
Kehebohan rumah sakit kembali terjadi, video bagaimana pasien pertama dari departemen khusus rumah sakit internasional langsung menyebar luas.
“..kenapa semakin banyak orang yang kesurupan Zen?” tanya Dokter Johan mertuanya.
Saat ini Zen sedang bertemu dengan mertuanya didalam ruangannya, kejadian yang membuat heboh seisi rumah sakit itu menyebar luas seperti virus diudara.
Sosial media dipenuhi dengan video singkat berdurasi sepuluh menit, bagaimana pasien melayang kesurupan itu bisa di atasi dengan sangat mudah oleh dokter departemen khusus rumah sakit internasional.
Sangat diluar nurul memang, sebuah penyakit non medis namun diatasi oleh rumah sakit sekelas rumah sakit internasional.
Ada banyak kolom komentar yang membanjiri dengan sindiran dan cibiran, ada juga yang langsung memberikan pembelaan atas dibukanya departemen khusus dirumah sakit internasional.
Percaya tidak percaya itulah kenyataan yang sudah terjadi didalam lingkungan rumah sakit.
“..sepertinya situasi dunia tidak sedang baik-baik saja ayah!”
“..makhluk yang seharusnya ada didunia yang berbeda, mereka sudah berani terang-terangan mengintersep golongan manusia!” ujar Zen.
“..pemikiran kamu memang tidak bisa disalahkan, mungkin manusia juga yang telah mengganggu kehidupan mereka hingga mereka menampakkan diri?!”
“..ngomong-ngomong apakah kamu mau menambah koleksi? Aku dengar ketiganya sangat mengidolakanmu?!”
Zen yang mendengar omongan mertuanya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“..ayah sudah mendengar semuanya dari Clara, bagi ayah, selama rumah tangga kalian baik-baik saja, lakukan apa yang menurut kalian baik, ayah tidak melarangnya, toh kamu memang mampu!”
Petuah bijaksana keluar dari mulut ayah mertuanya.
{tok..tok..tok}
{krieeet}
Pintu terbuka dari arah luar, Zen dan ayah mertuanya langsung menolehkan pandangan mereka.
“..pah..udah selesai belum?” muncul kepala mamanya Clara dari arah luar.
“..eh ada Zen! Kirain siapa?” mamanya Clara langsung merangsek masuk kedalam.
“..sore mah..” panggil Zen dengan langsung memberikan salam penghormatan.
“..sehat kamu Zen?” tanya mamanya Clara yang terlihat reaksinya seperti kena gap.
“..sehat kok mah,..oh ya Zen sudah selesai ini, Yah, Zen izin kembali keruangan sekarang!” Zen paham situasi dan kondisi yang sedang terjadi, dirinya segera berdiri dari kursinya dan izin pamit pada kedua orang tuanya Clara.
“..kok Clara engga bilang kalo papa dan mamanya sudah berbaikan?” gumam Zen sambil terus berjalan menuju ruangan departemen khusus.
Hari ini sudah ada sepuluh pasien dengan kondisi yang sama seperti pertama kali mereka temui tadi pagi.
Total sudah ada 10 toples dengan berbagai macam makhluk astral yang telah berhasil mereka kumpulkan.
Nantinya semua makhluk itu akan diserahkan pada Voodo guna mendapatkan pelatihan khusus.
{krieettt}
Pintu ruangan departemen khusus terbuka dari arah luar.
“..sore dokter!” sapa semua yang sedang bertugas.
“..Bing dan Qin, kita pulang dulu, Maria, hari ini tugas kamu untuk berjaga bisa?” tanya Zen.
“..tenang saja dok, selama ada toples dan kertas ajaib ini, semuanya aman terkendali!” jawab Maria cengar cengir.
Setelah mengerjakan 10 masalah yang sama, ketiganya kini sudah semakin mantab untuk menjalani profesi mereka.
Tidak ada lagi yang namanya takut dan keraguan dalam diri semua petugas medis yang tergabung dalam departemen khusus.
Bahkan mereka sudah seperti terbiasa menangani pasien yang kesurupan dan mengeluarkan makhluk astral untuk diletakkan didalam toples khusus, semua berkat kertas mantra pengambil roh serta toples penghisal makhluk astral dari Zen.
Kepercayaan diri petugas medis departemen khusus meningkat.
Zen setiap hari akan memindahkan isi didalam toples kedalam penjara lukisan miliknya, tentunya Voodo sangat menunggu akan kehadiran para tawanan Zen yang baru dengan penuh kegembiraan.
Pihak rumah sakit internasional sendiri sudah menyediakan fasilitas yang sama seperti halnya dokter -dokter medis yang lain, sebuah apartemen yang berada didekat rumah sakit menjadi fasilitas bagi para dokter yang tergabung dalam tenaga medis rumah sakit internasional.
Xian Qin dan Xian Bing juga mendapatkan yang sama, namun keduanya lebih memilih untuk kembali kemansion milik Zen.
Zen yang sudah memberikan kalung portal pada kedua Xian siang tadi selalu mengingatkan agar cara mereka berpindah jangan sampai memancing keributan orang lain.
Perlahan Duo Xian bisa mengerti dan memahami pola berpikir Zen.
Clara sendiri sudah menyetujui jikalau duo Xian bisa menjadi saudari sepertititan mereka yang kesebelah dan dua belas,. Karena saudari kesepuluh mereka adalah saren.
“..tuan! bisakah kita jalan – jalan dulu sebelum pulang? Aku melihat dari lantai atas rumah sakit, disekitar sini ada banyak taman terbuka!” Xian Bing memberanikan diri mengajak Zen jalan-jalan.
“..kalian ingin jalan-jalan?” tanya Zen.
“..euhmmm!” anggukan keduanya menjadikan jawaban.
“..baiklah, mari kita jalan-jalan dulu, eeuhmm, disebelah dana ada taman terbuka dan ada beberapa stand makanan yang bisa kalian coba tentunya” ujar Zen mengarahkan jari telunjuknya kesebuah tempat.
Ketiganya lantas berjalan berdampingan, membuat semua orang iri tentunya.
“...dokter Zen tampan bangeed! Pantas sekali dengan duo dokter cantik itu!”
__ADS_1
“...eit jalan salah, begitu itu, wanitanya dokter Zen ada 9 lho! Termasuk putri semata wayang dokter Johan!”
“..apaa?? s-e-m-b-i-l-a-n?”
“..pantas saja? Seberapa kuat dokter Zen?”
“...iisshh kamuuu!!”
Tidak ingin mendengar berbagai gunjingan tentangnya, Zen melanjutkan jalan kakinya menuju taman terbuka yang ingin dituju.
“..aku mau makanan itu? Tuan..!” tatapan penuh permohonan dimunculkan dari raut wajah yang sangat imut.
“..ini, ambillah uangnya, dan coba kalian berinteraksi!” ujar Zen yang langsung memberikan pecahan mata uang kertas warna biru masing-masing satu lembar pada keduanya.
Zen melihat sebuah kursi taman kosong dan langsung berjalan menuju kearah kursi tersebut.
Beberapa saat Zen terlihat menikmati suasana dan udara sore yang terlihat sangat segar, karena peralihan cuaca yang sudah mulai menuju musim penghujan.
Dari jarak jauh Zen bisa melihat kedua wanita yang sejak kecil selalu bersama, namun tidak mengetahui asal usulnya itu terlihat saling bercanda ketika memilih makanan yang mereka sukai.
Sebuah kebahagian tergambar diraut wajah mereka berdua, kebahagiaan yang pada akhirnya menular disetiap pedagang makanan dan minuman yang dibeli oleh mereka berdua.
Kebahagiaan mereka harus terganggu dengan kehadiran Marthen beserta tuan Hadinata.
“..halo maniizzz kita bertemu lagi!” suara tuan Hadinata terdengar merusak situasi sore itu.
Zen yang melihat dari kejauhan kembali membiarkan mereka berdua untuk menyelesaikan permasalahan didepan mereka.
Xian Bing dan Xian Qin yang mendapat kode anggukan kepala dari Zen langsung percaya diri.
“..waaah, memang target bos besar Hadinata memang luar biasa!” Marthen ikut datang kelokasi setelah mendapatkan informasi jikalau kamera CCTV menangkap wajah kedua target tuan Hadinata berada disebuah taman terbuka didekat rumah sakit internasional.
Hanya butuh lima menit Marthen datang kelokasi dengan membawa 5 orang pengawal yang sudah dipesan oleh tuan Hadinata secara khusus untuk membantunya.
Tuan Hadinata sendiri langsung meluncur kelokasi sesaat setelah Marthen mengirimkan lokasi targetnya.
Tanda jadi dalam jumlah besar juga sudah diterima oleh Marthen.
“..kalian berlima segera ringkus dua wanita itu untukku!” perintah tuan Hadinata.
“..siapp bosss!!” kelimanya langsung maju kedepan bermaksud untuk meringkus kedua wanita yang menjadi target bos mereka.
{dashh..dashh..dashhh}
Gerakan supercepat berupa kombinasi serangan dari Xian Qin dan Xian Bing membuat kelima pengawal yang dibawa Marthen belum juga sempat mengeluarkan kemampuannya terbaiknya sudah ambruk.
{brukkk...gedbuukkk}
Suara tubuh kelimanya bergantian tersungkur ke permukaan tanah.
Baik Marthen maupun tuan Hadinata, tidak ada yang bisa melihat cepatnya gerakan Duo Xian.
{tap..tap}
Kedua wanita yang menjadi target mereka melangkahkan kaki mereka mendekat kearah Marthen dan tuan Hadinata.
“..berhenti!! jangan mendekat!!” teriak tuan Hadinata ketakutan sambil mundur beberapa langkah.
“..stop, kalian berdua telah membuat kesalahan dengan melumpuhkan lima pengawal tadi! Kalian akan menghadapi Phantera jika kalian sampai berani menyentuhku!!”
{crakkk...siuuuttt}
Sebuah tendangan langsung bersarang di sela-sela kedua kaki keduanya! Selanjutnya tubuh mereka jauh terlempar belasan meter.
{dummmnnn.. Pletaakkk}
Suara renyah seperti pecah dan patah langsung terdengar menyedihkan.
“..masa depanku!!! Aaaakhhhhhh...” teriakan kesakitan terdengar melolong.
“..kkalian.. lihat saja akan aku laporkan pada Phantera, tunggu hari kematian kalian!!" "..Aaakhhhh--saakitttt” Marthen merasa dunianya sudah hilang, setelah teriakannya selesai, dirinya sudah tidak sadarkan diri dengan darah merembes keluar dari sela kedua kakinya.
Kondisi tuan Hadinata juga tidak kalah menyedihkan, kekuatan Xian Qin dalam hal menendang tidak bisa diremehkan, dengan penglihatan super milik Zen, dipastikan selain set belalai dan dua endog penghasil masa depan tuan Hadinata sudah tidak bisa lagi dipergunakan, tulang ekornya juga sudah dipastikan remuk.
“..kalian memang perlu diberikan pelajaran!” gumam Zen yang terlihat menikmati sajian hiburan dari duo Xian dari jarak yang cukup jauh.
Tercatat ada tujuh orang yang terluka parah disekitaran taman terbuka sore itu, tidak ada yang ingin membantu mereka, karena semua orang takut tergeret permasalahan kedepannya.
Terlebih lagi mulut Marthen berteriak nama Phantera, sebuah nama yang memang lagi naik daun didunia bawah negera konoha.
Jadilah tujuh laki-laki yang terluka dan pingsan tak sadarkan diri itu dibiarkan saja oleh pengguna fasilitas taman.
“..kita pulang sekarang?” tanya Zen pada keduanya yang terlihat mendekat kearahnya.
“..sebal sekali, ingin menikmati sore saja mesti digangguin!” gumam Duo Xian sambil menjejakkan kaki mereka ketanah.
“..hehehe...penampilan kalian sih terlalu panas, jadi banyak yang ingin memiliki!”
Kalimat Zen spontan langsung membuat keduanya malu-malu memerah pipinya, namun keduanya tetap berjalan mengikuti Zen dari belakang.
Ada perasaan senang dalam diri keduanya, karena mereka bisa mendapatkan komentar cabul dari tuan mereka, sebuah kalimat yang tentunya menunjukkan jikalau tuan mereka juga memperhatikan penampilan keduanya.
“..sudah-sudah jangan banyak berpikir, saudari kalian sudah menunggu dimansion, jadi kita harus cepat pulang sekarang juga!”
__ADS_1
Mendengar kalimat barusan, hati keduanya semakin senang, itu artinya keduanya akan segera resmi menjadi bagian geng sepertititan dengan ketuanya adalah Clara istri pertama tuan mereka.
“..kalian pergunakan saja toliet umum disana untuk berpindah!” ujar Zen menunjukkan letak toilet umum khusus wanita pada keduanya.
Dengan anggukan kepalanya, duo Xian langsung berlari dengan cepat seperti sedang kejar-kejaran satu sama lain.
“..dasar, makin dewasa makin mirip bocah!” gumam Zen pada dirinya sendiri.
Zen sendiri ada sebuah urusan yang tidak bisa ditinggalnya, beberapa jam yang lalu Zen telah dihubungi oleh Gebi dan Yuki, jikalau kondisi di lokasi proyek yang berada di perbatasan Meksiko sedang kacau.
Investasi Zen dibidang energi terbarukan mendapat perlawanan dari pihak tertentu yang tidak ingin Z corp menjalankan rencana mereka disana.
Setelah memastikan kedua wanitanya berada didalam mansion miliknya, Zen langsung menggunakan toilet umum khusus pria untuk berpindah lokasi.
{zlappp}
Kilatan cahaya langsung menelan tubuh fisik Zen dan memindahkannya kedalam ruangan kerja miliknya di lokasi proyek.
{krieeett}
Pintu terbuka dari arah dalam.
“..tuan!” Yuki dan gebi bersamaan menyapa Zen.
“..jadi bagaimana? “
Yuki menganggukkan kepalanya pada Gebi untuk segera menceritakan kondisi situasi terkini.
Dari mulut gebi didapatkan informasi jikalau kondisi lapangan tempat rencana Z corp mendirikan pembangkit listrik tenaga Hidrogen tengah didemo masa dalam jumlah ratusan ribu orang, semuanya menuntut agar investasi tidak dilanjutkan karena akan menyebabkan PHK besar besaran dibidang perminyakan.
Kehadiran Yuki diawal pada dasarnya sudah membuat jera para pengusaha jahat yang sudah menerima kompensasi dari Z corp, namun masih berusaha untuk mendapatkan jutaan dolar tambahan dari langkah mereka mengacaukan pembangunan proyek.
Yuki yang kala itu sudah mengalahkan semua jagoan dari para pengusaha tidak bisa lagi membantu Gebi, karena para pengusaha tersebut tidak membayar gaji terakhir para karyawan mereka dari uang kompensasi yang diberikan.
Para pengusaha juga memprovokasi karyawan mereka untuk menyalahkan Z corp yang telah membunuh investasi dan usaha mereka.
Karyawan yang memang melihat sendiri pembangunan proyek milik Zen tidak melibatkan warga disekitarnya, lantas mengadakan demo besar-besaran.
“..kondisi sekarang memang bukan menjadi tanggung jawab kalian, biarkan aku yang mengurus dari sini! Kalian persiapkan saja lembar kertasnya, tahu kan yang aku maksudkan?!”
“..baik tuan!” Gebi yang paham dengan apa yang dimau suami sekaligus bos nya itu langsung bergerak cepat mempersiapkan kelengkapan dokumen yang diminta.
Awan hitam mendadak bergerumul dilokasi proyek pembangunan milik Z corp.
Para demonstran terlihat kebingungan dan kalap.
“..bagaimana ini, badai akan datang!”
“..lihatlah, itu-itu ada tornado dari arah laut!!”
“..selamatkan diri kita masing-masing!”
Berbagai seruan para pendemo langsung terdengar, ratusan ribu orang yang tadinya berkumpul didepan gerbang lokasi proyek segera berlarian kesana kemari menyelamatkan diri.
“..tuan memang hebat!” puji Yuki.
Dengan mempergunakan satelit rekayasa cuaca, Zen langsung mengirimkan awan hitam dan angin tornado yang terlihat menyeramkan dari tengah laut.
“..woi..kenapa kalian membubarkan diri?” teriak para pengusaha yang memang menjadi dalang atas kejadian penggerakan masa besar-besaran.
“..kalian kerjakan lah sendiri! Kami ingin selamat dari badai besar itu!!”
“..ya benar, kalian saja tidak membayar gaji kami, buat apa kami mati-matian membela usaha kalian!!”
“..ayo cepaat, lihatlah tornado itu semakin membesar!!”
“..semuanyaaa ayoo selamatkan diri kita !!”
Pengusaha yang melihat mendung hitam dan angin tornado super besar mengarah kelokasi pembangunan tempat mereka melakukan demonstrasi besar-besaran kini merasa takut.
“..bagaimana bisa, cuaca yang tadinya terik – cerah, mendadak muncul badai super besar..” gumamnya dalam hati.
Merasa jika cara mereka gagal, para pengusaha itupun membubarkan diri mereka masing-masing.
Kendaraan dalam jumlah ratusan itupun mulai meninggalkan lokasi demonstrasi dengan terburu-buru.
Setelah dirasa tidak ada lagi para demonstran dan pengacau pembangunan proyeknya berdemo didepan pintu gerbang, Zen segera menghilangkan rekayasa cuaca yang dikerjakannya.
“..yuki, kamu sudah merekam semua bukti-bukti mereka?”
“..sudah tuan!”
“..gebi, aku akan memastikan mereka semua menandatangi surat yang sedang kamu persiapkan malam ini juga!”
{zlappp}
Zen menghilang dari ruangan tempat ketiganya berkumpul menuju kesebuah lokasi yang hanya dirinya yang mengetahuinya.
“..suami kita memang sangat hebat bukan?!” ujar Yuki yang terlihat masih tidak percaya dengan cara Zen menyelesaikan permasalahan ratusan ribu demonstran yang memang sengaja dibayar oleh para pengusaha culas, sudah menerima kompensasi dari pihak Z corp, tapi masih ingin meraup jutaan dolar dari aksi mereka.
Total ada 5 pengusaha besar disekitar pesisir pantai yang langsung berlatar belakang pegunungan sebagai dinding alamnya, semua lahan usahanya telah tergusur dan akan berganti menjadi proyek besar Zen.
Sebuah proyek pembangkitan energi terbarukan yang akan mengolah air laut menjadi bahan bakar pembangkitnya.
__ADS_1
Adalah proses pemutusan rantai hidrogen didalam molekul air laut yang menjadi kunci dari berjalannya pembangkitan hidrogen milik Zen.
Adapun semua mineral yang terkandung didalam air laut, akan diolah menjadi bahan pupuk organik yang nantinya akan diekspor dan dipergunakan secara lokal.