PEMULUNG SUKSES

PEMULUNG SUKSES
Nomor dua


__ADS_3

{plukkk}


Suara baju berjatuhan kelantai.


Zen yang masih terlihat sibuk dengan aktivitasnya memilah bahan herbal serta membuat racikan bedak lulur pasta, terlihat tidak memperhatikan Ling Hong yang sudah berdiri tegak sambil menutupi area sensitifnya yang terlihat sudah tanpa ada penutup sama sekali.


“..naah sudah jadi!..” Zen yang sudah menyelesaikan racikannya, lanjut menyiapkan wadah untuk menampung hasil racikannya.


“..eh,..!” Zen terkejut bukan main.


Begitu pula dengan Ling Hong, gadis cantik berwajah oriental itu terlihat grogi ketika Zen melihat tubuh polosannya.


“..tadi aku bilang apa coba?!” tanya Zen.


“..buka baju!” jawab Ling Hong malu-malu.


“..terus? kenapa malah polosan begitu kamunya?!” ujar Zen yang masih tidak mengedipkan matanya melihat pemandangan indah didepannya.


“..kyaaaa!!!”


“..dokter mesum!!” Ling Hong langsung mendatangi Zen dan memukul – mukulnya karena malu dengan dirinya sendiri.


“..yasudahlah, karena sudah begini sekarang berbaring, aku akan mulai mengoleskan semua bedak racikan ini kepermukaan tubuhmu, biar pori-pori tempat aura negatif itu bersarang segera bisa dihilangkan!” jawab Zen yang terlihat menguasai keadaan.


Bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, Ling Hong berjalan pelan menuju tempat tidurnya.


Ada perasaan dag dig dug tentunya, karena tubuh polosannya sudah dilihat oleh pemuda yang sudah mencuri hatinya.


Zen terlihat profesional, dengan perlahan dirinya mengoleskan bedak lulur pasta dari ujung kaki naik keatas betis, hingga sampai dipangkal paha Ling Hong.


Ada desiran aneh dalam diri Ling Hong, ketika jari jemari Zen mulai menyenggol-nyenggol bagian sensitifnya.


Dengan sekuat tenaga wanita muda itu mencoba untuk menahan dirinya.


Zen mengoleskan semua bedak lulur pasta itu keseluruh bagian tubuh Ling Hong tanpa terkecuali.


Ling Hong sendiri terlihat sangat malu dengan aktivitas yang Zen lakukan, ingin rasanya dirinya mengubur diri, karena tubuh polosannya sudah dilihat dan dipegang-pegang oleh laki-laki yang bukan anggota keluarganya.


Zen bukannya tidak bisa merasakan tidak nyamananya Ling hong, karena dirinya sudah melihat dan meraba tubuhnya dalam kondisi polosan.


Namun Zen terlihat sangat profesional, tidak ingin terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak kredibilitasnya sebagai seorang dokter.


“..selesai!” ucap Zen ketika seluruh bagian tubuh Ling Hong sudah sepenuhnya tertutup oleh bedak pasta racikannya.


“..sekarang tinggal tunggu sampai satu atau dua jam kedepan, nanti biar dibantu oleh pelayan rumah saja untuk membersihkannya!”


“..selama waktu belum terpenuhi, jangan bergerak dari posisi saat ini!” ujar Zen mengingatkan.


{slabbbb}


Kertas mantra segera berputar kembali diatas tempat tidur Ling Hong, layaknya kipas penghisap yang menghisap secara perlahan energi negatif yang bersarang ditubuh Ling Hong.


{bippp}


Zen kembali mengaktifkan kamera ruangan, dan terlihat visual kertas mantra sedang berputar – putar diatas tempat tidur Ling Hong.


“..waaah... lihatlah, kertas mantra itu menghisap sesuatu!” ujar tangan kanan tuan Hong yang menunjukkan kearah kamera infra red, terdapat aliran warna kuning yang terhisap naik keatas masuk kedalam pusaran kertas mantra yang dibuat oleh Zen.


“..dokter Zen memang benar-benar hebat!” Tuan Hong tidak berhenti memuji Zen didepan dokter Clara.


Clara sendiri terlihat mengerutkan dahinya, ketika melihat sosok Ling Hong yang sudah mirip mumi dalam balutan pasta berwarna emas disekujur tubuhnya.


“..Zeeen...! pantas kamera dimatikan!!” gumam dokter Clara sambil menahan emosi.


Tuan hong dan para pegawai yang melihat monitor tidak ada yang menyadari apa yang Clara lihat.


Clara tidak ingin memberikan penjelasan lebih jauh, karena metode yang Zen pergunakan adalah metode yang tidak bisa dijelaskan secara medis modern.


“..tuan Hong” Zen menyapa tuan rumah yang terlihat duduk bersama pegawainya ada Clara yang terlihat memandang penuh tanya pada Zen.


Zen mengabaikan dulu tatapan Clara yang terlihat kurang senang.


“..Putri Tuan Hong jangan ada yang mengganggunya selama dua jam kedepan, setelah itu tolong kirim pelayan wanita untuk membantunya membersihkan pasta yang ada diseluruh tubuhnya” ucap Zen memberikan arahan.


“..pasta itu adalah pasta khusus racikan saya untuk menutup semua pori-pori kulit tempat energi negatif masuk kedalam tubuhnya dan menguasainya selama ini!”


“..pertanyaan saya, sekiranya Tuan Hong ada mendapatkan Lukisan atau barang seni lainnya sebelum peristiwa putri tuang Hong jatuh sakit?” tanya Zen.


“..aah,... bagaimana dokter Zen bisa tahu?!”


“..ada satu lukisan yang kami dapat sebagai hadiah ulang tahun, lukisan yang informasi dari kurator adalah lukisan kuno berusia 1000 tahun lebih! Sebentar saya suruh karyawan saya untuk mengambilnya!” Tuan Hong langsung memerintahkan pegawainya untuk membawa lukisan yang dimaksud.


Tidak seberapa lama, datanglah dua orang pegawai yang terlihat bercucuran keringatnya.


“..kalian kenapa?!” tanya Tuan Hong yang melihat pegawainya seperti orang yang habis mandi sauna.


“..entahlah tuan, keringat kami bercucuran seperti mandi sauna ketika membawa lukisan ini!” jawab salah satu pegawainya yang terlihat masih kuat.


“..cepat..letakkan lukisan itu disini!” perintah Zen menunjukkan area yang lebih luas untuk meletakkan lukisan yang terlihat seperti mengeluarkan uap panas.

__ADS_1


Setelah lukisan diletakkan dilantai, terlihat jikalau isi didalam lukisan seperti sumber api yang menyala-nyala jika dilihat dengan menggunakan mata super paranormal milik Zen.


“..Tuan Hong, lukisan ini adalah lukisan persembahan dewa Iblis !”


“..latar belakang yang merah menyala itu adalah gerbang neraka!”


“..dan makhluk yang masuk kedalam diri putri tuan Hong adalah iblis penjaga gerbang Neraka!”


Zen menjelaskan seluk beluk lukisan tadi.


“..yang jelas, orang yang memberikan lukisan ini sudah tentu ingin melihat keluarga tuan Hong tidak merasakan kenyamanan dalam kesehariannya, bahkan permasalahan-permasalahan kecil akan selalu menjadi besar karena emosi dari setiap anggota keluarga yang sudah dikuasai oleh energi iblis!”


“..apakah tuan Hong mengalami banyak kerugian dibisnisnya belakangan ini?!” Zen melanjutkan penjelasannya.


“...aaah, itu, Dokter Zen benar sekali!”


“..jika saja, dokter Zen tidak memberikan Giok surgawi dan Giok rembulan, sudah barang tentu, bisnis saya akan bangkrut!”


Zen dan Clara mendengarkan semua penjelasan tuan Hong dengan seksama tanpa melakukan interupsi.


“..jika diperbolehkan, biarlah Lukisan ini menjadi milik saya! Karena hanya saya yang bisa menaklukkan makhluk penjaga neraka yang sekarang mendiami plakat ini!” Zen menunjukkan plakat terbuat dari logam berlapis emas.


Didalam plakat terlihat makhluk dengan sekujur tubuhnya mengeluarkan api yang membara sedang mondar-mandir kebingungan.


“...iini!! mengerikan!” Tuan Hong langsung mengembalikan plakat yang diunjukkan oleh Zen.


“..ambil dokter Zen, ambil, dan tolong bersihkan sekalian rumah saya ini dari energi negatif iblis itu!” Tuan Hong memandang Zen dengan penuh harap.


{zlappp}


“..saya sudah mengamankan lukisan tadi!”


Semua orang kembali takjub dengan pemandangan ketika hanya dengan sekali kibasan tangan Zen, lukisan yang susah payah diangkat oleh pegawai tuan Hong, bisa langsung hilang lenyap.


“..terima kasih dokter Zen, banyak-banyak terima kasih!”


“..euhmmnn!”


“.. untuk sementara kita bisa mempergunakan kertas mantra, namun ada baiknya jika kita bisa menemukan Giok Bintang, dengan Giok bintang kita bisa menyerap semua aura negatif didalam rumah tuan Hong, Giok bintang juga bisa membangkitkan formasi perlindungan didalam rumah ini” jawab Zen.


“..aaah, jika seperti itu, yang tua ini akan merepotkan tuan Zen kembali!” ucap tuan Hong sambil menundukkan badannya menaruh hormat.


“..tuan Hong jangan terlalu sungkan, dengan yang muda ini! Saya pasti membantu sesuai kemampuan saya tentunya!” jawab Zen sambil mengangkat pundak Tuan Hong untuk berdiri lebih tegak.


“..ada baiknya dokter Zen dan dokter Clara menginap di rumah ini, agar bisa memantau perkembangan putri saya secara langsung!” harap tuan Hong sambil melihat kearah Zen dan dokter Clara.


Melihat dokter Clara menganggukkan kepalanya tanda setuju, Zen juga menyetujui usulan tuan Hong.


“..mari saya tunjukkan kamar dokter Zen dan dokter Clara!” ucap tangan kanan tuan Hong.


Sementara itu, tuan Hong langsung menghubungi para supplier batu kasar yang ada di negeri panda, untuk mengumpulkan peluang demi bisa mendapatkan Giok Bintang.


{ceklek}


Pintu kamar tertutup dari arah dalam.


Clara terlihat sudah memasang mode juteknya.


“..apa ada yang mau kamu jelaskan sayang?! Kelihatannya kamu sangat menikmati pengobatan kamu tadi, bukan begitu?!”


Zen yang sudah tahu arah pertanyaan clara hanya tersenyum simpul, memasang wajah tidak bersalahnya.


“..kan sudah aku jelaskan semua tadi, kenapa harus diluluri sekujur tubuhnya, apalagi? Kamu cemburu!?” tanya Zen.


“..pastilaah, dia lebih muda, cantik, oriental, kulit putih bersih, memang siih melonnya lebih gedean aku, cuman kan..”


“..ssstttt!”


Zen segera menutup mulut cerewet Clara dengan jari telunjuknya.


“..kamu tetap yang pertama!” ujar Zen membisikkan pelan ditelinga Clara membuat mukanya langsung memerah malu.


“..aku harus bicara dengannya dulu! Berdua!” ucap Clara tegas.


“..iyaa sayaang, iyaa...atur saja sudah!”


Setelah suasana membaik, keduanya lantas melanjutkan acara bermanja mereka didalam jakuzzi kamar mandi, dengan aktivitas yang biasa mereka lakukan berdua selama ini dikamar hotel.


{hrorrgggg...}


Suara dengkuran halus Clara yang terdengar riuh.


Zen membiarkannya tertidur, karena Zen ingin menyelesaikan urusan yang tertunda.


Dengan posisi berkultivasi, Zen masuk kedalam dunia jiwanya.


Lukisan yang baru saja diambil dari tuan Hong terlihat mulai menyala-nyala terang.


“..meoonggg!!” tiba-tiba dari arah danau air kehidupan muncul sosok hitam dengan mata emas menuju kearah Zen.

__ADS_1


“..waah kamu sudah lahir ya!”


“..meongg!!” harimau kecil itu terlihat lebih mirip dengan kucing hitam yang lucu.


Buku kehidupan langsung memberikan pencerahan, jika energi yang ada didalam lukisan merupakan makanan dari harimau kegelapan.


Zen hanya cukup mengirimkan harimau kegelapan masuk kedalam lukisan dengan cara meneteskan darahnya keatas permukaan lukisan.


{bwosssshhhh}


Benar saja, setelah darah Zen menetes diatas lukisan, muncul sebaran energi keluar dari dalam lukisan, dan terlihat lukisan lebih tenang tidak menyala-nyala seperti sebelumnya.


“..mulai sekarang namamu Hei Mao!”


“..masuklah kedalam lukisan ini Hei Mao dan serap semua energi yang ada didalamnya!”


“..meoongg!!” seolah mengerti bahasa perintah Zen, Hei Mao langsung melompat dengan penuh percaya diri.


{blusssshhh}


Ajaib, Hei Mao bisa masuk kedalam lukisan, dan lansung membuka mulutnya lebar-lebar untuk menyerap semua esensi energi kegelapan yang terkandung didalam lukisan.


Lukisan yang tadinya membara dan menyala-nyala, kini terlihat mulai redup dan menyisakan gunung terjal tinggi berwarna gelap dengan satu titik saja yang terlihat terang.


{nguiingggg}


Buku kehidupan kembali memberikan informasi, jikalau titik terang satu-satunya itu, adalah pintu masuk kedalam inti bumi tempat Zen hidup didunia luar.


Dari informasi yang diberikan oleh Buku kehidupan, dapat diketahui, jikalau didalam inti bumi, sekitar 160km dari tempat bumi dipijak, terdapat kuadralliun ton berlian tersimpan rapat didalam mantel bumi.


Bisa dipastikan Zen adalah pemilik dari berlian – berlian tersebut, karena hanya Zen yang mampu langsung masuk kedalam rongga inti bumi lewat pintu yang ada didalam lukisan.


Zen terlihat gembira dengan penemuan ini, dan dirinya segera menyimpan rapi lukisan yang merupakan pintu karta karunnya setelah Hei Mao keluar dari dalam lukisan.


Dari informasi buku kehidupan, salah satu keahlian dari Hei Mao adalah menyelinap masuk kemana saja, tanpa bisa diketahui oleh pihak lain, karena Hei Mao memiliki kemampuan kamuflase dan dapat menembus segala bentuk material.


Sebuah Ilmu yang secara tidak langsung juga menurun kedalam diri Zen sebagai pemilik kontrak jiwanya.


Zen terlihat kembali bersuka cita dengan apa yang diraihnya, dengan kemampuannya saat ini saja sudah bisa menghasilkan uang yang tidak ada batas nolnya, apalagi ditambah dengan kemampuan dapat menembus segala material, hingga bisa berkamuflase agar tidak terlihat oleh alat canggih sekalipun.


Jika Zen ingin berbuat jahat didunia bukankah hal itu sangat mudah sekali.


Setelah menyelesaikan semua kegiatannya didalam dunia jiwa, Zen lalu kembali berkonsentrasi untuk keluar, karena dirinya merasa jikalau Clara sedang menunggu dirinya tersadar.


“..huuuftt huuu...!”


Zen menghela nafas kasar secara perlahan sambil membuka matanya.


Clara terlihat sudah berpakaian rapi dan sedang duduk didepan meja rias untuk memberikan beberapa sentuhan diwajahnya.


“..sudah sadar?!” tanya Clara sambil melirik lewat cermin yang ada didepannya.


“..euhmmnnn!” anggukan kepala Zen memberikan jawaban atas pertanyaan Clara.


“..kamu sudah ditunggu untuk makan malam bersama katanya!”


“..tadi saudara wanitaku datang kemari!”


“..eh,?” Zen terlihat bertanya-tanya.


“..udah,..tadi aku sudah banyak berbicara dengannya, dan dia setuju untuk berbagi bersama, terlebih kamu sudah melihat semuanya kan, mau bagaimana lagi? Kamu harus tanggung jawab doong!” ujar Clara memberikan penjelasan.


“..aaah, terkait itu!!”


“..sudah-sudah, jangan ada alasan lagi! Aku juga cocok kok bicara dengannya, lebih muda, jadi serasa punya adik perempuan jadinya!” jawab Clara terlihat ceria.


“..lagian, kelihatannya aku juga engga bakalan kuat ngelayanin kamu sendirian, baru pakai jari kamu saja sudah kelojotan pingsan, apalagi kalo dimasukin nagamu?! Engga kebayang bisa langsung pingsan yang ada akunya!”


“..apa engga ada begitu pil kuat buat aku, agar bisa meladeni kamu sampai puas nantinya?!”


Clara terlihat berbicara apa adanya, tentunya dia tidak ingin membuat Zen kecewa dengan pelayanannya dan lebih milih bersama yang lainnya dikemudian hari.


“..ada.. cuman nanti yaa, setelah kita resmikan!”


“..kapan?” tanya Clara.


“..memang sudah siap?!” tanya Zen mengembalikan.


“..sekarang juga hayuk! Tinggal manggil mama sama ayah ini kan kemari!” ucap Clara semakin bersemangat.


“..haisssh...”


“..yaaa...yaaa...? biar sekalian sama maduku!” rengek Clara ketika mendapatkan kesempatan.


“..yalaah, yalaaah..kamu saja yang atur!”


“..gampang itu maah! Ada tuan Hong ini!” ujar Clara langsung berlari kearah luar untuk mencari Ling Hong guna mempersiapkan acara pernikahan mereka bertiga.


“..dasar wanita kalo sudah maunya!” Zen hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat Clara yang main pergi meninggalkannya sendiri didalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2