PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Energi baru


__ADS_3

Dua hari setelah Zen berkunjung dikediaman orang tua Evelyn, pekerjaan Zen sudah selesai 100%, semua muntahan minyak mentah akibat kecelakaan kerja offshore di perairan Amerika selatan telah terselesaikan.


Lautan kembali bersih dan biota laut kembali tumbuh dan berkembang biak sesuai komunitas mereka masing-masing.


Bank dunia sangat mengapresiasi teknologi yang Zen usung, bahkan teknologi Zen menjadi solusi pertama bank dunia dalam menyelesaikan permasalahan pollutan baik diudara maupun diperairan.


Zen sengaja tidak merambah mediasi tanah, karena sudah banyak perusahaan yang berinvestasi terkait penumpukan sampah didarat dan produk turunannya.


Evelyn yang tidak bisa berkata-kata ketika Zen mengajaknya bertemu dengan ketiga wanitanya mempergunakan teleportasi, nampak dirinya masih shock!.


“..bb-bagaimana bisa ada sihir didunia ini?!” Evelyn berbicara dengan gagap setelah dalam satu kedipan mata, dirinya sudah berpindah lokasi dari negeri tempatnya dilahirkan yang berjarak puluhan ribu kilometer jauhnya.


“..nanti kamu akan banyak melihat seiring berjalannya waktu!”


“..yang harus kamu lakukan hanya memberikan kesetiaan 1000% pada suami kita!”


“..euhmmnn!”


Clara, Ling-Ling dan Sofia secara bergantian merangkul Evelyn yang barusan muncul dari kekosongan udara didalam kamar utama.


“..kamar ini sangat luas?!” Evelyn begitu kagum dengan penataan ruangan kamar utama tempat dimana dirinya akan bersama Zen dan ketiganya menghabiskan waktu dimalam hari.


“..layaknya rumah didalam bangunan rumah! Semuanya ada!” ujarnya kembali dengan penuh kekaguman.


{ceklek}


“..waaah kamar mandinya seperti tempat spa super VVIP berskala internasional” ucap Evelyn ketika membuka pintu kamar mandi.


“..selamat datang di Kamar Cinta!”


“..begitulah kami bertiga menyebutnya!”


“..karena dikamar ini penuh dengan cinta kami semua!”


Evelyn langsung menangis haru, karena selama ini hidupnya penuh dengan tekanan karir dan ayahnya yang menuntutnya untuk selalu bisa tampil sempurna, namun setelah bertemu Zen dan ketiga wanitanya, Evelyn benar-benar merasakan kasih sayang sepenuhnya melebihi kasih sayang saudara kandung.


“..sudah-sudah, sebentar lagi kita makan bersama! Besok aku harus jalan ke Amerika, Gebi ada pertemuan dengan beberapa investor penting yang mengharuskan aku turut hadir!” ujar Zen.


“..ikuuuuutttt !!” kompak keempatnya langsung paduan suara.


Zen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


“..yelaaaah!” jawabnya kemudian.


“..yeaayy!! Hollywood !!” keempatnya langsung berpelukan dan bersuka cita layaknya abegeh biji ketumbar yang dapat pulsa gratis dari usahanya menjerat om-om baperan.


Keempatnya lantas melakukan meeting dadakan tanpa melibatkan Zen.


Zen sendiri sudah melaksanakan pernikahan tercatat di Brazil, dengan koneksi luar biasa dari ayah mertuanya, Zen kini juga tercatat sebagai warga negara Samba.


Zen keluar dari kamarnya untuk melihat laporan pekerjaan melaui laptopnya.


1000 Lapak pengepul plastik HDPE nya sudah berkembang sangat pesat, beberapa kali usahanya mendapatkan penghargaan bulanan dari pemerintah karena konsep usaha yang digulirkan mampu membantu perekonomian rakyat kecil sekaligus mengurangi sampah plastik secara luas.


Teknologi partikel gas nano miliknya juga sudah 132 negara yang mempergunakan untuk menghilangkan polusi udara diwilayah mereka masing-masing.


10 pabrik besar recycle di negeri gingseng juga sudah menjadi green manufacturer terbaik didunia dalam pengolahan sampah plastik.


Yang terbaru dalam hal super nano bakteria, sebuah teknologi yang mampu mengikat muntahan minyak mentah hingga membuat industri offshore tidak perlu khawatir dengan kecelakaan kerja yang mengakibatkan pencemaran lautan.


Zen saat ini berkonsentrasi untuk pertemuan dengan para investor yang berencana untuk melakukan akuisisi terkait perusahaan property terbesar dunia yang mengalami kebangkrutan.


Dengan memanfaatkan koneksi ayah metuanya di negeri Gingseng, Tuan Hong dan Tuan Liu, Zen sudah tercatat beberapa kali melakukan pertemuan dengan para petinggi yang berkepentingan.


Dana yang Zen miliki saat ini sangat mampu untuk mengakuisisi perusahaan property terbesar didunia dengan aset trilyunan dollar.


Nantinya perusahaan itu akan dirubah sedikit menambahkan nilai tambah dengan merambah dunia energi hijau.


Buku kehidupan telah memberikan informasi terkait teknologi super canggih dan sangat ramah lingkungan yang akan Zen terapkan setelah melakukan akuisisi.


Pertemuan dengan para investor diAmerika esok hari adalah untuk meyakinkan investor yang bergabung dengan bendera perusahaan investasinya.


“..selesai!”


Zen terlihat menghela nafas ketika jari jemarinya sudah selesai membuat presentasi super interaktif untuk keperluan meeting keesokan hari di kantor pusat.


“..suami kita memang hebat!” ucap Clara


“...benar sekali, pasti besok para investor itu bakalan memohon-mohon untuk diikutkan dalam kegiatan investasinya!”


“..benar, suami kita selalu penuh dengan kejutan!”


“..yang jelas, aku semakin kagum setiap harinya!”


Bergantian keempatnya memuji Zen yang terlihat sudah menyelesaikan materi presentasi.


Mereke duduk disofa depan meja kerja Zen dan tanpa Zen sadari, tatapan mereka berempat selalu kagum ketika Zen bekerja keras didepan laptopnya.

__ADS_1


“...naah karena suami kita sudah bekerja keras, bagaimana kalooo...”


“..eeeittt!! aku duluan, kan aku nomor satu!” ujar Clara bersemangat.


Ling-ling, Sofia dan evelyn terlihat mengangguk setuju sembari melepas semua pakaian suami mereka satu persatu.


Diruangan kedap suara itulah, empat wanita super panas menghabiskan semua energi dan vitalitas mereka untuk memberikan pelayanan plus-plus bagi suami mereka.


Aktivitas bercocok tanam yang berlangsung dalam kurun waktu empat jam lebih itu hasilnya tetap sama, keempatnya terkulai lemas, pingsan saling berpelukan satu sama lainnya.


Zen yang masih diliputi kentang, melanjutkan aktivitasnya bersama Gebi dan Shelli setelahnya.


Keduanya akhirnya mendapatkan apa yang mereka idam-idamkan selama ini, namun sayangnya, mereka berdua hanya bertahan lima belas menit saja, sebelum akhirnya terkulai lemas dan pingsan juga.


Zen yang masih kentang tidak ingin terlalu tenggelam dengan nafsunya, langsung memposisikan diri untuk berkultivasi, guna mengekstrak esensi Yin, yang telah didapatkannya dari 5 wanita berbeda, shelli tidak dihitung karena shelli bukan penghasil esensi Yin.


***


Zen dan keempat wanitanya plus Gebi sudah berada didalam ruangan khususnya, mereka berpindah lokasi menggunakan pintu penyintas.


“..jam berapa meetingnya Gebi?!” tanya Zen


Keempat wanitanya turut mendengarkan.


Gebi yang ilustrasinya mirip dengan @lmonies (cek IG) dengan balutan pakaian kerja yang terlihat sangat panas, terlihat berdiri sambil membawa laptop tablet kerjanya.


“..satu jam lagi tuan muda!” Gebi sangat profesional dalam bekerja, melihat ada keempat wanitanya Zen, sebisa mungkin dirinya harus terlihat sempurna.


“..euuhmmmnn!!” Zen menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


{dappp}


Setelah pintu ruangan Zen tertutup dari arah luar, keempat wanitanya Zen langsung mendekat.


“..suami, maaf ya, semalam kami gagal lagi!” Clara memulai pembicaraan dengan bergelayut manja.


Ketiganya lantas turun memegang lengannya, kemudian memijit-mijit perlahan untuk kembali mendapatkan hati Zen.


“..iyaa gpp, tenang saja siih!” Zen membelai lembut mereka berempat secara bergantian.


“..tapi kami masih boleh belanja kaan setelah selesai meeting ini?!” Clara berbicara sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


“...iiissssh...iiissssh...iiiiissssh...yelaaah!” Zen terlihat pasrah.


“..yeaay!!!” mereka berempat lantas bersorak sorai.


Clara memijit pundak bagian kanan


Ling-ling memijit pundak bagian kiri


Sofia memijit lengan bagian kanan


Evelyn memijit lengan bagian kiri


“..hehehe.. lebih keras doong, engga kerasa ini!” ujar Zen superior.


Keempatnya hanya bisa nyengiir sambil ngedumel namun terus memijit badan suaminya yang terlihat lucu jika dilihat.


Tiga puluh menit lamanya Zen mendapatkan pelayanan pijit dari empat wanita super panas.


{tok...tokkkk}


{ceklek}


Pintu terbuka dari arah luar.


Gebi melihat Zen sedang menikmati pijitan dari keempat wanitanya, dengan ragu-ragu Gebi mendekat.


“..waah tuan lagi menikmati pijitan nyonya ini!”


“..ada apa Gebi?!” tanya Zen sambil masih menutup matanya menikmati.


“..maaf tuan muda, beberapa tamu sudah berdatangan diruang meeting utama!”


“..ya sudah kamu persiapkan dulu media presentasinya, nanti saya akan datang 10 menit sebelum waktu yang telah ditetapkan!” ujar Zen sambil mengibas ngibaskan telapak tangannya, memberikan isyarat bagi Gebi untuk keluar dari ruangan.


Gebi yang paham tidak sakit hati, karena memang sudah tahu betul tabiat tuan mudanya.


“..Gebi cantik yaa, super panas lagi!” ujar Clara.


“..udah deeh, lanjutin doong pijitannya!” Ujar Zen masih menutup matanya menikmati sentuhan dan pijitan keempat wanitanya.


“.udah aaah, capek! Suami tega! Masak kita disuruh mijitin sejam siih?!” Clara mulai merajuk manja.


Yang lain juga ikutan melepaskan pijitan mereka.


“...aiiisshhh, lagi enak juga iiihhh!” Zen protes.

__ADS_1


“..udah sepuluh menit tuuh, katanya mau meting!” Ling-ling mengingatkan.


“..hehehe...” Zen hanya nyengir saja.


{cuppp.. cuppp.. cuppp.. cuppp..}


Secara bergantian Zen memberikan kecupan dipipi keempat wanitanya.


Terlihat semburat kebahagiaan diwajah mereka berempat, ketika melihat Zen berjalan keluar dari ruangan pribadinya menuju ruangan meeting utama.


“..suami kita kelihatannya sudah pernah melakukannya dengan Gebi!”


“..benar, cuman keliatannya niiih, si Gebi lebih lemah daripada kita”


“..aku rasa juga begitu,!”


“..kalo aku sendiri merasa bersalah karena engga bisa memuaskannya!” Evelyn yang sudah berkali-kali melakukannya bersama Zen saat ada di negeri Samba langsung bersuara.


Keempatnya kemudian melanjutkan diskusi mereka membahas keperkasaan suami mereka yang belum bisa ditandingi meskipun sudah ada mereka berempat.


“..bagaimana jika suami kita mengambil shelli shella dan Gebi sebagai wanitanya juga?!”


“..aaah itu benar juga!”


“..secara mereka bertiga sudah ada lebih duluan dibandingkan kita berempat!”


“..aku sih yess!”


“..aku juga!”


..heemmm, aku juga!”


Mereka berempat setuju jika Zen akan mengambil ketiga wanita yang telah mengenal Zen lebih lama untuk menjadi bagian wanitanya.


***


Didalam ruang meeting, terlihat raut wajah gembira dari para investor yang langsung bertemu dengan Zen, orang dibalik kesuksesan grup Z investment yang membawai 10 perusahaan investasi terbesar didunia saat ini.


Ide brilliant Zen tidak bisa ditolak, saat Zen mempresentasikan untuk mengakuisisi perusahaan property terbesar didunia dan memberikan sentuhan tambahan, terkait pendirian perusahaan energi terbarukan sebagai penopang minusnya minat pembeli property.


Tidak tanggung-tanggung, Zen memberikan solusi sebuah energi yang mengubah air (H2O) menjadi bahan bakar murni penggerak generator listrik. yang akan menghasilkan listrik milyaran watt.


Tadinya para investor tidak dapat mempercayai ide gila Zen, karena memang apa yang dijelaskannya diluar nalar mereka, bagaimana bisa Air bisa menjadi bahan bakar untuk menggerakkan generator penghasil listrik begitu saja.


Setelah satu jam lebih Zen mempresentasikan teknologi terbarunya yang didapatkan dari buku kehidupan, semua investor bertepuk tangan tanda mereka sangat tidak sabar untuk menandatangani lembar kerjasama penyetoran modal mereka.


“..tuan muda Zen memang selalu memiliki ide ide innovatif untuk mendapatkan cuan!”


“..benar sekali kawan, tidak ada rugi dalam berinvestasi lewat grup Z investment!”


“..tidak bisa dibayangkan bagaimana para pengusaha perminyakan akan kebakaran jenggot jika teknologi yang tuan Zen jabarkan dikembangkan lebih jauh!”


Berbagai komentar positif terdengar bersliweran didalam ruang meeting, dan hanya berhenti saat monitor layar sentuh dimeja mereka menunjukkan kolom untuk mereka tandatangani secara digital.


{prokk... prokk... prokk... prokk...}


Tepuk tangan meriah kembali terdengar didalam ruang meeting ketika 100% peserta meeting menyetujui rencana yang telah dijabarkan oleh Zen.


Gebi langsung memproses kesepakatan yang telah terjalin dan tidak membutuhkan waktu lama perusahaan properti terbesar didunia menjadi bagian dari Z investment.


Berita menghebohkan dunia langsung tersebar, Z investment bagian dari holding Z group telah berhasil mengakuisisi perusahaan property terbesar didunia.


Tidak hanya itu Z investment bersama dengan Z technology akan bekerja sama mendirikan Z energi, sebuah perusahaan yang akan menjadi induk dari perusahaan property yang telah diakuisisi.


Iklan promosi terkait keberadaan Z energi yang dapat menghasilan listrik ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan bakar fosil sama sekali, menjadi issue yang hangat diperbincangkan dikalangan dunia industri.


Sebuah technology penghasil energi listrik yang hanya dimiliki oleh Z technology keberadaanya.


Banyak asosiasi pertambangan dan perminyakan yang menjadi rantai utama ketersediaanya listrik dunia langsung ketar-ketir.


Harga saham tambang dan perminyakan langsung turun menanggapi iklan promosi Z energi yang sangat diluar nalar.


“..air bisa menggantikan bahan bakar fossil?!”


“..benar-benar Gila Z Energi!”


“..pernyataan yang sungguh berani sekali!”


Berbagai komentar sinis dan merendahkan membanjiri kolom komentar promosi iklan dari Z energi, namun Zen sendiri sudah memerintahkan tim humas untuk menanggapi hujatan dan komentar miring dengan tenang dan tanpa terpengaruh.


“..kita buktikan saja satu bulan kedepan, aku bisa menjamin, jikalau seluruh Pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fossil sebagai bahan pokoknya, akan datang ke perusahaan ini dan meminta untuk dirubah konsepnya!” Zen memberikan penyataan terkait kegaduhan yang terjadi setelah Iklan promosi Z energi bergentayangan di medsos, dan media digital lainnya.


Kunci utamanya adalah produk Z technology yang dapat mengubah serta memisahkan air menjadi molekul pendukungnya masing-masing, Hydrogen dan Oksigen.


Dengan sebuah alat yang telah dikembangkan oleh Z technology, Hydrogen nantinya akan melakukan reaksi fusi layaknya ledakan matahari yang otomatis akan turut membakar oksigen yang sudah dilepaskan didalam ruang pembakaran.


Ledakan-ledakan pembakaran inilah yang nantinya akan menggerakkan piston-piston didalam rumah generator pembangkit listrik hingga mampu menghasilkan listrik.

__ADS_1


Memang didunia teknologi saat ini belum ada yang bisa untuk membuat teknologi pendukung reaksi fusi, layaknya reaksi alam dalam diri matahari, namun buku kehidupan memberikan sebuah metode yang sangat masuk akal dan bisa dikerjakan dengan keterbatasan teknologi dijaman sekarang.


__ADS_2