
Zen terlihat berlari mengitari taman hutan kota yang terletak diantara gedung pencakar langit di kota megapolitan yang sebentar lagi akan menjadi daerah khusus tanpa embel-embel ibukota lagi.
Keringatnya terlihat bercucuran hingga membuat kaos jogging yang dipakainya basah kuyup.
Tubuhnya yang atletis dengan otot-otot yang terlihat keras dan memberikan kesan jantan itu semakin menambah pemandangan tersendiri bagi kaum hawa yang pulang dari aktivitas bekerjanya.
Tidak terhitung lagi, sudah berapa ratus kali Zen mengelilingi lintasan jogging hutan kota.
“..capek kak?!” tiba-tiba ada suara yang muncul dibelakangnya Zen.
Zen terlihat sedang duduk disebuah bangku taman yang datar dan terbuat dari bebatuan alam.
“..eh, Zavira! Lagi olahraga sore juga?” Tanya Zen ketika menoleh.
“..iyaa! eh engga kak!” Zavira terlihat terbata saat melihat Zen yang berkeringat tubuhnya.
Dari dudut pandang Zavira tubuh Zen sangat panas dan menggoda, meski penuh dengan keringat, karena Zavira adalah salah satu wanita muda yang sangat menyukai pria yang berkeringat, bahkan dirinya rela tidur dibawah ketek pria tersebut semalaman.
Sebuah fetis yang menyukai bau keringat sebagai pemuas hasratnya.
Zavira terus memandangi tubuh Zen yang berkeringat, ekspresinya menggigit bibir bawahnya dan sedikit mempertontonkan gigi putihnya yang tersusun rapi menyelinap.
“..hei Zavira!” Zen menggerak-gerakkan telapak tangannya seolah melambai-lambai memecah ekspresi lamunan Zavira yang entah kemana.
“..eeh, iya kak!”
“..maaf, ada apa ya kak?” tanya Zavira yang tidak bisa menguasai keadaan.
“..dasaaar, anak muda jaman now!” ucap Zen yang bangkit dan kemudian berjalan pelan.
“..bukannya kakak juga masih muda! Huft!” Zavira mendengus kesal sendiri ketika dikatain Zen.
Zavira sore itu memang sengaja datang ke lokasi jogging track hutan kota, karena informasi dari Clara jikalau Zen sedang beraktivitas jogging sore hari.
“..eh!” Zavira yang tersadar jikalau Zen sudah sedikit menjauh dari tempatnya beristirahat, langsung kembali mengejarnya.
Nafas Zavira terlihat tidak beraturan karena memang dirinya jarang berolahraga, baru juga menyusul Zen beberapa puluh meter, dirinya sudah seperti berlari marathon 30 kilometer ekspresinya.
“..makanya anak muda olah raga doong, jangan tidur mulu!” Zen berbicara tanpa melihat kearah Zavira yang kelelahan mengejarnya.
“..apaan sih kak, kakak tahu sendiri aktivitasku, mana sempat coba olah raga!?” Zavira semakin kesal dengan omongan Zen yang kelihatannya menyalahkan dirinya karena tidak mau olah raga.
“...tau-tahu selebgram terkenal, mesti take shooting sana sini kaan, jadi buat olah raga saja sudah engga ada waktu! Terus ngapain ini kok ngikutin aku? Bukannya waktunya engga ada ya?” Zen semakin terdengar menyebalkan bagi Zavira yang sudah terlihat kelelahan.
“..eh!..bukaaan, bukan begitu juga kak, iissshhhh!” Zavira menghentak-hentakkan kakinya karena kesal sendiri.
“..ya sudah, duduk dulu coba, itu ada kursi, aku masih mau lari beberapa putaran soalnya!” ujar Zen yang langsung main ninggalin Zavira begitu saja.
“..laah, kok malah ditinggal sih, sebel-sebel....!” Zavira makin sewot dibuatnya.
Zen yang sudah menghilang dari pandangan Zavira tidak lagi menoleh kebelakang.
Beberapa tatapan mata para pengguna fasilitas jogging track hutan kota menatap Zavira yang terlihat kesal.
“..bukannya itu zavira ya? Selebgram yang terkenal itu!”
“..eh iya, kita kesana yuk, minta foto-foto syukur-syukur bisa diajak live streaming sebentar, lumayan kan pansos!”
“..iya, yuk!”
Berbagai kasak kusuk terdengar ramai ketika melihat Zavira sedang sendiri.
Bahkan banyak orang mulai berkerumun untuk sekedar meminta swafoto dan membuat video singkat.
Hanya sebentar saja sejak Zavira ditinggal Zen, dirinya sudah menjadi sorotan publik.
Zavira yang semakin kesal karena dengan statusnya sebagai selebgram tanah air yang sedang naik daun, membuatnya tidak bisa leluasa untuk mengamati pria yang sudah merebut hatinya sejak pertemuan pertamanya.
“..halo nona Zavira!” suara bass dengan konsep yang maskulin terdengar.
Adalah sosok pemuda tampan, namun masih lebih tampan Zen, mendekati Zavira.
“..coba kalian minggir, saya ingin menemui pacar saya ini!” serunya, hingga membuat kerumunan menyebar memberikan jalan baginya.
“..eh,!” Zavira bereaksi ketika mendapati pemuda yang selalu menerornya dengan hadiah-hadiah super disetiap live streamingnya muncul.
“..apa kabar nona Zavira?! Sendirian saja ini disini!”
Zavira hanya merespon dingin pemuda yang memiliki tatoo banyak dilengannya, kemudian kalung emas berderet dilehernya sebagai aksen kesehariannya.
Pemuda mata sipit dengan kulit pucat itu terlihat ingin mendominasi para fans Zavira yang mengerubunginya.
Zavira begitu ketakutan, karena dibelakang sosok pemuda itu berdiri pria tegap yang jika dilihat dengan seksama merupakan bodyguard milik sang pemuda kaya berdarah keturunan.
“..tuan muda Dong?!” sapa Zavira sedikit ketakutan.
Sudah beberapa kali Zavira diteror oleh pria didepannya itu, berbagai kiriman bunga dan kue – kue banyak memenuhi alamat rumahnya dan semuanya dari pria yang memang memiliki ketertarikan padanya.
“..waah, benarkah pria itu tuan muda Dong yang terkenal dengan gurita bisnisnya disekitar sini?!”
“..sungguh beruntung Zavira bisa menjadi pacarnya!”
“..yap, Zavira dan Dong kombinasi nama yang sangat mendominasi!”
Pemuda yang tidak lain adalah tuan muda keluarga Dong yang terkenal di kota megapolitan, semakin sombong karena banyak orang yang mengenalnya.
“..cih, harta orang tua saja sombong!” batin Zavira bergumam.
“..mana ini kak Zen, haduuuw, mampus daah aku!!” Zavira tidak berhenti bergumam dengan ekspresi ketakutan.
“..apakah nona Zavira mau saya antarkan pulang? Mobil saya ada didekat sini!” ujar tuan muda Dong dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
“..maaf tuan muda Dong, saya sedang menunggu seseorang, dia lagi berlari sore!” ucap Zavira sedikit tanpa ekspresi.
Tuan Muda Dong langsung membuka kacamata hitam bulatnya, memandang kesana kemari memperhatikan omongan Zavira.
“..apakah dia laki-laki?!” tanya tuan muda Dong.
“..benar tuan muda Dong!” Zavira tidak ingin memperpanjang lagi kalimatnya.
Tuan Muda Dong langsung memerintahkan bodyguardnya untuk bersiap dengan skenario yang biasa mereka lakukan dalam merebut apa yang sudah menjadi target tuan mudanya.
“..kak Zen..issshhh,,,” Zavira mulai gugup.
“..sebaiknya nona Zavira ikut saya saja, mungkin teman laki-laki nona Zavira sudah meninggalkan nona Zavira karena melihat keberadaan saya! Jadi, mari jangan membuang banyak waktu lagi!” ujar tuan muda Dong yang mengulurkan tangannya berusaha untuk memegang Zavira.
Zavira berekspresi ketakutan dan mundur kebelakang.
“..ada apa ini?!” suara Zen terdengar memecahkan kerumunan.
“..kak Zen!” teriak Zavira yang langsung berlari dan melompat kedalam pelukan Zen.
Momen Zavira yang lari dan langsung memeluk erat Zen diabadikan oleh para fansnnya yang sedang berkerumun.
“..waah siapa itu?”
“..nona Zavira sudah punya kekasih kah?”
“..waah, apa aku saja yang melihat ini? Lihatlah tubuh kekasih nona Zavira sempurna sekali!”
“..oppaaa...aku padamu!!”
“..oppaa jadikan aku milikmu juga!!”
Acara live streaming yang tadinya membahas Zavira pada akhirnya berubah menjadi panggung milik Zen, dengan berbagai komentar yang membanjiri.
“..ada apa Zavira?!” tanya zen ketika Zavira mendadak memeluknya begitu erat seperti ketakutan.
“..hiks, ada tuan muda Dong yang ingin membawaku kak!”
“..oh, pria buncit mata sipit dengan kalung emas berderet dilehernya itu?” ucap Zen mendiskripsikan orang yang ada didepannya beberapa puluh meter jauhnya.
“..siapa dia nona Zavira? Kenapa nona Zavira memeluknya?!” tanya tuan muda Dong yang cemburu melihat kedekatan Zavira dengan Zen.
“..dia-dia...”
“..aku calon suaminya! Kenapa?” Zen memotong omongan zavira yang terlihat tidak lancar.
Pernyataan Zen langsung membuat kerumuman riuh, kolom komentar live streaming salah satu akun fans Zavira langsung meledak.
“..tidaak...oppaa sama aku saja!!”
“..oppa jangan tinggalkan aku!”
“..opppa aku kesana yaa!!”
Para fans Zavira langsung meminta admin yang melakukan live streaming mencari identitas dari pria yang sudah mencuri perhatian semua fans Zavira.
“..ooh jadi kamu, pria pecundang yang sudah membuat nona Zavira menolakku?!”
Tuan muda Dong langsung memberikan isyarat pada bodyguardnya untuk bertindak.
Kerumunan fans langsung saja berpencar, mereka mencari jarak aman, bukan suatu rahasia lagi, sosok tuan muda Dong akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan targetnya, itulah yang dikenal oleh orang kebanyakan.
Bahkan desas-desus yang terdengar jikalau keluarga Dong memiliki latar belakang di militer dan kepolisian tingkat tinggi, untuk mendukung kelancaran setiap aktivitasnya.
“..ada apa ini?! Harus banget dengan kekerasan?!” ucap Zen bertanya pada mereka yang sudah mengelilingi dirinya dan Zavira yang masih tidak mau melepas pelukannya.
“..banyak bicara, seraaanggg!!” ujar salah satu komandan bodyguard yang berdiri dibelakang.
{tuuuussshh... tuuuussshh... tuuuussshh... tuuuussshh...}
Deretan sentilan udara ditembakkan Zen mengarah langsung pada seluruh bodyguard yang sudah maju ingin menyerangnya.
Sentilan udara yang mengandung tekanan super tinggi itu melesat seperti anak panah dengan kecepatan yang melebihi kecepatan peluru.
{dassh.. dassh.. dassh.. dassh.. dassh..}
Sentilan udara itu langsung mengenai titik vital tubuh dari para bodyguard.
{brugggkkkhh... brugggkkkhh... brugggkkkhh... brugggkkkhh... brugggkkkhh...}
Semua bodyguard yang sudah berlari kearah Zen langsung jatuh begitu saja, tubuhnya kaku tidak bisa digerakkan.
Adalah Zen, yang langsung menyerang titik vital pergerakan tubuh yang berada dibagian pusar.
Semua bodyguard mengerang kesakitan, bahkan tubuh mereka meringkuk seperti kucing tidur.
“..apa yang telah kamu lakukan?!” seru tuan muda Dong.
“..apakah kalian semua melihat apa yang aku lakukan? Jangan membuat fitnah yang tidak – tidak!” ucap Zen dengan santai.
Para fans yang melihat aksi pengeroyokan didepan mereka langsung terdiam, kemudian menyalahkan tuan muda Dong yang asal menuduh.
Kekuatan Zen tidak bisa disandingkan dengan para bodyguard tuan muda Dong, hanya dengan sentilan udara saja, semua langsung terkapar.
Ketua kelompok bodyguard yang melihat sendiri bagaimana anak buahnya terkapar, tanpa ada kontak fisik langsung gemetar tubuhnya.
Rasa ketakutan yang sangat tinggi menggelayuti dirinya, tidak pernah seumur hidupnya mendapati masalah seperti yang barusan dia lihat dan rasakan dampaknya.
{brukkk}
Ketua bodyguard langsung menjatuhkan dirinya didepan Zen karena sadar diri, didepannya bukan sembarang ahli beladiri.
__ADS_1
“..tuan, tolong ampuni saya, saya hanya disuruh tuan muda Dong, tolong tuan, saya masih ingin hidup normal!” ujarnya memohon.
“..Joni! apa yang kamu lakukan!” teriak tuan muda Dong.
{plaakkk}
“..diam kau!” Joni langsung berbalik arah, berdiri dan langsung menampar wajah tuan muda yang menjadi juragannya.
“..kk-kamu!” tuan muda Dong tidak percaya dengan apa yang telah diperbuat anak buahnya.
Situasi yang canggung dan aneh terus disiarkan langsung melalui akun media sosial para fans Zavira.
Bagaimana anak buah tuan muda Dong berbelok arah menjadi memusuhi juragannya sendiri.
“..sudah-sudah, kalian selesaikan saja urusan kalian sendiri, ayo Zavira kita pulang! Mengganggu saja!” Zen tanpa banyak berbicara langsung meninggalkan lokasi.
Para fans yang masih terlihat tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan secara langsung, hanya bisa terdiam saja ditempat mereka tanpa sadar layaknya sedang dihipnotis.
Zavira yang masih menempel pada dada bidang Zen dan tidak ingin lepas terlihat begitu mesra.
“..mau sampai kapan kamu nempel disitu? Sudah kayak lalat buah saja!” tegur Zen yang sudah terlihat jauh dari lokasi terkahir mereka.
“..eh...! hehehehe!”
“..makasih kak !”
“..euhmmnnn!”
“..maaf tadi aku berbicara seperti itu?!”
“..kan memang begitu keadaannya kak?!” jawab Zavira yang pipinya merah merona menanggapi.
“..maksud kamu?!” Zen bertanya
“...boleh ya kak?!” tanya Zavira.
“..hah!” Zen malah terkejut dengan pertanyaan singkat zavira.
“..aku sudah izin sama kak Clara kok, ini lihat chat aku sama saudariku semua!” tutur Zavira sambil menunjukkan grup chatting yang berisikan dirinya dengan para wanitanya Zen.
{pokkk}
Zen menepuk jidatnya yang tidak bersalah.
“..sejak kapan?!” tanya Zen.
“..sejak kakak sibuk di Britania!” jawab Zavira kembali berjalan sambil bergelayut manja dilengan kekar milik Zen.
Zavira yang perawakannya mirip dengan @Louisakhovanski (cek IG sendiri yaa), terlihat sangat mempesona dan penuh dengan aura yang panas, layaknya singa betina yang ingin dibuahi singa jantan.
“..kak, aku boleh minta kaos kakak yang sekarang dipakai?!”
“..hah!” Zen semakin heran dengan sikap Zavira.
“..aku paling suka dengan bau keringat kakak! Bikin tidur nyenyak! Bahkan aku akan meminta kakak engga mandi setelah berolahraga, karena makin bikin aku merem melek intinya!”
“...yalaah-yalaaah!” Zen hanya mengiyakan saja fetis wanita yang ada disampingnya, tanpa banyak berkomentar.
Zavira dan Zen berjalan menuju sebuah cofee shope internasional, disana mereka memesan set kopi untuk Zavira dan fresh jus untuk Zen.
Mereka menikmati pemandangan sore hari sambil menghabiskan set makanan dan minuman yang mereka pesan.
“...kak, apakah tidak masalah dengan tuan muda Dong?!” tanya Zavira ketika mereka membuang sampah bekas mereka secara bersama-sama.
“..ooh, tuan muda yang mengaku pacar kamu itu ya?!” goda Zen
“..kakak! issshhh! Sebel!” Zavira langsung mencubit lengan kekar Zen karena saking sebelnya.
“..eh, maaf! Habis kakak nyebelin!” Zavira buru-buru mengelus lengan tempat dirinya mencubit dengan sedikit keras.
“..cubitanmu sakit juga ya?!” zen mencoba kembali menggodanya.
“..kakak... beneran ini aku cubitin nanti!” gerutu Zavira yang bermenyilangkan tangannya dibawah dua bongkahan melon muda ukuran 36FF yang terlihat penuh sesak.
“..udah, jangan diseriusin, mereka tidak akan berani lagi bersikap, kita lihat saja kedepan, kabari jika mereka mengganggumu lagi!” ujar Zen yang kembali berjalan menuju gang tempat rumah Zavira dan kakeknya.
Rumah yang tadinya terlihat tidak layak huni, kini sudah direnovasi dengan full furnished hasil dari pekerjaan Zavira sebagai selebgram papan atas tanah air.
Bahkan Zavira sendiri, telah membeli beberapa tanah warga sekitar yang dijual karena ingin balik ke desa karena tidak kuat dengan tekanan hidup kota megapolitan.
Jadilah bangunan super mewah dam luas berdiri ditengah kota penuh dengan aksen modern disekitarnya.
“..kakak mau mampir?” tanya Zavira ketika mendapati Zen sudah berada didepan pagar rumah Zavira yang terlihat kokoh dan mewah.
“..ah tidak usah” ujar Zen yang langsung melepas kaos olah raganya didepan Zavira.
Tubuh kekar Zen langsung dipertontonkan pada wanitanya, mata Zavira tidak lepas sama sekali memandang dari ujung kepala hingga jatuh pada otot perut yang terlihat sangat kekar dengan 8 kotak berbaris rapi disana.
“..ini, kaosnya!” Zen memberikan kaos yang penuh dengan keringat aktivitas olahraganya pada Zavira.
Dan Zavira terlihat keheranan, darimana Zen bisa mendapatkan kaos pengganti, karena sudah terlalu terpesona, sampai Zavira lupa untuk menanyakan asal usul kaos penggantinya.
“..sampaikan salamku pada kakek, lain kali aku akan mampir sekaligus meminang cucunya!” ucap Zen yang bermaksud balik kanan.
“..kak!” zavira memanggil.
{cuppp}
Adalah kecupan singkat diberikan Zavira pada Zen yang berbalik ketika dipanggilnya.
Zavira langsung berlari masuk kedalam rumahnya, meninggalkan Zen yang mengelus pipi bekas kecupan bibir selebgram terkenal tanah air.
__ADS_1
“..wanita memang aneh!”