PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Puyeng


__ADS_3

“..jadi begini mbah, maksud kedatangan kami berlima ini mau minta tolong sama mbah dukun, tujuannya agar kepala daerah mau menandatangani berkas kami” ujar Heru ketua dari 5 sekawan yang saat ini sedang menghadap dukun sakti.


“..pekerjaan mudah itu, tapi syaratnya berat, ini proyek kan ratusan milyar, si-mbah tahu sekali proyek ini!” ujar dukun yang terlihat mata duitan karena didepannya adalah para preman yang membutuhkan jasanya.


Kelima ‘anggota sedeng’ begitu mereka menyebut gengnya, langsung saling menoleh.


“..bagaimana?!” tanya kembali dukun sakti didepan kelimanya.


“..syaratnya apa itu mbah?! Saya akan infokan ke bos besar kami, asal garansi pekerjaan mbah dukun ini terwujud!” ujar Heru kembali mewakili kawan-kawannya.


“..kalo masalah pekerjaan saya, jangan khawatir, sudah puluhan tahun yang datang kemari tidak pernah gagal!”ujar sang dukun sakti.


Kelima sekawan langsung tersenyum, layaknya mendapatkan harapan.


“..apa mbah syaratnya?!” tanya si cungkring yang duduk disebelah Heru.


“..kalian berlima harus bisa memuaskan nyai sekar wangi selama 7 hari 7 malam” ujar mbah dukun.


“..nn-nyai sekar wangi?!!” kompak kelimanya langsung membelalak matanya.


Bukannya mereka tidak tahu siapa sosok yang dibicarakan oleh dukun sakti didepan mereka, sepak terjang nyai sekar wangi sendiri sudah banyak didengar oleh para preman yang meminta ilmu kekebalan tubuh agar tidak bisa ditembus oleh benda tajam.


Namun mereka berlima juga bergidik ngeri, karena sesuai mitos yang mereka dengar, apa yang diminta mesti dibayar dengan melayani nyai sekar wangi diatas ranjang.


Penyiksaan tentunya akan terjadi, karena nyai sekar wangi tidak pernah membiarkan korbannya melarikan diri sebelum dirinya terpuaskan.


“..bagaimana? kalian sanggup?!” tanya dukun sakti kembali bertanya.


Setelah mendengar pertanyaan dari sang dukun sakti, lima sekawan yang terdiri dari ; codet, Heru (ketua), ndoweh, cungkring, kribo langsung saling memantapkan diri mereka.


“..baiklah mbah, kami berlima sanggup!” kata mereka kompak.


Setelah mendengar jawaban dari pengguna jasanya, sang dukun langsung merapalkan mantra.


Dengan gerak cepat tangan dan mulut dari dukun sakti yang bernama Sutisna itu langsung bergerak- gerak.


{swoosshhh}


Kepulan asap putih bergerumul didepannya, dari dalam asap mulai terlihat sosok wanita memakai kebaya mirip penari goyang karawang.


“..Sutisna! ada apa gerangan kamu memanggilku?!”


“..hormat nyai, rendahan ini memerlukan bantuan nyai sekar wangi!”


“..kiiik..kiiikkk..kiiiikkkk.. apa yang mesti aku bantu? Dan apakah kamu ingat bayarannya?!”


Nyai sekar wangi tidak memperdulikan lima orang dibelakangnya, mereka semua terlihat berkeringat dingin akibat terkena aura tekanan milik nyai sekar wangi.


Bau melati semerbak mengisi ruangan layaknya semprotan nyamuk yang tidak bisa dihilangkan baunya.


“..mohon maaf nyai, rendahan ini punya maksud, tolong bantu kelima orang dibelakang nyai agar bisa mendapatkan ajian welasan, mereka berlima juga sudah sanggup untuk bayarannya 7 hari 7 malam nyai!”


“..kikikikikikkkk...” nyai sekar wangi dengan slow motion berbalik arah.


Sosok dengan pepaya gantung yang ngelendoi sampai kelantai, dengan muka penuh dengan jerawat membatu berwarna merah, layaknya buah ceri nempel dimukanya itu langsung memandangi satu persatu dari 5 sekawan.


“..siapa target kalian?!” nyai sekar wangi langsung bertanya.


“..Hadisuyitno nyai!” jawab kelimanya kompak.


{wuuusshhhh}


Selendang nyai sekar wangi langsung saja spontan menghajar mereka berlima secara bersama-sama.


{brakkk}


Mendengar jikalau target mereka adalah orang yang sudah dibebaskan kontrak hidupnya oleh nyai sekar wangi, spontan nyai sekar wangi langsung melempar selendang disampingnya menghantam keras kelimanya, tubuh mereka berlima langsung terbang keluar dari bangunan gubuk bambu buatan dukun Sutisna.


“...aaakhhhh!!!” kelimanya langsung menjerit kesakitan, badan mereka seperti remuk saat terkena hujaman selendang nyai sekar wangi.


“..ampuun nyai!!” Sutisna langsung kaget dan memanggil nama nyai sekar wangi.


“..Sutisna!! mulai hari ini kamu dengarkan aku baik-baik, jika usahamu ini masih ingin langgeng kedepannya!”


“..bb-baik nyai, rendahan ini mendengarkan!”


“..ingat Sutisna, siapapun yang datang kemari, jika dia menargetkan warga disekitar gunung belimbing, jangan pernah menerimanya! Karena aku tidak akan pernah membantumu, ingat itu!”


“..apakah kamu paham Sutisna!?” tanya nyai sekar wangi yang langsung berdiri dengan tegak hingga membuat pepaya gantungnya gondal-gandul karena tidak dipakein beha.

__ADS_1


{jeblussss}


Nyai sekar wangi langsung saja menghilang setelah memperingatkan Sutisna.


“..gawat, ini sungguh gawat! Mana kemarin banyak yang datang pakai jasaku buat menargetkan warga sekitaran gunung blimbing! Bahaya ini!”


Sutisna langsung meninggalkan kediaman yang sudah luluh lantak karena hantaman selendang nyai sekarwangi, dirinya bermaksud untuk menghubungi orang-orang yang sudah datang ketempatnya sejak satu minggu kemarin.


Tentunya Sutisna juga ingin aman nyawanya, sejak nyai sekar wangi memberikan peringatan karena dirinya selalu bergantung dengan bantuan dari nyai sekar wangi selama ini.


“..hadduuuww... sakittt!” codet dan yang lainnya langsung mengeluh kesakitan karena tubuh dan wajah mereka bonyok semua.


“..keliatannya pekerjaan kita gagal!”


“..brengsek memang itu dukun, main ninggalin kita lagi!”


“..bukan hanya itu, kalian lihat tadi betapa marahnya nyai sekar wangi ketika tahu jika kita menargetkan Hadisuyitno!”


“..euuhmmnn!!” yang lain langsung menganggukan kepalanya.


“..lebih baik kita laporkan dulu sama bos besar perkembangan kita, dan sebisa mungkin jangan diobati dulu luka kita, biar bos lihat kondisi kita!” ujar kribo.


“..kadang-kadang otakmu encek juga ya bo! Engga kaya’ rambutmu , ruwet!”


“..kribo begitu lho!”


{plakk}


“..aduhh!!” ujar kribo dan codet yang dipukul kepalan ya oleh Heru.


“..kalian bener bener bodohnya engga ketulungan, pakai saja video call sama si bos! Kita tunjukkan kondisi kita, biar semuanya jelas, baru setelah itu kita minta ijin berobat dulu! Segala ketemu si bos dengan posisi bonyok! Mending kalo si bos mau melihat kita, kalo engga? bisa mati berdiri kehabisan darah dikepala kita” cerocos Heru.


“..iisshh..iisssh...iiiisshhh” adalah cungkring dan ndoweh yang menertawai mereka berdua.


Kelima sekawan itu akhirnya segera menuruni bukit dengan menggunakan jasa motor trail yang sudah tersedia didepan kawasan dukun sakti Sutisna.


Beberapa kawanan motor trail langsung membanjiri kelimanya dengan pertanyaan yang dijawab dengan sekenanya oleh mereka berlima.


Tiba dibagian bawah, kelima sekawan langsung melakukan panggilan video dengan bos besar mereka.


Sesuai prediksi dari Heru, bos besar mereka tidak mau tahu terkait bonyoknya mereka semua, dan meminta kelimanya segera mencari dukun sakti lainnya, kalo perlu sampai keluar negeri.


“..bagaimana ketua?!” tanya cungkring.


“..bos menyuruh kita mencari lagi dukun sakti, kalo perlu sampai keluar negeri! Minggu ini mesti kelar itu dokumen, bagaimanapun caranya!” ujar Heru kembali membeokan omongan bos besar mereka berlima.


“..ya sudah, kita bersihkan dulu luka-luka kita ke puskesmas terdekat! Setelah itu kita isi perut dulu, bisa gila kalo perut kosong otak kosong!” ujar Heru memberikan instruksi.


Setelah mereka berlima membereskan administrasi pembayaran motor trail serta bertanya sekiranya ada tidaknya dukun sakti yang ilmunya lebih tinggi dari dukun sakti Sutisna, dan dijawab gelengan kepala oleh tukang parkir kawasan, lima sekawan langsung menjalankan mobil mereka dengan kondisi tubuh mereka yang luka memar dan bonyok diarea muka mereka.


***


“..sayaang, nanti jangan pulang telat yaa, aku sudah masak buat kamu! jangan lupa hari ini mesti 10 ronde!” Mirna terlihat ganjen didepan suaminya yang pamit untuk berangkat kerja.


“..beres!! tenang saja Mirna sayaang!” jawab kepala daerah Hadisuyitno yang kini lebih optimis menatap masa depanya sebagai kelapa daerah yang tinggal berumur 2 bulanan.


{dappp}


Pintu mobil tertutup dari arah luar oleh sang ajudan ketika Hadisuyitno sudah masuk kedalam mobil dinasnya.


Dengan diiringi lambaian tangan Mirna, Hadisuyitno dan ajudannya pergi meninggalkan halaman rumah dinasnya menuju kantor kepala daerah tempat dirinya bekerja.


“..apakah kamu tahu siapa yang datang tadi malam gus?” tanya Hadisuyitno pada ajudannya yang bernama agus.


“..siap salah, tidak tahu bapak!” jawabnya tegas.


“..semalam yang datang kerumah adalah orang hebat ternyata! Bahkan kekuatannya tidak bisa disandingkan dengan kepala negara kita! Ini lihat photonya!” ujar Hadisuyitno menunjukkan photo Zen sedang bersalaman dengan kepala negara konoha, hasil Candid salah satu medsos yang dinaungi oleh kementerian sekretariat negara.


“..waah, bapak beruntung berarti bisa bertemu pemuda luar biasa itu!”


“..bukan beruntung lagi, bahkan dengan bantuannya langsung, aku bisa terbebas dari dosa besarku selama ini gus, bener-bener luar biasa itu tuan muda Zen!”


“..ooh namanya Zen bapak?!”


“..benar gus, dan perlu kamu ingat, dengan siapapun kamu nantinya bekerja, sarankan agar menemui pemuda yang bernama Zen, karena dia adalah warga gunung blimbing juga, kalo kata pepatah sih; sluman slumun slamet!”


“..siap bapak, dicatat!”


Pembicaraan keduanya pun disudahi ketika mobil dinas yang membawa kepala daerah telah tiba dilokasi tujuan.

__ADS_1


“..bapak maaf, ada tuan Andreas di ruang tamu!” terlihat sosok manis bin geulis menyapa kepala daerah yang sedang turun dari mobilnya.


“..kamu itu kenapa sih Nisa?! Tumben-tumbenan kamu begini?! Jangan-jangan kamu sudah nerima amplop dari dia?! Iyaa?” tanya Hadisuyitno yang langsung berbicara menusuk tanpa di tutup-tutupi.


Sosok dari Hadisuyitno adalah sosok kepala daerah yang tidak takut untuk menentang para penguasa yang serakah dan tidak taat aturan, salah satu alasan dirinya berani mengambil kesepakatan dengan nyai sekar wangi, karena dirinya ingin mengubah birokrasi yang ada di pemerintahan tempat dirinya dibesarkan, karena kalo bukan dia siapa lagi begitu menurutnya.


Sebuah keputusan yang pada akhirnya membuat dirinya mesti menjadi budak bercocok tanam nyai sekar wangi, beruntunglah ada Zen yang datang menyelamatkan dirinya dan keluarganya.


Dengan kondisi terbarunya, Hadisuyitno menjadi lebih percaya diri, karena merasa ada Zen yang menjadi bempernya dibelakang, selama dirinya tidak melakukan hal yang aneh-aneh dengan tongkat kekuasaannya, pastilah Zen akan membantunya.


Sebuah pemikiran yang memang tidak salah, karena Zen sendiri sudah melihat sepak terjang dari Hadisuyitno ketika menjabat menjadi kepala daerah yang menaungi wilayahnya.


“..maaf, bukan...bukan begitu bapak, tolong maafkan sikap saya!” ujar sekretaris kepala daerah yang langsung tertunduk malu, ada penyesalan dirinya mau menerima amplop dari tamu bernama Andreas.


“..lain kali jangan kamu ulangi Nisa, dengan siapapun nanti kamu akan bekerja setelah saya lengser, karena hal-hal seperti itu sama halnya menjual harga dirimu sendiri, gaji kamu sendiri bukannya sudah lebih-lebih setiap bulannya!” Hadisuyitno langsung menceramahi Nisa sekretarisnya didepan banyak orang.


Komitmen Hadisuyitno untuk memberantas hal-hal jaman orde baru terkait praktek KKN patut diacungi jempol, hal inilah yang membuatnya terpilih kembali setelah satu periode diawal dibuktikan dengan kebijakannya bersih bersih manajerial dan menggenjot pembangunan dengan mengalokasikan 100% anggaran daerah untuk infrastruktur wilayahnya.


Sebuah komitmen dari Hadisuyitno yang dibuktikan dengan kecintaan para warganya yang terus berdatangan setiap hari memberikan dukungan di akhir masa kepemimpinannya.


Dengan langkah pasti Hadisuyitno menemui tamunya yang dikatakan oleh Nisa sudah menunggu sejak kantor belum buka.


“..selamat pagi tuan Andreas!” Hadisuyitno berusaha profesional dengan siapapun yang menjadi lawan bicanya.


“..pagi bapak kepala daerah! Langsung saja, bagaimana dengan perijinan amdal proyek saya?!” tanya Andreas yang terlihat arogan.


“..seperti yang sudah pernah saya utarakan, saya belum bisa menyetujuinya, karena lahan yang bapak pergunakan masuk dalam kawasan hijau, meski pihak anggota dewa sudah memberikan persetujuannya! Karena saya tidak ingin dituduh lalai oleh pemerintah pusat pada akhirnya!” jawab Hadisuyitno tegas.


“..halaaah... ngomong saja kalo bapak butuh di sogok! Berapa, sebutkan berapa!” ucap Andreas dengan sedikit lantang.


Sebuah percakapan yang langsung membuat semua orang yang hadir geleng-geleng.


“..salah orang elu tooong!”


“..ga bakalan elu bisa nyogok itu kepala daerah sampe kiamat dua kali juga!”


“..laah, ngapa itu orang pakai segala mau nyogok kepala daerah?!”


“..sudah frustasi dia, izinnya tidak disetujui!”


“..mampus saja daah! Suruh siapa punya rencana proyek bangunan tapi di ruang terbuka hijau!”


Berbagai komentator jalanan terlihat mulai merutuki aksi Andreas yang tidak sesuai dengan marwahnya pimpinan mereka yang anti dengan KKN.


“..aksi bapak ini terekam lho sama CCTV, saya masih berbaik hati, hanya saja sikap bapak sudah berlebihan, jadi saya harap bapak bisa meninggalkan ruangan saya secepatnya, jika tidak, maka dengan bukti CCTV ruangan ini, saya akan melaporkan tindakan bapak yang terang-terangan ingin menyuap pejabat pemerintah!” ancaman Hadisuyitno pada Andreas yang langsung membuatnya mati kutu.


Dengan ngedumel Andreas langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan tamu kantor kepala pemerintah wilayah.


“..haissshh..ada-ada saja perangai manusia! Cara lama kok ya masih saja dipakai!” logat jawa kental Hadisuyitno langsung keluar, ketika melihat tamunya barusan pergi keluar tanpa berpamitan.


“..sebaiknya bapak hati-hati, sudah berapa tamu yang bapak begitukan, saya takutnya mereka melakukan aksi dibelakang bapak!” ujar ajudannya yang terlihat perhatian.


“..kamu tenang saja gus, orang yang tadi malam kamu antar ke saya, sudah memberikan sebuah pegangan yang luar biasa! Hal-hal klenik seperti yang kamu sebutkan, kemungkinan besar akan lewat” jawab lugas Hadisuyitno.


Mendengar jawaban dari bosnya, sang ajudan langsung menganggukkan kepalanya.


***


Zen yang terlihat sumringah karena mendapatkan lahan 40 hektar disepanjang pesisir pantai wilayah lereng gunung blimbing langsung menggerakkan sumber daya yang dimilikinya.


Sebuah mega proyek pengolahan serta penampungan air bersih berbasis teknologi reverse osmosis tercanggih langsung diproyeksikan diarea tersebut.


Laut adalah sumber daya alam yang terus meningkat jumlahnya setiap tahun akibat pemanasan global.


Ide Zen mendirikan bangunan lepas pantai yang terhubung dengan area pengolahan serta penyimpanan air bersih didarat langsung disetujui oleh kepala daerah Hadisuyitno.


Semua pekerja sudah mulai terlihat beraktivitas untuk membuat pagar keliling, adapun untuk teknologinya Zen sudah memperhitungkannya secara matang.


Dengan mengadopsi teknologi pemecah molekul hidrogen di pembangkit listrik miliknya, Zen memisahkan mineral garam lainnya saat melakukan Seawater Reverse Osmosis.


Sebuah metode Penjernihan Desalinasi Air Laut tentunya.


Seawater reverse osmosis (RO) merupakan metode untuk desalinasi air laut yang sangat populer di dunia, tapi masih banyak yang belum tahu bagaimana prosesnya untuk penjernihan air laut agar lebih aman untuk dikonsumsi.


Adalah konsep pemisahan air tawar dari air laut atau air payau yang merupakan salah satu bentuk perubahan fase air, sedangkan reverse osmosis sendiri adalah proses memisahkan air tawar dengan menggunakan perbedaan tekanan dan semi permeable membrane sehingga dihasilkan air minum dengan kandungan mineral yang sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia pada umumnya.


Karena mayoritas pembangunannya ada ditengah laut dan dikerjakan oleh para anak buah buto ijo, pekerjaan yang seharusnya selesai berbulan-bulan lamanya, langsung diselesaikan dalam 1x24 jam oleh para pasukan buto ijo.


Didaratan sendiri, lahan 40 hektar terus dilakukan pembangunan dengan sistem knock down, dimana, semua materialnya layaknya puzzle yang harus digabung-gabungkan dengan bantuan alat berat, dalam hal ini Crane kapasitas 1500 tons sebanyak 3 unit.

__ADS_1


Sebuah pekerjaan pembangunan proyek tepi pantai yang terlihat sangat cepat sekali.


__ADS_2