PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Adanya gesekan


__ADS_3

Sudah satu minggu bisnis Zen berjalan, sepuluh boneka karet yang telah diisi dengan roh dari makhluk astral pada malam jumuah minggu lalu, kini terlihat sudah mulai terbiasa dengan rutinitas pekerjaan yang Zen jalani.


SOP yang jelas telah Zen cetak dalam ukuran besar, kemudian ditempelkan dipapan informasi yang ada dilingkungan kerjanya.


Zen sendiri sudah mendapatkan banyak konsumen baru yaitu para pemulung yang dengan senang hati mencarikan barang-barang yang memang dibutuhkan ditempat pengepulan milik Zen.


Untuk barang bekas plastik yang lainnya, para pemulung menjualnya dilapak milik pak Burhan.


Yaa, meskipun harganya jauh dibawah harga normal, namun mereka merasa sudah cukup puas dengan harga yang diberikan oleh tempat Zen.


Setiap minggu Zen mampu mengirimkan plastik bekas tipe 1 (PET) sebanyak 12 tons dan plastik bekas tipe 2 (HDPE) sebanyak 10 tons.


Zen sangat rajin untuk mengambil barang rongsokan botol plastik yang sesuai dengan bisnisnya, dari luar kota kabupaten asal harganya masih masuk dengan anggaran pembelian pokoknya, pasti Zen ambil.


Gubug yang tadinya reot kini mulai dibangun dengan batako.


Bahkan dibagian belakang halamannya, Zen membuat mess tempat para karyawannya untuk beristirahat, meskipun para karyawannya tidak membutuhkan tidur sama sekali.


Itu semua Zen lakukan, agar warga desa yang lain tidak curiga dengan karyawannya.


Sementara rumah sedang direnovasi, Zen tinggal dibagian halaman belakang.


Rencananya Zen akan membuat rumah ala-ala bangunan santorini di Yunani, dengan dominan warna putih dan terbuka secara 360 derajat viewnya.


Bedanya, lahan tempat tinggal Zen sendiri berada tepat dibawah gunung belimbing, sehingga hampir mayoritas view yang didapatkan adalah gunung belimbing yang tinggi menjulang.


Tukang yang sudah dibayar oleh Zen secara tunai didepan, langsung bergerak dengan pasukan penuhnya untuk memenuhi keinginan desain dari Zen.


Dengan konsep knock down material, desain bangunan yang Zen mau, kini sudah 95% progressnya. Sisa progress pembangunan saat ini hanya untuk aksessoris didalam rumah yang memang perlu dikirim dari luar kota.


“..waaah, kamu sudah hebat yaa!! Zen!”


Tiba-tiba pagi itu pak burhan mendatangi rumahnya.


“..pagi pak burhan!” sambut Zen dengan sopan.


Pak Burhan yang disapa sopan oleh Zen terlihat mlengos begitu saja langsung berjalan menuju kearah lapak usaha milik Zen.


“..sekiranya ada perlu apa ini juragan burhan datang kelapak saya?!” kembali Zen bertanya dengan baik-baik.


Bukannya menjawab pertanyaan Zen, pak Burhan langsung saja keluar dari lapak usaha Zen dan langsung main pergi tanpa ada pamit sama sekali.


“..orang yang aneh!”


“..juragan burhan memang begitu orangnya, tidak suka sama orang yang lebih sukses dari dirinya!”


“..hush, jangan sembarangan kamu! Nanti juragan burhan menandai muka kamu lho, awas itu mulut dijaga!”


“..iya jangan asal bicara, tahu sendiri kan, kita masih butuh lapak juragan burhan, kalo dilapak milik Zen tidak bisa menerima barang kita yang tidak masuk itungan bisnisnya si Zen!”


Beberapa pemulung terlihat berbicara sendiri melihat sikap pak burhan yang datang dan pergi begitu saja.


“..sudah-sudah, bapak-bapak yang sudah setor barang, bisa gantian dengan yang lainnya, kasihan sudah pada tunggu!” ujar Zen.


SOP dilapak milik Zen setelah ditimbang dan menerima print out timbangan, mereka bisa langsung mendatangi kasir sambil menyerahkan hasil print out timbangan mereka untuk diberikan uang imbalan atas barang mereka.


Kunti yang kini bernama Shella terlihat menjaga ruangan kasir sendirian.

__ADS_1


Para bapak-bapak senang betul berkumpul didepan ruangan kasir, untuk sekedar cuci mata, karena Kunti a.k.a shella, selalu memakai baju dengan belahan rendah yang mempertontonkan dua bongkahan 36FF putih mulus miliknya.


Jika saja bapak-bapak pemulung tahu, bahwa shella adalah sosok kunti, mungkin mereka sudah lari sejauh mungkin.


***


“..bagaimana pak?! Apa sudah ditebar itu tanah kuburan dilapaknya milik Zen?!” tanya istrinya yang terlihat penasaran dengan aksi suaminya barusan.


“..tenang saja buuk, sudah beres, semua sesuai arahan dari dukun sakti kota sebelah!” jawab pak burhan.


Ternyata pak burhan tadi masuk area rumah Zen untuk menebarkan tanah kuburan yang sudah di jampe-jampe oleh dukun sakti yang menjadi langganannya pak burhan.


“..baguslah kalo begitu! Biar tahu rasa itu si Zen, bocah kemarin sore saja lagaknya sudah kaya’ bos besar! Semua pemulung lebih rajin nyariin barang kelapak si Zen daripada lapak milik kita!”


“..iya benar buk, yang bapak bingung ini, kemana lima preman bloon yang bapak suruh, sampai sekarang tidak ada kunjung keluar batang hidungnya!”


“..mungkin mereka sudah pulang kampung kali pak, sudah malas kerja!” jawaban asal istri pak burhan.


“..pak! bagi duit, cindy mau jalan ini sama teman – teman cindy ke mall!”


Anak semata wayang juragan Burhan terlihat muncul ditengah diskusi suami istri pemilik lapak rongsokan dengan nama Burhanudin.


“..kamu ini cindy! Usaha bapak lagi sepi! Duit duit duit..”


Pak burhan terlihat mengomeli anak perempuannya.


“..diih pelit amat sih sama anak! Buuk bagi duit doong!”


“..isshhh kamu ini ya,..”


Meski ngomel, istri pak burhan tetap memberikan beberapa lembar pecahan 50rb an pada anaknya.


“..ya uang bapak laah, uang siapa lagi!”


{pokkk}


“..amsyooongg”


Pak burhan menepok jidatnya sendiri.


***


“..bos, apakah bos tahu jikalau orang tadi menebar tanah kuburan!” tanya genderuwo yang terlihat berbicara dengan Zen melalui telepati.


“..tau!”


“..terus bagaimana bos?!”


“..bukannya itu tugas kamu untuk mengembalikan apa yang telah mereka tebar! Pakai acara tanya lagi!”


“..hehehe..siapp bos laksanakan!”


Genderuwo segera memanggil semua perewangan yang dikirim oleh dukun sakti yang telah dibayar oleh pak burhan, perewangan itu terlihat mulai berjejer rapi didepan genderuwo dengan gemeteran.


“..kalian semua tahu wilayah ini ada dibawah kekuasaan kerajaan demit gunung belimbing?!”


“..jadi, segera kalian kembalikan apa yang telah disebar oleh tuan kalian!”

__ADS_1


“..jika tidak, jangan salahkan pasukanku yang akan menghapus jiwa kalian agar tidak bisa melakukan kehidupan selanjutnya!”


Para perewangan yang terlihat ketakutan saat berbaris didepan genderuwo, setelah diperintahkan, langsung balik kanan dan terbang secepat kilat menuju kerumah juragan Burhan.


Juragan burhan yang telah setuju untuk memesan pelayanan one shoot, yang artinya jika gagal, perewangan kirimannya akan menyerang balik kerumahnya sendiri.


Pastinya pak burhan tidak akan menyangka jika garansi itu akan langsung diberikan dihari yang sama.


Zen yang tidak ingin ikut-ikutan dengan pengurusan yang dilakukan oleh genderuwo terlihat tersenyum sendiri.


Saham yang dibeli olehnya bisa dikatakan sukses memberikan cuan hingga 1200%.


Uang didalam RDN miliknya kini mencapai angka 1.560.000.000.


Tidak ingin mengambilnya, Zen langsung membeli saham lain yang memang berpotensi memberikan cuan gede dalam seminggu kedepan.


{tringgg}


Pembelian saham dengan total 1,5 milyar telah dilakukan oleh Zen.


Sisa 60jt segera ditarik Zen untuk mengisi saldo bank digitalnya yang terlihat sudah kosong.


Selain pembelian saham, Zen juga melakukan trading komoditas, antara lain; Minyak, batubara dan emas menjadi pilihan Zen dalam berdagang digital.


Karena menurut kemampuan paranormalnya, ketiga komoditas itu akan jauh turun kebawah.


Zen yang telah menaruh posisi sell sejak seminggu yang lalu kembali tersenyum, karena angka biru diaplikasi MT4 miliknya kini sudah setara dengan hasil penjualan saham miliknya.


Adalah 1.577.000.000 nilai keuntungan yang Zen dapatkan, dan masih berpotensi naik, karena Zen belum melakukan close order.


Hidup Zen memang sudah berbalik arah saat ini, namun hal itu tidak membuatnya besar kepala apalagi sampai sombong.


Zen memaksimalkan uangnya untuk diputar dalam dunia bisnisnya, karena impian Zen memiliki ribuan lapak dengan konsep yang sama seperti miliknya saat ini.


Genderuwo sudah diminta Zen untuk mengumpulkan 10.000 roh gentayangan yang bersedia untuk bekerja didalam ranah bisnisnya.


Zen sendiri juga sudah memesan langsung dari pabrikan di China terkait boneka karet dewasa sejumlah rencana kerjanya.


Dalam dimensi jiwa miliknya, Zen juga sudah membudidayakan ayam cemani yang kini jumlahnya sudah mencapai jutaan ekor.


Semua persiapan telah Zen lakukan dengan sangat detail tanpa ada kekurangan sama sekali.


Kesibukan Zen dibisnis tidak mengganggu sekolahnya, karena semua SDM yang bekerja layaknya robot yang telah diprogram, tidak banyak bicara dan selalu 100% tepat sasaran dalam bekerja.


“..kalian lihat para pekerja Zen, tidak banyak bicara kan! Beda sama lapak juragan burhan!”


“..iya bener, disini pekerjanya das des , das des, sat set, sat set!”


“..mungkin ini yang membuat usaha milik Zen lebih cepet majunya!”


“..lihat noh onooh.. barang datang, langsung timbang, langsung disortir, langsung di press, langsung di simpan, rapi banged kan kerjanya!”


Beberapa pemulung yang melihat efektifitas bekerja para karyawan Zen langsung berkomentar.


Beberapa kali pihak pabrik recycle mengadakan kunjungan kelapak milik Zen, langsung dibuat kagum dengan etos kerja para karyawan yang Zen miliki.


Bahkan bos besar mereka sampai berniat untuk merekrut karyawan milik Zen agar bisa menggantikan karyawannya yang sering bermalas-malasan.

__ADS_1


Rantai makanan yang selalu ada dari lapak milik Zen, membuat pabrik sangat optimis dengan kerjasama jangka panjang mereka dengan bisnis milik Zen.


Bisnis lapak botol plastik bekas milik Zen juga sudah beberapa kali masuk koran digital, nama Zen semakin mentereng ditingkat kabupaten.


__ADS_2