
Suasana pagi yang segar,membuat lukita terkejut dan segera melompat kearah suara.
Hal pertama yang dilihatnya,kedua kaki mungil yang sedang bergerak2,
Tak lama kemudian kaki tersebut naik keatas lalu turun kembali dengan benar memasuki sungai.
" Sialan ! Kirain dalam,ternyata cetek !" Gerutu perbol uring2an.
Hahahaha...
Lukita tak dapat menahan tawanya,ternyata perbol yang melompat kedalam sungai,tapi sapa yana,kepalanya malah nancap kedalam dasar sungai yang surut.
" Senang ya liat teman nancep disungai !" gerutu perbol,lalu segera berpindah mencari tempat yang lebih dalam.
Lukita kembali tertawa,namun dia tak meladeni ucapan sahabatnya,segera naik kepermukaan.membereskan pakaian dan mengambil ikan yang telah ditangkapnya.Dengan langkah santai dia memikul kursi bambu yang telah dibuatnya.
Sementara perbol terus berjalan mencari tempat yang lebih dalam,dia melihat tempat sisi sungai yang rimbun namun airnya berwarna biru.Dengan penasaran dia segera berenang.
" Haaaa...ini dalam,airnya juga sangat dingin." gumam perbol,dengan gembira dia berenang kesana kemari sampai tubuhnya merasa lelah.
Sambil berendam menikmati sejuknya air sungai,dia memejamkan matanya.Menikmati indahnya sungai di Taman surgawi.
setengah jam telah berlalu,perbol merasakan seluruh tubuhnya terasa nyeri.tanpa sadar tangannya meraba tubuhnya.Tangannya merasakan sesuatu yang licin,kembali dia meraba,mulai kaki tangan hingga lehernya,ternyata dipenuhi oleh benda lunak yang licin.
Matanya melotot,dengan segera dia melompat keluar dari dalam air sungai berwarna biru.
Begitu melihat,tengkuknya merinding,ratusan Lintah berwarna biru terlihat menempel ditubuhnya.
Perasaan geli jijik menjadi satu dikepalanya,tubuhnya bergerak2 sambil berusaha membuang binatang bertubuh licin ditubuhnya.Namun Lintah biru,sangat kuat menghisap dan menempel ditubuh perbol.
Tak tahan lagi dengan rasa jijik dan geli,perbol menjerit minta tolong.
" Bottttt....Tolongggggg....tolonggggg...!!! " Teriak Perbol sambil berlari dengan cepat kearah rumah pohon.
Lukita yang sedang memberikan Kursi buatannya kepada Nyonya Bai menjadi terkejut.mendengar suara sahabatnya menjerit minta tolong,dia segera melompat kebawah dan mencari perbol.
" Botttt...tolonggggg...binatang ini,geliii jijikk...!! Cepat buang dari badanku !!!" Perintah perbol yang berlari seperti orang kesetanan.
" sobat...Sobat !!! Berhenti ! Biar aku lihat,binatang apa itu !" perintah lukita,lalu segera menghampiri sahabatnya yang berhenti didekat sebatang pohon.namun tubuhnya terus berjingkrak2 mencoba melepaskan lintah biru yang terus menghisap darahnya.
Lukita melihat tubuh sahabatnya,
" Ini Lintah,tak apa2 tak membahayakan !" Seru lukita,tangannya berusaha melepaskan seekor lintah yang terlihat sudah gemuk kekeyangan.Namun belum sempat disentuh,binatang tersebut telah jatuh ketanah,dan tiba2 hangus terbakar menjadi debu.
" Heeeehhh...Lihat ! Lintah ini mati hangus terbakar." Seru lukita,lalu menyentuh lintah yang telah kering seperti keripik.
Selanjutnya beberapa lintah yang telah kenyang,mulai mulai berjatuhan,dan kembali mati hangus terbakar.
Perbol terpana melihat kejadian itu,namun kembali rasa jijik dan geli merasukinya.
" Cepat lepaskan lintah ini,sobat.Darahku bisa habis dihisapnya !" Ucap perbol marah2
" Tunggu ! Tahanlah,Binatang sejenis ini,hanya menghisap darah kotor dikulit luar tubuh kita.Mereka mati dan hangus,berarti mereka telah menghisap racun ditubuhmu sobat !" Ucap lukita sambil terus mengambil lintah yang mati terbakar.
" Duduk dan bersemedilah ! Buang jauh2 perasaan gelimu ! Mungkin binatang ini membawa mukjijat buat tubuh dan luka dalammu." Perintah lukita dengan nada serius.
" Kalau kau sampai salah,kau harus gantian berendam disungai yang berwarna biru !" Sergah Perbol menahan rasa jijik dan gelinya.Lalu segera duduk bersemedi ditanah.
Dugaan Lukita tak meleset,perlahan2 lintah biru yang sudah kenyang menghisap darah perbol,berjatuhan dan hangus terbakar.jumlahnya lumayan banyak,mungkin ratusan ekor.Semua menjadi seperti keripik yang digoreng kering.Lukita terus memunguti dan memasukkan kedalam Sakunya yang longgar.
Hingga semua lintah biru habis tak bersisa,tubuh perbol tiba2 bersinar.Cahaya merah dan hitam kembali memancar berulang2,lalu perlahan2 sirna.wajah perbol terlihat seperti baru selesai dimandikan.terlihat sangat bersih dan bercahaya.luka2 bekas gigitan lintah perlahan2 menghilang.
Wajah lukita berbinar,
__ADS_1
" Sobat,kau semakin terlihat tampan sekarang !" Seru lukita tertawa
" sial ! Kau mengejekku !" Jawab perbol ketus,
" Nanti kau lihat sendiri,sekarang bagaimana perasaanmu ?" Tanya lukita
" Biasa aja,ga ada yang berbeda !" Jawab perbol asal.
" Baiklah,sekarang,aku akan meracik obat ini,kala jengking merah disatukan dengan irisan Ginseng,dan ditumbuk menjadi satu dengan tubuh lintah biru yang mati ini."Ucap lukita lalu segera beranjak menuju rumah pohon.
Sementara Nyonya bai melihat semua kejadian dibawah.
" Sungai biru,binatang menjijikkan itu,ternyata bisa mengobati luka dalam.Ihhh...Takkan kubiarkan putriku diobati dengan cara menjijikkan seperti itu." Gumam nyonya bai sampai bergidik membayangkan seluruh tubuh putrinya dikerubuti lintah biru.perutnya tiba2 menjadi mual.
Begitu lukita naik kerumah,Nyonya bai segera mencegatnya.
" Tabib,apakah kau akan mengobati putriku dengan cara seperti temanmu ?" Tanya Nyonya bai dengan wajah cemas.
Lukita melihat wajah siluman kera putih,
" Apakah nyonya mau aku mengobatinya dengan cara itu ?" Tanya lukita
" Maaf,aku tak tega melihat cara menjijikkan seperti itu." Ucap nyonya bai,seketika perutnya mual2 hendak muntah.
" Hehehe...Tenanglah Nyonya.Aku akan mencoba racikan baru ini.Mudah2an obatnya manjur dan mujarab." Jawab lukita.
" Bagaimana dengan sahabatmu ?"
" Kita akan melihat sendiri hasilnya nanti ." Jawab lukita,lalu segera menuju dapur.
Perbol tiba2 melompat naik kerumah tepat didepan siluman kera putih.
" Ehhh Kera putih,Putrimu akan segera sembuh.Berbahagialah !" Sebut Perbol mulai cari gara2.
" Terima kasih,tapi aku akan mencegah kalau cara pengobatannya seperti yang terjadi pada dirimu !" Ucap Nyonya Bai ketus.
" Kau pikir aku tak tau isi kepalamu ! Jangan harap kau melakukan itu pada putriku !" Gerutu Nyonya bai lalu pergi masuk kedalam.
" Heeei...kera putih ! Jangan pergi dulu ! Aku belum selesai bicara !" Teriak perbol sambil tertawa.
" Lebih baik aku memasak buat makan nanti daripada melayani mulut baumu !" sahut nyonya bai dengan nada kesal.
Setelah beberapa jam meracik obat,campuran dari Daging ikan dari kediaman raja singa emas,kalajengking merah dari markas klan langit juga dari ginseng serta lintah biru,Lukita akhirnya bisa bernapas lega.
Seperti biasa,perbol yang mencoba hasil dari racikan bahan langka tersebut.Dan kali ini hasil yang didapat hampir sepenuhnya berhasil,luka dalam perbol telah pulih kembali.begitu juga dengan luka dalam serta tulang patah dari putri Yuan Ruo berhasil disembuhkan.
Rasa bahagia bercampur haru dirasakan Nyonya Bai.Bahkan dia sampai berlutut menyembah lukita.Begitu juga putrinya,melakukan hal yang sama.
" Terimalah sembah sujud kami,sebagai ungkapan rasa terima kasih yang tak terhingga ini." Ucap Nyonya bai meneteskan airmata.
" Nyonya,bangunlah.Aku tak pantas menadapatkan hadiah sebesar ini dari kalian.Bersyukurlah dengan sang pencipta yang telah mempertemukan kita.Bukan hanya kalian yang berbahagia,kami berdua juga.Sahabatku juga telah sembuh luka dalamnya berkat Bahan obat dari tempat ini." Ujar lukita sambil tersenyum.
" Yaaa...yaaa...Maafkan juga Kata2 kasarku selama ini,nyonya kera.Untuk menebus kesalahan ku,aku akan mencari hidangan makan malam buat kita semua." Tukas perbol sambil menjura hormat.
" Nahhhh...Ini baru sahabatku !" Ucap lukita tertawa renyah.
Perbol segera keluar rumah untuk mencari makan malam,gerakannya sangat lincah,obat mujarab yang diminumnya menambah tenaga dalam serta kekuatannya.namun banyak hal yang belum disadari nya,yaitu semua kekuatan siluman yang ada ditubuhnya berbaur menjadi satu kekuatan yang luar biasa.
Dalam sekejap dia telah mendapatkan beberapa ekor ikan dari sungai.Ketika hendak balik kerumah,perbol melihat kilatan dua cahaya dibalik bebatuan.
' Wahhh...kijang atau kelinci ya ?' gumam perbol,tangannya mengambil potongan bambu patah,lalu berjalan mengendap2 mendekati buruannya.
Ketika jarak mereka sudah dekat,kaki kecil perbol menginjak ranting pohon,membuat suara yang mengagetkan buruan nya.
__ADS_1
Binatang itu melihat kearah suara,telinganya naik keatas,menandakan sikap waspada,instingnya bertindak segera untuk lari.Kijang seukuran domba dewasa segera melompat kabur,namun Perbol tak mau melewatkan makan malam yang spesial,dia segera melempar batang bambu ditangan dengan maksud mematahkan kaki kijang.
Wuassshhh...
Brakkkkkk...
Kijang terlempar menghantam batang pohon,akibat dihantam oleh batang bambu.Tulangnya remuk hingga tewas seketika.
Perbol segera berlari mendekat,lalu melihat buruannya dengan kaget,
" ehhh...aku hanya melemparnya dengan batang bambu,kenapa bisa mampus !" Serunya terheran2,dia belum menyadari kekuatannya sendiri.
ketika hendak memanggul kijang,penciumannya yang tajam mencium bau yang sangat menyengat.
" Bau apa ini ,Baunya membuat kepalaku sakit !" Gerutu perbol,
" Besok akan kucari darimana asal bau ini "
Perbol segera bergerak dengan cepat kembali kerumah.Namun perasaan gembiranya terganggu karena mencium bau yang sangat kuat.
" Sobat ! Lihatlah apa yang kubawa !" Teriak perbol dari bawah.
Lukita segera melongok,melihat temannya memanggul seekor kijang dewasa.
" Heiii..Dimana kau dapat kijang itu, sobat ?" Tanya lukita heran,lalu segera melompat turun kebawah.
" Dilembah sana,dari sungai aku melihat kijang ini,tapi anehnya,aku hanya melemparnya dengan sebatang bambu kering,tapi kijang ini langsung terlempar nabrak pohon dan mati !" Ucap perbol bingung.
" Heee...kau tak menyadari ya,kekuatan ketiga siluman telah menyatu dalam tubuhmu.tentu kekuatanmu sekarang bertambah tiga kali lipat pula,Teman." Ucap Lukita tertawa.
" Haaaahhh...Benarkah ???! Wahhhh...!" Seru Perbol kaget sekaligus girang.
" Sudah tentu,sekarang cepatlah panggang kijang ini.perutku jadi lapar,aku jadi ingat istana swargaloka ketik melihat kijang ini." Ucap Lukita,lalu segera duduk diatas akar pohon dibawah rumah.
" Baiklah,sebentar,aku cari kayu bakar !" Seru perbol,gerakannya lincah dan cepat.
Tak berselang lama,mereka berempat telah berkumpul diperapian.
Cahaya bulan menyinari seluruh bumi,burung malam berkicau merdu.
" Tabib,Temanmu sudah sembuh,juga putriku.Sekarang kalian hendak kemana ?" Tanya Nyonya Bai membuka pembicaraan.
" Sebenarnya,kami sedang mencari Lembah Neraka,ya tujuan awal untuk mengobati sahabatku.Namun kami mendapat beberapa wasiat.Entahlah,apakah wasiat itu dapat kami laksanakan." Jawab lukita sejujurnya.
" Wasiat apakah itu,kalau kami boleh tau ?" Nyonya bai penasaran.
Lukita lalu menceritakan perjalanan mereka,hingga bertemu dengan siluman buaya Jiang Eyu Dan adiknya Heiya emo siluman gagak.
Betapa terkejutnya Nyonya bai,hingga dia bangkit dari duduknya.ikan bakar ditangannya ikut jatuh ketanah.
" Kalian...kalian telah membunuh Eyu dan emo ?!" suaranya bergetar menahan emosi.
" Nyonya bai...kami hanya menegakkan kebenaran,mungkin ini sudah takdir mereka." Jawab lukita dengan cepat.
" Apa hubunganmu dengan mereka ?" Tanya perbol dengan suara parau.
Nyonya bai menatap perbol dengan tajam,dia melihat mata tabib kecil bersinar merah menyala,ya...itulah mata jiang eyu.Tubuhnya bergetar,napasnya memburu.
Tiba2 asap putih muncul dan tubuh Nyonya Bai berubah menjadi siluman kera putih.Tanpa basa basi langsung menyerang perbol dengan jurus2nya.
" Tahan !" Seru lukita
Namun Bai Yuanmo tak perduli,dia tetap menyerang Perbol dengan pukulannya.
__ADS_1
Perbol segera melompat mundur beberapa meter,lalu berubah wujud menjadi Siluman Batu raksasa.
Melihat perubahan wujud Perbol,putri yuan sampai terlonjak dari duduknya.Dia baru tau,tubuh mungil berambut gimbal,bisa berubah menjadi tubuh yang sangat besar,mengalahkan tubuh besar Ibunya sendiri.