
Dihalaman utama yang luas didepan pendopo kediaman walikota Guangzhao,terlihat ratusan prajurit kota saling berhadapan.Disisi pintu keluar para pajurit setia kota Guangzhao berbaris dibelakang Punggawa Cong Kalang dan Cung Keling.Sementara disebrang mereka berjejer pula para prajurit pengikut beijikong yang dipimpin para pembunuh bayaran.
Barisan terdepan adalah Beijikong serta jing nuwang,Dan didepan mereka tabib kita Lukita bersama sahabatnya Perbol.
BeijiKong maju selangkah kedepan,menatap tajam kearah Lukita.Sementara yang dipandangi terlihat berdiri tegap menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
" Nyalimu sungguh besar bocah ! Berani membunuh Muridku satu2nya !" Seru Beijikong dengan nada penuh dendam
" Aku tak akan membunuh seseorang apabila dirinya tak pantas untuk dibunuh !" Jawab lukita dengan tegas
" Cuih...Kata2mu laksana seorang biksu yang bijak ! Tindakanmu seperti bangsat yang lain !" Balas Beijikong kembali
" Tak perlu berdebat,Silahkan balas kematian muridmu !" Jawab lukita dengan tenang,ia ingin segera membereskan masalah dengan cepat
" Mampuslah ! " Tiba2 Beijikong mengibaskan lengan tangannya kedepan
Cahaya putih yang menyilaukan mata bergerak sangat cepat menghantam lawan didepannya.
Blaaaarrrrrr....
Tubuh lukita dengan telak terkena serangan Beijikong,membuatnya mundur dua langkah kedepan.Pakaian bagian dadanya mengepul hangus terbakar.Namun kulitnya tak terluka sedikitpun,jurus jubah naga selalu melindungi tubuhnya.
Melihat serangannya hanya mampu membuat lawan mundur 2 langkah,Beijikong menyadari,lawannya bukanlah orang sembarangan.Usianya yang masih muda lah yang membuat dirinya tak terlihat tangguh.
" Hahahha...Usiamu sangat muda,kalau kau mau menjadi muridku,mungkin bisa kumaafkan kesalahanmu !" BeijiKong Tertawa,sebenarnya dia sempat melihat kearah Jing Nuwang yang terlihat sangat marah padanya.
" Aku tak berniat mencari guru dinegri ini,Tak perlu berbasa basi lagi.Kalian tinggalkan kota ini,dan jangan pernah kembali lagi !" Ucap lukita tegas,dia tak mau mengulur2 waktu lagi,dipikirannya saat ini adalah tujuan utamanya kembali kekota GuangZhao.
" Hahahaha...Jangan Sombong anak muda ! Kau pikir ilmu kebalmu yang tak seberapa itu,bisa seenaknya berlagak didepan Ku !" Bentak BeijiKong geram
" Tabib,silahkan Hukum Dia,Tapi aku mohon,jangan bunuh."Jing nuwang tiba2 berkata,tanpa malu2 lagi,dirinya merasa khawatir akan keselamatan BeijiKong.
Mendengar kalimat yang diucapkan Jing nuwang,Beijikong merasakan dadanya bergetar,sangat jelas maksud dari ucapan tersebut,mengkhawatirkan keselamatan dirinya,juga menganggap dirinya bukan tandingan Lawan didepannya.
" Dinda,Kau menyepelekan kemampuanKu !" BeijiKong terdengar marah
" Baik Nyonya,Kalau itu yang Nyonya Minta." Jawab Lukita Tanpa bertanya apa alasan jing nuwang berkata seperti itu.Dia hanya berpikir,ingin segera membereskan masalah kota GuangZhao.
" Terima Kasih Tabib !
"Keluarkan Jurus Andalanmu,Kalau kau ingin tau kehebatan LawanMu !" Jawab Jing nuwang sambil melotot kearah BeijiKong.Lalu mundur kebelakang beberapa langkah.
__ADS_1
" Baiklah,Kalau aku kalah,Aku akan menyerah ! " BeijiXiong Kong Melangkah maju,lalu mulai bersiap mengeluarkan jurus andalannya.
Melihat lawan telah bersiap,Lukita juga tak mau bermain2 lagi.Dia segera Mengeluarkan Jurus Bulu emas nya.
...Asap hitam dan putih keluar dari tubuh Beijikong,jurus Gagak Hitam menembus bayangan sekaligus jurus Beruang Kutub meremukkan tulang digabungkan olehnya.Dia tak mau malu didepan Jing nuwang juga para pengikutnya.Seluruh tenaga dalam dikerahkannya,Laki2 bertubuh besar ini tak perduli apapun resikonya.dikepalanya,Hanya ingin menyudahi lawan dengan segera....
Asap hitam semakin membesar,diselimuti cahaya putih yang menyilaukan mata.Membuat angin yang kuat dan kencang mengitari halaman utama.para prajurit dikedua belah pihak,mulai panik.mereka segera mencari tempat perlindungan.
Pakaian lukita Berkibar2,Dirinya merasakan kekuatan lawan yang hebat.Namun keyakinan ilmu Bulu Emas nya pasti mampu melawannya.Cahaya keemasan kembali muncul,kilauan cahaya yang tiba2 berubah menjadi ratusan pedang terbang membentuk sebuah perisai yang besar.Dengan tenang menunggu serangan lawan.
" Hiaaaaatttttt...!!!! " terdengar teriakan yang keras dari BeijiKong
Asap hitam dan putih laksana Godam dan Pisau raksasa meluncur dengan cepat menghantam kearah lukita.
Blaaaaammmm...
Satu detik ... dua detik ...
Tanah bergetar,bangunan berderak2...
Tubuh lukita mundur terseret 3 langkah kebelakang,perisai emas mampu menahan serangan lawan,lukita segera mengarahkan perisainya keatas,bermaksud pantulan serangan lawan tak menghancurkan bangunan juga melukai para prajurit dan orang2 yang berada disekitar pertarungan.
Asap hitam dan putih memantul kelangit,hingga menembus ketinggian awan.
Dengan tenang,lukita kembali berdiri tegak menatap lawan didepannya.
Tubuh Beijikong terlihat dibasahi keringat,Tubuhnya berdiri tegak menatap lawan didepan nya.Hatinya tak mengira,kehebatan bocah yang dianggapnya masih ingusan.
Dengan suara bergetar menahan malu,dia bertanya.
" Siapa kau sebenarnya,Anak Muda ?"
" Aku hanyalah seorang tabib pengembara dari negri Nusantara ." Lukita menjawab dengan tenang
" Bertarung kembali atau Menyerah !" Sambung lukita
" Kau...! " BeijiKong tak dapat meneruskan ucapannya,tiba2 tubuhnya Terduduk jatuh ketanah,Tenaga dalamnya telah habis,membuat tubuhnya menjadi lemah lunglai.
" Dengar ! Kalian para pengikut Dan prajurit ! Segera menyerah ! Bebaskan kembali para tahanan dan Walikota GuangZhao ! Bagi yang melawan ! Silahkan Bertarung denganku !" Terdengar teriakan lukita tegas
Suasana menjadi ramai,para pendekar bayaran juga para prajurit pengikut Beijikong mulai berbisik2.
__ADS_1
" Kami menyerah Tabib !" Seru ratusan prajurit
" Kami juga Tuan ! " para pendekar bayaran juga mau tak mau ikut menyerah,mereka tak mau mati konyol.
" Hahahahaha....!" tiba2 terdengar suara dari langit
" Dasar murid tak berguna ! menghadapi bocah ingusan saja kalian tak mampu !" Sambung suara yang tak berwujud
Awan hitam tiba2 menyelimuti langit,membuat kediaman walikota GuangZhao menjadi gelap.
Lukita menatap kelangit,dia mencium aroma siluman yang sangat kuat.
Awan hitam yang menyelimuti langit kota guangzhao tiba2 bergerak kebawah,membentuk tombak yang besar dan menyerang kearah lukita.
Tabib Kita melihat dengan jelas,Tombak hitam itu sebenarnya ratusan burung gagak yang membentuk Formasi.
Dengan cepat lukita segera melompat melayang 1 11 keluar dari kediaman Walikota.
" Hahahaha...Bocah Pengecut ! Kau pikir bisa lolos dari tanganku !" kembali terdengar suara tanpa wujud,Dan Tombak hitam segera mengikuti kemana perginya lukita.
Suasana tiba2 menjadi ramai,melihat tabib telah pergi dari kediaman walikota,para pendekar bayaran kembali bersiap2 menyerang.
" Ayo...kita Habisi mereka ! " Teriak seorang pendekar bayaran
" kau pikir kau mampu menghabisi mereka ! " Tiba2 Jing nuwang yang sedang memapah BeijiKong berteriak.
" Majulah,Siapa yang ingin mati duluan !" Perbol juga berkata dengan lantang
" Mahluk kerdil sok jagoan !" Bentak Pendekar bayaran yang tak kenal dengan perbol,lalu mencabut golok panjang dari pinggangnya.
Belum saja tubuhnya bergerak maju menyerang,tiba2 golok ditangannya terlepas jatuh ketanah,dan beberapa detik kemudian,tubuhnya juga ikut ambruk ketanah.
" Ayooo...Siapa lagi yang ingin mati !" Bental Jing Nuwang dari pendopo.tubug Beijikong yang lemah,ia duduk kan dilantai pendopo,lalu bergerak maju kembali kehalaman.
Suasana menjadi tegang,mereka tau siapa Jing Nuwang,pendekar wanita yang cantik namun berhati dingin.Hanya Beijikong dan master gagak hitam yang mampu mengalahkannya.Kini Beijikong telah terluka dalam akibat bertempur melawan tabib gundul,master Gagak Hitam sedang mengejar Tabib,mereka hanyalah para kacung bawahan.kemampuan mereka tak dapat menandingi jing nuwang.
" Punggawa,cepat laksanakan perintah tabib ! Bebaskan para tahanan juga Walikota ! Siapa saja yang menghalangi,Akan Kubunuh ! " Teriak Jing Nuwang sambil berdiri bersiap siaga.
" Baik Nyonya Jing ! "
" Ayo Keling,segera kita bebaskan !" Cong kalang segera bergerak maju dan masuk kedalam kediaman walikota, diikuti oleh adiknya Cung keling.
__ADS_1
Para prajurit dan para pendekar bayaran hanya melihat mereka berdua,tanpa berani bergerak menghalangi.