
Gong...Gong...
Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 2 dini hari,sebagian orang penghuni kota GuangZhao sudah tertidur lelap.Namun Dipinggiran kota beberapa pendekar terlihat sedang berkerumun.
Terlihat seorang pemuda gundul sedang berbicara,Dan semua orang yang ada terlihat mendengarkan dengan seksama.
" Baiklah tuan dan nona sekalian,Mari kita lakukan sekarang juga." Perintah lukita dengan lugas.Lalu segera Berdiri tegak didepan dibelakang Nyonya Jing Nuwang.
Orang pertama dibelakang lukita adalah Sahabatnya Perbol,dia segera menempelkan kedua tangannya kepunggung lukita.Diikuti pula dibelakang perbol Putri dan ketiga murid Nyonya jing,dibelakangnya lagi Thio San dan anak buahnya,Disusul Canghy Dan juga adiknya Ah lam yang ternyata ikut pula bergabung.Lalu 2 punggawa kota Guang Zhao.mereka saling menempelkan Telapak tangan kepunggung orang didepannya,Menyalurkan segenap tenaga dalam yan berhawa Panas.
" Lakukan Sekarang !" Teriak Lukita dengan tegas,Lalu segera menahan aliran hawa panas yang mulai memasuki tubuhnya.
Energi panas yang berasal dari ke 13 orang dibelakangnya mulai bekerja,tubuh lukita mulai bergetar,Semakin lama tubuhnya dipenuhi cahaya merah yang semakin terang.Seandainya dia tak memiliki ilmu dari kitab kulit sisik naga,Bisa2 tubuhnya hancur terbakar.
Setelah merasa semua energi terkumpul ditubuhnya,Dengan perlahan lukita menempelkan kedua tapak tangan kepunggung Nyonya Jing.Lalu mengerahkan jurus Telapak Naga nya.
Jesssss...
Punggung Nyonya Jing bergetar hebat,Asap putih mengepul tebal keluar dari tubuhnya.Semakin lama semakin tebal,Lalu perlahan2 mulai memudar.
" Uhuk...Uhukk...Uhukk...!" Nyonya Jing tanpa sadar menutup mulutnya,Namun darah kental keluar sangat banyak membasahi kedua tapak tangannya.
" Hentikan Tuan Dan Nona,Kita Telah Berhasil.!" Perintah Lukita pada orang2 dibelakangnya.
" Syukurlah tabib," beberapa dari mereka menghela napas lega
" Ibu..!"
" Suhu..!"
Shi la dan ke3 adik seperguruannya segera memapah ibu dan gurunya.
" Maaf Nona2,Segeralah bawa kembali kepenginapan,Nyonya Jing Butuh Istirahat yang banyak." pinta Lukita sambil menyeka keringat dikeningnya.
" Tapi Ibuku Batuk darah,Tabib ? " Ucap shila dengan sedih
" Tenanglah nona,Nanti akan saya beri obat pemulih luka dalam setibanya dipenginapan." Seru lukita sambil tersenyum ramah.
" Terima Kasih,Anak Muda.Jasamu akan kuingat sampai mati !" Tiba2 nyonya jing Tanpa malu2 berkata.Dari hatinya yang terdalam,Dia mengakui kesalahan dan kesombongannya.
" Tak perlu Nyonya Berkata seperti itu,Mengobati adalah kewajiban saya sebagai seorang tabib." Jawab lukita tersenyum.lalu berbalik arah memandang orang2 yang sudah ikut membantunya.
" Terima Kasih Tuan2 Sekalian,Atas bantuannya." Ucap Lukita sambil menjura hormat.
" Tak perlu sungkan,Tuan Tabib." Jawab Thio san
__ADS_1
" Ehhh...Aku ini wanita ! kenapa dipanggil tuan !" Tiba2 Ah lam Berseru jengkel,Dia merasa tak dianggap ikut membantu.
upsss...
..." Maaf Nona,Mata saya sedikit kelilipan.Terima kasih yang tak terhingga atas bantuannya,juga maaf kami atas Kejadian yang lalu." Ucap lukita sambil menjura hormat....
Wajah Ah lam menjadi merah merona,hatinya seperti dielus dengan lembut mendengar kata2 dari lukita.
" Ehh...ohh...ya..yaa.." Hanya itu kalimat yang keluar dari bibirnya.
Dan mereka semua kembali ketempat masing2.
Dipenginapan,lUkita dan perbol mendatangi kamar nyonya jing.Kedatangan mereka langsung disambut oleh Shi la.
" Silahkan masuk Tabib !" Ucap Shi la,Wajah cantik yang natural terlihat jelas setelah dia memersihkan diri.
" Maaf Nona,Kami hanya sebentar,Tolong berikan obat ini,Ramuan pemulih tenaga dan penyembuh Luka Dalam." Lukita lalu menyerahkan Beberapa butir obat kepada gadis didepannya.
Shi la tertegun sejenak,Menatap wajah pemuda gundul didepannya.
" Ehmmm.." Perbol tiba2 bersuara
" Ehhh...Maaf...Apakah ada pantangan dan aturan minumnya ?" Tanya Shi La salah tingkah
Shi la manggut2,Matanya tak berani menatap lansung pemuda didepannya.
" Putriku,Kenapa kalian berbicara didepan pintu.Biarkan mereka masuk !" Terdengar suara yang masih lemah dari dalam kamar.
mendengar suara ibunya,Shila menjadi salah tingkah kembali.
" Maaf Nyonya,Di Negri kami,Kaum Laki2 Tidak Sopan Masuk kekamar Wanita.Kami permisi untuk kembali." Lukita segera menjawab,melihat gadis didepannya masih terdiam bingung.
" Te..terima kasih tabib,Kami tak akan melupakan Kebaikanmu." Terdengar kembali suara nyonya jing.
" Sama2 Nyonya,Kami pamit kembali." Jawab lukita,Lalu segera berbalik arah bersama sahabatnya.
Shi La Hanya tertegun memandangi punggung kedua tabib tersebut.Perasaannya tiba2 merasa ada yang aneh.kebaikan2 dari tabib tersebut tiba2 melintas dibenak dan pikirannya.
" Putriku,Kenapa kau masih berdiri disana?" Tanya nyonya jing
" Ehhh...i..ya..i..bu." Shi la segera menutup kembali pintu kamar,Lalu Mendekati ibunya.
" Ada apa denganmu Sayang...?? Apa kau jatuh hati pada tabib itu ?" Tanya nyonya jing tersenyum sambil mengelus tangan putrinya
" Ihhhh...ibu bicara apa an !" Jawab Shi la tersipu malu
__ADS_1
" Selama Aku hidup,Baru kali ini aku bertemu seorang laki2 yang baik dan berbudi.Seandainya aku masih seusiamu,Sudah tentu aku juga jatuh hati padanya." Nyonya jing tersenyum,Sambil menatap wajah putrinya.
" Kalau ibu seusiaku,Sudah tentu kala itu ada ayahanda juga bukan,Nah siapa yang ibu pilih dintara mereka ?" Tanya shi la ,Lalu mengambil cangkir dan mengisi air dari teko.
" Hmmm...sejujurnya kalau diminta untuk memilih,ibu akan memilih tabib itu." jawab Nyonya jing,Terlihat air mata mengalir dari pelupuk matanya.
Shi la terkejut,Dia tak mengira jawaban ibunya memilih tabib yang gundul.
" Ehhh...kog ibu memilih Tabib,Bukannya Ayahanda ?" tanya shi la keheranan,Lalu memberikan obat penyembuh luka dalam kepada ibunya.
Nyonya jing bangkit dari tidurnya,lalu bergeser duduk menyandar ditepi ranjang.Dia segera meminum obat dan meminum air ditangannya.Berdiam sejenak,Tubuhnya tiba2 terasa panas,Hawa panas menjalar dengan cepat keseluruh tubuhnya,membuat dirinya dibanjiri keringat.Asap putih tipis tiba2 muncul dari dadanya.
" Ibu...Kau tidak apa2 kan ?" Tanya shi la dengan wajah khawatir.
Nyonya jing tak menjawab,Dia merasakan sakit didalam dadanya,Dengan segera ia duduk bersemedi.Mengerahkan tenaga dalamnya menahan rasa sakit.Perlahan2 wajah yang meringis dan pucat menahan sakit,mulai terlihat memerah lalu berangsur seperti sedia kala.perlahan matanya kembali terbuka.
" Obat ini sangat hebat,Dadaku sekarang sudah tak sakit lagi,dan napasku juga pulih dengan cepat.Tabib yang hebat,Seandainya aku punya persediaan obat penyembuh luka dalam." Nyonya jing tersenyum menatap Shi La Dan Murid2nya.
" Apa sebaiknya kita beli saja obat itu,Suhu ?" Seru Ah hwa tiba2
" Benar Suhu,Kita Beli yang banyak buat persediaan." Tukas Shi Hwa pula.
" Sepertinya Tabib itu tak akan menjual obat Tersebut,Kalau kami liat dahulu,Perbekalan mereka hanya sedikit." Shi la menjawab keinginan Adik seperguruannya
" Shi la memang benar,Mereka bukan tipe orang yang gila harta." Nyonya Jing ikut menimpali.
" Ehhh...uang mereka sebenarnya melimpah,Hasil dari menangkap Anak buahku Dahulu dikapal Jung Ho." Seru Shi hwa,Dia teringat imbalan yang diberikan kota Kanton pada ke2 tabib itu.
Mari kita tinggalkan dahulu penginapan karakuli
Ditengah hutan yang padat dan rimbun,Kegelapan malam menyelimuti pepohonan.Sesosok tubuh yang besar berlari sangat cepat,Seolah2 menembus pepohonan.Tubuh itu tiba2 berhenti didepan Batu Sebesar ukuran kerbau,mengetuk2 batu kecil disebelah batu besar sebanyak 9x,Dan tiba2 batu besar tersebut bergerak kesamping,Membuat lobang yang terbuka seukuran tubuh Manusia.
Sosok tersebut masuk kedalam lobang dengan cepat,Padahal ukuran badanya sangat besar,Namun dengan mudah dia memasukinya.
" Siluman Batu Raksasa,Biksu botak,Jing Nuwang ! Sampai darah ku habis dibadan,akan kubalas Kalian !" Geram Laki2 besar yang tak lain adalah BEiji Kong Atau manusia Beruang kutub.
Dia melangkah mendekati pembaringan yang terbuat dari Batu,terlihat tubuh yang tak kalah besar dengan dirinya Tertidur dengan lelap.Tubuhnya dipenuhi luka,yang sebagian sudah dibalut dedaunan.
" Kau Akan sembuh Kong Khun,Suatu masa,Kita balas semua perbuatan mereka." kembali Beiji Kong menggerutu.
Dengan langkah Tegap,Dia memasuki Ruangan yang lebih dalam,Mengambil lentera yang ada didinding.
" Terpaksa aku mengambil jalan ini,Kalau tidak,Tak mungkin aku mampu membalaskan dendam murid dan sakit hatiku atas perbuatan mereka."
" HAHAHAHA...kau sudah siap Tua Bangka ! Cepatlah Buka Segel Goa Ini !" Teriak Suara yang sangat menakutkan dari Dalam Ruangan yang terkunci.
__ADS_1