
Sementara itu dikota para jagoan,Dipenginapan Pelangi terlihst antrian yang sangat panjang.Tua dan muda berbaris rapi menunggu giliran.
Atas kebaikan dari pemilik penginapan,Rumah makan lantai dasar menjadi tempat darurat pengobatan.
Pemuda gundul dan cebol terlihat sibuk mengobati para penduduk yang sakit.Seorang gadis cantik tinggi langsing juga terlihat sibuk membantu.
" Ketua li,kau sangat beruntung bertemu dengan tabib muda." Seru Kakek Qian sambil menyeruput tehnya.
" Kau juga beruntung pergi bersama Putra Ren,bisa makan dan menginap ditempat mewah ini." Balas Li tiankong tertawa.
Kakek Qian juga ikut tertawa,lalu dia berbisik kepada ketua Klan api.
' Sebaiknya kita kekamarku diatas,banyak hal yang akan aku bicarakan.'
Ketua klan langit mengangguk setuju,mereka berdua segera naik kelantai atas.
Tengah hari dikala sang surya telah mencapai ubun2,lukita terlihat menyeka keringatnya.
" Sobat,kau istirahatlah dahulu,Biar kuselesaikan.5 orang lagi." Ucap lukita pada perbol.
" Apa kau ingin dibantu oleh Gadis tinggi itu ?!" Bisik perbol sambil membuat resep obat.
Lukita melirik sesaat ke arah Nona Qiang,gadis itu terlihat sangat cekatan,senyum dibibirnya tak pernah hilang.
" Jangan mulai,sobat.Kita harus segera menyelesaikan urusan disini.Wasiat Eyang sudah tertunda beberapa lama." Jawab lukita diplomatis.
" Bagaimana mau selesai,kau sendiri malah membuat waktu kita semakin lama disini." Jawab perbol lirih.
" Apa kau tak lihat,antrian sangat panjang diluar ! Bisa2 seumur hidup kita berada disini." Sambung perbol kembali.
Bukannya marah,lukita justru tertawa kecil.Ucapan sahabatnya semua benar,namun hati nya tak mampu menolak orang2 sakit yang datang padanya.
" Tuan2 dan nyonya,mohon maaf.sudah waktunya kami istirahat sejenak." Tiba2 Ren xueshan berteriak memberitahu para pasien.
Sejenak suasana menjadi gaduh,banyak yang menggerutu kesal.Karena mereka sudah lelah mengantri.
" Tabib,Aku datang jauh2 dan membayar biaya yang mahal untuk datang berobat.Bagaimana dengan putraku ?" Seru seorang laki2 yang terlihat berpakaian mewah.
" Aku juga sudah dari pagi menunggu giliran !" teriak laki2 yang lebih muda.
" Heh ! Apa kalian mau,Tabib ikut sakit karena kalian !" Bentak Lie weida Geram.
Suasana menjadi hening,ucapan Lie weida walaupun terdengar kasar,namun sangat tepat.Membuat orang2 yang ribut menjadi terdiam.
" Kalau kalian sabar,Mudah2an akan sembuh ! Kalau tak sabar atau merasa rugi ! Siahkan cari tabib yang lain." Teriak lie weida kembali.
Suasana menjadi ramai kembali,mereka saling berbisik dan memarahi orang yang merasa rugi.
" Maaf...maaf..., Kami salah,kami hanya khawatir putra kami tak kan diobati." Ucap laki2 tersebut sambil menjura hormat,membungkuk berkali2.
" Lihatlah,gege.Calon istriku sangat tegas dan berwibawa,bukan ?" bisik Haizi pada zhangzi.
" Dasar somplak ! Siap2 aja kau kalah saing dengan tabib sakti itu." ejek Zhangzi,lalu segera berjalan mendekati Lukita.
__ADS_1
" Mari kawan,kita makan siang terlebih dahulu." Ucap Nya sambil menepuk bahu lukita.
" Ahhh...terima kasih,tuan muda Zhang." Jawab lukita sambil mengangguk setuju.
Mereka semua segera menuju meja makan panjang,yang telah disediakan penginapan khusus buat mereka.
Disela makan bersama,Nona Qiang bertanya.
" Tabib,jumlah mereka sangat banyak.Apakah stok obat tabib,cukup buat mereka ?" pandangannya menatap lurus kearah lukita.Membuat Ren xueshan yang selalu berada disebelahnya merasa keki.
" Kalau buat mereka semua,memang tidak cukup,Nona." Jawab lukita jujur.
" Terus Bagaimana caranya mengatasi mereka yang jumlahnya terus bertambah,Tabib ?" Lie weida ikut merasa khawatir.
Lukita tak menjawab,dia mengambil sayur bening,lalu melahapnya.
" Apakah tuan2 dan nona2,Punya Pendapat ?" Lukita balik bertanya.
Haizi dan zhang menghentikan makannya,mereka terlihat sedang berpikir.Begitu juga dengan Ren Xueshan dan Nona Qiang.
" Apa tak sebaiknya,kita Jujur pada mereka.Kalau persediaan obat telah habis." Lie weida memberi pendapat.
" Aku setuju,saran yang tepat !" Seru Haizi cepat.
" Bagaimana dengan yang lain ?" Tanya Lie weida Merasa tak nyaman melihat sikap Haizi.
" Kalau kita hentikan,bagaimana dengan mereka yang telah rela datang jauh2 kesini ?" Nona Qiang bertanya.
" Ya katakan saja,obat telah habis." Jawab Haizi cepat.
" Hmmm... Haizi hanya bergumam,tak mampu menjawab.
" Hmmm... apa ? Jawab !" bentak Lie weida kesal melihat Haizi.
" Yaa...sebaiknya,hentikan pengobatan disini.Menunggu stok obat tersedia kembali." Jawab Haizi tergagap.
" Enak saja kau bicara ! Sama saja kau memberi harapan pada mereka !" bentak Lie weida sambil melotot.
" Sabarlah Nona lie,kita sedang mencari jalan keluar disini." Ucap Zhangzi yang merasa kasihan dengan adiknya.
" Bagaimana pendapat para ketua ?" Haizi mencoba mengalihkan.
" Dimana kakek Qian dan ketua Li ?" Ren Xueshan yang sedari tadi hanya diam,tiba2 mencari2 keberadaan mereka.
" Mereka pasti sedang merundingkan sesuatu,Biarlah kita saja yang menyelesaikan masalah disini." Jawab Nona Qiang.
" Bagaimana pendapatmu,tabib kecil ?" Tanya lie weida,sambil menatap serius kearah perbol yang asik mengunyah ayam bakar.
" Aku ikut saja apa kata kalian." Jawab perbol sekenanya.
Sementara mereka sibuk makan siang sambil berunding,Dijalan setapak tak jauh dari kota terlihat rombongan beberapa orang berpakaian serba putih.
" Serangggg...!!" Terdengar teriakan dari atas pohon yang rimbun.
__ADS_1
Puluhan orang bersenjata lengkap,segera menyergap beberapa orang yang tak lain Adalah rombongan Klan Salju yang sedang menuju Kota Para jagoan.
Para murid klan salju segera melindungi ketua dan tetua mereka.Pertempuran tak dapat dihindari.
Puluhan gerombolan perampok,menghadapi beberapa murid Klan salju.
Tranggg...Tringggg...
Brakkk...Dukkkk...
Dalam beberapa jurus terlihat dua puluhan gerombolan perampok terlihat kewalahan.Tiba2 dua orang bertubuh besar dengan wajah penuh cambang melombat dari balik bebatuan.
Mereka segera ikut membantu anak buahnya yang kewalahan.Dalam beberapa jurus kini keadaan menjadi terbalik.10 orang murid klan salju terlihat terdesak hebat.
Bukkkk...dukkkk...
Argggghhhh....
Seorang murid klan salju terpental jatuh ketanah terkena tendangan Seorang pemimpin perampok.
" Berhenti !" teriak Ketua klan salju,Suaranya mengandung tenaga dalam,membuat semua orang yang bertarung berhenti seketika.
" Apa yang kalian inginkan !" Teriaknya kembali.
" Hahahaha...Kami menginginkan nyawa kalian !" Teriak Pemimpin perampok,mereka tak menyadari sedang berhadapan dengan siapa.
" Apa kalian tau siapa kami !" Bentak Xueshan.
" Hahaha...Pertanyaan bodoh ! Perampok tak perlu tau siapa korbannya !" Bentak Yang Bho dho Pemimpin perampok.
" Ayah,tak perlu bicara dengan bandit2 seperti mereka ." Seru Shanxue geram.
" Hohoho...gadis galak,aku suka...aku suka !" Ucap Yang Blo on,pemimpin satu lagi.
ShanXue yang sedari tadi sudah gatal tangan ingin menghajar perampok,tanpa berkata2 lagi segera berkelebat cepat menendang kearah Yang Blo.
Namun Yang blo bukanlah jagoan ecek2,dengan gesit dia mengelak kesamping.Lalu tangannya bergerak menarik jubah putih Shanxue berniat ingin menarik kepelukannya.
Shanxue tiba2 menendang kembali kebelakang,membuat Yang Blo kaget,namun dia segera menangkap kaki Shan Xue.
" Kena ! Hahahaha..." Teriaknya gembira.
Kaki kiri shan xue tertangkap oleh yang blo,namun gadis itu tak merasa panik.Tubuhna berputar menghadap kearah lawan,lalu menendangkan kaki kanan nya kearah leher Yang Blo.
Mau tak mau yang blo melepaskan cengkramannya,dan segera menundukkan tubuhnya.
Kaki Kanan Shanxue yang bergerak menendang leher lawan,tiba2 menekuk kebawah dan memijak punggung Yang blo.
Bukkkk...
Kaki kanan putri Klan salju telak menghantam punggung Lawannya.Namun yang blo seperti tak merasakan sakit,tubuhnya yang tertekan kebawah,tiba2 bangkit berdiri mendorong kaki shan xue keatas.Membuat gadis cantik tersebut mencelat keudara dan bersalto beberapa langkah kebelakang.
" Mundurlah,putriku !" Tegur Xueshan,lalu segera maju kedepan.
__ADS_1
" Mundur Blo on !" Bentak Bho dho pada adiknya,Lalu berjalan kedepan dengan gagah.