Pengembara Yang Terluka

Pengembara Yang Terluka
Rencana Besar


__ADS_3

Suara jangkrik serta burung malam bernyanyi merdu,sang rembulan tersenyum ceria.ribuan bintang berkelap kelip,dari dalam lembah yang gelap,terlihat dua bayangan berkelebat laksana anak panah meluncur dengan cepat.


Sementara itu,Disebuah bangunan yang megah diperbatasan kota Chengdu terlihat beberapa orang berpakaian megah.dilihat dari pakaian mereka,seperti para pejabat kerajaan serta pemimpin pasukan kerajaan.


Ruangan yang dihiasi lampion yang besar dan berjumlah sangat banyak,ditengah ruangan meja panjang serta kursi yang mewah bercat keemasan.seorang bertubuh tinggi besar serta berjubah panjang terlihat sedang meminum arak langsung dari Guci yang besar.


" Apa kau yakin mereka akan datang malam ini ?" Tanya laki2 gagah yang terlihat garang dengan pedang panjang dipinggang serta bola berduri yang diikat rantai mengitari seluruh tubuhnya.kedua senjata yang terlihat sangat berat serta rantai yang besar memenuhi luar tubuh orang tersebut,seperti tak membebani tubuhnya.


" Aku yakin,Panglima.Surat yang diperintahkan panglima telah aku kirim dua hari lalu." Jawab seorang laki2 berjambang dari kursinya.


" Aku sudah tak sabar,waktu kita terbatas !" Ucap Laki2 gagah gusar.Dia Adalah Panglima perang kerajaan yang bernama Lhe musin.


" Para cecunguk itu tak kan berani ingkar !" Seru Pendeta Bertubuh raksasa,sambil mengunyah Daging ayam ditangannya.


Panglima Lhe musin tersenyum,


" Tuan Baghi KHan,bagaimana persiapan pasukan kalian dimongol ?"


Pendeta bertubuh besar tersebut mengambil guci arak lalu meneguknya berkali2.


" Tuan tak perlu khawatir tentang pasukan kami.Kapanpun Tuan siap,kami segera bergerak." Jawab Baghi kan singkat dan tegas.kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar sangat berwibawa.


Mendengar jawaban pendeta dalai lama senyum Panglima semakin merekah.


" Apabila kota para jagoan dapat kita kuasai,bisa dikatakan perjuangan kita akan berhasil sepenuhnya." Ucap panglima lhe,namun tarikan napas diakhir kalimatnya menandakan keraguan hati.


" Kalau tak berhasil ?" Tukas Pendeta dalai lama singkat.


Panglima lhe menarik napasnya dalam2,keningnya berkerut,menandakan dia sedang berpikir dengan keras.


" Kalau tak berhasil,kita cegah mereka ikut membantu istana.Dengan kekuatan kita,pasti istana akan dapat kita taklukkan." Jawabnya


" Maaf panglima,bagaimana sahabat kita yang ditibet ? " Bukankah dengan bantuan mereka,kekuatan kita tentu semakin besar dan kuat." Laki2 berjenggot yang tak lain adalah Kasim Istana kerajaan mencoba bertanya.


" Ucapan mu memang benar,Namun kau pasti tau,bahwa pemimpin tibet tak mungkin mengkhianati persahabatan Kaisar yang terdahulu.Yang penting,mereka tak akan ikut campur dengan urusan kita.Itu sudah sangat baik,tanpa bantuan tibet,istana tak akan mampu bertahan lama dari gempuran kita." Panglima lhe musin mengambil arak didepannya,meneguknya hingga habis tak bersisa.


" Rakyat sudah sangat menderita,kelakuan para pejabat istana sudah keterlaluan.Mereka hanya memikirkan diri sendiri.Sementara kaisar sangat lemah,selalu terpedaya dengan mulut manis mereka." Suara Panglima lhe bergetar,menandakan emosinya yang sedang meluap.

__ADS_1


" Permaisuri juga sepertinya tidak mampu membimbing Kaisar,malah beliau juga terlena dengan kemewahan yang diberikan para pejabat." Kasim Shaw hun juga terlihat geram.


" Hahahaha...Asal nanti kalian juga tidak ikutan seperti mereka apabila telah berkuasa." Baghi khan menyela,lidahnya sibuk menjilat2 sisa minyak dibibirnya.


" Tuan khan tak perlu khawatir,asal kami berkuasa,kepentingan rakyat dahulu yang utama." Jawab Panglima lhe dengan yakin.


" Bagus ! Akan kuingat Ucapan Panglima." Hahahhaa..." Baghi khan tertawa puas.


Tiba2 dari luar terlihat seorang kepala prajurit berlari memasuki ruangan.


" Lapor Panglima,ada dua orang yang datang ingin bertemu dengan tuan." Ucapnya setelah menjura hormat.


" apakah mereka sepasang muda mudi berpakaian merah ?" Tanya Panglima Lhe tegas.


" Maaf panglima,pakaian mereka bukan berwarna merah.Namun benar,mereka adalah sepasang muda mudi." Jawab Kepala prajurit.


" Itu Pasti mereka,Panglima." Seru Kasim Shaw meyakinkan.


" Suruh mereka masuk !" Perintah Panglima Lhe


Tak lama berselang,masuklah kedua muda mudi kedalam ruangan.


" Salam Hormat Panglima Lhe !" Seru Seorang pemuda gagah,pakaian nya terlihat sederhana.disebelahnya seorang gadis yang anggun juga ikut menjura hormat.


" Ahhh...tak perlu basa basi Saudaraku.Ayo...ayoo...Silahkan duduk.Kalian pasti lelah setelah perjalanan." Panglima Lhe menyambut tamunya dengan senyum ceria.


" Silahkan santap dahulu hidangan ini,tentu kalian belum makan,Bukan ?" Sambung panglima Lhe dengan sangat ramah.


" Terima Kasih,Panglima.kebetulan perjalanan kami memang terburu2 menuju kesini.Hingga lupa untuk mengisi perut kami." Jawab Laki2 gagah sambil tersenyum senang.Namun pandangan matanya segera melirik kearah laki2 bertubuh besar diujung meja.


" Ayo Nona Muda,Jangan Sungkan2.Kalau perut sudah penuh,kita Akan lebih nyaman untuk berbincang2." Tukas Panglima Lhe kembali.


" Terima Kasih, Panglima Lhe." Jawab Gadis Cantik dengan wajah ditutup cadar tipis malu2.


" Sambil bersantap,mari aku perkenalkan Sahabat terbaik kami.Tuan Baghi Khan, utusan dari Dalai Lama.Beliau adalah Adik Sepupu dari Ketua Dalai lama diMongol." Panglima Lhi memperkenalkan sahabatnya.


sepasang muda mudi tersebut menghentikan sejenak makan mereka,Lalu menjura hormat kepada Pendeta Dalai lama.

__ADS_1


Sementara yang disebut,seperti tak perduli.Baghi khan hanya mengangkat secawan arak ditangannya,Lalu langsung menghabiskan isinya sekaligus.


Selesai bersantap,mereka kembali melanjutkan pembicaraan.


"Sebaiknya kita berbicara didalam saja,Kebetulan kami punya teh terbaru buatan Beijing yang terkenal." Ucap Panglima Lhe,yang segera Bangkit dari duduknya.


" Mari Tuan Muda & Nona." Kasim Shaw segera membimbing Tamu mereka.


Baghi Khan mau tak mau ikut bangkit berdiri,Langkahnya tetap tegak mengikuti Panglima Lhe


Didalam ruangan yang tak terlalu luas,namun cukup untuk menampung 20an orang.mereka berempat kembali berlumpul.


Begitu mereka berempat telah duduk dimeja yang berbentuk kotak persegi.


" Baiklah,tak perlu basa basi lagi.Bagaimana keadaan kota jagoan ? " Tanya Panglima Lhe dengan wajah serius.


Kedua muda mudi tak langsung menjawab pertanyaan,mereka saling memandang.


" Kondisi sekarang masih terkendali,panglima.Namun para ketua dan tetua Klan telah keluar dari markas mereka masing2." Jawab pemuda gagah dengan mimik cemas.


Melihat kecemasan diwajah pemuda didepannya,Panglima Lhe tersenyum.


" Bagus,Sesuai dengan rencana ! "


" tinggal menunggu saat yang tepat,kita akan segera menguasai Yongshi Zhi Cheng !" Seru Panglima Lhe Tangannya menekan meja dengan kuat.


' Tapi Tuan,Bagaimana kalau mereka semua bersatu dan menyerang Klan Kami ?" Tanya Gadis bercadar tiba2.


Panglima Lhe bangkit dari duduknya,lalu berjalan mendekati kedua muda mudi tersebut.


" Aku memahami kekhawatiran kalian,Nona Xian.Namun segala urusan telah aku pikirkan matang2.Apabila sudah tiba saatnya,aku sendiri yang akan turun tangan menghadapi mereka semua." Jawab Panglima Lhe sambil memegang kedua pundak mereka dengan lembut.


" Lagi pula,Disini juga Hadir Pendeta Dalai Lama,Tuan Baghi khan.Mereka tak akan sembarangan menyerang Klan Api." Sambungnya kembali sambil melirik kearah Laki2 bertubuh besar.


Mendengar nama nya disebut,Baghi khan terkekeh.


" Kalau aku sendiri mungkin mereka tak akan gentar panglima Lhe.Yang pasti Kakak ku sekarang dalam perjalanan kemari.Dia sudah lama penasaran dengan 4 Klan yang sudah tersohor seantero jagat." Wajahnya tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2