
Semua orang yang melihat pertarungan,terpaku menatap seorang pemuda berkepala gundul.
Tangan lukita menangkap patahan pedang api yang masih merah membara.Salju yang dilepaskan oleh Ren xueshan untuk menangkis patahan pedang,ditangkis oleh lukita dengan ujung pedang api yang berkobar.
Ceeeessss....cessss...cessss...
Dengan tatapan tak berkedip lukita melemparkan ujung pedang api ketanah.
Gongshu diam terpaku,matanya seperti tak percaya.Pedang api andalannya,bisa dibuat patah menjadi dua.Dan tanpa dia sadari,mahluk kerdil sedang berlari kencang kearahnya,dengan kepala yang menunduk.
Tak Ayal,tandukan perbol kembali menghantam telak perutnya,Membuat tubuh Gongshu terpental kebelakang dan jatuh dengan pantatnya menghantam bumi.
Sambil menyeringai,Gongshu bangkit berdiri.
" Kalian semua ! Mencari mati diwilayah Klan Api !" Bentaknya tanpa rasa takut sedikitpun.
" Heh...tiang penyangga rumah ! Ucapan mulutmu dari tadi tak terbukti ! Masih juga sok jagoan !" Bentak perbol tak kalah garang.
" Kau...Kalau tak ada mereka ! Kau sudah mampus !" Bentak Gongshu geram.
" Kau pikir semudah itu membunuhku !" Bentak perbol lebih garang lagi.
Tak sabar menahan amarahnya,Gongshu segera berkelebat cepat dengan kedua tangannya mengeluarkan api yang membara.
Melihat sahabatnya diserang,dengan sekali gerakan,dia sudah menghadang didepan Gongshu.
Kedua tangan api bertemu dengan Telapak naga,
Blaaaaarrrrr....
Lukita terseret kebelakang menghantam perbol hingga jatuh bergulingan.
Sementara Gongshu mencelat keudara dan jatuh tengkurap mencium bumi.Namun dengan cepat dia bangkit kembali,wajah dan pakaiannya belepotan lumpur.matanya menatap tajam kearah pemuda gundul didepannya.
Dirinya berusaha mempelajari kekuatan lawan,namun anehnya.dia tak bisa merasakan tenaga dalam pemuda gundul didepannya.
' Pemuda ini sangat kuat,pasti dia yang telah mematahkan pedangku.' Bathin Gongshu
Lukita kembali maju beberapa langkah kedepan.
" Maaf tuan,kami tak mencari musuh.dan tak ingin pertarungan ini dilanjutkan.Kalau kami salah,hamba mewakil dari sahabat memohon maaf kepada tuan pendekar." Lukita lalu menjura hormat,menundukkan kepalanya.
Gongshu terdiam,dalam hatinya merasa,pemuda didepannya berbeda.cara bicara dan sikapnya sangat sopan.
" Hahahaha...Bagus,kami klan api tak akan memulai kalau tak ada yang mengganggu kami !" seru nya,nada bicaranya lebih enak didengar.menutupi rasa malunya.
" Kalau tuan merasa dirugikan,Hamba bersedia mengganti.Kalau hamba tak mampu,kami bersedia menanggung resiko nya." Ucap lukita kembali.
Gongshu semakin kagum dengan anak muda didepannya.Dia yang pemarah,tersentuh juga hatinya.
" Roda Kereta kencanaku,telah dihancurkan.Juga beberapa pengawalku terluka.Kalau kalian bisa mengobati mereka,urusan kereta kencana,aku anggap selesai." Ucap Gongshu tegas.
" Terima kasih atas kebaikanmu,tuan.Aku akan segera mengobati mereka." Ucap lukita,lalu segera mendekati lima orang yang terluka,yang seorang lagi aman tanpa luka sedikitpun.
" Sobat,bantulah segera." Panggil lukita
Melihat sahabatnya mengobati lawan,perbol yang masih kesal malah pergi meninggalkan mereka.
" Perutku lapar,Lebih baik aku cari makan !" teriak perbol tanpa perduli orang2 disekitar melihat kearahnya.
Lukita hanya menggeleng2kan kepalanya,
__ADS_1
" Biar aku bantu,Tuan.":Tiba2 Nona Qiang telah berada didekat lukita.
Lukita melihat sejenak kearah wanita yang berjongkok didekatnya.Aroma Harum yang terpancar dari tubuhnya, membuat lukita tersenyum.
" Terima kasih,Nona." Lukita kembali pokus mengobati murid Klan Api yang terluka.
"Mereka hanya luka luar,Luka dalamnya tak seberapa.Aku punya ramuan obat yang mujarab." Ucap Nona Qiang kembali,Lalu mengeluarkan kantong hijau yang disulam dengan indah.
Lukita kembali menatap gadis disebelahnya,wajahnya tertutup cadar tipis,samar2 terlihat bibir mungilnya tersenyum.
" Apakah Nona juga seorang tabib ?" Tanya lukita,lalu menerima beberapa butir kapsul obat yang diberikan nona Qiang.
" Aku Qiang Soyun,Bukanlah tabib.Namun aku suka belajar dan membaca buku pengobatan." Jawab Nona Qiang,Lalu kembali berjongkok disebelah lukita.
Sementara itu,Ren Xueshan merasa panas hati,Tubuhnya gelisah.dia melihat kesempatan baik.Dengan cepat dia bergerak mengambil payung ditangan seorang penduduk.
" Maaf nyonya,aku pinjam sebentar." Ucapnya,lalu berlari mendekati Qiang Soyun.
" Ahhh ... tuan,tak perlu repot,ini hanya air hujan." Ucap lukita sungkan,ketika melihat dirinya dipayungi.
" Aku memayungi,Nona Qiang.Bukan Dirimu,sobat." Seru Ren xueshan sedikit kesal.
Nona Qiang tertawa kecil,
" Maaf,aku salah faham." Jawab lukita,lalu bergeser menjauhi Gadis disebelahnya.
" Terima kasih,kak Ren." Ucap Nona Qiang tersipu.
Lukita pura2 tak mendengar,dia buru2 mengobati murid Klan api yang terluka.Karena sudah terbiasa,dengan cekatan lukita menyelesaikan pekerjaannya.
Tak berapa lama,lima orang murid klan api segera pulih dan bangkit berdiri.
Kembali orang2 terpana dengan kehebatan pemuda gundul.tak terkecuali kakek Qian juga Gongshu.
'Pemuda ini,selain kuat,dia juga hebat dalam ilmu pengobatan.' Bathin Gongshu kagum.
" Sudah selesai,Tuan pendekar.Aku harap,salah faham ini telah selesai." Ucap Lukita,sambil menjura hormat.
" Hmmm...Anak muda.Kau sangat cepat mengobati mereka.Apakah kau seorang tabib ?" Tanya Gongshu penasaran.
"Tuan Sangat lihat dalam penglihatan,memang benar.Hamba adalah tabib yang sedang mengembara." Jawab lukita dengan tersenyum.
" Tapi tuan,obat yang hamba berikan tadi adalah,obat dari Nona Muda Ini." Sambil tangan lukita menunjuk kearah Nona Qiang dengan jempol tanganya.
" Hahahaha...Ternyata putri Perkumpulan Tangan seribu juga berbakat menjadi tabib." Seru Gongshu sambil tersenyum.
" Aku hanya pemula,tuan.Masih harus banyak belajar lagi." Ucap Nona Qiang Tersipu.
" Baiklah,masalah disini aku anggap selesai.Aturan Pendahulu tetap berlaku.Aku undur diri,masih banyak urusan klan api yang harus segera diselesaikan." Ucap Gongshu lantang.
" Anak muda,aku mengundangmu keMarkas Klan Api." sambungnya kembali.
Lukita tersenyum,
" Kalau urusan Hamba telah selesai,Niscaya hamba akan mampir kemarkas Klan api,Tuan." Jawab lukita
" Baiklah anak muda,Kalau kau datang ketempat kami,Cukup sebut namaku,Gongshu Huo." serunya
" Hamba Lukita mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan tuan.Dan maaf dengan pedang tuan." Ucap lukita kembali.
" Hahaha...Sudah kutebak,kau lah yang mematahkan pedang api ku.Kau sangat berbakat,anak muda.Sampai bertemu kembali." Ucap Gongshu,lalu segera berkelebat sangat cepat pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Keenam anggota klan api juga segera pergi menyusul tetua klan nya.
Suasana kembali hening,orang2 yang melihat pertarungan,Sebagian membubarkan diri.
Lukita mendekati Nona Lie,
"Bagaimana Keadaanmu,Nona Lie ?"
" Aku baik2 saja tabib,Terima Kasih telah menolongku lagi." Jawab Lie weida malu.
" tak perlu sungkan,Nona.Itu sudah kewajiban kita sesama manusia." Jawab lukita.
Tiba2 seorang ibu2 setegah baya berlari mendekati lukita.
" Tuan Muda,Aku mendengar,kau seorang tabib.Bisakah kau menolong putri kecilku ini ?" Ucapnya sambil menangis.
Lukita berbalik badan,melihat putri kecil digendongan.wajahnya pucat pasi,bibirnya membiru.Tubuhnya dipenuhi bercak2 merah.
" Sudah berapa lama putri nyonya sakit ?" Tanya lukita,tangannya segera menyentuh kening anak kecil digendongan.
" Sudah 1 bulan,tabibBisakah putriku disembuhkan ?" Tanya ibunya sambil menyeka airmata.
Lukita tersenyum,Tangannya mengelus2 rambut anak kecil yang lemah tak berdaya.
" Tenanglah,Nyonya.Peri kecilmu pasti sembuh." Jawab lukita sambil tersenyum.
" Terima kasih,tabib." Wajah ibu tersebut berubah senang.
Qiang suyon merasa penasaran,dia segera menghampiri.Ren Xueshan yang terus memayungi,Mau tak mau mengikuti putri Kakek Qian.
" Nona Qiang,apa tak sebaiknya kita kembali kePenginapan." Tegur Ren Xueshan lirih.
" Aku penasaran,sakit apakah anak kecil itu.dan aku juga ingin tau,Obat apakah yang akan diberikan tabib itu." Seru Qiang suyon,
Ren Xueshan menarik napasnya dalam2,sebenarnya,hati nya tak ingin,gadis pujaan hatinya.dekat dengan pemuda asing tersebut.
" Tabib,Disini hujan,Apa tak sebaiknya Kita berteduh." Ucap Lie weida,Tubuhnya setengah basah kuyup.
Lukita melihat sejenak kearah Qiang suyon yang berjalan kearahnya.Lalu menoleh kearah 2 pemuda yang berdiri tak jauh dari mereka.
" Baiklah,Sekalian aku ingin berterima kasih dengan tuan dan nona sekalian.Ijinkan aku mentraktir kalian semua,sambil mengobati putri nyonya ini." Ucap Lukita sambil menjura hormat.
" Sebaiknya kita keRumah makan pelangi,Kebetulan kami menginap disana." Teriak Haizi senang.
" Tabib,Bisakah..." Ucapan Nona Qiang terhenti.
" Kita bicarakan diTempat yang terduh saja,Nona." Ucap lukita,Lalu mengikuti langkah Haizi dan Zhangzi.Baru 2 langkah, dia kembali menoleh kebelakang.
" Ayo nona lie,Tuan Ketua juga akan menyusul." Ucap lukita,Lalu melambai kearah Lie Tiankong yang sedari tadi memperhatikan mereka.
Begitu tiba dirumah makan,lukita segera mengobati penyakit demam tinggi yang disebabkan oleh nyamuk pembawa penyakit.Lukita mengambil obat dari sakunya.dalam waktu beberapa menit,wajah anak kecil kembali cerah,bintik2 merah hilang seketika.
" Demi sang dewa,anakku telah sembuh !" Teriak ibunya sambil menangis terharu.
Semua orang yang melihat semakin kagum terhadap pemuda gundul tersebut,Nona Qiang semakin kagum dengan keahlian lukita.Dia kembali mendekati pemuda gundul,Membuat Ren Xueshan semakin cemburu.
" Terima kasih,Tabib.Aku tak tau,harus membayar berapa kepada tabib." Ucap ibu tersebut disela tangisnya.
" Maaf Nyonya,Aku tak meminta imbalan.Yang utama sekarang,putri nyonya sudah sembuh.Kalau bisa,jaga kebersihan rumah nyonya dari air yang tergenang lama." Ucap lukita,sambil mengelus2 rambut putri kecil yang duduk diatas meja.
" terima kasih tabib,aku akan menjaga kebersihan rumahku." Lalu bergegas keluar rumah makan dengan perasaan senang.
__ADS_1