
Cahaya rembulan tersenyum menerangi alam,binatang malam tiba2 menghentikan nyanyian.
Dua siluman terlihat saling bertarung,memperlihatkan ilmu kesaktian masing.
Bai yuanmo melompat laksana kilat,tubuhnya yang telah berubah menjadi siluman kera putih menerjang siluman batu yang tubuh nya dua kali lipat tubuh kera putih.
" Bodoh,kau pikir kau mampu mengalahkanku !" Teriak siluman batu alias perbol.Dengan santai dia menahan terjangan dari atas dengan kedua tangannya,
Braaakkk...
Desssss....
Kaki dan tangan mereka saling bertemu,namun kekuatan kera putih yang telah bertapa ratusan tahun membuat kekuatannya sulit ditebak.
Tubuh Siluman batu terlempar sepuluh langkah kebelakang,hingga menghantam sebuah batu sebesar Gajah hingga hancur berserakan.Namun perbol segera bangkit kembali,matanya tiba2 berubah merah,tubuhnya mulai menghitam.
Siluman kera putih terkejut,dia tak menyangka,kekuatan lawannya ternyata diatas rata2.
" Kau dapat menahan jurus Kera Menerjang Bukit,bagus ! Aku tak akan main2 lagi !" Bentak Bai yuanmo,lalu tubuhnya kembali mengeluarkan asap putih,lalu perlahan2 seluruh badannya membesar dua kalilipat,sampai seimbang dengan tubuh lawannya.
" Hentikan ! Kalian Berdua ! Apa yang kalian lakukan !" Bentak lukita,
" Diamlah tabib,ini urusan antara siluman ! Siluman Buaya dan gagak hitam adalah musuhku ! Ini urusan masa lalu,harus dibereskan sekarang !" Teriak Siluman Kera putih.
" Hahahaha...Bodoh ! Mereka berdua telah mati ! Harusnya kau berterima kasih kepada kami !" seru Perbol sambil tertawa mengejek.
" Kau yang bodoh,tubuh mereka telah menyatu dengan tubuhmu ! Berarti kaulah sekarang musuhku !" Bentak Siluman kera putih.
Lalu tubuhnya maju dengan cepat melayangkan tinju dan tendangan kaki kearah lawan.
Melihat lawan kembali menyerang,Perbol tak mau lagi menahan,dia segera menyerang dengan Jurus Seribu Harimau memangsa rusa.
Tubuhnya yang besar tiba2 terbelah menjadi sangat banyak,ibarat sebuah pasukan perang dengan tubuh sama besar.
Bai yuanmo terkejut,dia segera menghentikan serangannya.Lalu segera melompat mundur beberapa langkah.
" Mengapa kau mundur ! Majulah !" Teriak perbol serentak,hingga membuat seluruh binatang penghuni taman surga berlari ketakutan.
Siluman kera putih berdiam diri,matanya tajam menatap ratusan siluman batu dihadapannya.Namun tubuhnya segera berputar ,dan ditangannya kini tergenggam dua bua cambuk yang diujungnya terlihat mata pisau yang sangat tajam berkilauan.
" Ibu ! Jangan bunuh Dia !" Teriak Putri Yuan Ruo dengan nada sangat cemas.
" Sudah terlambat ! Biarkan takdir yang berbicara !" Jawab Bai yuanmo tegas.
" Kau pikir,dengan cambuk kembarmu bisa menghancurkan ku ! Lihatlah ! " Ucap perbol dengan lantang.
" blaaaaarrrrr....blaaaaarrrr....! " Langit yang berbintang tiba2 menjadi mendung gelap,Kilat menyambar2 diangkasa memperlihatkan kesombongannya.
Perbol menggoyangkan kepalanya,hingga muncullah ratusan Golok berbentuk bula sabit yang melayang dikepalanya,Itulah Jurus Bulan Sabit membelah bumi Milik Jiang eyu atau Siluman buaya sungai mutiara.
" Bagus,sudah lama aku menantikan pertarungan ini ! Mampuslah !" Teriak Siluman kera putih.Tubuhnya kembali mencelat keatas lalu kedua tangannya segera memecut kedua Cambuk yang bersinar putih menyilaukan mata.
Perbol segera melepaskan ratusan pedang sabit menghalau serangan lawan,dan ratusan tubuh nya segera berpencar mengitari tubuh lawan.
__ADS_1
Duaaaarrrrrr....
Duaaarrrrrrr....
Letusan terdengar ketika dua senjata saling beradu,terlihat percikan kembang api menyebar diudara.
Kekuatan mereka berdua seimbang,perbol merasakan tanganya bergetar begitu juga dengan Bai yuanmo.
Kera putih jumpalitan diudara,lalu kembali berdiri tegak menatap lawan yang sedang mengepungnya.
Melihat lawan telah dikurung oleh Bayangan nya,perbol segera gantian menyerang.
Hiaaaa.....
Ratusan bayangan dan tubuh siluman batu bergerak merapat,mengurung tubuh lawan yang semakin terjepit.Jarak semakin dekat,hanya tinggal dua langkah lagi,tubuh kera putih akan lebur dihantam ratusan bayangan.
" Hentikan !"
Tooooooeeeeeeeeeettttttttt...
Tooooooeeeeeeeettttttt....
Tooooooeeeettttttt....
Terdengar suara terompet langit yang dikeluarkan oleh Lukita.
Sontak saja ratusan bayangan siluman batu bergetar dan berubah menjadi asap lalu menghilang.
Nona Yuan Ruo yang juga siluman,terpental kebelakang dari tempatnya berdiri.
Siluman Batu segera bertekuk lutut sambil menutupi kedua telinga,sedang kan kera putih berubah kembali menjadi Nyonya Bai.
" Hentikan ! Tolong Hentikan ! " Teriaknya tak kuat.
Lukita menghentikan jurus terompet langitnya,tubuhnya segera berkelebat kearah tubuh Nona Yuan Ruo yang terpental kearah lembah.
" Kemana kau ! Jangan pergi !" Teriak Nyonya bai,dia tak mengetahui maksud kepergian lukita untuk menolong putrinya.
" Bodoh ! Otakmu macet ! Jelas2 Sahabatku hendak menolong putrimu yang terpental kelembah !" Bentak perbol geram,dia sempat melihat tubuh putri siluman terlempar kebelakang setelah mendengar Terompet Langit.
Didalam lembah yang gelap,lukita bergerak kesana kemari mencari Putri nyonya Bai,sudah beberapa menit namun belum ketemu juga.
" Nona Yuan...Nona Yuan...!" Panggilnya berulang2,namun hanya keheningan malam dan suara gemericik air yang terdengar ditelinganya.
Penciuman lukita mendengus sesuatu berbau busuk,rasa penasaran membuatnya mencari kesumber bau.Setelah melompat menyebrangi anak sungai,lukita melihat bangkai kijang yang mati.
Dia melihat lebih dekat,terlihat perut dan leher kijang seperti mati terkena Cakar dan gigitan yang kuat.
Gerrrrrr....
Gerrrrr....
Terdengar suara gerengan dibalik rimbun nya semak belukar.
__ADS_1
" Hmmmm...Rupanya kalian rombongan srigala !" Gumam lukita,bukannya takut,dengan cepat dia bergerak mengejar 4 ekor serigala hitam.
Melihat sesosok manusia mengejar,rombongan srigala lari dengan kencang.Seekor srigala bertubuh paling besar terlihat sedang membawa tubuh Nona Yuan yang terkulai pingsan.
" Sial,mereka membawa tubuh Gadis itu !" Lukita segera mempercepat larinya,namun dia kesulitan karena tidak hapal dengan medan.
Berbeda dengan rombongan srigala,dengan mudah mereka berlari cepat melintasi semak belukar.
Tak mau kehilangan tubuh Putri Nyonya bai,sambil berlari lukita melepaskan pukulan Tapak Putih nya,seberkas sinar menghantam telak srigala bertubuh besar.tak ayal,srigala itu mengaum lalu terjungkal hingg bergulingan disemak2,tubuh nona Yuan tergeletak didalam semak tak jauh dari tubuh srigala.
" Akhirnya !" Gumam lukita,namun dia tak menyadari,kalau telah berada ditepian lembah yang curam dan dalam.
Dari samping kanan,tiba2 dua ekor srigala menerkam lukita,gerakan mereka sangat cepat,hingga lukit yang sedang fokus melihat tubuh Nona Yuan tak menyadari serangan srigala.
Braaaaakkkk...
Duuuuukkkk....
Tubuh lukita Mencelat jatuh,lalu terseret kebawah kedalam jurang yang sangat dalam.
Hingga beberapa menit tubuhnya melayang jatuh kebawah,melihat bebatuan yang berbentuk runcing dan tajam lukita segera mengerahkan jurus Jubah Naganya.
Bukkkk...
Bukkkk...
Braaakkkk....
Dua kali tubuhnya menghantam batu2 cadas yang tajam lalu berhenti setelah bergulingan menghantam dinding batu yang lembab.
" Sial ! Tempat apa ini !" Gumam lukita,tubuhnya segera bangkit berdiri,lalu memperhatikan sekelilingnya.
Perlahan matanya mulai terbiasa,cahaya rembulan samar2 dapat menembus dasar lembah yang lembab.
Lukita melihat ratusan tulang belulang hewan dan manusia berserakan dimana2.
" Edan ! Siapa yang telah membantai mereka semua !" Seru lukita geram.
" Apakah ini Lembah Tengkorak ?" Gumamnya lagi.
Perlahan lukita melangkah hati2 melihat situasi disekitarnya.Telinganya yang tajam mendengar suara deru air yang jatuh.
Sekali lompatan,tubuhnya telah sampai kesumber suara.Terlihat lima air terjun mengalir dengan deras kebawah.
" Pemandangan yang indah !" Seru lukita kagum.
Dikejauhan diatas Lembah terdengar auman panjang srigala,suara lolongan mereka saling bersahutan.
" Apa pemimpin mereka tadi mati !" Bathin lukita sambil menatap lereng lembah yang sangat tinggi.
" Sebaiknya aku segera kembali,jangan2 tubuh nona Yuan dijadikan mangsa oleh para srigala." Lukita teringat kembali pada Gadis siluman.
" Siluman itu telah siuman,dia bukan tandingan para srigala.Kau sudah datang ketempat ini ! Masuklah !" Terdengar suara menggema entah darimana.
__ADS_1