembali memastikan.


“..heummmnn...kita bisa memulainya sekarang!”


Zen dan Saren berjalan menuju halaman belakang mansion yang terlihat luas.


setelah memastikan kondisi sekitar, Zen langsung memasang formasi pelindung dan kedap suara, Zen meletakkan kapsul diatas rumput yang warnanya kontras sendiri.


{slaapppp}


Zen terlihat mulai menekan tombol yang diletakkan dipunggung telapak tangannya, ajaib!!, tubuhnya langsung berubah mengecil seukuran Saren, 18centimeter tinggi badannya sekarang.


{klik}


Saren membuka pintu kapsulnya.


“..upss!” saren tiba-tiba menyeletuk


“..ada apa?!” tanya zen.


“..aku lupa tempat duduknya cuman satu Zen!”


“..yasudah, aku duluan yang masuk, kamu nanti aku pangku?” ujar Zen


“..eh!” saren langsung memerah pipinya membayangkan dia akan duduk diatas Zen dalam keadaan dipangku.


Beberapa hari yang lalu, saren sudah mendengar cerita dari para wanitanya Zen, betapa perkasanya Zen diatas ranjang, membuat saren yang merupakan wanita normal meski dari bangsa peri, menjadi ingin ikut merasakan hal yang sudah ribuan tahun lamanya tidak tersalurkan.


“..happ...sini!!” setelah Zen masuk dan menempatkan dirinya dalam kapsul canggih milik saren, Zen lantas memanggil saren untuk segera duduk diatasnya, karena hanya saren yang bisa mengoperasikan semua tombol yang ada didalamnya.


Dengan malu-malu saren segera memposisikan duduknya diatas pangkuan Zen, posisinya duduk menindih naga perkasa milik zen.


Ada perasaan tidak karuan saat saren menduduki naga perkasa milik Zen, bayangan cerita dari para wanitanya Zen membuatnya merasakan desiran-desiran aneh dalam tubuhnya yang membuat otaknya sedikit kacau.


“..kamu engga apa-apa? Apakah kamu nyaman dengan posisi dudukmu?” tanya Zen dengan bibirnya sangat dekat sekali ditelinga saren.


Aroma mint tubuh Zen langsung tercium oleh saren, membuatnya mabuk kepayang.


“..mungkin begini lebih nyaman!” ucap Zen yang langsung memeluk pinggang ramping saren dari arah belakang.


“..eeh!” spontan Saren langsung bergetar tubuhnya tidak karuan.


“..kamu keluar?!” tanya Zen.


“..apa itu keluar?!” tanya saren balik.


“..aah, itu.. sudahlah, ayo segera kita meluncur!” ucap Zen.


Saren segera melupakan sejenak sentuhan Zen yang kiat merapatkan tubuhnya menempel pada badan Zen.


Jari jemarinya segera mengetikkan angka-angka yang super banyak jumlahnya dengan kombinasi yang hanya saren saja yang tahu.


{ziiingggg}


Kapsul yang ditumpangi mereka langsung bergetar dan mulai naik dari permukaan tanah.


{zlapppp}


Dengan kecepatan yang sangat diluar nalar, kapsul itu langsung melesat menuju kesebuah titik yang masih berada dibumi, namun bukan dipermukaan pada umumnya.


Kapsul kecil itu seperti cahaya yang melesat dengan kecepatan super cepatnya, melakukan lompatan quantum!


Quantum leap!!


Sebuah aksi yang dirasa oleh Zen hampir mirip dengan kemampuan teleportasi milikinya, yang membedakan hanyalah cara teknologi melakukannya.


“..selamat datang di Quantum realm!” ujar Saren yang mulai berbicara setelah tiga menit lamanya mereka seperti memasuki perubahan fase dimensi lain.


“..ini masih di bumi?!” Zen terkejut bukan main.


“..benar! benua kami sebenarnya masih berada dibumi, namun lokasi kami sangatlah sulit untuk dijamah manusia dunia luar seperti wanitamu, bahkan teknologi manusia saat ini belum bisa menembusnya!” ucap sombong saren.


“..yaalah..yalaah..yang paling canggih!” canda Zen.


“..hehehe..” saren tertawa karena sikap Zen.


“..kalo sudah sampai, kenapa kita tidak keluar dari kapsul?” tanya Zen penuh selidik, karena persepsinya tidak ada menangkap hal yang mencurigakan ataupun musuh diluar kapsul.

__ADS_1


“..eh itu..itu..” saren gelagapan karena pertanyaan Zen.


“..kita selesaikan dulu masalahmu..” Zen membela saren dengan gentle .


__ADS_2