
“..bagaimana keadaan tuan Diego pagi ini?” Zen dan ayah mertuanya bertanya sebelum pasien menyelesaikan proses administrasi kepulangannya.
“..terima kasih dokter, saya merasa tubuh saya sehat dan tidak ada sakit sama sekali!”
“..saya juga sudah melihat rekaman pengobatan yang dilakukan oleh dokter Zen!” ujarnya sambil menatap Zen dan mengucapkan terima kasih.
“..pagi ini tuan Diego sudah bisa pulang kembali kenegaranya, karena semua data rekam medis sudah menunjukkan jika tuan dalam kondisi sangat sehat!” direktur RS internasional bersuara.
“..sekiranya apakah dokter Zen bisa ikut bersama kami hari ini?!” tanya keluarga pasien penuh harap.
“..saya akan ke pergi kenegara tuan Diego nanti malam dengan pesawat terakhir” ucap Zen memberikan jawaban.
“..baiklah jika begitu, ini kartu nama saya, tolong hubungi saya jika sudah tiba dibandara kedatangan negeri jiran, kami akan menjemput dokter Zen” ucap keluarga Pasien.
Setelah bertukar puluhan kalimat, Zen dan ayah mertuanya lanjut keluar ruangan, karena hari ini Zen akan melakukan serangkaian wawancara dengan calon dokter yang akan menghuni departemen pengobatan alternatif.
Sejak diluncurkannya pengumuman lowongan kerja dengan kualifikasi yang sudah Zen setujui untuk mengisi barisan tenaga dokter dengan kemampuan khusus, total ada ratusan orang yang sudah mendaftar.
Pengumuman yang dipasang oleh pihak administrasi rumah sakit diberbagai komunitas pengobatan alternatif tentunya.
Ratusan orang yang sudah mendaftar lewat online terlihat sudah menunggu kedatangan dokter Zen beserta direktur dan jajaran HRD manajemen RS Internasional.
Bertempat di ruang pertemuan utama dari RS Internasional satu persatu Zen membuka sesi wawancara langsung.
Berbagai macam keahlian pengobatan alternatif dimiliki oleh para peserta yang hadir, namun sayangnya hingga dua puluh lebih peserta yang sudah mengikuti proses wawancara, tidak ada satupun yang sesuai dengan harapan Zen.
Sesi wawancarapun dihentikan untuk menghormati waktu ISHOMA semua peserta.
“..jadi bagaimana dokter Zen?” tanya manajemen HRD melihat proses perekrutan berjalan belum sesuai harapan.
“..tetap dilanjutkan, karena target kita memilih 10 orang bukan dari semua yang hadir! Baru juga dua puluh orang lebih yang kita wawancara, tenang saja! Aku merasakan jikalau ada potensi yang sedang kita cari disekitar sini!” jawab Zen sambil berdiri dari tempat duduknya.
Melihat ketenangan dokter Zen para staff HRD terlihat saling menganggukkan kepala mereka tanda setuju dengan kalimat jawaban yang diberikan oleh Zen.
“..apakah kita akan makan di resto rumah sakit ayah?” tanya Zen.
“..siang ini tidak! Ayah sudah dikirimi masakan sama ibu kamu, jadi kita makan sama-sama didalam ruangan!” jawab ayahnya.
“..baiklah!” Zen tidak ingin bertanya lebih jauh terkait perkembangan dua sejoli yang terlihat mulai melakukan pendekatan kembali.
{bruggghh}
Saat Zen membuka pintu ruangan tiba-tiba tubuhnya ditabrak oleh seorang wanita bule.
“..apakah Anda tidak kenapa-kenapa?” tanya Zen.
“..maaf.. saya tidak tahu jika pintu akan terbuka!” ucap Bule didepan Zen yang masih terpaku menatapnya.
Tadinya wanita bule itu terlihat bersender dipintu ruangan tempat diadakannya wawancara, mungkin karena dirinya sedang melamun atau bagaimana, tiba-tiba saat Zen membuka pintu ruangan, itu wanita bule langsung terjatuh kedalam pelukan Zen.
“..jadi, mau sampai kapan Anda memeluk saya?!” tanya Zen.
“..eeh..itu...maaf!” wanita bule yang mulustrasinya mirip dengan sosok @pandorakaaki (cek sendiri mulustrasinya) terlihat langsung menjauh dari dada bidang Zen.
Ayah mertuanya hanya geleng-geleng kepala saja, tidak dipungkiri pesona dan kharisma seorang Zen akan membuat siapa saja klepek-klepek, ayah mertuanya juga sudah mendengar semua cerita kisah rumah tangga anaknya dengan Zen, saat melihat pemandangan didepannya, tidak ada komentar ataupun kemarahan darinya.
“..permisi!” Zen lantas melanjutkan kembali urusan yang sempat tertunda beberapa puluh detik lamanya.
“..tiga puluh menit lagi ya, kita akan kembali melanjutkan acaranya!”
“..baik dokter Johan! Saya akan mempersiapkan kembali dalam tiga puluh menit kedepan!’ jawab para staff manajemen HRD RS Internasional.
“..siapa kedua orang tadi?” gumam wanita bule yang bernama Maria.
Tidak ingin banyak berpikir, Maria kembali bersender, kali ini dirinya mengambil tempat senderan didinding, disamping pintu, tempat dirinya tadi bersender.
Maria ini memiliki kelebihan dalam sisi pengobatan alternatif, dirinya bisa mengetahui rekam penyakit bawaan yang diderita oleh si pasien, namun satu hal yang menjadi permasalahannya, selama ini tubuhnya tidak bisa duduk dikursi, bukan karena ambeyen, sejak kecil maria tidur layaknya kelelawar, bergelantung, sifat alam inilah yang membuatnya bisa mengirimkan gelombang ajaib untuk mendeteksi adanya suatu penyakit didalam tubuh seseorang.
Maria sangat bergembira saat melihat pengumuman yang diberikan oleh RS internasional, status Maria sendiri adalah mahasiswi pertukaran dari sebuah universitas kedokteran di negaranya dengan negara konoha.
Kemampuan miliknya selama ini hanya diketahui oleh orang-orang terdekatnya saja, namun banyak juga yang memandang aneh dengan kemampuannya.
__ADS_1
Masuk dalam program pertukaran mahasiswa/mahasiswi fakultas jurusan kedokteran lintas negara, harapannya bisa mendapatkan ilmu baru dan dunia yang bisa menerima kemampuannya.
Dengan otak cerdasnya, maria menyelesaikan seluruh tanggungan SKS nya hanya dalam dua tahun saja, dan saat ini Maria tinggal menunggu legalitas kelulusannya.
Memiliki nomor peserta paling akhir membuat Maria menghabiskan waktunya dengan bermeditasi ala kelelawar, bersender didinding.
Jika dirinya manusia normal sudah pasti dirinya akan melakukan posisi meditasi Yoga.
Dengan memejamkan matanya Maria telah tenggelam dalam meditasnya.
“..wanita yang aneh bukan?!”
“..yap, tapi bukankah RS internasional ini sedang mencari semua yang memiliki kekuatan metafisika?”
“..benar sih, cuman lihat saja, masa’ kerjaanya hanya bersender di dinding saja? Menurutku sih aneh!”
Beberapa calon peserta terlihat menggunjingkan Maria dengan aktivitas semedi berdirinya.
Bukannya Maria tidak merasa jikalau dirinya digunjingkan oleh mereka, dibalik itu semua Maria lebih memilih untuk mendiamkan saja.
Tiga puluh menit waktu ISHOMA sudah dilewati, Zen dan para juri juga sudah mulai memanggil satu persatu calon dokter yang akan menghuni departemen pengobatan alternatif.
Beberapa calon peserta terlihat memasuki ruangan, Zen mengubah pola wawancaranya, setelah istirahat Ishoma, setiap 5 orang peserta akan masuk secara bersamaan kedalam ruangan, dan Zen akan langsung melakukan scanning terkait kemampuan mereka secara langsung.
“..terima kasih sudah mendaftar dan menyediakan waktu luangnya, tapi maaf, kemampuan yang kami cari masih belum ada didalam diri kalian berlima, minta maaf, sekali lagi terima kasih!” begitulah kalimat penutup yang digunakan Zen untuk menolak lima peserta yang sudah masuk kedalam ruangan.
Tercatat sudah ada 5 grup yang gagal menunjukkan keahlian mereka.
“..bagaimana ini dokter Zen? Sudah 50 orang lebih kita belum mendapatkan seorang pun!” raut wajah gelisah muncul dari staff manajemen HRD, karena semua kandidat yang hadir adalah pilihan mereka berdasarkan formulir pendaftaran online yang mereka terima.
“..tenang saja, masih belum keseluruhan calon peserta bukan?!” jawab Zen menenangkan mereka.
Jika sampai seratus orang lebih yang dipilih oleh manajemen HRD tidak memenuhi keinginan Zen, bisa dipastikan posisi nilai KPI para staff manajemen HRD akan merosot tajam, jika nilai KPI merosot, alhasil gaji mereka akan dipotong tunjangannya, begitulah kekhawatiran mereka semua.
Sampai dimomen 5 orang yang terakhir, masuklah Maria beserta empat orang yang lain.
Setelah perkenalan singkat, satu persatu dari kelima orang peserta terakhir menunjukkan kemampuannya.
Dengan menggunakan Hoodie khas orang penyakitan, Maria maju kedepan.
Beda dengan juri yang lain, Zen masih menundukkan kepalanya melihat keaarah kertas putih yang berisikan data diri dari seorang MARIA.
“..jadi apa keahlianmu Maria?” tanya ayah mertua Zen.
“..eehmmnn” Maria mengarahkan salah satu telapak tangannya kearah staff manajemen HRD yang paling muda dengan banyak jerawat dimukanya.
“..orang itu kebanyakan senam lima jari!”
“..hah!!” semua orang didalam ruangan langsung menutup mulutnya.
“..kk-Kamu!!!” orang yang ditunjuk oleh Maria langsung emosi dan berdiri dari tempat duduknya.
“..tenanglah! lanjutkan Maria!”
“..tapi pak direktur?!” orang yang dituduh Maria langsung melakukan interupsi.
“..kamu kalo tidak merasa yaa diam dulu, ini adalah waktunya Maria?!” jawab ayah mertua Zen diiringi senyuman tersungging diujung bibirnya.
“..lebih dari 5x dalam satuhari senam jari dilakukannya, dan 75% dilakukan di toilet rumah sakit ini!”
“..apaaa??!!” kali ini semua orang melihat kearah staff HRD yang ditunjuk oleh Maria.
Zen masih tetap saja santai dengan analisa Maria.
“..jerawat yang memenuhi mukanya semua karena hormon berlebih yang kini bermutasi menjadi sel kanker karena gaya hidup yang tidak sehat!”
“..setiap malam dia sering dugem dengan menggunakan dana pinjol! Bahkan saat ini hapenya sedang diteror oleh para debtkolektor online”
“..kk-kamu!!” staff HRD itu tidak lagi bisa menahan emosinya.
“..paling parah dia sudah menyalahgunakan dana manajemen rumah sakit ini untuk pembayaran para tenaga kerja harian, gaji mereka disunat selama ini!”
__ADS_1
“..stopppp!! kamu jangan asal nuduh ya!” teriak orang yang sedang di screning oleh Maria.
“...zen!” tanya ayah mertuanya.
“..euuhmmnn!!” Zen mengganggukkan kepalanya tanda setuju dengan semua yang Maria ucapkan.
“..panggil polisi dan urus segera, kamu manajer HRD tidak becus, anak buahnya seperti itu dibiarkan saja selama ini, jangan-jangan kamu juga makan duit darinya?!”
“..ti-tidak direktur!” manajer HRD langsung bingung gesture tubuhnya.
Acara wawancara itupun tertunda beberapa puluh menit dikarenakan pihak keamanan rumah sakit internasional sedang memproses staff dan manajer HRD bersama pihak kepolisian terkait dugaan penyelewengan dana rumah sakit Internasional.
“..Maria kamu diterima di departmen ini! Selebihnya yang ada dibelakang, saya minta maaf, karena kemampuan kalian belum sesuai dengan harapan kami!” Zen berbicara atas nama direktur rumah sakit yang turut serta dalam pelaporan pihak yang berwajib.
Ada perasaan sedih saat Zen memberitahu hasil wawancara yang terakhir, artinya dari ratusan peserta yang dipanggil wawancara, hanya satu orang yang diterima, yaitu Maria.
“..tapi dokter, maaf, saya masih belum lulus, sebenarnya tinggal menunggu prosesi kelulusan saja sebenarnya!” ungkap Maria sambil malu-malu mengingat kesan pertama dirinya menabrak dokter Zen, lebih tepatnya jatuh dalam pelukan dokter Zen.
“..tidak masalah, karena departmen ini adalah departemen khusus yang akan menangani pasien dengan gejala non medis, maka kemampuanlah yang didahulukan, bukannya sertifikat kelulusan!” jawab Zen dengan bijak.
“..jadi, saya ucapkan selamat Maria, kedepan kamu akan banyak berkomunikasi dengan saya, untuk sekarang, silahkan kamu urus berbagai keperluan identitas kamu untuk bekerja dirumah sakit ini!” ucap Zen yang kemudian meninggalkan ruangan wawancara.
Didalam ruangan wawancara masih ada pihak staff manajemen HRD yang akan mengurus Maria sebagai bagian dari departemen pengobatan alternatif.
Dengan kualitas yang dimiliki oleh Maria terlihat staff HRD ketakutan,
“..tenang saja saya tidak akan mengingformasikan pada dokter Zen jikalau mbaknya sering memimpikannya!” maria langsung memberikan kalimat yang menohok pada staff HRD yang masih ketakutan dan merinding.
“..aah..itu!!” staf HRD langsung tidak bisa menyembunyikan raut wajah merahnya yang menahan malu.
*Negeri Jiran*
“..kapan dokter Zen akan tiba?” tanya tuan Diego pada salah satu anaknya.
Mereka ini adalah warga keturunan yang telah hidup lama menetap di negeri Jiran, bisnisnya dalam hal pertambangan dan sawit terus tumbuh dan bekembang.
Salah satu hal yang mengangkat statusnya adalah diketemukannya tambang emas dengan deposit sebanyak 500jt tons disebuah kawasan hutan sawit milik keluarganya.
Sebuah penemuan yang langsung membuat gempar dunia pertambangan emas, lebih-lebih karena jumlah perkiraan deposit yang ada didalam tanah milik mereka.
Penemuan yang pada akhirnya membuat nama keluarga Diego menjadi terkenal dan banyak orang yang iri dibuatnya.
Para saingan bisnisnya berusaha sekuat tenaga untuk bisa menguasai lahan mereka, salah satu langkah yang diambil adalah membuat sakit tubuh fisik tuan Diego.
“..informasi yang aku terima dari dokter Johan, jam 8 malam waktu Jiran, dokter Zen akan tiba dengan menggunakan maskapai internasional” jawab anaknya yang bernama Diego Arlan.
“..sebaiknya kita segera mendatangi terminal kedatangan, tidak enak jika sampai dokter Zen menunggu jemputan kita!” ujar tuan Diego memerintahkan anak-anaknya untuk ikut bersamanya.
“..baiklah papa!” semua anaknya kompak menjawab.
Setelah tiba dari konoha mereka semua menginap di hotel dekat bandara internasional negeri Jiran, mereka tidak ada yang berani untuk tinggal didalam mansion mewah milik ayahnya, takut dengan adanya barang-barang yang bisa menjadi perantara guna-guna kalo kata mereka.
[pesawat penumpang dengan nomor penerbangan ----- telah mendarat]
Suara operator bandara menginformasikan jikalau kode penerbangan pesawat yang ditumpangi oleh Zen telah berhasil mendarat dengan selamat, tuan Diego dengan kedekatan relasinya dibandara segera mengatur urusan imigrasi Zen agar dipermudah.
Benar saja, tidak sampai dua puluh menit, Zen terlihat sudah keluar dari pintu kedatangan penumpang dengan dikawal petugas imigrasi negeri Jiran.
“..dokter Zen! Selamat datang dinegara kami!” sapa tuan Diego dengan sangat ramah.
Petugas imigrasi segera memberikan salam mereka, tidak lupa salah satu anak tuan Diego memberikan amplop khusus yang diletakkan dengan sangat rapi sebagai ucapan terimakasih.
Ternyata tidak di konoha tidak di jiran, rasuhah memang merajalela.
“..mari dokter Zen, bagaimana rencana selanjutnya? Apakah kita akan menginap dulu atau..?” kalimat tuan Diego terlihat menggantung.
“..kita langsung saja ke mansion milik tuan Diego! Jangan sampai terlambat, malam ini harus sudah bisa diselesaikan, karena sangat berbahaya!” ujar Zen menjelaskan kondisi saat ini.
Tiga hari lagi kejadian bulan terbelah (gerhana) akan terjadi, bisa dipastikan saat kejadian tersebut energi hitam yang telah berdiam didalam bangunan mansion milik tuan Diego akan semakin menguat, saat itu, kemungkinan besar masalah akan semakin kompleks, tidak hanya keluarga tuan Diego, bahkan para keluarga pelayan dan keluarga penjaga yang bekerja akan terkena dampaknya.
Tidak ingin membuang waktunya dengan hal-hal tersebut, Zen menyarankan pada pemilik mansion untuk melakukan pembersihan bangunan mansion mereka malam itu juga.
__ADS_1