PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Pak Cik


__ADS_3

Setelah satu minggu menghabiskan waktunya bersama para wanitanya di negeri samba, Zen dan sembilan wanitanya kembali lagi ke konoha, lebih tepatnya Zen dan Shella – Shelli, tujuh wanita lainnya langsung bekerja kembali ditempatnya masing-masing.


Yuki ikut bersama Gebi ke Amerika dikarenakan ada satu dua hal terkait bisnis Z investment yang sedang mendapatkan teror dari beberapa kompetitornya, teror bisnis terkait investasi dibidang energi terbarukan mereka diwilayah semenanjung meksiko.


Masalah yang tidak jauh dari dunia premanisme tentunya, dan kali ini Zen tidak langsung turun tangan, karena Yuki yang memaksa ingin menunjukkan hasil dari peningkatan kekuatannya selama ini.


Shella kembali berkonsentrasi untuk menangani bisnis recycle botol pelumas bekas, pertanian dan perkebunan Teh milik Zen yang ada disekitar pegunungan Belimbing.


Shelli ikut Zen untuk menjaga kebersihan dan kerapian bangunan mansion superbesar yang terletak di bagian selatan kota megapolitan, shelli menjadi wanita satu-satunya Zen yang tugasnya bersih-bersih, berberes dan memasak, beda dengan wanitanya yang lain.


“..shelli aku berencana untuk pergi ke pusat kota! Ayah Clara ada mengundangku untuk datang pagi ini!” Zen terlihat berpamitan pada Shelli yang terlihat sibuk menyelesaikan aktivitas bebenahnya didalam mansion.


“..baiklah..” Shelli menjawab dengan singkat, dengan setengah berlari shelli mendekati Zen dan langsung berpamitan lazimnya suami istri.


Setelah berpamitan dengan Shelli, Zen langsung berpindah tempat dengan menggunakan teleportasi menuju RS Internasional.


{zlappp}


Kemunculan Zen didalam ruangan kerjanya di rumah sakit internasional tentunya tidak ada yang mengetahui.


{krieett}


Dengan membuka handle pintu dari bagian dalam, Zen keluar sambil membetulkan jas warna putih miliknya.


“..eh Zen!” ayah mertuanya menyapa ketika bertemu.


“..ayah!” bergegas Zen mengambil punggung telapak tangan ayah metuanya dan memberikan salam penghormatan.


“..anak baik-anak baik” ucap ayah mertuanya dengan menepuk-nepuk pundak Zen.


“..dokter Johan!” dari arah belakang muncul teriakan yang memanggil nama ayah mertua Zen.


Keduanya langsung menoleh kearah datangnya suara.


“..ada apa ? kenapa kamu sampai berteriak seperti itu?” tanya ayah mertua Zen penuh dengan selidik.


“..maaf dokter..maaf” suara perawat senior yang nafasnya naik turun.


“..tarik nafas dulu, bicara perlahan, semua bisa diselesaikan!” kalimat bijaksana keluar dari ayah metua Zen.


“..maaf dokter, di ruang super VVIP, pasien atas nama tuan Diego mengalami kejang-kejang!” ucap si perawat.


“..kejang-kejang? Apa tidak ada dokter yang menghandlenya?” tanya dokter Johan.


“..keluarga pasien menolak semua dokter, dan mereka ingin dokter johan sendiri yang menghandlenya!” jawab perawat dengan ketakutan.


“..iisshh..iisssh..iisssshhh...tak patut-tak patut!” dokter johan menggeleng-gelengkan kepalanya.


“..ayo Zen kita lihat kondisinya, pasien ini pengusaha terkenal di negeri seberang! Dirujuk ke rumah sakit kita karena sudah lama berobat kesana kemari, namun tidak kunjung sehat, baru semalam pasien tiba itupun dengan menggunakan helikopter langsung dari bandara!” dokter Johan memberitahukan Zen tentang kondisi umum pasien.


Tiga orang itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ruangan super vvip yang berada dilorong yang sama.


{tok-tok-tok}


Suara ketukan pintu dari arah luar


{krieeettt}


Pintu pun dibuka setelah tiga kali memberikan ketukan.


“..permisi, saya dokter Johan direktur rumah sakit internasional!”


“..aaah...ini dia pak dokter johan, silahkan,.. saya tak maulah kalo sama dokter biasa! Sudah penat jeu!” logat kentalnya terdengar mirip film kartun duwo bocah botak yang digandrungi anak se konoha.


Dokter Johan dan Dokter Zen terlihat langsung masuk kedalam ruangan dan mendekati tempat tidur pasien.


“..tolong papa saya dokter Johan, saye rase ini hospital sudah paling top laah, jadi tolong, papa saya tuan dokter!” ucap sosok laki-laki berumur kisaran 30an.


“..baiklah-baiklah...tunggu sekejap ya.. biar dokter Zen yang memeriksanya! Dokter Zen ini dokter Ahli !” jawab dokter Johan sekenanya.


“..permisi!” ucap Zen sambil meminta izin


Ada sebuah gesture tidak suka ketika Zen yang maju memeriksa keadaan pasien, namun tidak bisa dipungkiri, dengan kehadiran dokter Johan sebagai direktur rumah sakit internasional, sudah membuat keluarga pasien sedikit nyaman.


Zen terlihat memeriksa denyut nadi dan meletakkan stetoskopnya dibagian dada kiri dan kanan pasien secara bergantian.


Tidak sampai tiga menit Zen sudah merapikan stetoskopnya kembali.


“..bagaimana Zen?” tanya dokter Johan.


“..pasien bukan terkena virus atau penyakit medis ayah!”


“..hah...apeu!!” anaknya langsung memprotes.


“..tenanglah pak cik, dokter Zen akan menjelaskannya!” sela dokter Johan.


Perawat yang melihat gelagat keluarga pasien tidak sabaran terlihat sudah gatal tangannya ingin menabok.


“..apakah orang tua pak cik ini mempunyai musuh bisnis?” tanya Zen.


Keluarga pasien terlihat saling memandangi satu sama lain.


“..adeu dokter..!”


“..papa nya pak cik ini, sedang terkena guna – guna! Obat medis apapun tidak akan bisa menyembuhkannya!” ujar Zen.


“..hah..guna-guna? Penyakit Apa tu?” kembali keluarga pasien bertanya.


“..baiklah,.. kasih saya ruang sejenak, perhatikan apa yang akan saya kerjakan!” Zen memerintah pada keluarga pasien untuk mundur dan memberinya ruang untuknya bekerja.


Ruangan super VVIP ini memiliki luasan 100m2, jadi sangatlah luas, mirip kamar hotel super president suite.


“..perawat, bantu saya melepas semua alat-alat medisnya!” perintah Zen.


“..kau Gila hah!” keluarga pasien langsung memprotes keras.


“..pak Cik, tolong tenang! Percaya dengan dokter Zen, dan lihat sama-sama!”


Perawat yang melihat gelagat keluarga pasien semakin gatel buat menjitaknya.

__ADS_1


“..sudah dokter!” perawat bekerja dengan sangat cepat sesuai arahan dari dokter Zen.


“..sekarang mundurlah!” perintah Zen pada perawat yang tadinya ada disekitarnya.


{jduuukkk}


Tanpa ada aba-aba, tubuh pasien langsung terangkat keatas, alhasil tempat tidur yang tadinya disetting ada pembebanan langsung terjatuh kembali ke mode standartnya.


Perawat langsung sigap membetulkan tempat tidur pasien.


“..ii-iniii!!!” keluarga pasien terlihat kaget, takjub dan heran.


Tubuh pasien yang masih lengkap dengan selimut itu melayang dengan posisi tertidur diatas tempat tidurnya.


“..letakkan nampan stainless itu dibawahnya pasien perawat!” perintah Zen.


Perawat yang sudah tahu kehebatan dokter Zen dalam ilmu non medis langsung mengikuti arahannya.


{klintinngg... klintinngg... klintinngg...}


Satu persatu logam terjatuh, ada paku, ada jarum, ada besi pejal ukuran kecil, ada pula besi berbentuk bola dalam ukuran kecil.


Semua benda-benda logam itu jatuh begitu saja dari tubuh pasien, sesaat ketika tubuh pasien seperti mengalami kejang-kejang.


“..ii-iniii...bb-bagaimana bisaa??” keluarga pasien menutup mulut mereka tidak percaya.


Jika bukan mereka sendiri yang menyaksikan, akan muncul tidak percayaan dari keluarga pasien.


“..ini belum seberapa! lihatlah” ucap Zen yang memposisikan pasien berdiri tegak dan masih melayang diatas tempat tidurnya.


{clappp}


Tiba-tiba kedua bola mata pasien terbuka, rambutnya berdiri, tangannya bergerak lurus kedepan.


“..siapa yang berani menggangguku!” ujar pasien dengan nada sangat berat layaknya orang kesurupan.


“..aku!” Zen menjawab tantangan ucapannya.


Pasien langsung menoleh kearah Zen.


“..manusia durjana!! Kenapa engkau mengganggu pekerjaanku!” ujar pasien dengan mata yang melotot dan mulut mengeluarkan lendir pekat bau busuk.


“..kamu bukan seharusnya ada didalam tubuhnya! Segera keluar atau roh-mu akan aku bakar hingga tidak bisa kembali masuk jalur reinkarnasi!” ujar Zen memberikan intimidasi.


“..manusia rendahan, berani-beraninya!haaaahhhh” pasien yang kesurupan kembali berteriak marah.


{branggg}


Pasien yang tengah kesurupan roh iblis kuno kiriman dari dukun negeri jiran itu berusaha menyerang Zen.


Usahanya terlihat sia-sia, karena Zen sudah mengurungnya didalam kubah transparan yang tak bisa dilihat kasat mata.


{traanggg}


Kuku-kuku pasien yang terlihat memanjang mencoba berkali-kali untung menghancurkan lapisan tak terlihat yang ada didepannya.


Semua percobaan pasien yang sedang kesurupan itu terlihat sia-sia belaka.


Dirasa sudah cukup untuk memberikan informasi pada keluarga pasien, Zen langsung menarik paksa keluar roh kuno yang mendiami tubuh pasien.


“..aaakkkhhhhggghhhh” teriakan dan jeritan dengan frekeunsi yang memekakkan telinga manusia normal terdengar melengking keras.


Untung formasi yang dipasang oleh Zen adalah formasi kedap suara, sehingga semua orang yang ada didalam ruangan pasien tidak bisa terpengaruh.


{swooosshhhh}


Orang awam melihat asap berwarna hitam keluar dari tubuh pasien dan masuk kedalam sebuah plakat emas yang sudah Zen tempatkan diatas tempat tidur pasien.


{tapp}


Zen menangkap jatuhnya tubuh pasien yang sudah terlepas dari rasukan roh iblis kuno, kemudian dengan perlahan dirinya meletakkan kembali pasien keatas tempat tidur nyamannya.


{groookkkk}


Suara dengkuran pasien terdengar sangat keras.


“..perawat pastikan jika nanti pasien terbangun, segera minumkan pil ini!” ujar Zen meletakkan sebuah guci porcelain berisi pil buatannya.


“..baik dokter Zen!” ucap perawat sambil merapikan selimut dan tempat tidur pasien yang terlihat sudah terlelap tidur.


Zen kemudian berjalan mengarah pada keluarga pasien yang terlihat masih shock, mereka tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.


“..saya harap, setelah ini keluarga kalian bisa kembali seperti sedia kala!” Zen berbicara dengan sangat sopan.


“..aa-anu dokter.. bisakah dokter berkunjung kerumah kami?! Saya takut, dirumah kami masih ada benda-benda yang membuat ayah saya sakit, atau bahkan bisa keluarga kami yang lain bisa terkena sakit!”


“..tenang saja, saya akan membayar dengan sangat mahal untuk hal itu!” kembali anggota keluarga pasien tersebut berbicara.


Zen melihat kearah ayah mertuanya, setelah ayah mertuanya menganggukkan kepalanya, Zen menyetujui permintaan keluarga pasien.


Karena dirasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Zen dan ayah mertuanya lantas keluar dari ruangan beserta keluarga pasien, hanya perawat saja yang menunggu didalam sesuai dengan perintah Zen.


Keluarga pasien masih saja tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat didalam ruangan.


“..dokter Zen memang hebat!”


“..benar itu, untung ada dokter Zen coba kalo tidak”


“..keputusan untuk membawa ayah kesini memanglah tepat!”


Keluarga pasien terlihat saling bergunjing, membicarakan konsep pengobatan yang dilakukan untuk ayah mereka.


Kabar mengenai dokter Zen yang mampu menyembuhkan penyakit non medis pasien super VVIP langsung menyebar, Zen memang mengetahui jikalau perawat yang tadi membantunya telah merekam aktivitas pengobatan non medis yang dilakukannya.


Lewat rekaman itulah semua dokter dan petugas medis dirumah sakit internasional semakin bangga bisa bekerja dibawah naungan ayah metuanya.


sebuah langkah yang pada akhirnya membuat rumah sakit internasional semakin naik daun namanya dikancah internasional.


*sementara itu disebuah bangunan tua di negeri jiran*

__ADS_1


{duaarrr}


Suara ledakan terjadi.


Bejana dukun sakti negeri Jiran terlihat terbakar dan langsung terbalik, kobaran api langsung menyambar seluruh isi bangunan.


“..breeenggsseekkk!! siapa yang telah berani mematahkan ilmu guna-gunaku!” ucapnya sambil menjauh dari kobaran api yang telah membakar seluruh isi ruangannya.


“..roh iblis kuno milikku juga sudah diambilnya!” teriak sang dukun tidak percaya.


Lelehan darah di kedua ujung bibirnya tidak membuat sang dukun patah arang, dirinya merasa jikalau ilmu hitamnya tetaplah yang tertinggi didunia.


“..lihat saja! Akan aku rebut kembali roh iblis kuno milikku! Dan akan aku hancurkan orang yang telah mengambilnya!”


Dukun sakti negeri Jiran itu terlihat berjalan dengan sedikit membungkuk dibantu tongkat kayu miliknya.


Dukun sakti itu melangkah dengan sangat cepat, layaknya orang sedang melompat diudara.


Langkah kakinya mengarah kepada sebuah gunung berapi tertinggi dinegeri jiran.


Tidak seperti manusia normal pada umumnya, perjalanan berpuluh-puluh jam itu ditempuh hanya dalam kurun waktu tiga puluh menit saja, memang benar sakti itu dukun.


{dug..dug...duug}


Tongkat yang dibawanya dihentak-hentakkan ketanah sebanyak 3x.


{gluduuukkk}


Tiba-tiba suara gemuruh terdengar, seiring dengan terbukanya dinding berbatu cadas yang ada didepannya.


“..hahahahaha....Mat Zin...sudah lama engkau tidak kemari!”


“..ada angin apa, sampai dirimu kemari Mat Zin!!”


Suara berat menggelegar penuh dengan intimidasi terdengar nyaring dari dalam goa.


“..yang mulia Iblis Gunung Johor! Bantulah bawahanmu ini yang mulia!”


“..hohohoho.... bukankah kekuatan dari Bohemor anak buahku sudah cukup kuat untuk membantu semua urusanmu Mat Zin!”


“..maafkan hamba yang mulia iblis gunung Johor, Bohemor sudah diambil paksa!”


{siuuuttt}


Spontan meluncur luncuran api dari dalam gelapnya Goa.


{duaarrrr}


Ledakan pun tak terelakkan.


Tubuh Mat Zin pun terpental jauh ratusan meter menabrak dinding gunung yang ada diujung.


{siuuuttt}


Terdengar suara bendar meluncur dari arah dalam gua.


{dummmnnnn}


Muncul sosok dengan tubuh tinggi 2 meter lebih, rambutnya gimbal menyala-nyala dengan tanduk berwarna merah.


“..huekkk” Mat Zin memuntahkan seteguk darah.


Dengan susah payah Mat Zin segera berusaha untuk berdiri.


{siuut}


Tongkat yang tadinya terlepas dari tangannya langsung kembali meluncur kearahnya ketika dipanggil.


{tapp}


Dipegangnya tongkat sakti milik mat Zin, kemudian dengan susah payah Mat Zin berjalan menuju junjungannya raja Iblis Gunung Johor.


“..siapa! siapa yang sudah berani-beraninya menangkap Bohemor! Katakan Mat Zin!” teriak Raja Iblis Gunung Johor dengan sangat emosi.


Setiap perkataanya langsung mengirimkan serangan spiritual yang penuh dengan tekanan intimidasi.


“..maafkan hamba yang mulia! Rendahan ini belum cukup ilmu untuk mengetahuinya, terakhir bohemor terdeteksi ada di negeri seberang, negeri sejuta gunung yang mulia!” jawab Mat Zin dengan menundukkan tubuhnya penuh hormat.


“..heumnnn” raja Iblis Gunung Johor terlihat memegang rambut gimbalnya dan sesekali memelintirnya perlahan.


“..katamu lokasi terakhir bohemor ada di negeri seberang! Benar!”


“..benar sekali yang mulia! Hamba tidak berbohong!”


“..kamu kembalilah sekarang! Ingat Tujuh hari lagi tepat bulan purnama terbelah (gerhana) datanglah kembali kemari dengan membawa persembahan yang telah engkau janjikan padaku Mat Zin!” ujar raja Iblis Gunung Johor memerintahkan Mat Zin untuk segera pergi.


“..hamba mengerti yang mulia raja iblis Gunung Johor!” tidak ingin membuat suasana hati junjungannya rusak, Mat Zin lantas balik kanan dan pergi secepatnya dari lokasi.


“..kenapa aku tidak bisa mendeteksi keberadaan si bohemor? Kekuatan seperti apa yang sedang dilawan oleh Mat Zin sekarang!”


“..aku tidak boleh tergesa-gesa bertindak, sebaiknya aku menunggu bulan purnama terbelah dulu, selain untuk meminta jatah persembahanku, setelah itu, barulah aku akan meningkatkan kekuatanku!”


Raja Iblis Gunung Johor itupun kembali masuk kedalam Goa meneruskan aktivitas meditasinya yang sempat terganggu dengan kedatangan Mat Zin.


*didalam ruangan direktur RS internasional*


“..sebenarnya makhluk apa itu tadi Zen? Kenapa terlihat begitu menyeramkan, mirip penari barong di pulau dewata sana sekilas ayah lihatnya!” tanya Dokter Johan.


“..makhluk itu adalah bagian dari bangsa Iblis kuno yang mendiami negeri Jiran ayah!”


“..memang benar, wujudnya mirip dengan penari barong di pulau dewata, hanya saja itu adalah penampakan super halusnya, kenyataannya lebih menyeramkan lagi!”


“..ayah mau lihat penampakan yang sesungguhnya?” tanya Zen.


“..tidak-tidak! Lupakan!...lupakan ayah pernah bertanya!” reaksi dokter johan sangat ketakutan.


“..hehehe” Zen terkekeh geli melihat ekspresi ayah mertuanya yang ketakutan.


Kedua lantas kembali berbicara panjang lebar selama beberapa puluh menit lamanya, dengan kesimpulan, bahwa rumah sakit internasional akan membuka departemen baru yang diberi nama departemen pengobatan alternatif.

__ADS_1


Adalah tugas Zen untuk merekrut orang-orang yang kompeten dengan bidang tersebut nantinya.


__ADS_2