PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
membersihkan


__ADS_3

Evelyn yang sudah tiba diloby hotel internasional tempat Zen menginap satu jam yang lalu, terlihat cemas, kakinya terus bergerak mondar mandir didepan kursi.


“..apakah orang ini benar?! Jangan-jangan dia orang cabul yang ingin memanfaatku saja!” gumam pelan Evelyn.


Dirinya sudah banyak bertemu pria cabul saat interview, oleh sebab itulah Evelyn sering ribut dengan orang tak dikenalnya, karena saat orang yang ditemuinya melihat fisik dan pakaiannya, mereka suka langsung lepas kontrol.


Untungnya Evelyn adalah type wanita yang sejak kecil sudah belajar beladiri khas negaranya, Cappueira!


Banyak sudah korban-korbannya, mereka tidak bisa melanjutkan masa depan keturunannya, semua akibat serangan tendangan pemecah endog andalannya.


“..Lihat saja kalo sampai pria itu sama dengan yang lain, bakalan aku hancurkan masa depannya tanpa ampun”.


Kekerasan yang dilakukan oleh Evelyn selalu berujung kemenangan, karena Evelyn selalu menempatkan kamera pengintai diliontin yang dipergunakannya sehari-hari, data rekaman audio visual yang langsung bisa mematahkan semua alibi lelaki cabul yang membela diri saat Evelyn menghancurkan endog mereka.


“..ehemmmm! nona Eve!?” nampak Zen mengulurkan tangan untuk berkenalan secara resmi.


Bukannya langsung berjabat tangan, Evelyn terlihat takjub dengan ketampanan Zen.


Postur Zen yang tinggi, 190cm, ditambah tubuh yang terlihat atletis dengan dada bidang membusung, dibalut kaos oblong putih V-neck kesukaannya, memberikan kesan super tampan bagi Evelyn.


“..haloooo!!” Zen menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Evelyn yang terlihat bengong.


“..eh!!” kaget dengan aksi Zen, Evelyn kembali tersadar dari lamunannya.


“..tu-tuan Zen ?!” Evelyn tergagap menerima uluran tangan Zen.


“..Gantengnyaaa!” gumam pelan tanpa sadar Evelyn.


Evelyn datang dengan menggunakan fashion anak muda, sebuah jumpsuit berleher V-neck super rendah dan terbuka membut bulatan melon 36FF nya terlihat menyembul.


Gaya berpakaian Evelyn yang selalu terbuka dan panas, adalah ciri khas selebriti papan atas negeri samba.


Kalo pesan bang napi : Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi juga adanya kesempatan. Waspadalah..!!!


Zen menyadari ada energi termal didalam Liontin yang dipergunakan oleh Evelyn dan dipastikan itu adalah kamera pengintai.


Melihat jika orang yang akan dibantunya terlihat berhati-hati, Zen bersikap profesional seolah tidak mengetahuinya.


“..jadi apa yang bisa saya bantu nona Evelyn?!” tanya Zen.


“..to-tolong panggil saja Eve, tuan Zen!” Evelyn terlihat malu-malu, baru kali ini dirinya merasa tunduk dengan lawan bicaranya.


Banyak aktor internasional yang sudah mencoba mendekatinya, namun dirinya selalu menolak secara terang-terangan, bahkan banyak yang terkena tendangan penghancur endog karena sudah tidak tahan untuk mencabuli Evelyn.


Physical appearance Evelyn yang super hot, memang menjadi poin penilaian tersendiri bagi lawan jenisnya.


“..baiklah-baiklah, jadi ada yang bisa saya bantu nona Eve?!”


“..euuhmmmnn, terkait voodoo, sekiranya bisakah tuan Zen membantuku?!”


“..Tolong, aku akan membayar berapapun yang tuan Zen inginkan, 1 milyar BR? atau 10 Milyar BR? sebutkan saja” ujar Evelyn terlihat ingin terlihat dominan.


“..ooh, tapi pengobatan saya ini gratis, tidak dipungut biaya nona Eve! Hanya saja...” Zen menggantungkan kalimatnya.


“..tolong katakan padaku, apapun syaratnya akan saya penuhi tuan Zen, dan saya tetap akan membayar Tuan Zen 10 Milyar BR, saya anggap nilai ini sebagai persetujuan!” Buru-buru Evelyn berusaha mengunci kesepakatan dengan Zen.


“..apa nona Eve yakin sanggup?!” Zen menatapnya dengan tatapan yang ragu-ragu.


“..saya sanggup apapun syarat tuan Zen akan saya penuhi!” Evelyn yang sudah kalang kabut dengan permasalahan penyakitnya, tidak ingin mengecewakan sosok didepannya yang besar kemungkinan bisa menyembuhkannya.


Bukan tanpa alasan, Evelyn telah melihat video dari hape asistennya yang merekam kejadian dimana tubuh Evelyn terangkat keatas, dan adegan selanjutnya semua dunia entertaintment bahkan masih membahasnya hingga detik ini.


Judul-judul dunia medsos yang menghebohkan dengan copywriting yang super jenius membuat saluran mereka menjadi melejit viewernya.


Evelyn sendiri masih menolak untuk melakukan interview exclusive guna menjelaskan kejadian yang menimpanya.


Angka 10 Milyar BR ini bagi Evelyn masihlah kecil, jika dibandingkan dengan nilai kontrak yang akan didapatkannya kedepan, bisa 10 hingga 100x lipat.


Yang tidak Zen ketahui, Evelyn mesti memakai hoodie full penutup untuk menyamarkan dirinya ketika menemui Zen.


Zen bisa mengenalinya sekarang, karena Evelyn membuka penyamarannya dan berganti dengan penampilan jumpsuit super panas.


“..tubuh yang sudah pernah dimasuki kekuatan voodoo negara ini, mesti dilakukan pembersihan,..”


Zen kembali menggantungkan kalimatnya.


“..aa--apakah aku mesti menanggalkan bajuku semua?” Avelyn langsung merespon.


“..euhmmnn!!” anggukan kepala Zen tanda mengiyakan.

__ADS_1


“..aku sanggup!” Evelyn langsung spontan menjawab.


Dalam diri Evelyn tadinya ingin melawan, bahkan ingin menendang endog Zen, karena apa yang dikatakan oleh Zen sama halnya melecehkan dirinya.


Namun entah kenapa, sisi lain Evelyn mengatakan jikalau Zen adalah pribadi yang profesional, jika dirinya ingin mengambil keuntungan tentunya sudah dilakukan saat Zen menggendong tubuhnya dipantai beberapa waktu yang lalu.


“..lalu, apa fungsi kamera pengintai didalam liontin nona Eve?!” tanya Zen sambil mengarahkan pandangannya diantara dua bongkahan melon ukuran 36FF Evelyn.


“..eh,..bagaimana tuan Zen bisa mengetahuinya?!” Evelyn terkejut sekaligus gugup karena Zen tidak sesederhana yang dia kira.


“..jika nona Eve masih ingin memakainya silahkan saja, jangan salahkan aku jika didalam ruanganku, liontin itu tidak akan bisa berfungsi!” Zen memberikan penejelasan singkat.


{klek!!}


Evelyn langsung spontan mencopot dan memasukkan liontinnya kedalam kantong jumpsuit pakaiannya.


“..apakah kita bisa memulainya?!” tanya Evelyn tidak sabaran.


Evelyn yang sudah tersiksa selama setahun belakangan, hanya ingin sesegera mungkin dilepaskan dari belengku penyakit tak kasat mata yang menggerogoti tubuhnya.


Memang secara fisik tidak ada perubahan signifikan dari Evelyn, namun dampak yang bisa dilihat dengan mata super paranormal, energi kehidupannya setiap saat berkurang karena dihisap oleh makhluk astral untuk makanan sehari-hari.


“..ikuti aku!” Zen berdiri dari sofa tempat duduknya dan langsung berjalan kearah elevator ruangan khusus tamu exclusive.


Evelyn bukannya tidak mengenal hotel internasional beserta fasilitasnya.


“..pemuda didepanku ini bukan pemuda biasa!”


“..pasti pemuda ini anak orang kaya!”


Batin evelyn berperang sendiri ketika Zen yang mempergunakan fasilitas hotel super mewah berstandart internasional.


Zen membiarkan pikiran liar dari Evelyn ketika satu elevator ruangan hanya ada mereka berdua.


{tinggg}


Elevator ruangan itu sudah tiba dilantai tempat Zen menginap.


Ruangan paling atas hanya terdiri dari satu kamar dengan kelas president suite.


“..ini, siapa pemuda ini, bagaimana dirinya bisa menginap dilantai yang hanya satu-satunya dihotel ini!” kembali evelyn bertanya dalam hatinya.


{ceklek!!}


Pintu kamar terbuka setelah Zen meletakkan kartu akses ditempat detektor keamanan.


“..silahkan masuk nona Eve!” ucap Zen mempersilahkan.


Ruangan president suite begitu luas, ukuran 10x10m2 lengkap dengan ruang kerja dan ruang


tamu serta tempat tidur yang terpisah ruangan.


“..apakah nona Eve ingin minum atau makan dulu?!” tanya Zen.


“..tidak-tidak, terima kasih tuan Zen! Apakah kita bisa memulainya sekarang!” meski Evelyn berusaha percaya dengan sosok pemuda yang sudah pernah menolongnya, namun ada perasaan takut jika dirinya akan dibius dan dilecehkan setelahnya, inilah yang menjadi momok ketakutannya.


“..jika nona Eve ragu, pintu itu selalu terbuka, dan nona Eve bisa keluar kapanpun, tanpa harus meminta Izin!” ujar Zen yang mengetahui kegalauan nona muda seumuran dengan Sofia.


“..saya yakin, gps tracker yang melekat dianting nona Eve juga sudah mendeteksi keberadaan nona Eve dihotel ini, namun kembali saya ingatkan dikamar saya ini, itu semua tidak akan berlaku!” jawab Zen sambil membuka tutup botol air mineral dengan warna gelas hijau dan terlihat mewah.


“..aaah...!” evelyn menghela nafas kasar, ketika Zen juga mengetahui tracker yang tersimpan didalam anting miliknya.


“..jadi, sampai titik ini, apakah nona Eve akan melanjutkan atau ingin membatalkan, saya persilahkan dipikirkan kembali!”


“..pintu keluar sebelah sana!” Zen terlihat berdiri, dan balik arah bermaksud untuk masuk kedalam ruangan kerjanya.


“..tunggu!!” Evelyn spontan memanggil Zen.


{klik}


Hanya dengan sekali melepaskan sebuah kaitan, jumpsuit itu langsung lepas dan terjun bebas keatas lantai.


Tubuh putih mulus polos yang diilustrasikan mirip dararat.boa itu terlihat sudah siap untuk melakukan pengobatan.


Dengan malu-malu Evelyn menutupi area sensitifnya yang hanya menggunakan pad layaknya selotip.


Zen yang melihat pemandangan super panas didepannya, segera menguasai dirinya.


“..silahkan rebahan diatas sofa datar yang ada disana, dan rentangkan kedua tangan serta kedua kaki nona Eve!” jawab Zen terlihat tidak bergeming dengan pemandangan didepannya, lebih memilih bersikap profesional.

__ADS_1


“..tidak mungkin kan pemuda didepanku ini seorang pecinta sesama jenis?!” pikir evelyn ketika Zen tidak bereaksi sama sekali dengan pemandangan didepannya.


Dengan perlahan Evelyn mengikuti instruksi Zen untuk berbaring dan segera membuka lebar kedua lengan tangan serta kedua kakinya.


Pemandangan yang sungguh sangat panas tentunya bagi yang sudah melihat ilustrasi dararat.boa.


“..saya anggap nona telah bersiap untuk melakukan pengobatan ini!”


“..euhmmmnn!” anggukan kepalanya menandakan jika Evelyn telah siap menerima sentuhan atau apapun yang menjadi bagian pengobatan.


Dengan perlahan Zen mulai menancapkan jarum perak yang telah dilapisi darah ayam cemani diujungnya, dimulai dari telapak kaki hingga naik kepangkalan segitiga area sensitif, dan tidak jarang Zen memberikan sentuhan-sentuhan entah sengaja atau tidak, sentuhan yang langsung mengenai bagian sensitif milik Evelyn.


Beberapa kali evelyn menahan perasaan yang campur aduk, meski dirinya masih perawan hingga saat ini, namun Evelyn paham betul arti sentuhan Zen meski berkedok pengobatan.


Satu jam lebih lamanya Zen meletakkan 666 buah jarum perak dititik yang sudah didiami kekuatan negatif kiriman dari dukun samba.


“..sekarang bagian intinya , harap nona Eve bisa bertahan selama satu jam kedepan!”


“..euhmmmnn!!” anggukan kepala Evelyn menandakan jika dirinya siap.


{drrrtttt}


Jarum perak yang sudah tertancap itu langsung bergetar secara perlahan dan terlihat mulai berputar cepat layaknya sedang melakukan pengeboran diarea kulit putih mulus Evelyn.


“...ooogghhh!!” Evelyn merasakan sensasi yang luar biasa nikmat menyerang otaknya.


Evelyn terlihat merancau-mengerang kenikmatan dan berteriak kesakitan secara bersamaan.


Sementara itu dari kulit putih mulusnya keluar asap hitam dalam jumlah yang sama dengan jumlah jarum perak yang tertancap.


Zen segera mengambil satu plakat khusus untuk menangkap makhluk astral yang berkelompok.


Semua asap hitam itu langsung terhisap dengan sangat kuat tanpa ada perlawanan.


Sofa datar itu sudah terlihat penuh dengan cairan lengket dan bau milik Evelyn, entah sudah berapa kali Evelyn mengerang dan mendesah hingga tubuhnya bergetar hebat selama satu jam.


{ggrroookkkk}


Terlihat Evelyn sudah tertidur dengan mendengkur dengan kondisi yang sangat kacau!.


Zen yang sudah selesai dengan pengobatannya, langsung menarik kembali semua jarum perak yang melekat dikulit Evelyn, setelah itu, Zen mengirimkan rekaman video terkait pengobatannya kenomor wea milik Evelyn.


“..kita lihat reaksinya besok saat dirinya terbangun!” Zen tertawa sendiri ketika melihat hasil rekaman audio visual yang telah dikirimkan.


Dengan perlahan Zen mengangkat tubuh polos Evelyn dari sofa datar dan memindahkannya keatas tempat tidurnya, selimut tebal membungkus tubuh polosnya.


Zen kemudian memilih memanggil room service untuk membersihkan sofa dan menggantinya dengan yang lebih bersih, karena malam ini Zen akan tidur di Sofa tersebut.


***


“..apakah kalian tidak bisa mendeteksi keberadaan putriku!?” tanya sosok pria berumur 50 tahunan sedang memarahi sekelompok orang berpakaian hitam-hitam berdasi layaknya bodyguard profesional


.


“..maaf tuan, signal lost!”


“..kami sudah melacak titik terakhir, nona berada disekitar hotel internasional, tapi setelah kami berkoordinasi dengan kamera hotel, tidak ada visual nona sama sekali!” ujar ahli IT yang terlihat menjelaskan pada ayah Evelyn.


“..kemana anak itu perginya!” gumam pelan Ayah Evelyn.


Ada rasa khawatir namun tidak berlebihan, yang menandakan anak satu-satunya tidak dalam keadaan bahaya.


Biasanya orang tua akan memiliki firasat terkait keberadaan anak-anaknya yang jauh dari jangkauanya.


“..kalian semua, tetap awasi hotel internasional siang dan malam, dan segera kasih aku laporannya!” perintah ayahnya Evelyn.


“..baik tuan, kami akan menjalankan perintah tuan!”


Tim pengamanan keluarga Evelyn segera berpencar dan kembali ke gugus tugas mereka masing-masing.


“..sampai kapan kamu akan terus begini Eve!” gumam ayahnya Evelyn sambil memandangi photo mendiang ibunya ketika masih bersama.


“..lihatlah putrimu yang sudah tumbuh besar, mirip sekali denganmu waktu muda! Liar tidak bisa dikontrol!” ujarnya sambil mengoceh dengan photo mendiang istrinya.


Waktu muda mereka dipertemukan dalam sebuah acara festival musik dunia yang kebetulan bertempat di sebuah pantai terkenal di negaranya.


Pernikahan seduanya sangat penuh tantangan, karena pemuda yang sekarang menjadi ayah Evelyn berasal dari keluarga yang biasa saja.


Apa yang didapatkannya saat ini adalah hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun dimulai dari titik nol.

__ADS_1


Pria berumur 50 tahunan itupun terlelap sambil memegangi photo mendiang istrinya, sebuah aktivitas yang selalu dilakukannya disepanjang sisa hidupnya.


__ADS_2