PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Batas


__ADS_3

Diluar gedung sendiri kondisi pasukan Bushido terlihat lebih memprihatinkan, selain mental mereka sudah jatuh akibat teriakan demi teriakan yang terdengar sangat menyedihkan dari kawan-kawan mereka yang bertarung dengan Lima target yang ada didalam gedung, kaki dan tubuh pasukan bushido yang tidak memiliki kemampuan meringankan tubuh langsung saja terperangkap didalam tanah.


Kanazawa dan Kenji bekerja sama untuk menahan pasukan bushido dengan kemampuannya masing-masing.


Tanah tempat pasukan bushido berpijak langsung berubah menjadi lumpur hisap, tidak hanya itu, dari dalam tanah muncul akar-akar pohon yang mengikat tubuh mereka hingga tidak bisa bergerak sama sekali.


Para bushido level atas yang memang memiliki kemampuan meringankan tubuh segera terbang dan menghindar dari permukaan tanah yang terlihat sudah sangat ganas menghisap pasukan bushido.


Dari ribuan pasukan Bushido berbagai level, kini tertinggal hanya kurang dari 120 pasukan bushido tingkat atas.


Ada keraguan yang sangat besar dari sisa pasukan bushido yang selamat.


“..bagaimana ini ketua?!”


“..benar, kelihatannya musuh kita sangat kuat!”


“..90% lebih pasukan kita sudah hilang, antara dihisap atau entahlah ketua!”


Berbagai keluhan diungkapkan oleh para pasukan bushido yang tersisa diluar bangunan gedung sambil berpegangan pada antena BTS layaknya lalat nempel di sedotan limun.


“..kalian diamlah, lebih baik kita ledakkan saja bangunan gedung ini” ujar ketua kelompok bushido yang masih bisa menguasai keadaan, meskipun dalam dirinya juga merasakan ketakutan yang luar biasa.


“..persiapkan formasi peledakan!” ujar ketua kelompok mereka memberikan perintah.


Dengan didukung peralatan militer yang canggih, Bushido yang tersisa segera melompat kesana kemari guna menghindari permukaan tanah.


Gedung kosong tempat kelima anak buah Zen itu terlihat sudah dipasangi bom waktu dengan kontrol jarak jauh yang dipegang oleh ketua kelompok Bushido.


{klik}


Remote pengendali hitungan mundur itupun sudah diaktifkan.


Terlihat timer digital dibom waktu sudah mulai aktif semua.


“..kalian semua menyingkirlah, aku rasa tidak akan ada yang selamat didalam gedung setelah ledakan terjadi!” perintah ketua kelompok yang mulai memberikan unstruksi untuk meninggalkan gedung kosong.


{boooommmm....booooommmm.....doooommmm}


Rentetan ledakan yang mulai bersaut – sautan akhirnya terdengar.


Gedung kosong yang dihuni oleh kelima anak buah Zen itupun hancur berkeping-keping.


“...hahaha...matilah kalian! Suruh siapa berani menantang Bushido, karena kamilah pemenangnya!” dengan sangat sombong ketua kelompok bushido tertawa lepas.


“..ketua memang hebat!”


“..yap benar, ketua kita memang paling jago dengan strategi perangnya!”


Ketua kelompok bushido yang tersisa terlihat mulai besar kepala dengan berbagai sanjungan yang diberikan.


Gedung kosong yang tadinya berdiri lima lantai, kini sudah rata dengan tanah.


{ziinggggg}


Suara desingan layaknya mesin sedang bekerja.


Dari kepulan asal ledakan muncul sebuah kubus bercahaya dan terlihat dialiri oleh sengatan listrik jutaan volt.


Adalah ulah Shimaguci yang bisa mengendalikan listrik dan petir serta Kawaguci yang membuat kubus transparans hingga membuat kelimanya selamat dari ledakan.


“...apaa!!!”


“..ke-ketuaa!!” dengan sangat ketakutan pasukan bushido yang tersisa terlihat gemetaran tubuhnya.


“..aku tahu!” meski emosi melihat musuh yang ditargetkan masih selamat.


“..semua, gunakan jurus terlarang!” ujar ketua kelompok bushido.


Jurus terlarang adalah sebuah jurus yang memang dikhususkan untuk para bushido level atas.


Jurus ini akan memanggil makhluk iblis kegelapan yang sangat mengerikan, bahkan selama ini mereka sendiri belum pernah menggunakannya didalam peperangan.


“..tidak ada keraguan lagi, segera rapatkan barisan!”


“..baik ketua!”


{bzzztttttttt}


Para pasukan bushido yang tersisa, terlihat sudah berkumpul layaknya semut mengerumuni tetesan gula cair.


Dari tengah-tengah mereka keluar percikan energi berwarna merah kehitaman, asap hitam mulai berkumpul dalam jumlah yang sangat besar.


Semuanya pasukan bushido masih merapalkan mantra pemanggilan yang merupakan jurus terlarang mereka.


“..hohohoho...”


“..manusia rendahan, siapa yang sudah memanggilku?!”


Muncul sosok bertanduk merah dengan bermata satu, tubuhnya penuh bulu dengan dominasi warna hitam, kukunya sangat panjang dan runcing.


“..tuan Iburisu!! Tolong kami, hancurkan kelima musuh kami!” ujar ketua kelompok yang langsung berbicara lantang sambil mendongakkan kepala mereka.


Daratan fukuoka terlihat sangat menyeramkan, petir hitam menyambar kesegala arah, angin tornado terlihat tidak terkendali memporak-porandakan bangunan sekitarnya.


Hujan deras datang tanpa ada mendung yang berkumpul, bahkan listrik satu kota juga padam.


“..dasar kalian pemuja abal-abal! Apa yang menjadi pertaruhan kalian dengan memanggilku hah!”


Dengan sangat emosi makhluk bermata satu itu meminta jatahnya.


“..ambillah jiwa kami tuan Iburisu!”


“...hohohoho..tawaran yang bagus!! Bersiaplah!”


{bwuuussshhhh}


“...aakkkhhhh....”


Jeringan melengking keras terdengar dari mulut sisa pasukan bushido.


Jiwa ratusan pasukan bushido itu langsung ditarik paksa oleh Makhluk bermata satu.


“..hemmm...nyaammm...nyaammm!!”


Makhluk bermata satu itu terlihat menikmati persembahan yang diberikan.


Kelima sodara seperguruan yang melihat aksi makhluk iblis menghisap jiwa dari para pemujanya masih bersikap tenang.


“..kalian semua, tunjukkan kekuatan kalian yang sebenarnya, makhluk didepan kita ini bukanlah manusia, dia adalah iblis yang dipanggil kedunia!”


“..seraaangggg!” teriakan Kawaguci.


{slaarrrsssss}


Kilatan petir langsung menyerang makhluk bermata satu.


{blaarrr}


Ledakan pun terjadi, namun tidak memberikan dampak yang luar biasa.


{slraaaapppp}


Juluran akar dari bawah tanah langsung mengikat kaki dan tubuh makhluk bermata satu yang terlihat meremehkan musuhnya.

__ADS_1


“...hahaha.. serangan kalian hanya membuatku geli!!”


{duuummmnnnn}


Injakan kaki makhluk bermata satu itu langsung menyebarkan momentum ledakan udara yang menerbangkan kelimanya jauh ratusan meter.


“..kakak ada yang aneh! Kekuatanku tidak bisa aku pergunakan” ujar Yuki yang kesusahan untuk memanggil bala bantuan hewan yang ada disekitarnya.


{sraaapppp}


Kenji langsung mengunci kedua kaki makhluk bermata satu dengan memadatkan tanah tempat pijakannya.


{pyaaarrrrr}


Batuan padat yang mengikat kedua kaki makhluk bermata satu itupun hancur dengan sangat mudah.


{suuuuttttt}


Kawaguci membuat kubus transparan yang mengurung makhluk iblis kegelapan didepannya.


“..shimaguci , sekarang!!”


“..baikk..”


{blaaarrrr}


Rentetan petir berwarna perak langsung menghantam tubuh makhluk iblis kegelapan yang telah terperangkap didalam kubus transparan.


“...hahahaha... petir kalian sungguh menggelitikku!!”


{ctraaaangggg....pyaaarrrr}


Kubus transparan yang berusaha mengurung makhluk iblis kegelapan itupun hancur berantakan.


“..guakkkk” kawaguci langsung memuntahkan darah dari mulutnya.


Kubus transparan memang membutuhkan kekuatan yang sangat besar untuk mengurung makhluk didepan mereka berlima.


“..giliranku!!!”


{wuiiiinggggg}


Makhluk bermata satu itu melemparkan lima buah cincin energi kearah musuhnya.


{trappp... trappp... trappp... trappp... trappp...}


Kelima sodara seperguruan itu terperangkap dan tidak bisa bergerak sama sekali.


Tubuh mereka diangkat naik tinggi keudara, layaknya sedang main hulahop sambil melayang.


{wwwzzztttttt}


“...aaakhhhhhh!!!” tubuh kelimanya seperti tersengat aliran listrik jutaan volt.


“..rasakan!! rasakan!!! Hahahahaha”


{duaarrrrr...}


Ledakan pun terjadi.


Kelima sodara seperguruan itupun langsung jatuh dari ketinggian dengan sangat deras.


{bukkkkk...}


Tubuh kelimanya langsung menghantam tanah dengan sangat keras.


“...uukkgghhhh!!”


“...uhuk...uhuk...!”


Pakaiannya sudah sobek sana sini, bahkan hanya menyisakan balutan segitiga dan penutup bongkahan gunungnya saja, selebihnya pakaiannya sudah compang-camping.


Kondisi sodara seperguruan yang lain juga tidak kalah kacau, darah mengalir dipermukaan kulit dan kepala mereka.


Shimaguci sendiri yang memiliki kekuatan listrik dan petir tidak mampu memberikan perlawanan.


“..bersiaplah menjemput ajalmu manusia rendahan!!”


{siuuuutttt... siuuuutttt... siuuuutttt... siuuuutttt... siuuuutttt...}


Makhluk bermata satu itu melemparkan bola-bola energi yang terlihat sudah menyala-nyala bara apinya.


{duummnnnn}


Ledakan dengan suara yang memekakkan telinga kembali terdengar keras.


Kepulan asap membumbung tinggi layaknya jamur raksasa terbentuk dilangit fukuoka.


“...hahahaha...matilah kalian semua!” dengan tertawa puas makhluk bermata satu itu melihat kepulan asap akibat ledakan serangannya.


“..sudah cukup main-mainnya!” terdengar suara dibalik kepulan asap yang mulai menghilang.


Muncul sosok pemuda berusia dibawah 20 tahun dengan tatapan yang sangat tajam ingin membunuh makhluk yang sudah membuat anak buahnya berakhir tragis.


“..siapa kamu!”


“..cih, makhluk rendahan sepertimu tidak pantas tahu siapa diriku!”


“..sombong!!!” protes makhluk iblis kegelapan.


{clapppp...}


Belum juga makhluk iblis kegelapan itu mengeluarkan serangannya, Zen sudah bergerak dengan sangat cepat memberikan serangan pada titik-titik vitalnya.


“..kk-kamu!! apa yang telah kamu lakukan padaku?!”


“..kenapa? kenapa dengan tubuhku?”


Makhluk bermata satu itu seperti patung Joko dolog dibelakang Taman Apsari, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur, diam tidak bisa bergerak.


{tapp...}


Kertas mantra langsung menempel disekujur tubuhnya layaknya koyo cabe yang dipakai kuli bangunan pada malam hari.


“..aakhhhhh!!!” jeritan makhluk bermata satu itu keras sekali terdengar.


Jeritan yang membuat penduduk sekitar fukuoka bergidik ngeri dan memilih diam didalam rumah.


Kertas mantra itu langsung menghisap kekuatannya sampai habis, bahkan tubuhnya yang tadinya tinggi besar dan dempal, langsung menyusut seperti dihisap vacum cleaner berkekuatan tinggi.


{slaaasshhh...}


Zen langsung menebas kepala makhluk yang sudah tidak berdaya didepannya.


{plukkkk..}


Kepalanya langsung terpisah dan menggelinding layaknya hewan kurban yang disembelih sampai putus.


“..kalian minumlah pil penyembuh ini!” ujar Zen sambil memberikan lima buah pil penyembuhan dengan tingkatan yang sangat tinggi, karena terbuat dari bahan herbal pilihan yang berumur jutaan tahun.


{swoosshhhh...}


Luapan energi spiritual kelimanya langsung kembali penuh ketika pil penyembuh yang diberikan oleh Zen meleleh ditenggorokan kelimanya.

__ADS_1


“..terima kasih tuan muda Zen!” kompak mereka berlima langsung menunduk hormat didepan Zen, tubuh mereka kembali bugar, luka dan goresan pada kulit mereka menghilang dengan sangat cepat.


“..mungkin jika tuan muda Zen tidak datang, kami berlima sudah berada di alam yang berbeda sekarang!” ujar Kawaguci mewakili.


“..sudah-sudah! Kalian segera bereskan kekacauan ini! Perang ini belumlah selesai! Roh astral Takashi Uemura masih belum berhasil aku temukan!” ujar Zen memberikan penjelasan.


Kelima sodara seperguruan langsung bergerak cepat membereskan kekacauan yang terjadi akibat perang mereka berlima.


Puing-puing bangunan yang hancur dan berserakan langsung hilang dengan teknik milik kenji.


Bekas ledakan yang terjadi juga tidak lagi nampak saat Yuki meminta bantuan semua hewan disekitar bangunan untuk membawa pergi pecahannya.


Pemadaman listrik yang terjadi sudah kembali normal, karena shimaguci membenahi sumber listrik yang rusak.


Kanazawa segera menumbuhkan kembali rumput-rumputan dan pohon-pohon rindang yang terlihat rusak parah sebelumnya.


Kini bekas pertempuran mereka sudah berubah seperti hutan pesisir pantai.


“..jika urusan kalian sudah selesai, temui aku dilokasi yang sudah aku bagikan!” ujar Zen yang main langsung menghilang dari depan kelima anak buahnya.


“..untung ada tuan muda Zen, tadinya aku pikir aku sudah mati!”


“..yap benar, badanku sudah remuk semua, gila bener itu oni (iblis)!”


“..bukan kamu saja, kekuatan petirku seperti tidak bekerja saat aku berusaha melawannya!”


“..sudah-sudah, dari kejadian ini, kita mesti belajar, kekuatan kita masih sangatlah lemah!” ujar Kawaguci yang langsung diiyakan oleh empat sodara yang lainnya.


Kelima sodara seperguruan itupun mulai meninggalkan lokasi fukuoka, menuju sebuah bangunan yang dituju oleh Zen.


Adalah kawaguci yang telah menerima pesan gps lokasi yang Zen informasikan.


Kelimanya berangkat dengan menggunakan mobil charteran mereka yang terparkir 5 kilometer jauhnya dari lokasi.


Langkah kaki kelimanya sangatlah cepat, jarak 5 kilometer hanya ditempuh dalam dua menit saja.


“..kita ke bagian selatan Gunung Fujiyama?!” ujar Kawaguci memberikan instruksi pada Ali yang telah bersiap jalan.


“..baik tuan Kawaguci!”


{broooommmmm}


Minivan itupun meninggalkan lokasi parkirnya dan mulai masuk kedalam jalur lintasan menuju gunung Fujiyama.


“..aku masih tidak percaya, seberapa kuat tuan muda Zen ini, bahkan makhluk yang sudah membuat kita berlima babak belur saja dengan mudah dikalahkanya!”


“..daripada kamu memikirkan seberapa kuat tuan muda Zen, lebih baik kamu meningkatkan kemampuan kultivasimu, lihat sendiri tadi, diantara kita kamu yang paling lemah!”


“..isssh...kakak!! iyaaa-iyaaa...aku tahu...!” Yuki terlihat jengkel dengan bullyan kanazawa yang memang benar adanya.


“..kita tidak tahu musuh seperti apa yang akan mengintai kita kedepannya! jadi tidak selamanya kita akan menjalankan misi bersama-sama!” ujar kawaguci melerai dengan bijaksana.


“..kakak benar memang!” ujar Yuki yang terlihat mulai berpikir cara seperti apa untuk meningkatkan kemampuannya.


Satu setengah jam setelah keluar dari tol panjang, minivan itu akhirnya tiba dilokasi, setelahnya minivan itu disuruh kawaguci untuk meninggalkan lokasi dan parkir seperti biasa.


“..tuan muda Zen!!” sapa kelimanya ketika melihat Zen terlihat berdiri sambil menatap puncak gunung Fujiyama.


“..kalian sudah sampai?! Apakah kalian pernah mendaki gunung Fujiyama ini sampai keatas sana?!” tanya Zen pada kelimanya.


“..maaf tuan, sampai sekarang belom ada yang bisa menembus salju abadi fujiyama?!” jawab Kenji memberikan informasi.


“..ooh,...lagian tidak ada apa-apa diatas?!” ujar Zen sambil berjalan pergi.


“..ayooo!!” seru Zen ketika sudah terlihat menjauh dari kelimanya.


“..apakah tuan muda barus saja menembus salju abadi dipuncak gunung fujiyama?!” tanya Shimaguci pernasaran.


“..entah?!” kawaguci terlihat mengangkat kedua bahunya.


“..apakah kalian tidak memperhatikan serbuk salju di bahu tuan muda Zen?!” ungkap Shimaguci kembali.


“..eeh...iyaaa! kamu benar!” yang lain langsung fokus dengan butiran salju yang masih menempel dibahu sebelah kanan Zen.


“..hebat, berarti tuan muda Zen adalah manusia pertama yang sampai dipuncak gunung Fujiyama!!”


“..memang hebat tuan muda Zen!”


“..yap benar!!”


Kelimanya sudah sampai ditempat Zen berdiri.


“..mulai hari ini tempat ini adalah markas kalian semua! Berlatihlah yang rajin, tingkatkan kemampuan kalian!”


{sreeettttt}


Tiba-tiba kekosongan udara terbelah begitu saja, setelah Zen menggerak-gerakkan tangannya.


“..ayo masuk!”


Masih dengan setengah percaya, mereka semua masuk kedalam.


“..iniii!!! bagaimana bisa!!” kelimanya langsung tertegun dan heran.


Sama seperti Zen pertama kali melihat bangunan purbakala, bahkan bangunan didepan mereka hanya ada didalam dongeng pengantar tidur mereka berlima, selama menimba ilmu diperguruan Aikido.


Menara-menara kuno terlihat berdiri dengan kokoh, tidak hanya itu, rumah-rumah jaman dulu dengan latar belakang bukit barisan yang menghijau disertai udara yang sangat sejuk terhampar luas sepanjang mata memandang.


“..Token ini aku percayakan padamu Kawaguci!” ujar Zen sambil menyerahkan benda mirip remot kontrol ukurannya.


“...Kamu teteskan saja darahmu disitu, dan pergunakan energi spiritualmu untuk membuka dan menutup pintu masuk tadi”.


“...Didalam dunia ini memiliki hukum waktu yang berbeda dengan dunia luar, didalam sini 10 tahun sama dengan satu hari didunia luar”.


“...Pergunakan dengan baik, latih kemampuan kalian hingga berada pada tingkat yang tertinggi!”


“..disana telah aku siapkan buku-buku ilmu beladiri kuno yang bisa kalian manfaatkan selama berlatih didalam dunia ini!”


{bruggghhh}


Kelima sodara seperguruan langsung tertunduk hormat, menjatuhkan badan mereka sangat rendah.


“..terimalah hormat kami tuan muda Zen!!” kelimanya langsung menyembah Zen dengan membenturkan jidat mereka kepermukaan tanah berkali-kali.


“..sudah-sudah! Tempat ini nantinya juga akan menjadi pusat pelatihan bagi anggota kalian semua!”


“..kalian bisa mempergunakan nama perguruan harimau Salju!”


{grrrrrhh....}


Setelah Zen mengucapkan nama harimau Salju, dari arah belakang mereka berlima muncul sosok hewan buas berbulu putih dengan tubuh tinggi besar.


“..Harrr-harimau salju!!”


“...ini, ini harimau salju abadi dipuncak gunung Fujiyama!!”


Cerita legenda yang selama ini mereka berlima dengar adalah nyata, dulu mereka selalu diceritakan oleh sensei mereka tentang keberadaan Harimau salju abadi di puncak gunung Fujiyama, namun cerita itu hanya menjadi khayalan semata, karena sosok sang harimau sendiri sudah tidak pernah terlihat selama ribuan tahun lamanya.


“..harimau salju akan menjadi pengawal dunia ini jika kalian bepergian!”


“..Yuki, kamu akan sangat senang dengan kedekatannya nanti!”


Dari kelima sahabat, hanya Yuki yang terlihat sangat senang sekali, dirinya merasa seperti menemukan belahan jiwanya yang lain, harimau salju abadi dari puncak gunung Fujiyama mulai mendekatinya.

__ADS_1


Tidak menunggu lama, harimau itu terlihat seperti kucing besar yang bertemu kangen dengan pemiliknya, yaitu Yuki.


__ADS_2