
Zen yang sudah kembali kesebuah gedung salah satu usahanya di Konoha, gedung berlantai 36 yang merupakan pusat perbankan swasta terbesar di konoha.
Trio Jepun sudah berada diloby gedung tersebut beberapa waktu yang lalu.
Satpam yang bertugas menjamu ketiganya dengan sangar ramah dan sopan, semua pegawai di bank swasta terbesar konoha itu sudah mengikuti pelatihan pelayanan kustomer, alhasil semua pegawai tidak ada yang memandang remeh pada orang asing, apalagi sampai menilai orang yang datang kegedung mereka dengan berpakaian dibawah standart rata-rata.
Seperti ketiga orang asing yang datang kegedung pagi hari diluar jam kerja, tadinya satpam yang bertugas ingin menghalau mereka dengan cara yang sopan, namun setelah ketiga berbicara jikalau mereka menunggu tuan muda Zen, semua satpam langsung bersikap hormat.
Sangat jarang orang yang bisa menyebut panggilan Bos besar pemilik gedung tempat mereka berkerja dengan sangat tepat, “tuan muda Zen!”.
{tinggg}
Pintu elevator khusus terbuka. Semua yang ada di loby langsung menolehkan diri mereka melihat siapa gerangan yang mempergunakan elevator ruangan diluar jam kerja.
“..tuan Muda Zen!” kompak semua yang hadir diloby gedung langsung memberikan sikap hormat mereka.
“..sudah-sudah, kalian kembali lagi bekerja!” ucap Zen sambil menoleh kearah satpam gedung yang sedari tadi berdiri menunggu ketiga tamunya Zen.
“..kalian bertiga ikut aku keatas!” ujar Zen sambil gerak tubuhnya mengarah pada Trio Jepun yang masih bersikap hormat.
Zen dan ketiga anak buahnya langsung kembali naik keatas dengan menggunakan elevator ruangan pribadi khusus pemilik perusahaan.
Setibanya mereka diatas, Zen mendudukkan mereka bertiga disebuah ruangan meeting yang hanya muat untuk 6-10 orang saja tempat duduknya.
“..ceritakan!” perintah Zen.
Trio Jepun langsung saja menceritakan semua informasi yang telah dikumpulkannya sejak mereka tiba dan menemui Yuki serta Kenji.
Zen memperhatikan semua cerita ketiganya secara bergantian hingga tiga puluh menit lamanya dirinya menjadi pendengar yang baik.
“..haiisshh!!! adalagi saja yang menggunakan nama serta photoku!”
“..yang jelas apa yang kalian ceritakan adalah sesuatu yang sangat bertentangan dengan prinsip bisnisku!”
“..undang kedua sodara seperguruan kalian, makin cepat makin baik, sehingga kesalahpahaman ini bisa segera diselesaikan segera!” Zen langsung memerintahkan mereka bertiga untuk segera bergerak.
Trio jepun itu langsung pamit undur diri, bermaksud untuk memberitahukan pada Kenji dan Yuki mengenai kesalah pahaman yang harus segera diluruskan.
“..siapa lagi yang memakai nama serta photoku!! Awas saja kalau sampai ketemu!” Zen bergumam pada dirinya sendiri.
***
Trio Jepun yang langsung bergerak menghubungi Yuki, meminta agar keduanya segera merapat ditempat yang sudah diinformasikan.
Yuki dan Kenji yang memang mendapatkan fasilitas oleh keluarga Dong langsung bergerak cepat.
Mereka berlima kini terlihat berada disebuah rumah makan berskala Internasional disalah satu hotel ternama disekitar bundaran yang paling terkenal di kota megapolitan.
Bertempat dilantai 11 restoran dengan konsep negeri sakura ini memberikan ruangan pribadi yang sangat nyaman untuk melakukan dealing bisnis.
“..tuan muda mengundang kalian berdua untuk menemuinya secepatnya!” ujar Kawaguci menjelaskan hasil pertemuan ketiganya dengan Zen.
“..bagaimana jika hari ini saja?! Semakin cepat semakin baik, kami berdua tentunya tidak ingin kesalah pahaman ini berlarut-larut!” Kenji sangat bersemangat sekali setelah mendengar penjelasan ketiga sodara seperguruannya barusan.
Dapat disimpulkan jikalau tuan muda dari ketiga sodaranya ini sedang dipakai namanya untuk tujuan salah satu kelompok.
Jika mereka berlima berpikir, tuan muda Zen ingin dijatuhkan oleh sebuah kelompok terstruktur yang memang menargetkankannya sejak lama.
Kelompok ini sekarang sedang menjalankan aksinya secera perlahan untuk membuat gaduh dunia bisnis yang bersinggungan dengan lingkup usaha milik Zen.
“..tenang saja, yang jelas kalian persiapkan data barang-barang pribadi milik bos besar kalian yang meninggal karena bunuh diri informasinya, Tuan muda Zen punya cara sendiri untuk memanggil roh bos besar kalian, hingga kalian berdua bisa nanti bertanya langsung!” Shimaguci berbicara sambil mulutnya mengunyah makanan kesukaannya.
“..aa-apaa??!! Siapa sebenarnya tuan muda kakak bertiga ini! Mengerikan sekali ilmu beladiri dan kemampuannya sihirnya!” jawab Yuki semakin penasaran.
Mereka berdua sudah memantakan diri, jikalau benar tuan muda dari kakak seperguruan mereka bukan orang yang dimaksudkan, maka keduanya sepakat untuk tunduk dan mengabdikan diri mereka pada orang yang sama.
“..yang jelas kalian lihat saja nanti kemampuan tuan muda Zen! Bahkan kemampuan kami saja tidak ada secuilnya!” Kanazawa kali ini bersuara mengelu-elukan tuan mudanya.
Kelima sodara itu akhirnya bisa tenang dengan pemikiran mereka masing-masing, terlihat canda gurau mereka ketika menikmati kebersamaan yang sudah lama hilang,tentunya sejak penyerangan ninja bayangan hitam 13 tahun yang lalu.
Setelah selesai acara ramah tamah atau temu kangen kelima saudara seperguruan itu melangkahkan kaki keluar dari gedung dengan menggunakan dua mobil yang berbeda mereka beriringan menuju alamat yang diberikan oleh Zen.
Sebuah kawasan pemukiman yang terletak dibagian selatan kota megapolitan dengan suhu kelembapan yang lumayan dingin menusuk tulang menjadi tujuan lokasi pertemuan.
Pintu pagar terlihat terbuka secara otomatis saat kedua mobil sudah berada didepan pagar kediaman super luas dan mewah.
Kediaman Zen yang terletak dibagian dataran tinggi kota megapolitan ini memiliki luasan hingga 3000 hektar.
Terdapat kebun binatang kecil didalamnya, mulai dari hewan reptil, unggas, mamalia bahkan sekelas harimau sumatera dan panther hitam sebagai penghuninya.
__ADS_1
Semua hewan hidup dengan keteraturan tanpa ada yang menyerang satu sama lain, jika bukan karena mantra pelindung yang menutupi langit tempat habitat buatan mereka semua, pastilah keadaan akan berbalik.
Semua pekerja yang ada dikediaman Zen ini adalah manusia karet yang diisi oleh roh-roh makhluk astral anak buah dari Buto Ijo.
“..kalian lihat sendiri bukan, harimau, panther, badak, gajah, jerapah, kanguru, apalagi coba burung elang jawa, rajawali mongolia, panda raksasa, semuanya hidup dalam tatanan yang rapi dan damai!” ujar Kawaguci memberikan pandangannya saat kelimanya sudah turun dari mobil.
“..kekuatan macam apa yang mebuat semuanya bisa tunduk dan patuh tanpa ada saling bentrok!”
“..yang jelas, bukan ranah kekuatan dan kemampuan kita saat ini!” jawab Shimaguci pelan namun bisa didengar oleh yang lainnya.
“..kita kesana!” ujar Kwaguci menunjukkan lokasi yang dimaksudkan.
Kelimanya lantas mempercepat gerakan berpindah mereka, karena tujuan yang diinginkan berada 10 kilometer didepan mereka.
Dengan kombinasi melompat dan berlari cepat kelima sodara seperguruan ini layaknya ninja yang berlari dengan mempergunakan momentum lompatan sesekali.
{tapp... tapp... tapp... tapp... tapp...}
Kelimanya sudah tiba dilokasi dimana keberadaan Zen sedang menyeduh teh tradisionalnya.
“...bawahan melihat tuan muda Zen!” ucap kelima orang jepun yang memposisikan dirinya hormat sambil bertekuk lutut.
“..bangunlah-bangunlah kalian semua, kemari! Kita ngeteh dulu!” perintah Zen sambil melambaikan tangannya.
{slurrppppp}
“...aahhh!”
“..teh ini sungguh nikmat!”
{buuummmnnn!}
Ada ledakan dalam diri Kenji dan Yuki.
Kemacetan tingkat budi daya yang selama ini mereka khawatirkan akan berlarut-larut langsung terselesaikan.
{bukkkk}
Keduanya langsung saja menekuk lututnya dalam-dalam tanda hormat yang sangat dalam kepada orang yang sudah memberikan teh mujarab bagi mereka.
“...kami berdua; Kenji dan Yuki, mengucapkan terima kasih, dan terimalah hormat kami Guru!” ucap Kenji dan Yuki yang tidak ragu lagi.
“..eh!! kalian bukannya ingin meluruskan kesalah pahaman?! Kok malah minta diangkat jadi murid?!” Zen berbicara tanpa melihat keduanya.
Tidak ingin salah sangka, Yuki dan Kenji kembali menundukkan kepala mereka ketanah.
“..tolong angkat kami berdua menjadi murid Guru, kami berjanji dengan jiwa-raga dan nyawa kami sepenuhnya akan selalu berada dibelakang guru!” Kenji dan Yuki bersama kompak mengutarakan keinginan mereka.
Sebuah kalimat yang sama diucapkan seperti rangkaian kata-kata ketika mereka berdua masuk kedalam perguruan di puncak gunung Fujiyama.
“...baiklah-baiklah, aku hargai ketulusan hati kalian, sekarang duduklah kembali, kita lanjutkan acara pertemuan kita, masih banyak yang harus kalian persiapkan sebelum latihan inti kalian!” ujar Zen memerintahkan keduanya.
“..terima kasih guru!”
“..panggil saja seperti ketiga kakak kalian memanggilku!”
“..bb-baik tuan muda Zen!”
Lima orang duduk disebuah bantal tipis sebagai alas dudukan mereka dengan kedua kaki yang disimpukan kebelakang layaknya duduk seorang murid perguruan negeri sakura ketika menghadap sensei mereka.
“..kalian membawa benda yang aku minta?!” tanya Zen mengarahkan tatapannya pada Yuki dan Kenji.
{srappp}
Kenji langsung sigap mengeluarkan buntalan kecil berisi barang milik pribadi bos besar mereka sebelum meninggal.
“..letakkan semua didaun pisang sini!” ujar Zen menunjukkan posisi meletakkan benda yang dimaksudkan.
Adalah kaos tangan berlumur darah, pulpen, dan jam tangan kinetik milik bos besar Yuki dan Kenji yang keduanya kumpulkan secara terpisah.
“..kalian mundurlah dulu!” ucap Zen sambil merentangkan kedua tangannya.
{slappp}
Muncul kertas mantra warna kuning ditelapak tangan Zen.
Kemunculan kertas mantra yang langsung membuat kelima anak buahnya melotot karena tidak percaya kertas itu muncul begitu saja dari kekosongan udara.
{swooosssh}
__ADS_1
Asap mengepul langsung keluar dari atas kertas mantra yang sudah diletakkan menutupi benda-benda milik pribadi bos besar kenji dan yuki.
Asap putih itu langsung membentuk siluet bayangan tubuh dari bos besar Yuki dan Kenji.
Siluet bayangan itu lalu menceritakan semua kejadian dirinya sebelum meninggal.
Kenyataannya, bos besar itu telah diracun dengan menggunakan racun halusinasi tingkat tinggi, racun yang akan membuat korbannya mengikuti semua perintah dari orang yang telah meracuninya.
Adalah kelompok Ninja bayangan hitam yang telah melakukannya.
Motifnya adalah ketidaksukaannya dengan sosok Zen yang sudah membuat perubahan Bumi menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sebuah kelompok kuno yang memang menargetkan kerusakan dimuka bumi dengan menggunakan kekuatan manusia itu sendiri.
Karena dengan adanya kerusakan, maka anggaran perang yang selama ini didapatkan oleh mereka bisa cair dan dipergunakan.
Sebuah wacana yang semakin membuat Zen geleng-geleng kepala.
Setelah puas dengan pertanyaan dan rasa ingin tahunya, Kenji dan Yuki memberikan penghormatan terakhir mereka dan berharap roh dari bos besar mereka bisa kembali masuk kejalur reinkarnasi.
“..terima kasih tuan muda Zen!”
“..sekarang kami berdua lega! Dan sesuai dengan ucapan kami diawal, mulai sekarang kami berdua adalah bawahan tuan muda Zen, kami siap mengerjakan semua tugas yang diberikan!” ucap Kenji mewakili keduanya.
“..karena kalian berlima sudah ada disini, ini, makanlah Pil kultivasi ini, dan kalian bisa mengekstrak khasiatnya di gua sebelah sana!” tunjuk Zen sambil memberikan tanda.
“..terima kasih tuan muda Zen!” ucap kelima sodara jepun bersamaan.
“..sudah-sudah, segera kalian lakukan kultivasi kalian, didalam gua juga sudah aku berikan formasi pembeda waktu, dimana waktu diluar goa 1 hari \= 10 tahun didalam gua!”
“..terima kasih tuan muda Zen!” ucap kelima sodara jepun bersamaan kembali.
Kelimanya segera bergerak cepat melesat menuju lokasi Goa yang sudah ditunjuk oleh Zen dengan tidak sabaran, terlebih Yuki dan Kenji, keduanya ingin segera bisa menyamai kemampuan ketiga kakaknya yang terlihat sudah seperti bukan manusia lagi.
Setelah kepergian kelimanya Zen kembali berpikir, bisa-bisanya ada kelompok kuno yang menargetkan kerusakan dan peperangan dimuka bumi sebagai alasan bagi turunnya dana perang yang sudah dijanjikan kepada mereka.
Dengan bekal informasi yang diberikan oleh bos besar Yuki dan Kenji, Zen melacak semua informasi mulai dari transaksi keuangan hingga pembelian yang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Laptop Zen yang sudah ditanami dengan program komputer super canggihnya langsung mengudara, menyebar dengan server utama di negeri sakura sebagai target pelacakannya.
Beberapa angka dan huruf bergerak sangat cepat layaknya sedang melakukan screening super cepat.
“..dapat! Takashi group!” gumam Zen.
Sebuah grup bisnis dengan bidang kimia serta persenjataan militer menjadi bisnis utamanya.
Takashi Group sendiri sudah berdiri sejak 1870, dan menjadi salah satu perusahaan tertua yang selalu menjadi langganan bagi pemerintah negeri Sakura untuk pengadaan senjata perang.
Akhir-akhir ini dunia yang selalu damai dan tidak ada konflik peperangan membuat bisnisnya meredup, hingga beberapa bulan belakangan ini mereka mulai bergerak mempergunakan kelompok bawah mereka untuk membuat kekacauan dimulai dari dunia bisnis yang ada dinegaranya.
Adalah Nama Zen yang dipergunakan untuk menjadi tameng atas aktivitas mereka, sebab Zen adalah sebuah identitas yang tidak bisa diretas oleh siapapun didunia, jadi sangat mudah untuk mengatas namakan kelompok mereka adalah bagian dari kekuasaan Zen yang sangat mendominasi.
“..ternyata tidak semua orang bisa menerima
kedamaian di permukaan bumi ini! Sampai kimat mungkin perang itu akan selalu muncul dalam berbagai macam versi lain, namun tujuannya tetaplah kerusakan, kejahatan dan kerugian!” gumam Zen.
“..kalian sudah salah memilih lawan!” Zen tertawa sinis sambil jari kemarinya mulai melakukan gerakan-gerakan super cepat yang menargetkan sistem pertahana Takashi Group.
“...bangggg!!!” ujar Zen sambil menekan tombol enter keyboard laptopnya dengan penuh bersemangat.
Program peretasan super canggih buatan Zen sendiri langsung bergerak dengan sangat cepat melucuti semua keamanan cyber milik Takashi Group.
***
{wugggnggggg}
Bunyi suara alarm dari system server terdengar meraung-raung memperingatkan seluruh gedung teknologi milik Takashi Grup.
“..siapa!! siapa yang sudah melakukannya?!” teriak direktur operasional bidang IT yang kalang kabut, karena serangan cyber kali ini bukan sembarangan.
Database perusahaan yang sudah ratusan tahuan mereka kelola langsung lenyap begitu saja tanpa bisa diambil kembali.
Seluruh akun perusahaan juga lenyap tanpa menyisakan satu Yen pun direkening mereka, tanpa terkecuali dengan rekening pemilik perusahaan.
Kekacauan ini benar-benar sudah menjadi skala tertinggi didunia cyber.
Akan sangat memalukan jika takashi grup terkena serangan cyber dengan dampak yang luar biasa.
Seluruh petinggi perusahaan segera berkumpul untuk rapat darurat.
__ADS_1