
" Apa kau melihat sesuatu ?" Tanya Nyonya bai pada Perbol
" Tidak ! Aku tidak tau.sebenarnya aku juga Penasaran,kenapa sahabatku tiba2 jatuh !" jawab perbol,matanya terus menatap tubuh sahabatnya.
" Mungkin Raja singa berubah menjadi setan yang tak terlihat." Ucap Yuan Ruochong menebak.
" Siluman tetap siluman,tak kan bisa berubah menjadi setan !" Seru perbol,Pirasatnya tak nyaman melihat sahabatnya.
Sementara itu,Lukita yang jatuh terlentang,segera berubah kembali keujud aslinya,lalu mengerahkan Ilmu Sukma Abadi untuk menyelamatkan diri.
Namun Yang dilakukannya sia2,Cakar Raja Singa sangat kuat,jubah naga tak mampu melindungi raganya.
" Kau pikir bisa selamat kalau aku sudah mencengkeram batang lehermu !" Gereng Raja singa tanpa wujud.
Kepala lukita mulai berkunang2,Sukmanya segera kembali ketubuhnya,dalam sepersekian detik dia ingat Kakeknya,' Apakah hari ini aku akan menyusul Kakek !' Bathin lukita,Namun begitu,kedua tangannya mengeluarkan Cahaya perak yang terang,Lalu segera memukulkan kedua tangannya keataa tubuhnya.
Blaaaaaarrrrr.....
Booommmm....
Arrrggghhhkkk....
Terdengar ledakan dan erangan dari Raja siluman Singa Hitam kesakitan,tubuhnya terpental keatas,lalu jatuh terkapar ditanah.Asap hitam kembali mengepul,perlahan2 terlihat kembali Wujud aslinya.
lukita sendiri memegangi lehernya,darah mengalir dari sela2 tangannya,Dirinya mencoba untuk bangkit berdiri.Lalu berjalan sempoyongan mendekati Raja Singa Hitam.
Singa Hitam menyeringai,tubuhnya mengepulkan asap dari kedua luka dipunggungnya,tercium bau daging terbakar yang menyengat.
Jarak lukita hanya tinggal lima langkah,namun tiba2 kedua tangan Raja singa hitam mengeluarkan Cahaya hijau yang menyilaukan.Itulah Jurus Shenzhao pishan,Lalu melepaskan kedepan dengan cepat kearah Lawan.
Boooommmm....
Tak ayal tubuh lukita yang tak lagi dilindungi oleh Jubah Naga terpental puluhan meter,lalu jatuh dan tak bangun lagi.
Singa hitam mencoba bangkit berdiri,Lalu menatap Lawan yang sudah tak bergerak lagi.
" Mampuslah ! Kau pikir kau Raja yang hebat ! Aku lah Raja siluman yang terkuat dan Hebat !" Ucap Raja Singa Hitam Dengan Lantang sambil menatap langit.
" Aku lah Raja Para Siluman !" Teriaknya kembali dengan sangat keras.
Duaaaarrrrr....
Duaaaarrrr....
Tiba2 Terdengar suara petir menyambar2,lalu langit yang cerah seketika berubah gelap.Awan hitam seperti berbondong2 memayungi Taman Surga yang telah luluh lantak,dan tak lama kemudian,Langitpun menangis,seperti ikut terluka melihat pemuda Gundul Titisan Dewa Naga tak berdaya.
Sementara dibalik pepohonan,
" Tabib kecil,Kau alihkan perhatian Raja Singa ! Aku akan menyelamatkan Tabib." Bisik Yuan Ruo pada Perbol.
Sementara perbol tak merespon,dia masih tak percaya,sahabatnya kalah oleh musuhnya.Dia masih menunggu keajaiban,bahwa Rajanya akan bangkit kembali.Pandangannya terus menatapi tubuh Sahabatnya.
__ADS_1
" Tabib...Tabib Kecil ! Apa Kau mendengarku !" Bisik Yuan Ruo Kembali,kali ini sambil menggoyang2kan tubuh perbol.
" Ahhhh...Apa !? Kau berkata Apa ?" Tany perbol yang tersadar kembali.
Yuan Ruochong segera berbisik kembali pada perbol,Dan Tabib kecil mengangguk2 setuju.
Lalu segera melompat keluar dari persembunyian nya.
Senja Telah menyongsong,Hujan turun sangat lebat,Petir dan kilat terus betsahutan.
Raja Singa Hitam Berdiri tegak memandang langit yang gelap.Lalu menoleh kembali tubuh lawannya yang tergeletak diam.Perlahan kakinya melangkah maju mendekat.
Namun tiba2 Cahaya merah meluncur dengan cepat dari arah samping tubuhnya.
" Puiiihhh ! Berani kau membokong Penguasa Siluman !" Bentaknya keras,lalu mengibaskan tangan kirinya tanpa melihat sedikitpun.
Ratusan pisau hitam meluncur menghantam Cahaya merah.
Blaaaaarrrr...
Laksana Suara petir menyambar,sinar merah langsung sirna dihantam pedang hitam.
" Tabib kecil ! Kembali ! Dia bukan tandinganmu !" Terdengar teriakan Nyonya Bai mengingatkan.
" aku tak perduli ! Dia telah melukai Rajaku ! Nyawaku Tak berarti apa2,hidupku Hanya untuk mengabdi Pada Dia !" Teriak perbol lantang,Tubuhnya berdiri tegak menatap Raja singa Hitam.
Mendengar ucapan Perbol,Raja singa Menghentikan langkahnya.Lalu bergerak kesamping menatap Tubuh kerdil berambut Gimbal yang berdiri dibawah guyuran hujan yang lebat.
" Siluman Kerdil ini,Akan berubah menjadi Besar ! Lihatlah !" Ucap Perbol lantang.Lalu tubuhnya berubah menjadi siluman Batu raksasa.
" Hahahaha...Bagus...bagus... ! Susullah Roh Majikanmu !" Bentak Raja singan,lalu melepaskan kembali jurus Selaksa Pisau terbang
Ratusan pisau hitam hampir tak terlihat oleh mata biasa,karena Cuaca yang gelap tertutup awan melesat kearah siluman batu dengan sangat cepat.
Perbol samar2 melihat bayangan hitam berkelebat didepannya,Pendengarannya yang tajam memastikan itu adalah senjata lawan.Dia segera melepaskan jurus Ilmu Diatas Awan,Tubuhnya raksasa nya meloncat Kesamping kanan.Lalu melepaskan Jurus Tapak Putih nya.
Blaaaaaarrrrr...
Traaaangggg...
Ratusan Pisau berhamburan kesegala arah,lalu menghilang.
Melihat Jurus yang sama yang dapat melukai tubuhnya,Raja siluman Terkejut,
' Siluman ini,ternyata memiliki ilmu yang sama dengan Rajanya.Aku harus Hati2 !' Bathin Raja Singa.
Sementara itu,bayangan Putih berkelebat dibawah guyuran hujan,bergerak kearah tubuh Lukita yang tergeletak Tak bergerak,darah terus mengalir dari luka yang lebar dilehernya.
Perbol kembali melepaskan Jurus Tapak Putihnya,dia tau,hanya jurus itu yang dapat melukai Raja singa.
Raja singa segera menghindar,tak mau sembarangan menahan serangan lawan.
__ADS_1
Cahaya perak luput sangat jauh dari tubuhnya,lalu segera melepaskan Jurus Shi hao po san.Kembali ratusan Singa keluar dari tubuhnya,langsung menyerang Siluman Batu raksasa.
Perbol yang sudah bertekad mati2an demi Sahabatnya tak gentar sedikitpun,dia terus melepaskan Jurus Tapak putihnya.Para singa yang terkena cahaya perak langsung meledak dan berubah menjadi asap hitam.Namun karena jumlahnya sangat banyak,jarak mereka semakin dekat.
" Hahahaha...Mampuslah kau Siluman batu !" Teriak Raja Singa Bangga.
Tubuh Siluman batu bergerak mundur menjaga jarak dengan singa2,sambil melepaskan Sinar perak bertubi2 kearah mereka.Namun tenaga dalam yang dikerahkannya semakin berkurang.Gerakan tangan dan kakinya semakin Tak beraturan.
Sementara itu,Nyonya bai terus Menyaksikan Pertarungan mereka dari pepohonan.
" Bahaya,Sebentar lagi Siluman batu akan kehabisan tenaga dalamnya.Aku harus membantunya !" Ucapnya pada diri sendiri,dan segera berkelebat keluar dari persembunyiannya.
Ctarrrr...
Cetarrrrr...
Beberapa ekor singa terbelah dihantam oleh Cambuk kembar Nyonya bai.
" Gunakan Senjatamu,tabib kecil !" Teriak Nyonya bai,sambil terus menerjang singa2 yang mendekati Perbol.
" Bodoh ! Matamu Picak ! Tubuhku sebesar ini,masih kau panggil kecil !" Jawab perbol tak terima,Lalu mengerahkan Jurus Bulan sabit membelah bumi.
Hujan semakin deras,langit benar2 telah gelap,terlihat kedua siluman saling bahu membahu menghajar singa2 yang semakin berkurang jumlahnya.
"Kalian berdua cari Mampus !" Bentak Raja Singa Hitam Geram,Lalu asap hitam muncul sangat tebal,dan tubuhnya telah menghilang dari pandangan.
" Tabib,cepatlah pergi ! Selamatkan Tabib muda !" perintah Nyonya bai,dia merasa khawatir,sebentar lagi mereka pasti akan dapat dikalahkan.
Perbol sendiri merasakan tubuhnya semakin lemah,Dan melihat Raja Singa Telah menghilang dari pandangan.
" Kau sendiri Bagaimana ?" Tanya perbol sambil terus menghantam para singa yang terus menyerang dengan lincah.
" Aku segera menyusul kalian !" Jawab Nyonya Bai cepat.
"Kita Bertemu di Penginapan Kemarin !" Ucap Perbol Lalu berkelebat Mundur puluhan Langkah.
Namun Dua Sinar Hijau terlihat Meluncur cepat kearah Nyonya Bai dan perbol,
" Awasss !" Teriak perbol memperingatkan.
Blaaaarrrrr....
Boooommmm....
Sebuah cahaya hijau terpancar bak kembang api,Nyonya bai nekat menahan pukulan Lawan Terpental kelangit,lalu jatuh terduduk ditanah.
Sementara perbol menahan dengan jurus Tapak putihnya.
Namun tenaga dalam nya masih kalah jauh dengan Raja Singa,Dan juga tenaga dalamnya telah jauh berkurang.
Tubuh raksasanya terpental mundur semakin jauh dari nyonya bai.Dan berubah wujud kembali keasalnya.
__ADS_1
Tubuhnya bergulingan ditanah sampai menggelinding turun kebawa Gunung,lalu menghilang dikegelapan.