PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Dokter kehormatan


__ADS_3

Zen terlibat dalam pesta makan-makan dadakan yang diadakan oleh pihak rumah sakit.


Berkat Zen rumah sakit yang dipimpin oleh ayahnya Clara mendapatkan nama besar yang mentereng diseluruh dunia, banyak dokter ingin bertemu dengan Zen, bahkan dokter mata sipit yang mengenali jikalau Zen menggunakan teknik akupuntur kuno yang notabene berasal dari daratan tirai bambu segera mengajukan jadwal khusus guna bertemu dengan Zen.


Ayah Clara yang dibuat pusing dengan banyaknya undangan internasional tersebut, tidak ingin ambil pusing, yang jelas pria muda yang duduk didepannya sekarang, telah membuat kepemimpinannya di rumah sakit mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya dari dunia medis internasional.


“..saya secara pribadi mengucapkan terima kasih pada nak Zen, berkat nak Zen, rumah sakit ini sekarang menjadi rumah sakit nomor satu dinegara ini, bahkan setingkat dunia kemungkinan bahkan, semua terjadi setelah nak Zen bisa memecahkan kebuntuan dunia medis terhadap gejala langka penyakit jantung!” ayah Clara terlihat begitu tulus memberikan ucapan terimakasihnya.


“..senior jangan terlalu sungkan, sudah menjadi tugas kita, sebagai korp jaket putih untuk saling bahu membahu dalam menyelamatkan nyawa manusia!” jawab Zen dengan mantab.


“..anak baik-anak baik!”


Acara makan – makan itu kembali bergulir, berbagai macam makanan dipesan untuk merayakan kesuksesan yang telah mereka capai secara bersama-sama didalam ruangan operasi beberapa jam yang lalu.


“..mulai hari ini, nak Zen saya nobatkan sebagai dokter kehormatan rumah sakit internasional!”


{prok}..{prok}..{prok}


Riuh tepuk tangan dari semua yang hadir dilanjutkan memberi selamat kepada Zen secara bergantian.


“..terima kasih senior atas penghargaan yang diberikan, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk bertanggung jawab dengan penghargaan ini dimasa depan!”


“..oh ya, setelah ini tolong persiapkan diri nak Zen, karena semua cabang rumah sakit internasional didunia berencana mengadakan kuliah terbuka terkait keberhasilan yang telah kita raih beberapa jam yang lalu!”


“..tapi senior!!”


“..tenaang, status mahasiswa nak Zen masih bisa berjalan tanpa diganggu gugat, meski nak Zen bisa dengan mudah langsung lulus dengan predikat cumlaude!”


“..dalam dunia medis, yang dinilai adalah hasil akhir, mau teori macam apa kalo hasil akhirnya nol besar, seorang dokter tidak akan berguna didunia kesehatan!”


“..apa yang sudah nak Zen tunjukkan, sudah menampar muka dunia medis modern secara mutlak!”


“..banyak ahli dari negeri tirai bambu yang meminta kehadiran nak Zen untuk datang ketempat mereka, guna menyelesaikan masalah yang menumpuk, sekaligus bertukar ilmu untuk kemajuan dunia medis!”


Zen tidak menyangka ilmu yang diturunkan oleh leluhurnya secara langsung memiliki dampak luar biasa bagi dunia kesehatan.


Dalam hati Zen sangat bersyukur, diusianya sekarang bisa banyak membantu orang lain, terlebih dibidang medis yang menjadi cita-citanya selama ini.


Setelah satu jam melanjutkan acara pesta makan dan minum tanpa alkohol, para dokter mulai membubarkan diri.


“..langsung pulang kan?!” tanya Zen ketika Clara sudah duduk nangkring diatas motornya.


“..euummnnn!!” anggukan kepala Clara menandakan persetujuan.


“..emang kamu tahu alamat rumahku?!” tanya Clara kembali bersuara.


“..jalan flamboyan No. 11 kan?”


“..eh, kok tahu sih?!”


“..tadi tanya ke administrasi rumah sakit pas izin kebelakang!?”


“..huuft, kirain kamu sudah stalkingin aku!” ucap Clara setengah ngambek.


{vroommmm}


Mesin motor sudah dinyalakan.


Clara spontan langsung memeluk erat pinggang Zen, Clara yang sudah mengganti bawahannya menjadi legging tebal premium produk unggulan dari ggcollection08 yang ada ditoko orange terlihat begitu percaya diri.


“..sejak kapan kamu beli legging tebal premium ini?”


“..tadi waktu acara makan-makan, toko onlinenya pakai jasa ojek online juga dalam pengirimannya, jadi aku beli deh!”


“..ooh, pantes!”


“..keliatan nyaman ya pakai legging begitu?!”


“..eumnnn!”


“..jadi ga bisa liat lage doong!”


“..zeeennn!!! mesuuummm iiihhh!!!”


{vrooommmmm}


Zen langsung tancap gass motornya, sontak Clara langsung mengeratkan kalungan tangannya dipinggang Zen.


Bau mint tubuh Zen terlihat memabukkan Clara, rasanya dirinya tidak ingin cepat-cepat sampai rumah.


{ciiittt}


Belum juga selesai diomongin, Zen sudah tiba didepan rumahnya.


“..diiih, kok cepet sih?!”


Sesaat setelah Clara menutup matanya, Zen mempergunakan teknik teleportasinya untuk berpindah instans.


“..laah, mau lagi?!”


“..euummnn!” Clara menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“..besok lage...!” goda Zen sambil mencolek hidung bangir Clara.


“..yaaah..!” meski kecewa Clara terlihat sangat bahagia saat Zen mulai berani memegang hidungnya.


“..udah ya, aku pulang dulu!” sapa Zen sudah bersiap untuk pulang.


“..Zen, coba lihat deh itu..ituu..tuuuh!” Clara terlihat menunjukkan jarinya kesuatu arah.


“..apaan?!” Zen juga terpengaruh melihat kearah yang Clara tunjukkan.


{mmccuuuaaah}


Clara spontan mencium pipi Zen dan langsung berlari masuk kedalam rumahnya.


Zen hanya mengelus pipinya tanpa sadar.


{vroommmm}


Motor langsung digass membelah keheningan malam.


{ceklek!}


Pintu rumah dibuka dari arah luar.


“..ciyeee, mama liat tuuh, anak gadis mama sudah berani cium-cium perjaka anak orang! Hayooo!”


“..mamaaaa!!!” Clara berteriak malu sambil berlari kearah kamarnya diatas.


“..Clara hati-hati sayang, naiknya pelan-pelan! Semangat bener siih!” kembali mamanya menggoda anak gadisnya.


{brakkk}


Pintu kamar ditutup dengan sedikit keras saking semangatnya.


“..anak muda jaman sekarang memang beda!” gumam pelan mamanya Clara.


{tuuuttt}


Suara hape berbunyi.


“..iya ayah! Anaknya sudah pulang kerumah itu! Sudah dikamar juga! Ada apa sih tadi memangnya?” tanya mamanya Clara pada ayahnya.


Ayah dan mamanya Clara sudah berpisah secara baik-baik, namun komunikasi masih tetap terjaga sampai sekarang.


Meski mereka berpisah namun tidak ada yang kembali menikah, karena mereka menikmati jalan hidup mereka masing-masing.


Clara lebih memilih tinggal bersama mamanya, karena merasa lebih dekat dibandingkan jika tinggal bersama ayahnya.


Baik mamanya maupun ayahnya, selalu mendukung semua yang menjadi mimpi dan keinginan Clara sejak kecil.


***


Didalam kamar Clara terlihat berguling-guling kesana kemari.


“..nomor hape!!” teriak Clara


{plokk}


Clara menepuk jidatnya yang tidak salah apa-apa.


“..bagaimana bisa aku lupa meminta nomor hapenya!? Bodoh-bodoh..” ucap Clara mengutuki dirinya sendiri.


{klutikk}


[lupa kan minta nomor hape aku!]


[disimpen ya! Z]


Tiba-tiba ada bunyi pesan di hape milik Clara.


“..kok bisa!” gumam Clara sambil cengar – cengir sendiri mendapati pemuda idaman hatinya tiba-tiba mengiriminya pesan, memberitahukan nomor telpnya.


Meski pesan itu sangat singkat, dengan hanya menuliskan huruf inisial, namun Clara bisa mengetahui jikalau pengirim pesan misterius itu adalah cowok yang barusan dia cium didepan rumahnya.


Clara tidak menjawab pesan yang barusan masuk kedalam hapenya, dirinya terlihat sangat senang sekali, hingga akhirnya Clara tertidur dengan posisi memeluk hapenya yang masih dalam keadaan menyala, jarinya tidak sengaja menekan icon telepon dan terhubung dengan Zen yang mendengar dengkuran tidur Clara.


“..aku rekam aah!!”


Zen yang iseng, merekam suara dengkuran serta rekaman monitor layar hape miliknya yang memperlihatkan Clara sedang menghubunginya dalam keadaan mendengkur.


{sent!}


Pesan multimedia itu langsung terkirim dan masuk diaplikasi wea milik Clara.


***


{kukuruyuuuukkkk}


Keesokan paginya, terjadi kehebohan di rumah mamanya Clara.


“..mamaaaa!!!!” Clara berteriak keras, sampai membuat kegaduhan tersendiri.

__ADS_1


“..apaa siih Clara, pagi-pagi sudah bikin heboh!”


“..coba lihat!”


Clara mulai memutar video yang dikirimkan oleh Zen.


Terdengar layar monitor yang diberi nama dosen galak! Dengan suara dengkuran yang kencang terus bergulir selama tiga menit lamanya.


“....bwahahahaha!!” mama Clara tidak kuat lagi menahan ketawanya.


“..mama iiisshhh!! Malah diketawain!”


“..hupp...huppp...bwahahahaha!” bukannya berhenti tertawa, mama Clara malah makin kencang tertawanya.


“..udah deh, mama keluar saja kalo cuman bisanya nertawain Clara!”


Clara yang begitu kaget ketika melihat pesan multimedia kiriman Zen langsung panik, niatnya minta saran sama mamanya, eeh ternyata malah mamanya tertawa diatas penderitaannya.


Adegan lucu itu terus bergulir, bahkan pada saat Clara duduk satu meja guna melaksanakan sarapan pagi dengan sang mama, seperti halnya rutinitas pagi hari mereka selama ini.


“..terus..teruuuss... terus saja mama tertawa ngeledekin Clara !!”


“..bwahahahaha...ngiiik...ngiiiikk!!”


Mama Clara tertawa cekikikan jika mengingat video kiriman dari Zen.


“..udah aah, Clara berangkat dulu saja, sarapan dikantin kampus saja! Mama engga asiiik pagi ini!”


Clara yang sudah keburu ngambeg, segera meninggalkan meja makan, dan menyalami penuh hormat mamanya, sebelum pamit pergi kekampus.


“..hahahha...hh-hati..hati...hahahaha”


Kembali mama Clara tidak bisa menghentikan tawanya.


Para pembantu rumah tangga yang melihat nyonya rumahnya tertawa engga habis-habis, terlihat bahagia, karena selama ini nyonya rumah belum pernah tertawa seperti sekarang, tentang hal apa yang sudah membuat nyonya rumah mereka tertawa mereka tidak mau tahu intinya.


***


Hari ini Zen tidak berkuliah,


Sejak pagi buta jam 5 pagi Zen sudah berpindah lokasi ke lebih dari satu lapak recycle miliknya, karena ada masalah dengan operasional yang harus dia sendiri turun tangan dalam penyelesaiannya.


Clara yang sudah hadir lebih awal dikampus, langsung menceritakan permasalahannya kepada sahabat karibnya wina.


“..bwahahahahaha!!”


“..tuuuh kan kamu mah sama seperti mama aku!!”


“..bukannya ngebantu temennya malah nertawain...males aaah!!”


“...bwahahahahaha...!!” wina semakin tertawa penuh kemenangan ketika Clara mulai ngambeg.


“..udah ah wina, aku masuk kelas dulu!! See you bye!!” ujar Clara jengkel, sahabat karibnya malah tertawa diatas penderitaanya.


“..anak itu, lihat saja yaa nanti pas ketemu!, nomor telpku dinamain Dosen Galak coba! Engga ada romantis-romantisnya!!’ gumam Clara sambil jalan kearah ruangan tempatnya mengajar.


{brakkk}


Pintu terbuka keras dari arah luar.


“..pagi semua!!”


“..pagi buuu!!”


Peserta perkuliahan terlihat begitu bersemangat.


Perkuliahan pagi itu terlihat begitu menyeramkan bagi peserta yang hadir.


Karena tidak ada yang bisa menaklukkan sang singa betina yang terlihat sedang menyalurkan amarahnya.


“..alamat ngulang lagi daah tahun depan!”


“..iyaa, mana itu bocah maba kemarin, kenapa dia absen ya hari ini?!”


“..keliatannya cuma itu maba yang bisa menaklukkan ganasnya singa betina!”


“..bener banged tuuu!”


Berbagai komentar bertebaran ketika melihat situasi perkuliahan dosen Clara pagi ini, komentar yang mayoritas mencari keberadaan dari seorang maba bernama Zen.


Namun apa yang semua orang tunggu tidak kunjung hadir.


Bahkan sampai jam perkuliahan selesai, Clara tidak menemukan batang hidungnya Zen nongol.


“..kemana anak itu perginya?!”


{tuuutttt}


“..nomor yang ada tuju!...”


Suara mesin penjawab yang terdengar.

__ADS_1


Sudah tidak terhitung berapa kali Clara mencoba menghubungi Zen, namun tidak ada tersambung sama sekali.


__ADS_2