Pendekar Rajawali Sakti

Pendekar Rajawali Sakti
Iblis Lembah Tengkorak bag 2


__ADS_3

Jurang Lembah Bangkai memang angker. Iblis Lembah Tengkorak yang berasal dari daerah itu sendiri sama sekali tak tahu seberapa dalamnya jurang itu. Yang jelas, kecil kemungkinan untuk selamat jika ter-jerumus ke dalam jurang Lembah Bangkai yang kini menganga lebar siap ******* tubuh Rangga.


Tubuh kecil itu meluncur deras hampir menyentuh dasar. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba seekor rajawali raksasa berwarna putih menyambar tubuh Rangga dengan cakarnya yang tajam dan kuat.


"Khraaaghk...!" suaranya nyaring sambil membawa tubuh Rangga dan meletakkannya di atas tumpukan ranting kering dan rerumputan yang ditata menyerupai sebuah sarang.


Rangga tergolek pingsan. Burung rajawali itu memperhatikan dengan matanya yang merah, bulat Kepalanya terangguk-angguk.


Sarang yang terletak dalam sebuah goa yang besar dan lembab itu, selalu terselimuti kabut Ini membuat ddara di sekitar situ menjadi dingin. Rajawali putih meraih beberapa daun lebar dengan paruh, lalu ditutupinya tubuh Rangga. Dia mendekam di samping bocah kecil itu sambil menutupi tubuh Rangga dengan sayapnya yang lebar, seolah-olah ingin memberi kehangatan.


Setelah lama tak sadarkan diri, tiba-tiba mulut Rangga mengerang. Kepalanya bergerak lemah. Burung rajawali memandanginya dengan mata yang berbinar-binar. Disingkirkannya daun-daun yang menutupi tubuh Rangga.


"Ibu...!" bocah itu memekik keras ketika matanya terbuka memandang sekelilingnya. Dia terkejut ketika matanya tertumbuk pada rajawali putih raksasa yang ada di dekatnya. Rangga berusaha bangkit, namun tubuhnya sangat lemas tak bertenaga. Hanya matanya saja yang terbelalak lebar memancarkan ketakutan.


Burung rajawali putih mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah-olah mengerti perasaan yang menghinggapi bocah itu. Pelan-pelan dijulurkan kepalanya seraya mematuk beberapa bagian tubuh rangga dengan paruh yang kekar itu.

__ADS_1


Rangga merasakan tubuhnya berangsur-angsur segar seketika. Rasa nyeri dan sakit dengan sekejap hilang. Burung itu memang telah menotok jalan darah di bagian-bagian tertentu tubuh Rangga. Sepertinya burung itu ingin mengatakan kalau Rangga tak perlu takut.


Dasar bocah! Rasa takut Rangga hilang seketika. Kini Rangga malah tertawa keras karena kegelian. Rajawali putih berkoak-koak seperti gembira melihat Rangga tertawa gelak. Rangga kini malah membalas canda rajawali dengan menarik-narik paruhnya yang sebesar kepalanya itu.


Sebentar saja kedua makhluk yang berlainan kodrat itu kian akrab. Bahkan kini burung rajawali itu seakan-akan siap melayani segala kebutuhan Rangga baik, makan, minum, maupun tidur. Jika Rangga mengantuk, maka sayap yang lebar itulah yang menyelimutinya. Pada saat Rangga melamun teringat ayah dan ibunya, maka burung itulah yang selalu menghiburnya. Mengajaknya bermain dan bertanda. Komunikasi yang berlainan, tak menghalangi kedua makhluk itu untuk saling mengerti dan memahami setiap kata yang terucap.


********************


Waktu terus berganti, hingga tak terasa telah setahun Rangga hidup di dasar lembah Bangkai bersama rajawali putih raksasa. Sepertinya mereka memang telah ditakdirkan untuk bertemu di Lembah Bangkai. Selama setahun itu, Rangga dengan cepat memahami dan mengikuti gerak-gerik burung rajawali rak-sasa itu. Tanpa disadarinya, gerak-gerik itu adalah dasar dari jurus-jurus silat Rajawali Sakti, tokoh yang hidup dan tak ada tandingannya seratus tahun yang lalu.


Jika gerakan jurus itu dibarengi dengan ilmu peringan tubuh dan penyaluran tenaga dalam yang sempurna, maka tubuh Rangga dapat bergerak ringan seperti kapas. Seorang yang berilmu tinggi sekalipun, akan sulit meraba dan melihat gerakan-gerakan itu. Keistimewaan lainnya, kaki Rangga dapat bergerak cepat bagai tak menyentuh tanah. Kibasan tangan-nya, bagaikan sepasang sayap yang siap menghan-curkan batu karang yang keras sekalipun. Jari-jari tangannya bagai mata pedang tajam yang siap mem-babat sebatang pohon besar hingga tumbang.


"Khraaaghk...!" Rajawali putih berseru gembira melihat Rangga berhasil melintasi batu terakhir dengan mulus. Satu kali lompatan, Rangga telah berada didepan burung raksasa itu. Rajawali putih menundukkan kepalanya. Rangga memeluk seraya tangannya yang kecil itu mengusap bulu-bulu halus yang memenuhi kepala burung itu.


"Aku haus, lapar...," kata Rangga pelan.

__ADS_1


Rajawali putih mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah-olah mengerti apa yang diucapkan Rangga. Dikepakkan kedua sayapnya, dan dalam sekejap saja burung itu telah mengangkasa. Rangga memperhatikan dengan mata bocahnya, sambil menunggu di tempat itu.


Ketika burung raksasa itu telah kembali, diparuhnya telah bergelayut dua butir kelapa. Cakarnya mencengkeram beberapa jamur besar. Rangga sama sekali tak tahu kalau jamur itu mempunyai khasiat penawar segala macam racun yang dahsyat sekalipun. Itulah santapan sehari-hari Rangga.


Rangga tengah melatih jurus-jurus Rajawali Sakti di bawah bimbingan 'gurunya', burung Rajawali Putih yang sakti. Jari-jari tangan Rangga yang terbentang siap menghancurkan batu karang yang keras sekalipun!


"Terima kasih, kau baik sekali," Rangga menerima kelapa dan jamur-jamur itu.


"Khraaaghk...!" Rajawali putih mengangguk-anggukkan kepalanya.


Habis sudah jamur-jamur itu dimakan Rangga. Dibelahnya kelapa yang kini berada di tangannya. Hebat! Sekali kepruk saja, kelapa terbelah dua! Rajawali Putih terlihat gembira ketika Rangga berhasil membelah kelapa dengan sekali pukul. Itulah salah satu khasiat yang ada pada jamur itu yang telah nampak dalam kekuatan Rangga.


Jamur yang dimakan Rangga, ternyata juga membentuk hawa murni secara alami. Tenaga dalam yang tersalur lewat hawa murni ini dapat menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Rangga. Jika Rangga benar-benar melatih tenaga dalamnya, tak mustahil dalam waktu singkat dia akan menjadi seorang tokoh silat yang sulit dicari tandingannya.


Rangga tanpa sadar telah berlatih jurus-jurus silat Rajawali Sakti. Sepertinya ia adalah pewaris tunggal ilmu-ilmu Rajawali Sakti, yang seratus tahun lalu sempat menggegerkan dunia persilatan. Tak ada seorang tokoh pun yang sanggup menandinginya. Baik dari golongan hitam maupun putih. Lama jurus-jurus Rajawali Sakti menghilang begitu saja bersamaan dengan lenyapnya tokoh sakti yang selalu menunggang seekor rajawali raksasa. Rajawali itu kini bersama Rangga. Lalu, di manakah tokoh sakti itu?

__ADS_1


********************


__ADS_2