
Pagi hari yang gelap ketika awan hitam menutupi seluruh marcapada,suara burung berkicau namun tak semerdu biasanya.
Dihutan beringin terlihat kesibukan anak buah Yang Bho dan Yang Blo,mereka membuat Pagar kayu yang tinggi mengelilingi Enam batang pohon beringin.
Perbol sendiri sibuk memotong kayu2 yang telah ditebang oleh anggota Yang Bho.
Sudah satu jam mereka bekerja,peluh telah membasahi seluruh tubuh Yang Bho,perutnya mulai terasa melilit2,namun melihat perbol yang masih sibuk,dia tak berani berhenti.
' Cacing sialan ! kerjaan masih banyak,malah sudah ribut !' Gerutu Yang Bho dalam hati.
" Ayooo Cepat ! Hari semakin tinggi !" Teriak Yang Bho Menutupi suara perutnya yang terus berbunyi.
Perbol menghentikan pekerjaan nya sejenak,lalu melihat Yang Bho sedang menyeka keringat dikeningnya.Pendengaran nya yang tajam,bisa mendengar suara perut laki2 bertubuh tinggi besar itu.
" Hei Yang Bho ! Hari masih Pagi ! Kenapa kau teriak2 !" Seru perbol sambil terkekeh.
" Biar kerjaan kita cepat selesai,tabib.Mereka harus cepat bekerja." Seru Yang Bho nyengir.
" Alasan ! Bilang saja perutmu sudah keroncongan !" Sindir perbol tertawa lepas.
Wajah Yang bho merah padam,menahan malu,namun dia malah tertawa.
" Tabib kecil,Pendengaranmu sungguh tajam !" Seru Yang Bho tertawa2.
" kalau kalian lelah,istirahat lah ! Biar aku mencari makan pagi." ucap perbol,Dia menyadari,memberi makan orang dengan jumlah yang banyak tidaklah gampang.bisa saja mereka membeli Makanan diKota,namun dia tak mau keberadaan mereka diketahui oleh Para Klan Dan Para pendekar pemburu hadiah.
" Terima Kasih,Tabib !" Seru Yang Bho,lalu melanjutkan pekerjaannya.
Perbol segera bergerak masuk kedalam hutan,Dengan lincah,tubuhnya yang mungil melompat2 diatas batang pohon yang tinggi.
Tak lama berselang dia melihat Seekor harimau yang sedang berjalan mengendap2 dibalik semak belukar.
" Ahhh...Harimau itu pasti sedang mengincar mangsanya " Gumam perbol dari balik Dahan pohon yang tinggi.
Benar saja ketika perbol melihat jauh kedepan,dibalik rimbunan Pohon,terlihat empat ekor rusa sedang berjalan sambil memakan pucuk2 muda anak pohon.
" Kena kau Harimau,Aku juga menemukan mereka ! Ayo kita bertaruh,siapa yang lebih dahulu mendapatkan Buruan." Gumam perbol sambil menyeringai.Lalu segera melompat kedahan pohon didepannya.
Sayangnya harimau sedikit teledor,kakinya menginjak ranting kering hingga menimbulkan suara yang membuat Rusa curiga.Para rusa merasakan bahaya mengincar mereka.Rusa yang paling besar dan tanduk bercabang segera berlari dengan cepat.Sehingga rusa yang lain juga terkejut dan ikut berlari.
" Sial kau Harimau !" Gerutu perbol,lalu melompat lebih cepat mengejar rusa.
Jarak pepohonan semakin jarang,para rusa berlari kearah Padang rumput dipinggir hutan.
Perbol tak mau kehilangan mangsanya,begitu juga dengan harimau,dia berlari dengan kencang ikut mengejar.
Perbol semakin susah melompat2 didahan pohon,lalu segera turun dan turut berlari mengejar buruannya.
__ADS_1
Harimau tiba2 berhenti,ketika mendengar suara berisik dibelakangnya.Ketika kepalanya menoleh kebelakang,tubuh perbol yang kecil dengan cepat melewati Harimau.
Geeerrrrrr...
Harimau merasakan mangsa nya sedang diburu pula oleh binatang lain,dia segera menyusul perbol dengan melompat2 lebih jauh.
Keempat rusa terus berlari,ketika menemukan bukit kecil,tiba2 mereka berpencar menjadi dua bagian,yang bertubuh besar bergerak kekiri diikuti oleh seekor rusa yang lebih kecil,begitu juga seekor rusa betina,berbelok kekanan diikuti oleh seekor pula.Sepertinya rusa itu adalah sepasang bersama dua ekor anak2nya.
Perbol yang berlari sangat kencang terkejut ketika para rusa berbelok dua arah,dia segera menapakkan kaki untuk menghentikan larinya.Namun dedaunan yang tebal tak mampu menahan kecepatan perbol.
Tubuh Mungil tergelincir dan terseret diatas dedaunan,ketika tubuhnya sudah mendekati bukit batu,perbol tak mau tubuhnya menghantam bebatuan,lalu menundukkan kepalanya,dengan maksud menghancurkan batu dengan jurus amukan badaknya.
Srooookkkkk....
Tiba2 tubuhnya terperosok kedalam lobang didepan bebatuan.
Bruuukkkk....
Tak ayal tubuh perbol bergulingan didalam lobang yang menjorok kebawah.
" Sial !" Maki perbol,lalu mencoba menghentikan tubuhnya,namun grafitasi terus membuat tubuhnya jatuh kebawah,lalu berhenti ketika kepalanya menghantam dinding batu hingga membuat suara.
" Huhhh...Buruan hilang,malah terjatuh kedalam lobang !" gerutu perbol sambil mengibas2kan pakaiannya yang kotor.
" Tolonggg...tolonggg...!"
" Orang atau setan yang berteriak " Gumamnya,lalu tanpa sadar berjalan kearah suara tersebut.
Semakin dalam dia masuk,semakin jelas terdengar suara kaki yang sedang berlari kearahnya.
" Tolong...tolong ...!"
Kembali terdengar suara teriakan,Perbol segera mempercepat langkahnya.Lorong goa semakin dalam semakin gelap,perbol mencoba menembus gelapnya goa,matanya bersinar merah,pandangannya menjadi semakin jelas.Dikejauhan terlihat seorang sedang berlari ketakutan.
" Seorang wanita,siapa yang mengejarnya ? Ngapain juga di berada didalam Lorong Goa ini !" Gumam perbol dalam hati.
Ketika jarak mereka sudah dekat,perbol segera menahan tubuh wanita tersebut dengan kedua tangan nya.Karena tubuhnya kecil,dan wanita didepannya tinggi,tangannya justru tepat berada di bagian terlarang sang wanita.
" Ehhhh...Apa ini !" Teriak Wanita tersebut kaget ketakutan,lalu jatuh terduduk kebelakang.
" Mau lari kemana kau manusia !" Terdengar suara berat dari belakang tubuh wanita yang terduduk.
Wanita itu terkejut,lalu kembali bangkit berdiri dan kembali berlari.
" Tung....
Belum selesai perbol berkata,tubuh nya ditubruk dengan keras oleh wanita yang ketakutan didepannya.
__ADS_1
Brukkkk....
" Aduhhh...!"
" Aduh...juga !" teriak perbol marah .
" Siapa kau ! Apa kau tak melihatKu !" Hardik perbol geram,tubuhnya telentang dilantai,wajahnya tertutup oleh perut wanita tersebut.
" Kau...kau...siapa lagi ! Apa kau juga siluman Laba2 ?!" suara nya bergetar ketakutan.
" Cepat bangkit ! Kau menimpa badanku !" Bentak perbol kembali.
Wanita itu meraba2 bagian atas tubuh perbol hingga yang dirasakannya adalah lantai goa yang lembab.
" Ihhh...ini lantai goa ! tubuhmu dimana ?" Teriak wanita yang tak lain adalah Qiang Suyon.
" Sial ! Aku dibawah perutmu !" Bentak perbol lalu mendorong perut gadis itu kesamping.
" Hihihi...kau tak kan bisa lari dari ku !" tiba2 terdengar suara dari kegelapan.
" Siapa yang mau lari ! Kemari ! Biar kuhajar batok kepalamu !" Bentak perbol geram,sambil bangkit berdiri.
" Hehhhh ... ! Siapa Kau ! Berani ikut campur urusanku !" Bentak suara berat itu kembali.
mata perbol kembali memancarkan cahaya merah,samar2 didepannya dia melihat seekor laba2 yang tubuhnya hampir memenuhi lorong goa.
" Ohhhh...Kau siluman buruk rupa ! Apa kau tau siapa aku !" Bentak perbol sambil berdiri berkacak pinggang.
" Hahahaha...hihihi...Tubuhmu kayak Siput mainan anak2ku !" Ejek siluman laba2 betina ketika dapat melihat tubuh perbol yang mungil.
" Ehhhh...Tabib...Kau tabib kecil ?!" terdengar suara gadis dari belakang.
" Ya benar ! Kau siapa ?!" Tanya perbol asal.
" Ahhh...Syukurlah,Tabib kecil ! Aku Qiang Suyon !" Jawab Gadis itu sambil bernapas lega.
" APA ! Nona Suyon !" perbol kini yang terkejut,lalu balik badan melihat gadis yang sedang duduk ketakutan,tubuhnya menempel dinding goa.
" Yaa...yaa...ini aku Tabib kecil." Jawab Suyon lalu segera bangkit berdiri.
" Hahahaha...Pucuk dicipta ulam pun tiba !" Seru perbol tertawa senang.
" Hehhh Bocah ! Tertawalah sepuasmu ! Setelah itu,kalian berdua akan menjadi santapan anak2ku !" Hahahaha..." Siluman Laba2 betina tertawa lebih keras dari perbol.
" Hoooo...Hebat ! Kau mau membuat kami berdua menjadi santapan anak2mu ! Justru sebaliknya,anak buah kami sedang kelaparan,mereka pasti senang,makan daging Laba2 sebesar tubuhmu ! Apalagi,otak kepalamu !" Seru perbol dengan sinis.
" Tabib kecil,hati2 !" Bisik Qiang suyon dari belakang.
__ADS_1
Perbol tak menjawab,namun jari jempol tangannya yang berbicara.