PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Calon Baru


__ADS_3

“..apa ini semua tidak terlalu berlebihan tuan Liu?” tanya Zen.


Saat ini Zen dan Clara sedang menerima tuan Liu disebuah ruangan meeting yang ada di hotel tempat Zen dan Clara menginap.


Datang juga notaris internasional yang mencatat pemindahan kepemilikan salah satu perusahaan pelayaran berskala multinasional dengan basis di shanghai negeri panda.


Dari semula adalah kepemilikan Tuan Liu menjadi kepemilikan Zen 95%, tuan Liu kini hanya memiliki saham 5% saja saat ini.


Pelayaran multinasional itu memiliki jaringan bisnis hingga ke 150 negara yang memiliki pelabuhan bertaraf internasional.


“..apa yang dokter Zen sudah lakukan buat anak saya Mei-Mei, tidaklah cukup dibandingkan dengan pemberian saya ini, selain itu saya juga akan membayar 400 milyar yuan untuk liontin phoenix yang dokter Zen ceritakan” ucap tuan Liu langsung bergerak cepat memencet hapenya untuk menjalankan transaksi banking.


{criinggg}


Hape milik Zen langsung berbunyi menandakan jika ada transaksi perbankan masuk, tentunya itu adalah transaksi pengiriman dana dari tuan Liu ke Zen senilai 400 milyar Yuan.


Zen sebelumnya menceritakan jika ada solusi pencegahan untuk Mei-Mei anak tuan Liu kedepannya, yaitu dengan menggunakan Liontin giok phoenix, dan Zen menceritakan jikalau dirinya sudah memiliki 10 liontin giok phoenix yang siap dipergunakan, karena tadinya Zen ingin memberikan liontin giok ini untuk para wanitanya.


Mendengar jikalau Zen memiliki liontin giok phoenix lantas tuan Liu sangat girang, tidak ingin melewatkan kesempatan, tuan Liu langsung membayar 400 milyar untuk satu giok phoenix yang sudah menjadi liontin.


“..nah tuan Liu, ini liontin giok phoenixnya!” ujar Zen sambil menyerahkan kotak hitam dengan list warna emas.


{tapp}


Suara kotak kecil dibuka.


Dari dalam kotak bersinar warna hijau emerald sangat terang, hingga menyilaukan mata.


“..liontin itu harus segera dikenakan ke orang yang ingin dilindungi, energi positif sinar hijau yang menyilaukan ini akan segera masuk kedalam tubuh si pemakainya!” Zen kembali menerangkan.


“..Mei-Mei sini nak!” Tuan Liu bergegas memanggil anaknya yang terlihat sedang bersama Clara.


Anak perempuan berumur 13 tahun itu mendekat.


“..naah, sekarang Mei-Mei tidak akan sakit lagi kedepannya!” ujar tuan Liu sambil memakaikan kalung berlapis emas putih dengan liontin giok phoenix yang indah.


“..mccuuaah! makasih ayah!”


Dan benar apa yang dibilang oleh Zen, setelah Mei-Mei menggunakan kalung dengan liontin giok phoenix, cahaya hijau menyilaukan itu perlahan masuk kedalam tubuh Mei-Mei secara perlahan, hingga liontin kembali redup menyisakan warna hijau emerald yang terlihat cocok dengan leher Mei-Mei.


“..dokter Zen, saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih, mungkin jika tidak bertemu dokter Zen, anak saya sudah tidak bisa bersama saya!”


Mei-Mei yang sudah ditinggal pergi ibunya sejak usia 5 tahun, semenjak jatuh pingsan, membuat tuan Liu berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencarikan solusi pengobatan, namun selama 7 tahun tuan Liu berjalan kesana kemari mencari solusi, tidak ada dokter maupun paranormal yang bisa menyembuhkan anaknya, hingga dirinya dipertemukan dengan Zen.


“..tuan Liu jangan terlalu sungkan, kita sekarang adalah saudara, kedepan jika ada yang bisa saya bantu, pasti akan saya bantu!” ucap Zen dengan tulus.


Setelah bertukar ratusan kata, Tuan Liu dan Mei-Mei langsung pamit undur diri, karena mereka berdua berencana untuk mengunjungi makam ibu mereka, dan bercerita mengenai kesembuhan Mei-Mei.


Zen dan Clara hanya melambaikan tangannya ketika keduanya sudah masuk kedalam mobil pribadinya.


“..kamu memang pribadi yang luar biasa ya Zen?! Baru disini berapa hari, orang sudah datang, dan kasih kamu perusahaan, bayarin giok-giok kamu ratusan milyar yuan!”


“..ngomong-ngomong tadi kamu bilang 10 wanita? Siapa saja itu?!”


Clara mulai bertanya dengan wajah penuh curiga.


“..sayang, kita tidak tahu jalannya hidup, yang jelas satu sudah didepan mataku, yang sudah beberapa hari ini setia menemani aktivitasku, bukan begitu?!” ucap Zen sambil memegang dagu Clara yang langsung memerah wajahnya.


“..euuhmmnn!”


“..kamu harus jujur, jika nantinya ada yang baru! Berarti aku nomor satu kan..kaan..?!” ucap Clara sambil memainkan alisnya naik turun.


“..iyaa Clara Agustine, kamu nomor satu!” jawab Zen sambil mengelus pucuk kepala wanita yang tingginya badannya sedagu Zen.


{drrrtttt}


Saat mereka berencana untuk balik kekamar hotel, tiba-tiba hape milik Zen bergetar.


{kleekk}


Pangilan tersambung.


“..tuan Hong!”


“..apakah dokter Zen sudah bisa mengobati putri saya?!” tanya suara paruh baya.


“..aah Tuan Hong, saya memang tidak ada acara hari ini!”


“..mobil saya sudah bersiap diloby hotel dokter Zen!”


Zen langsung menoleh melihat mobil tipe yang sama, yaitu Rolls-Royce Boat Tail sudah terbuka pintu bagian penumpangnya.


“..aah, baiklah-baiklah, saya kesana sekarang bersama sopir tuan Hong!” ujar Zen berbalik arah sambil menggandeng tangan Clara.


“..kami tunggu kedatangan dokter Zen!”


Sambungan kemudian terputus.


{dappp}


Pintu mobil ditutup dari arah luar saat Zen dan Clara telah masuk kedalam mobil Rolls-Royce Boat Tail.

__ADS_1


Mobil kemudian berjalan meninggalkan area hotel tempat Zen menginap bersama Clara.


Entah karena sudah adanya pengawalan atau bagaimana, mobil begitu lancar berjalan hingga tiga puluh menit berselang, mobil sudah tiba dilokasi.


{dapppp}


Pintu mobil tertutup kembali saat Zen dan Clara sudah keluar dari kedua sisi.


“..dokter Zen, dokter Clara!” Tuan Hong terlihat menyambut Zen dan Clara secara langsung.


Kediaman tuan Hong ini luar biasa besarnya, lebih mirip disebut istana daripada rumah.


Bagian depan merupakan halaman parkir yang sangat luas dengan kolam berbentuk lingkaran dilengkapi air mancur yang bertingkat.


Samping kiri dan kanan rumah tuan Hong ini sangat hijau dan asri layaknya hutan hujan tropis dengan pohon pinus menjulang tinggi.


Lokasi kediaman tuan hong sendiri memang berada diwilayah hutan lindung yang sudah dibeli oleh pribadinya sendiri.


“..mari dokter Zen dan Dokter Clara! Apa kita langsung ke kamar pasien?!” tanya tuan Hong.


Zen mengganggukkan kepalanya tanda setuju, untuk langsung mengarah keruangan pasien.


Mereka bertiga berjalan disebuah lorong yang mengarah kebagian lebih dalam dari bangunan rumah, dalam puluhan langkah, mereka bertiga sudah tiba didepan pintu ruangan.


{wuzzzz}


Zen merasakan energi negatif yang berusaha untuk menolak kehadirannya.


“..tunggu sebentar!” Zen langsung merentangkan kedua tangannya untuk menahan Clara dan tuan Hong melangkah maju.


“..ada apa sayang?!”


“..iya dokter Zen ada apa?!” tuan hong ikut menaruh curiga.


“..didalam ruangan ada kekuatan negatif yang sangat besar, sangat berbahaya jika kalian berdua ikut masuk!” ujar Zen mengingatkan.


“..tapi tuan Zen?!”


{slappp}


Zen kemudian mengeluarkan kertas mantra warna kuning, dengan gerakan sangat cepat Zen menulis mantra mempergunakan darah ayam cemani yang sudah dimodifikasi layaknya tinta spidol besar.


{siuutt}


Zen lantas melempar kertas mantra itu kearah pintu ruangan.


{duaarrrr}


“..itulah yang akan terjadi jika kalian berdua ikut kedalam! Tubuh kalian akan meledak seperti kertas mantra tadi!”


Clara dan tuan Hong langsung bergidik ngeri melihat keajaiban didepan matanya.


Zen terlihat mulai menuliskan sesuatu pada kertas buku resep yang selalu dibawanya.


“..tuan Hong, tolong segera diadakan bahan-bahan berikut! Termasuk tolong giok Zamrud es yang kemarin dipersiapkan!” Zen memberikan secarik kertas putih yang kemudian dibaca dengan teliti oleh tuan Hong.


“..baik Dokter Zen, saya akan segera mengerahkan koneksi binis saya untuk mencari herbal yang tuan Zen maksud, dan ini, Giok Zamrud Es!” Tuan Hong segera menyerahkan kotak warna bening yang terlihat sudah mengembun layaknya lemari pendingan.


“..Sayang, tolong bantu tuan Hong untuk cross cek bahan – bahan yang harus segera disediakan, aku akan masuk kedalam untuk segera menghilangkan aura negatif ini, sebelum menyebar hingga membuat seisi rumah mendapatkan masalah.


“..euuhmnnn,..hati-hati sayang!” Clara yang sudah paham kapasitas Zen, hanya akan menjadi beban jika dia ikut kedalam, lebih baik tenaganya berguna dengan membantu tuan Hong mempersiapkan bahan-bahan yang Zen butuhkan.


“..mari dokter Clara sebelah sini!” ujar tuan Hong.


Clara sendiri sudah menggunakan liontin giok Phoenix dilehernya, jadi Zen tidak terlalu memikirkan jika ada aura negatif lain yang akan datang menyerang Clara saat Zen sedang mengobati anak tuan Hong.


{ceklek}


Pintu ruangan dibuka dari arah luar.


{wuuuzzzz}


Dinginnya udara ruangan, yang memang dijaga oleh tuan rumah untuk menurunkan suhu panas yang keluar dari tubuh si pasien selama terbaring diatas tempat tidur, langsung menyapa Zen.


Terlihat sosok terkulai lemas dengan nafas yang tidak teratur, rongga dadanya naik-turun dalam kurun waktu yang sangat singkat.


“..tubuh fisiknya sangat kuat, untung dirinya didukung ruangan yang mampu menekan suhu panas yang berlebihan!” gumam Zen pelan.


Zen segera mengumpulkan banyak kertas mantra, dirinya berniat untuk mengurung energi negatif yang bersarang didalam tubuh wanita muda yang berumur 18 tahunan, seumuran dengannya.


{swaapppp}


Kertas mantra yang sudah ditulisi berbagai macam tulisan kuno aneh itu mulai terbang mengelilingi ruangan.


Tanpa Zen sadari aksinya tergambar jelas didalam sebuah monitor lebar dimana banyak orang termasuk tuan Hong melihat aksi Zen dengan berdecak kagum.


“..dokter Clara sangat beruntung memiliki calon suami Dokter Zen, kemampuannya sangat luar biasa!” ujar Tuan Hong melontarkan pujian.


“..tuan Hong terlalu sungkan, terima kasih pujiannya!”


Kembali mereka melihat dilayar monitor, Zen terlihat bertarung dengan kekuatan tak kasat mata, namun saat dideteksi dengan kamera infra merah, terlihat bayangan kuning dengan tinggi hampir menyentuh atap ruangan membentuk bayangan sosok raksasa.

__ADS_1


“..aku peringatkan kembali, takluk atau aku lenyapkan fisik dan jiwamu, hingga tidak bisa melakukan reinkarnasi!” ancam Zen pada sosok.


“..makhluk rendahan! Lepaskan aku!!” teriak makhluk yang selama ini berdiam diri dalam tubuh wanita muda yang tergolek lemas.


Zen terus mengikat makhkluk yang mirip dengan buto ijo, namun seluruh tubuhnya merah menyala.


{tapp}


“..aaakhh sakittt!!” teriak makhluk yang tidak mau berhenti menyerah.


Zen terus meletakkan kertas mantra yang sudah ditulisi huruf huruf kuno yang didapatkannya dari buku kehidupan informasinya.


{blaarrr}


Muncul petir petir lokal yang terus menghantam tubuh makhluk yang sedang disiksa oleh Zen.


“..bb-baiklah, baiklah aku menyerah!”


“..toll-toloong hentikan siksaan ini!!” teriak makhluk yang sudah terlihat lemas tidak berdaya.


“..masuk kedalam plakat!” perintah Zen sambil melempar plakat tebal 3 mili terbuat dari bahan khusus yang ada didalam dunia jiwanya.


{buuuzzzz}


Makhluk itu langsung berubah menjadi asap putih yang perlahan masuk kedalam plakat milik Zen.


Didalam plakat tersebut terlihat makhluk yang sekujur tubuhnya menyala nyala layaknya api berjalan mondar mandir.


“..istirahatlah yang tenang didalam situ, sampai tiba waktunya kamu akan aku keluarkan kembali!” ujar Zen yang berbicara dengan mengarahkan suaranya ke plakat yang sedang diletakkan diatas telapak tangan kirinya.


Tubuh pasien yang terlihat lemah itu kini mulai berangsur membaik, nafasnya tidak lagi naik turun, raut wajahnya tidak lagi merah menyala, perlahan matanya terbuka saat Zen melakukan pengecekan dengan membuka kancing bagian atas baju tidurnya.


{plakkk}


Tamparan itu sangat keras diterima Zen.


“..siapa kamu?!”


“..berani-beraninya kamu melihat isi dalam bajuku!”


“..dasar tukang cabul!!”


“..ayaaah!! toloongg...!!”


{brakkk}


Pintu kamar langsung terbuka dengan lebar, muncul tuan Hong dan Clara yang terlihat berlari tergesa-gesa memasuki ruangan.


“..ayaah!! orang ini berusaha mencabuliku!!! Hukum dia ayah!!” teriak putri tuang Hong yang terlihat begitu emosi memeluk ayahnya.


“..haissshhh!!” Zen langsung mengelus pipinya yang kena tampar.


Clara terlihat ikut membelai lembut pipi Zen sambil cengar-cengir.


“..sakit tahu, sayang!” ujar Zen.


“..Ling’er, dia adalah dokter Zen, orang yang sudah menyembuhkanmu! Mana mungkin Dokter Zen berniat mesum padamu?!” ujar Tuan Hong membelai lembut ubun-ubun putri semata wayangnya.


“..apa?!!” Ling Hong nama putri tuan Hong langsung tersipu malu.


“..cepatlah minta maaf, kalo tidak dokter Zen tidak bakalan menyembuhkan penyakitmu!”


Mendengar jika pemuda yang sempat meraba-raba bagian dadanya itu adalah dokter sesuai penjelasan ayahnya, Ling Hong langsung berubah sikapnya.


“..maafkan aku dokter Zen, aku sudah salah paham, sekali lagi tolong maafkan aku!” ujar Ling Hong.


“..lain kali jangan main langsung gampar doong, kan kasihan calon suami aku!?” Clara terlihat bersikap dominan melindungi Zen.


Ling Hong terlihat menoleh kearah ayahnya, melihat anggukan kepala ayahnya Ling Hong akhirnya menyadari jika wanita berusia matang disamping pemuda yang telah meraba-raba bagian dadanya itu adalah calon istri dokter Zen.


“..tolong maafkan aku bibi! Aku tidak sengaja reflek!”


“..pfffttt” Zen langsung menahan ketawanya saat Clara dipanggil bibi oleh anak tuan Hong.


Clara langsung memasang wajah juteknya melihat Zen yang menahan tertawanya.


“..tuan Hong, apakah bahan-bahan yang sama minta sudah ada semua?!” tanya Zen dengan suara yang maskulin berusaha mengalihkan suasana canggung.


“..ss-sudah dokter Zen, sebentar!” Tuan Hong melambaikan tangannya kearah kamera yang berada dipojokan, bermaksud untuk menyuruh tangan kanannya datang kedalam ruangan sambil membawa bahan-bahan herbal yang dibutuhkan oleh Zen.


“..Untuk selanjutnya, silahkan Tuan Hong dan dokter Clara kembali keluar, pengobatan ini akan membutuhkan dorongan energi yang besar untuk menghilangkan semua sisa aura negatif yang masih bersarang ditubuh anak tuan Hong”


Mendengar jika Zen sudah menyuruh Clara dan Tuan Hong untuk keluar ruangan, keduanya langsung undur diri setelah menyerahkan kotak berisi bahan-bahan herbal yang dipesan.


{zapppp}


Entah bagaimana caranya Zen, semua kamera terlihat gelap visualnya dilayar monitor.


Muncul ide Zen untuk mengerjai Ling Hong putri tuan Hong.


“...sekarang buka semua baju kamu!” Zen berbicara sambil menundukkan kepalanya karena dirinya sedang memilah-milah bahan yang diperlukan.

__ADS_1


“..apaa?!!!” Ling Hong terlihat ragu dengan ucapan pemuda yang terlihat seumuran dengannya, namun parasnya sudah membuat hatinya berdebar-debar tidak karuan sedari tadi.


__ADS_2