PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Terlambat


__ADS_3

Kobaran api terlihat membumbung tinggi naik, membuat malam yang gelap gulita menjadi sangat terang, kontras dengan lingkungan disekitarnya.


Bangunan kuno milik tuan Takashi itupun hangus terbakar oleh si jago merah.


{siuut.. siuut.. siuut.. siuut..}


Ratusan ninja bayangan hitam terlihat mendarat disekitar kobaran api.


“..brenggseekk!! kita terlambat!” ujar sosok yang dirasa merupakan pimpinan dari kelompok Bushido yang barusan datang.


“..bagaimana dengan tuan Takashi?!” tanya yang lain.


“..tenanglah, selama ini mereka tidak mengetahui jikalau sosok yang mereka lihat sehari-hari, hanyalah kloningan dari yang Mulia!” jawabnya.


“..kalian coba cari jejak mereka, apa yang bisa kita dapat!”


Ratusan ninja yang memang sudah terlatih sejak ratusan tahun yang lalu itu segera berpencar, mencari jejak tertinggal dari orang atau kelompok yang sudah melakukan pembakaran bangunan Gedung kediaman pemilik Takashi Grup.


Yang tidak disadari oleh ketua kelompok Bushido, keberadaan Zen yang terlihat berkamuflase diantara mereka.


Adalah Kenji dan Shimaguci dengan mempergunakan kemampuan miliknya, mereka menghilangkan semua jejak baik itu ban mobil serta jejak-jejak lain yang mungkin bisa menjadi petunjuk bagi kelompok Bushido untuk melacak keberadaan mereka.


“..sangat rapi, bahkan kebakaran yang terjadi disebabkan karena tegangan arus listrik berlebih! Bukan karena bahan peledak ataupun bom militer!”


“..hemmmm!” gumam ketua kelompok Bushido yang terlihat memegang dagunya.


Setelah mencari barang bukti yang mungkin bisa mereka dapatkan selama satu jam lebih, akhirnya ketua kelompok bushido itupun memerintahkan anggotanya untuk kembali ke markas rahasia mereka.


{slaarrppp}


Kelebatan warna hitam pekat seperti kelelawar malam terbang bergerombol, kelompok bayangan itu terlihat mendominasi langit negeri sakura yang sedang disinari bulan purnama.


Sejauh ratusan kilometer dari kediaman pemilik Takashi Grup yang terbakar, tepatnya dikaki gunung Fujiyama bagian selatan, disanalah markas rahasia mereka berada.


Markas rahasia yang ditutupi oleh formasi pelindung kuno, membuat keberadaan markas tersebut sulit untuk ditemukan dengan menggunakan alat modern sekalipun.


“..ternyata disini markas mereka!” Zen bergumam sendiri dalam hati.


Lahan seluas mata memandang itu penuh dengan bangunan jaman kuno yang tidak terjamah, sebuah pemukiman layaknya kehidupan ribuan tahun yang lalu terpampang indah didepan Zen yang masih dibuat kagum dengan keindahan bangunannya.


“..kamu!! segera berbaris, sebentar lagi, yang mulia akan memberikan pengumuman penting!” ujar sosok yang menegur Zen karena terlihat bengong.


Tidak ingin membuat musuhnya mencurigainya, Zen langsung melesat menuju barisan sesuai dengan logo baju yang dikenakan.


Zen sendiri menyusup dengan mempergunakan baju Bushido tingkat atas, sangat mudah untuknya mencari posisi kawannya yang lain.


{ngguuuungggg}


Suara seperti layaknya mikrofon terdengar menggema beberapa saat, membuat para pasukan Bushido yang sudah berbaris rapi berjejer dalam jumlah ribuan terdiam dalam keheningan.


{swoooossshhh}


Angin bertiup dengan kencang, memberikan tekanan aura penindasan bagi yang dilewatinya.


{tap}


Kaki jenjang sosok sepuh tua renta, jenggot dan alisnya memutih serta memanjang, turun dari ketinggian.


“...kalian semua dengarkan!”


“..malam ini, sudah ada kelompok yang berhasil mengambil Kloninganku!”


Kasak-kusuk langsung terdengar, karena selama ribuan tahun, belum ada yang bisa menangkap yang mulia Takashi Uemura pemimpin Bushido si Ninja Bayangan Hitam.


Boro-boro menangkap yang asli, bahkan kloningannya saja belum pernah ada yang mampu membuatnya bergerak satu langkah, tapi malam ini, didepan ribuan pasukan Bushido, Takashi Uemura memberikan informasi yang membuat para pasukan Bushido tercengang, tidak percaya.


“..aku perintahkan kalian semua, untuk segera mencari kelompok yang sudah berhasil mengambil kloninganku itu! Hidup atau mati, bawa mereka kemari untuk mendapatkan hukuman yang setimpal!”


Orasi Takashi Uemura terdengar memompa adrenalin para pasukan Bushido yang telah lama tidak mendapatkan perlawanan dari kelompok kuat.


Terakhir mereka hanya mengerjakan pekerjaan kotor untuk menghancurkan perguruan beladiri kuno yang menjadi lawan mereka selama ini, perguruan tempat kelima jepun anak buah Zen dibesarkan dan menimba ilmu beladiri mereka.


Bushido pada akhirnya menjadi satu-satunya penguasa gunung Fujiyama, setelah ribuan tahun lamanya, mereka harus menunggu dengan sabar, untuk menghancurkan perguruan beladiri Kuno Aikido yang bertempat disebelah utara gunung Fujiyama.


Tidak ada yang menyangka Bushido bisa melenyapkan satu generasi terakhir dari perguruan Aikido dengan sangat mudah dalam satu kali serangan.


Adalah cara kotor dilakukan oleh mereka, sumur sebagai sumber pokok perguruan Aikido, telah mereka racuni dengan menggunakan racun salju abadi, sebuah racun yang tidak bisa dideteksi oleh kekuatan para sensei yang ada didalam perguruan Aikido.


Malam berdarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh Kawaguci dan keempat sodaranya yang lain.


Bahkan harta perguruan beladiri kuno yang mengedepankan ilmu beladiri keseimbangan sebagai andalannya itu dikuras habis, oleh para tetua perguruan Bushido.


Kembali ke orasi Takashi Uemura.


“..aku bisa melacak keberadaan kloninganku saat ini, dia berada disebuah gedung kosong dikawasan dekat pesisir laut Fukuoka”


“..aku meminta pada kalian semua, bawa semua kekuatan kita, hancurkan mereka yang sudah berani melawan kekuatan kita!”


“..jangan pulang sebelum ada yang berhasil membawa potongan tubuh mereka!”


Takashi Uemura kembali membakar semangat para pasukan Bushido.


“..hidup yang Mulia!!”


“..bunuh... .bunuh... .bunuh... .bunuh... .bunuh...”


{siuttt... siuttt... siuttt... siuttt... siuttt...}


Ribuan pasukan Bushido langsung berpencar bergerak menuju lokasi yang sudah diinformasikan.


Salah satu kelebihan dari pasukan bushido ini adalah, otak mereka akan terkoneksi layaknya jaringan komputer dengan induknya adalah Takashi Uemura sendiri.


Mata para pasukan Bushido akan menjadi kamera pengintai dari Takashi Uemura yang akan selalu tinggal dimarkas rahasia mereka.


“..aku harus mendapatkan kemampuan kloningan milik iblis satu itu!” gumam Zen yang terlihat belum beranjak dari posisinya, sementara semua kawannya sudah pergi meninggalkan lokasi.


Tidak ada kecurigaan dari para tetua Bushido yang melihat Zen masih terdiam ditempatnya, membuat Zen semakin bertanya,


“..jangan-jangan mereka semua hanyalah boneka saja, sosok aslinya tidak berada disini!”


Dengan mempergunakan mode kamuflase, Zen mendekat kearah para tetua dan Takashi Uemura.


“..apakah kalian merasakan sesuatu?!” tanya salah satu tetua.


“..tidak ada?! Mungkin hanya perasaanmu saja! Bukankah kamu selalu seperti itu?!” ujar tetua yang lain tidak menanggapi serius.


“..sebaiknya kita segera kembali ke tubuh asli kita, karena ilmu ini sangat menyita energi spiritual kita masing-masing!”

__ADS_1


“..apa yang dibicarakan kakak sangat benar, akhir-akhir ini populasi penduduk di negeri sakura khususnya yang wanita dan masih perawan sudah sangat menurun, asupan esensi darah perawan sudah sangat terbatas!”


“..kita harus segera melebarkan sayap kita keluar negara!”


Berbagai kasak kusuk dialog para tetua terdengar saling bersaut-sautan.


“..kali ini kita konsentrasi dulu dengan kelompok yang sudah berhasil membawa kloningan diriku, setelahnya, kita segera menjalankan rencana kita secara global!” ujar Takashi Uemura memecah perdebatan.


Tidak ada yang menyangkal perkataan Takashi Uemura sebagai leluhur Bushido.


Para tetua selanjutnya mulai melesat bersamaan kearah sebuah pintu rahasia yang hanya bisa dibuka oleh para tetua selama ini.


Zen yang melihat sebuah dinding batu bergerak terbuka langsung menyelinap masuk, masih dengan mode kamuflasenya.


“..fiuuuh! untung aku sudah menguasai mantra kamuflase ini dengan sempurna!” ujarnya bersyukur.


Zen mengikuti langkah para tetua yang menuruni anak tangga berjumlah ratusan dengan perlahan.


Saat anak tangga terakhir telah dipijaknya, Zen kini dihadapkan dengan sebuah ruangan sangat luas dibawah tanah, banyak ornamen purbakala disana.


Bahkan ada beberapa meja persembahan yang nampaknya telah dipergunakan sejak lama, karena terlihat warna meja yang sudah mulai mengkilap dengan warna dominan merah darah.


Bau amis terlihat merebak, layaknya bau darah wanita yang sudah mengering.


“..sampai kapan kita harus selalu bersembunyi dari dunia luar sana?!” tanya salah satu tetua yang sudah membuka matanya ketika pecahan tubuhnya sudah kembali lagi masuk kedalam tubuh sejatinya.


“..sabarlah, Leluhur sedang menyelesaikan masalah diluaran sana, setelahnya, kita bisa melanjutkan kembali rencana awal kita untuk mengumpulkan ribuan wanita perawan yang akan kita persembahkan pada dewa iblis kegelapan junjungan kita!”


“..benar, saat itu tiba, kekuatan dan keabadian kita akan meningkat! Bersabarlah sedikit lagi!”


Total ada lima orang tetua dengan satu tubuh Takashi Uemura yang terlihat masih memejamkan matanya.


“..sebaiknya orang tua seperti kalian tidak pantas diberikan keabadian!” suara Zen langsung terdengar menggema.


“..siapa itu!!” lima tetua langsung bersiap.


“..cih, kekuatan kalian bukanlah lawanku!”


“..sombong!! tunjukkan dirimu!!”


{sriiinggg}


Zen keluar dari mode kamuflasenya.


“..ternyata disini sarang kalian!” ujar Zen.


“..Takashi!! bangunlah!!” salah satu tetua berusaha untuk membangunkan Takashi Uemura yang masih duduk sikap lotus dengan mata yang terpejam.


“..percuma kalian membangunkannya, aku sudah mengunci jalur nafas kehidupannya!”


“..jika roh astralnya tidak kembali dalam satu jam kedepan, bisa dipastikan Takashi Uemura tinggal nama, dan rohnya akan bergentayangan mencari inang yang cocok!”


“..sedangkan inang yang cocok buat roh yang sudah berkontrak dengan iblis kegelapan adalah Binatang iblis penghuni neraka!”


“..banyak omong! Seraaang!!”


{siiuuuttt..}


Kelebatan para tetua berusaha untuk menyerang Zen.


Pukulan ditangkis dengan pukulan


{...buukkkk}


Tendangan ditangkis dengan tendangan


Ratusan jurus sudah keluarkan oleh para tetua, namun Zen masih saja dengan tenang menanggapi serangan mereka.


“..hosssh...hoooshhhh” nafas kelima tetua terlihat naik turun tidak beraturan.


“..apa segini saja kemampuan kalian berlima?!”


“...sombong kamu anak muda!! Hyaaattt”


Kembali jual beli serangan terjadi, emosi kelima tetua semakin menjadi, karena ratusan serangan yang mereka keluarkan tidak ada satupun yang bisa mengenai tubuh Zen.


Frustasi!


Kelimanya langsung mengeluarkan senjata andalan mereka masing-masing.


“..kali ini, jangan salahkan kami, matilah!!!”


{blaarrr}


Lima buah cambuk api terlihat menyambar kekosongan udara di ruang bawah tanah.


{ctaarrrr}


Kembali sabetan lima cambuk api berusaha menargetkan tubuh Zen.


Namun seberapa pun usaha kelima tetetua Bushido, yang ada kelimanya hanya mendapati kelelahan yang maksimal.


Tenaga dalam mereka terkuras habis, sampai,


{duaarrrr}


Sebuah serangan telak dari Zen langsung memporak-porandakan formasi serangan kelima tetua.


{buaakkkk}


Kelima tetua langsung terpental jauh hingga membentur tembok yang ada dibelakang mereka.


“...guaakkk...”


Lima tetua langsung memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka masing-masing.


Cidera dalam!


Organ dalam mereka berlima seperti terbakar, perlahan energi kehidupan mereka mulai tergerogoti oleh sesuatu kekuatan yang tidak terlihat, keuatan itu menghisap energi kehidupan mereka secara brutal.


“...aakkhhhh!!!”


“...ibliss... kamu ibliss!!”


Teriak kelima tetua yang saat itu sedang meregang nyawa sambil memegangi dada mereka yang penuh sesak serta panas dari dalam.


{blaaarrrr}

__ADS_1


Tubuh mereka berlima langsung meledak menjadi bubur darah, berhamburan menempel didinding ruang bawah tanah mereka.


Melihat lima tetua sudah kalah, Zen segera mengumpulkan senjata mereka, tidak lupa Zen memasukkan semua harta jarahan yang tersimpan didalam ruangan bawah tanah.


Adalah gunungan emas, gunungan batu berharga serta tumpukan kitab beladiri dan kitab pengobatan yang jika ditebak merupakan harta rampasan mereka selama ini, semuanya dikumpulkan oleh Zen kedalam ruangan penyimpanan jiwa miliknya.


Setelah dirasa kosong dan tidak ada lagi harta yang bisa dijarahnya, Zen lantas memasukkan tubuh fisik Takashi Uemura kedalam lukisan dan perpesan pada Vodoo untuk menempatkan tubuh fisik dari Takashi Uemura diruangan tersendiri.


{zlappp}


Dengan teleportasi Zen berpindah tempat keluar dari ruangan bawah tanah.


“..Sangat disayangkan jika markas rahasia ini dihancurkan, sebaiknya aku mengubah formasi pelindungnya, sehingga tidak ada lagi pasukan Bushido yang bisa masuk kedalam markas”..gumam Zen.


{sraaazzzzz}


“..keluarlah!!”


{booommmm}


ledakan energi terjadi.


Kertas mantra pelindung dengan tulisan aksara kuno melayang dalam jumlah jutaan banyaknya.


“..bekerja!!”


{blaarrrr}


Petir menyambar beberapa puluh kali, seiring dengan jutaan kertas mantra pelindung mulai menyatu dengan udara disekitarnya.


Kubah transparan penuh dengan energi spiritual itu muncul melindungi seluruh wilayah yang menjadi markas rahasia para pasukan Bushido selama ini.


***


Sementara itu disebuah bangunan kosong bertingkat 5 dekat dengan pantai Fukuoka,


{splassshh}


Yuki tidak henti-hentinya menyiksa Takashi yang sudah terlihat sudah sangat menyedihkan kondisi tubuhnya.


Beberapa menit yang lalu Yuki memerintahkan kawanan semut merah untuk masuk kedalam mulut Takashi dan menggigit seluruh organnya dari dalam.


Racun semut merah membuat dampak yang sangat luar biasa bagi korbannya, lebih-lebih jika digigit dari dalam tubuh.


Kulit Takashi sendiri terlihat sudah melepuh, layaknya disiram air keras dalam dosis yang sangat banyak.


“..mau sampai kapan kamu menyiksanya?!” tanya Kawaguci.


Sodara yang lain tidak ada yang berani mengganggu Yuki, mereka memilih untuk mengumpulkan tenaga dengan berkultivasi menyerap energi alam yang ada disekitar mereka.


{nguuuungggg}


Alarm sensor yang Yuki pasang mengelilingi gedung berbunyi.


“..kakak lihatlah!” ujar Yuki menunjukkan layar monitor yang mendeteksi adanya pergerakan ninja bayangan hitam disekitar gedung.


“..b-u-s-h-i-do!”


“..cepat sekali! Kelihatannya kita telah membawa barang yang salah!”


{byaarrrr}


Tubuh Takashi yang sudah tidak kuat lagi menjalani siksaan langsung ambyaarr, pecah layaknya bulir kaca bertebaran.


“..klon!!” serempak kelima sodara jepun bersuara.


“..kalian semua bersiap!! Kelihatannya kita sudah dijebak oleh para Bushido itu!” Kawaguci langsung memberikan aba-aba pada sodaranya yang lain.


{prokk.. prokk.. prokk.. prokk.. prokk..}


“..hebat, aku akui kalian berlima hebat!”


“..ciiih.. pasukan cacing pita saja bangga!” provokasi Yuki.


“..diam kamu cosplayer-wifu!!, tunggu saja giliranmu, tugasmu adalah memuaskan kami semua dengan lubang sempitmu itu!! Hahahahaha”


“..kurang ajar kaliaan!!! ciiih!!”


“..hiyaaattt” Yuki langsung bergerak menyerang karena ucapan mereka sudah berhasil membuatnya sangat marah.


“..dasar anak kecil!” gumam Shimaguci ketika melihat Yuki tersulut emosinya dan langsung menyerang kelompok Bushido didepannya dengan menggunakan kekuatan penuh.


Pertempuran didalam gedung kosong itupun terlihat sangat menegangkan, puluhan bushido langsung berjatuhan dalam sekali serangan Yuki yang terlihat sudah kuasai oleh emosi.


“..aakhhhh...”


“..panaassss”


Tubuh para bushido seperti terbakar dari dalam permukaan kulit mereka, ribuan bahkan jutaan semut merah beracun menyerang para pasukan bushido tanpa mereka sadari keberadaanya.


Tangan mereka terlihat menggaruk-garuk badan mereka sendiri, namun naasnya tubuh mereka langsung melepuh dengan sendirinya.


“..iblis!! kalian berlima adalah iblis!!”


“..apa yang telah kalian lakukan pada kami!!’


Pasukan Bushido yang tadinya percaya diri dengan perbandingan jumlah yang sangat jauh, kini mulai mengutuk Kawaguci dan keempat sodaranya.


{dokk... dokk... dokk... dokk...}


“..keluarkan kami! Tolong keluarkan kami!!”


Sekumpulan pasukan bushido dalam jumlah puluhan terkurung dalam sebuah kubus tak terlihat, didalam kubus itu, kembali semut merah beracun menyerang mereka semua, hingga putus asa mereka menggaruk seluruh tubuh mereka sendiri yang mulai mengelupas, sangat menyedihkan.


{blussshhh}


Seketika asap putih mengepul, ketika asap menghilang, puluhan pasukan bushido itupun lenyap, semua dipindahkan kedalam lukisan penjara, dimana Voodo sudah bersiap menerima kedatangan mereka semua.


Seratus lebih pasukan bushido telah lenyap...


Adegan itu terus saja berlanjut dalam kurun waktu yang sangat cepat.


Jeritan kesakitan dan berakhir dengan menghilangnya puluhan pasukan bushido, membuat mental mereka melemah.


Pasukan bushido yang tersisa dan berjaga diluar gedung bergidik ngeri melihat kawan mereka yang menjerit kesakitan layaknya tubuh mereka sedang dirajam.


“..kalian semua, jangan khawatir! Itu hanyalah ilusi, tunjukkan semangat bushido kalian!!” orasi pimpinan Bushido level atas yang sebenarnya juga terlihat ragu dengan kekuatan musuh.

__ADS_1


__ADS_2