
“..jadi seperti itu neil, Leni!”
“..mulai sekarang kita jangan lagi membuat langkah yang bisa mengusik keberadaannya, sebuah kekuatan yang sangat mendominasi, bahkan aku merasakan, jikalau dia bisa mengambil kekuatan milikku tadi malam, entah karena apa tidak dilakukannya!” Harry memberikan penjelasan pada dua bersaudara Neil dan Leni.
Kedua bersaudara ini terlihat ragu dengan penjelasan dari harry, tapi melihat bagaimana harry mengekspresikan ketakutannya, sebuah pemandangan yang sangat kontras tentunya.
“..mengenai pohon serebian ?” tanya Leni.
“..kemungkinan orang itu juga mengambilnya, karena pohon berusia 1200 tahun yang berhasil aku tebang semalam menghilang begitu saja!”
“..hi-hilaang? Bagaimana bisa? Bukankah pohon itu besar sekali? Diameternya saja bisa 135cm bukan, terlebih panjangnya, bisa sampai ratusan meter!” Leni mulai khawatir jika Harry mengada-ada dalam bercerita.
“..hanya orang yang memiliki cincin ruang super luas atau orang itu sudah mampu membuka ruang jiwa miliknya, hanya itu yang bisa memindahkannya dalam hitungan detik!” ungkap Neil sambil tetap tenang tidak terpengaruh cerita Harry yang terkesan tidak masuk akal.
“...cincin ruang atau ruang jiwa? Apakah itu benar kak?!” Leni bertanya ada kakaknya.
“...sebenarnya ini semua akan bermuara pada siapa sejatinya kita bertiga!” Neil melihat keluar dengan posisi nempel dijendela.
Ketiganya sangat paham betul posisi mereka didunia ini, sebuah aktivitas sembunyi-sembunyi yang sangat bertentangan dengan hukum tidak tertulis antara dunia tersembunyi dengan dunia luar.
Ketiganya langsung mulai berdiskusi dan merumuskan langkah selanjutnya hingga dua jam kedepan.
Setelah itu, ketiga manusia yang memiliki kemampuan khusus itupun segera membereskan ruangan tempat mereka selama ini berkumpul mendirikan organisasi dunia bawah dan dikenal luas oleh para pengguna jasa yang mayoritas ada di pasar gelap eropa.
Ketiganya sepakat untuk menepi dan berdiam diri dulu, jauh dari hiruk pikuknya aktivitas yang berhubungan dengan dunia bawah.
***
Sementara itu, keluarga charles langsung bergerak dengan menggunakan koneksinya yang ada di pasar gelap.
Beberapa kolektor juga dibombardir dengan pertanyaan yang langsung memojokkan mereka, bukan tanpa alasan keluarga charles bersikap layaknya kebakaran jenggot, karena pohon yang dicuri oleh Harry adalah pohon tertua yang dimiliki oleh keluarga Charles.
Sebuah pohon yang akan menjadi menu persembahan utama mereka dalam sepuluh hari kedepan, saat bulan purnama merah.
Sebuah peristiwa yang selalu ditunggu oleh keluarga besar Charles diseluruh dunia, karena dimalam itu semua keturunan charles akan berkumpul dan meningkatkan kekuatan mereka bersama-sama dengan menghabiskan energi spiritual yang terkandung didalam pohon serebian.
Para keturunan Charles sendiri adalah pengguna elemen Kayu, mayoritas bisnis mereka tersebar diseluruh dunia dan tidak jauh dari yang namanya perkayuan.
Sebut saja perusahaan furnitur terbesar didunia AKEI, keluarga Charles adalah pemiliknya.
“..bagaimana perkembangannya?” seseorang sedang mengangkat hape miliknya saat berada disebuah kawasan pasar gelap.
“..negatif bos! Semua orang tidak ada yang tahu barang yang bos maksudkan!”
“..bodoh! segera cari sampai dapat! Awas saja jika kalian tidak mendapatkan informasi yang kami mau! Nyawa keluarga kalian jadi taruhannya!” ujar suara yang penuh dominasi memberikan penekanan kalimat terakhirnya.
Keluarga Charles sendiri selalu bekerja disaat matahari sudah tidak lagi menunjukkan batang hidungnya, mirip dengan spesies kelelawar.
Namun keluarga Charles memiliki jaringan yang sangat luar biasa saat siang hari.
Berbekal dengan emas rampasan perang jaman dahulu, keluarga Charles adalah keluarga tersembunyi yang memegang 3jt ton emas murni dalam bentuk batangan dan disimpan didalam bunker mereka sendiri.
Emas batangan yang mereka lebur dari berbagai macam koin emas dan perhiasan emas jaman dahulu.
Nenek moyang keluarga Charles adalah seorang pembudidaya yang hidup 3000 tahun yang lalu.
Setelah diketemukannya bubuk mesiu dan mulai menjamurnya senjata api, mayoritas keluarga Charles yang merupakan pengguna elemen Kayu perlahan menepi dari dunia luar.
Kala itu dunia dibuat heboh dengan munculnya para ahli senjata yang mampu mengontrol logam dengan sangat baik, kemampuan mencetak logam menjadi senjata bentuk apapun yang mereka mau, sebuah kemampuan yang menjadi nilai lebih.
Bersama dengan pengguna elemen api, kedua pembudidaya itu menjadi kelompok dominan yang paling ditakuti diantara para pembudidaya yang lainnya.
Dunia luar kala itu langsung dikuasai oleh para pengguna elemen api dan logam, sedangkan para pembudidaya yang lainnya dikurung dalam sebuah formasi yang disebut dengan dunia tersembunyi.
Adapun lokasi dunia tersembunyi mayoritas berada dikawasan hutan lebat yang tersebar diseluruh lempeng benua.
Jaman dulu, lebih dari 3000 tahun yang lalu lempeng dunia hanya terdiri dari dua lempeng besar, para pembudidaya menyebutnya sebagai benua merah dan benua hitam.
Benua merah banyak dihuni oleh para pembudidaya aliran putih dengan berbagai penguasaan elemen kehidupan.
Benua hitam sendiri, banyak dihuni oleh para pembudidaya dari golongan hitam, seperti namanya, para pembudidayanya sendiri selain memiliki kulit yang dominan gelap, kekuatan mereka juga banyak dilandasi oleh kekuatan dari dunia hitam.
Hingga suatu saat terjadi fenomena alam, terbentuknya sebuah bintang baru yang berada disekitar dunia tempat para pembudidaya tinggal, sebuah fenomena yang pada akhirnya memecah dua lempeng benua super besar menjadi 10 lempeng benua yang tersebar merata diseluruh permukaan dunia.
Jika dunia saat ini mengenal ada 7 buah penamaan benua, 3 benua yang lainnya masih tersembunyi dengan berbagai alasan yang tidak bisa dideteksi oleh teknologi saat ini.
Satu benua yang memang banyak dihuni oleh para penguasa elemen air, kemungkinan besar lokasinya saat ini berada di ratusan kilometer jauhnya didasar laut.
__ADS_1
Benua yang kedua adalah benua yang didominasi oleh pemilik elemen angin, besar kemungkinan mereka melakukan kamuflase diatas permukaan tanah dengan berbentuk awan putih tebal dan akan selalu berpindah-pindah lokasinya.
Benua yang ketiga adalah benua penyeimbang, pembudidaya dengan kekuatan antigravitasilah yang menguasai benua tersebut, dengan keahlian mereka, lempeng benua tempat mereka berpijak bisa bisa ditempatkan didalam inti bumi.
Setelah 3000 tahun lamanya umur dunia, formasi yang dibuat oleh nenek moyang pengguna elemen api dan elemen logam semakin menipis kekuatannya.
Hingga dunia luar kini mulai tercampur oleh para pembudidaya yang tadinya hidup didalam dunia tersembunyi.
Sudah ratusan tahun lamanya para keturunan mereka saling berusaha untuk beradaptasi dengan dunia luar.
Satu hal yang mereka sangat sadari, kekuatan pembudi daya yang ada didunia luar sudah semakin melemah.
Dengan semakin melemahnya kekuatan penghuni dunia luar, menjadikan angin segar bagi para penghuni dunia tersembunyi untuk kembali menunjukkan taring mereka.
Dunia memang sedang tidak baik-baik saja, gerakan mereka pelan tapi penuh dengan kepastian, dan pergerakan dari para penghuni dunia tersembunyi sudah mulai terjadi.
Tidak seperti jaman dulu mereka melakukan peperangan secara langsung, dimasa sekarang mereka berusaha mengambil hak mereka dengan cara yang berlaku didunia saat ini.
Turunan dari para pemilik kekuatan elemen dasar (air, api, angin, tanah, es, logam, kayu) pembudidaya juga semakin beragam, misal pemilik elemen api bercocok tanam dengan pemilik elemen tanah, keturunan yang dilahirkan memiliki kemampuan elemen Lava, atau contoh lain pengguna elemen kristal, yang merupakan persilangan dari pemilik elemen es dengan elemen logam.
Satu-satunya yang tidak melakukan persilangan adalah keluarga Charles, karena elemen kayu adalah elemen yang merasa diri mereka paling tinggi derajatnya.
Dunia membutuhkan kayu! Tanpa adanya pohon dunia ini akan lenyap dan mati makhluk hidup didalamnya! Begitulah pernyataan mereka selama turun menurun.
Memang tidak bisa dipungkiri, hutan lebat diseluruh dunia adalah paru-parunya dunia, penghasil oksigen terbesar didunia.
Sebuah gas tidak terlihat yang mesti dihirup oleh semua makhluk hidup agar bisa terus bertahan hidup dalam kehidupan sehari-harinya.
***
“..waah aku menemukan pohon langka!” Zen terkejut ketika mendapati pencerahan yang dia dapatkan dari buku kehidupannya.
Sebuah pohon bernama serebian, pohon ini merupakan pohon penguat elemen kayu, sebuah elemen yang dimiliki oleh Kanazawa anak buahnya di negeri sakura.
Dengan ukuran dan umurnya yang sudah sangat tua (1200 tahun lebih) membuat kayu jenis serebian yang saat ini disimpan oleh Zen menjadi satu-satunya kayu tertua didunia.
“..sebaiknya aku menumbuhkannya disamping danau air kehidupan, dengan perbedaan waktu yang sangat signifikan, bukan tidak mungkin kayu ini akan menjadi lebih tinggi dan lebih banyak menyimpan energi spiritual” gumam Zen setelah menamatkan semua informasi terkait kayu serebian yang bisa ditumbuhkan kembali hanya dengan bagian kecilnya saja ditanam didalam tanah.
Dengan perlahan Zen meletakkan batang kayu berukuran 80cmx120cm x 120cm layaknya benda berbentuk silinder itu dimasukkan kedalam tanah yang ada disamping danau air kehidupan dalam dunia jiwanya.
{swooosshhh}
Semenit kemudian tanah bergetar, dari dalam tanah muncul akar-akar tunggang yang padat sekali menjulur menuju air danau.
Keistimewaan dari danau air kehidupan yang ada didalam dimensi jiwa milik Zen adalah kondisinya yang tidak pernah surut dan habis, meski banyak tanaman langka disekitarnya yang menyerapnya hampir setiap hari.
{bluuusshhhh}
Percikan debu berwarna emas langsung menyembur keluar dari ujung potongan pohon yang ditanam oleh Zen, setelah itu batang pohon dan daun tumbuh dengan lebatnya kearah atas.
Layaknya dinegeri dongeng, pohon serebian itu tumbuh terus memanjang keatas, hingga ketinggian yang tidak masuk akal, tidak hanya batang pohonnya yang menjulang tinggi, percabangan batangnya penuh lebat dengan dedaunan yang rindang dan hijau.
“..apa itu?” gumam Zen ketika mendapati satu titik diketinggian tertentu dan terlihat menyilaukan matanya.
{triiinggg}
[buah dewa!]
Buku kehidupan langsung memberikan pencerahan pada Zen.
“...bb-buah dewa?”
“..bb-bagaimana bisa? Ini luar biasa! Hahahaha” Zen tertawa dengan dirinya sendiri.
Buah dewa adalah buah yang bila dimakan oleh pembudidaya akan memberikan energi kehidupan yang berlipat ganda, tidak hanya itu, tingkatan kekuatannya akan menembus puluhan kali lipat dari kekuatan sebelumnya, indera persepsinya akan sangat tajam hingga puluhan ribu kilometer jauhnya.
Pohon dewa sendiri hanya akan melahirkan buah satu kali dalam jutaan tahun lamanya.
Sebuah keajaiban dan tentunya sudah menjadi jalan hidup Zen, mendapati buah dewa terlahir didalam ruang jiwa miliknya, tanpa harus ketakutan ada orang lain yang akan mencurinya.
Zen mesti bersabar untuk menikmati buah dewa yang dimaksudkan, karena buah dewa ini hanya bisa dinikmati disaat bulan purnama merah didunia luar sedang berlangsung, jika diluar momen tersebut, buah dewa tidak akan bisa untuk dipetik karena ada sebuah formasi khusus yang melindunginya.
Ukurannya yang sebesar buah apel merah, yang berbeda hanya warnanya saja, emas yang menyilaukan mata, warna yang membuat buah dewa menjadi pembeda tersendiri diantara lebatnya daun hijau disetiap percabangan pohon serebian.
“..pasti orang-orang itu sedang mencari keberadaan pohon ini” gumam pelan Zen yang menikmati lebat dan rimbunnya pohon serebian yang kini menjadi penghuni baru dunia jiwa miliknya.
Sisa potongan dari batang pohon nantinya akan Zen berikan kepada Kanazawa serta semua wanitanya, bahan-bahan herbal yang terkandung didalam batang pohon serebian jika diekstrak bisa menjadi pil, sebuah pil yang dapat memberikan ketahanan tubuh bebas dari segala bentuk virus, bakteri jahat serta racun yang ada didunia saat ini.
__ADS_1
Semua informasi ini Zen dapatkan dari penjelasan buku kehidupan miliknya.
Dengan berkonsentrasi penuh Zen mulai bekerja untuk mengekstrak sebuah kubus dari material inti pohon serebian.
Bahan utama pembuatan pil adalah bagian inti dari batang pohon serebian itu sendiri, kemudian ada gingseng berumur jutaan tahun serta beberapa tetes air kehidupan.
{wuuusshhh}
Asap tebal berwarna emas menyembur keluar dari bejana tempat Zen mencampurkan semua bahan herbal utamanya.
{kluntinngg...kluntiinggg}
Beberapa bulir pil berwarna emas terlihat mulai berkumpul didalam bejana setelah semua asap menghilang.
“..ternyata hanya menghasilkan 12 butir pil!” seru Zen.
Zen segera memasukkan ke-12 butir pil yang sudah jadi, kedalam wadah berbentuk guci berbahan giok dengan formasi penyimpanan yang sangat kuat untuk melindungi khasiatnya.
“..shella dan shelli tidak bisa meminum pil ini karena tubuh mereka sudah tidak bisa terkena racun serta infeksi virus” guma Zen.
“..artinya tinggal Clara, Ling-Ling, Sofia, Zavira, Evelyn,Gebi dan Yuki..ada 7 pil yang akan terpakai!” kembali Zen berhitung.
“..sebaiknya aku segera keluar dulu, karena diluar waktu sudah berubah!” Zen langsung memposisikan dirinya guna keluar dari dunia jiwanya.
Jam tangan digitalnya menunjukkan waktu 10 malam waktu konoha bagian barat.
{drrrttttt}
Hape milik Zen bergetar, muncul nomor +55 dilayar hape miliknya, sebuah kode negara yang menandakan jika panggilan itu berasal dari negeri samba.
“..halo ayah! Tumben-tumbenan!”
“..Zen, kamu harus segera meluncur kesini, ada sesuatu yang aneh dengan hutan tebu milik perusahaan ayah! Kelihatannya cuman kamu saja ini yang bisa memecahkan misterinya” ujar ayah mertuanya yang terdengar tergesa-gesa berbicara.
“..tenang ayah, tenang, tunggu Zen akan kesana sekarang!”
“..ya sudah, ayah tunggu kedatanganmu!”
{klikk}
Sambungan jarak jauh itupun berakhir.
{zlappp}
Tanpa menunggu lagi, Zen langsung menghilang dengan mempergunakan kemampuan teleportasi miliknya.
Posisi Zen langsung berpindah didalam kamar milik Evelyn didalam mansion milik ayahnya.
{ceklek}
Pintu kamar dibuka dari bagian dalam handle pintunya.
“..Zen!” ayah mertuanya langsung menyambutnya.
Zen yang tahu adat ketimuran dan selalu dijunjung tinggi, langsung mengambil dan mencium punggung telapak tangan ayah mertuanya.
“..anak baik-anak baik!”
“..ayo Zen! Helicopter ayah sudah menunggu dihalaman belakang!” ujar ayah mertuanya yang langsung menggiring Zen untuk menuju helikopter pribadi milik ayah mertuanya.
Mobilitas yang sangat tinggi sangat menuntut ayah mertuanya Zen untuk memiliki helikopter sendiri, karena hutan tebu yang menjadi bahan baku pembuatan Gula rafinasi milik ayah mertuanya sangat luas sekali.
Hutan yang memanjang ratusan kilometer itu langsung bersentuhan dengan sungai terpanjang didunia, Amazon!
{winggggg}
Baling-baling helikopter dengan kapasitas 4 penumpang termasuk pilot penerbangnya itu terdengar meraung-raung dihalaman belakang mansion milik ayah mertua Zen.
Tak lama setelah Zen dan ayah mertuanya masuk kedalam ruangan helikopter, perjalanan pun dimulai.
Jika di konoha bagian barat jam 10 malam maka di negeri samba baru jam 12 siang tentunya.
Dari atas helikopter terlihat pemandangan hutan tebu memanjang ratusan kilometer, dan semuanya dibawah status kepemilikan dari ayah mertuanya Zen.
“..itu Zen, lihatlah!” ayah mertua Zen langsung berbicara sambil jari telunjuknya mengarahkan pada sebuah kawasan hutan tebu yang terlihat terbakar dan berlubang tanahnya.
{zlappp}
__ADS_1
Zen langsung saja menghilang dari dalam helikopter.
“..isshhh...issshh..isssh.. dasar!” Ayah mertua Zen langsung menggeleng-gelengkan kepalanya ketika Zen langsung menghilang dari kursi penumpang.