
Ditengah kota Zhi Cheng Terlihat bangunan megah bercat merah menyala.Dikelilingi tembok yang tinggi.Disetiap sudut terlihat pos penjagaan yang dijaga oleh 4 orang berpakaian serba merah.
" Kalian Bertiga ! Dimana Mata kalian ! Sampai tak melihat siapa penculik Putriku !" Terdengar bentakan yang sangat keras dari dalam ruangan.
" Mohon Ampun Suhu,Kejadian itu sangat cepat,Pandangan kami terhalang oleh asap hitam." Ucap Laki2 yang bersujud dilantai.
" Bangsat ! Bodoh ! Kalian sudah membuat malu Klan Api ! Sekarang, Cepat kerahkan semua anggota Klan Api,Cari sampai dapat Putriku ! Sebelum ketemu,Kalian jangan Ada yang kembali kesini !" Suara laki2 bertubuh kekar berambut pirang kecoklatan terlihat dipenuhi amarah.Dia adalah Ketua dari Huo Zu ( Klan Api ) yang bernama Huo Fa Nan.
" Baik Suhu !" Jiang Shu segera bangkit berdiri,lalu segera keluar ruangan diikuti kedua temannya.
Pintu gerbang Bercat merah tiba2 terbuka,keluarlah Ratusan Orang berpakaian serba merah.Mereka adalah anggota dari Klan Api yang bergerak mencari Putri Xian Nie Huo yang telah diculik.
Sementara itu,Disebuah Hutan yang lebat terdengar suara air terjun bergemuruh.
" Jangan Sakiti gadis itu ! Awasi dengan baik ! Ingat,Kita hanya akan menukar nya dengan Senjata Pusaka Klan Kita !" Terdengar suara laki2 yang terlihat gagah dan usia nya sekitar 30an tahun.
" Baik Tuan Muda !" 4 orang laki2 berpakaian serba hitam terlihat didalam Goa dibalik Air Terjun.
Hari berganti malam,lalu pagi menjelang,setelah itu matahari dengan sombongnya memanaskan bumi.
Sore Hari didalam hutan yang sangat lebat,Pohon kayu berusia ratusan tahun menjulang tinggi keangkasa.Cahaya senja tak mampu menembus rimbunya dedaunan.Ditengah hutan terlihat Taibai shan ( Gunung Taibai ) diKaki gunung terlihat ngarai dan lembah yang sangat dalam.
Dua kelinci terlihat berlari ketakutan,namun tiba2 keduanya tersungkur bergulingan ditanah dengan tubuh tertembus ranting kayu.
" Akhirnya malam ini kita bisa makan enak,Sobat !" Seorang pria berkepala botak dengan langkah yang ringan mengambil kedua kelinci yang telah mati.
" Maafkan Aku,Sobat ! Seharusnya itu semua adalah tugasku ! Terdengar suara yang berat dari balik punggung laki2 berkepala botak yang tak lain adalah lukita.
" Hei...apa kau tak pernah bosan mengeluh ! Ayolah ! Kau siluman batu raksasa,jangan lemah sobat.
Dengan cekatan lukita membuat api unggun,Lalu membaringkan sahabatnya diatas batu yang lebar didekat perapian.
" Kalau kelinci itu sudah matang,Panggil aku Sobat ! Kita bermalam disini,Aku akan membuat tempat berteduh." Ucap lukita,lalu segera bergerak mencari kayu dan daun2an
Begitu kembali keperapian,betapa terkejutnya Lukita,Sepuluh orang berpakaian serba Hijau seperti Peri bersayap telah menyandera sahabatnya.
" Siapa Kalian ? Bebaskan Sahabatku !" Seru Lukita
Seorang Wanita Bertubuh Tinggi besar maju selangkah,
" Seharusnya kami yang bertanya ! Siapa kalian ! Berani masuk dan berburu diwilayah Kami !" Ucapnya tegas
Menyadari kesalahan dirinya,Lukita Segera menjura Hormat.
" Maaf,Kami berdua hanya pengembara yang tersesat. kami tidak tau telah memasuki Wilayah kalian." Jawab lukita
" Aturan diwilayah kami,Siapa yang berani masuk tanpa izin diwilayah kami,Wajib kami tahan !"
" Bawa Mereka Berdua !" Perintah Wanita Tersebut
4 Orang Laki2 bersenjata panah Segera mendekati lukita.
" Baiklah...Baiklah...Aku akan ikut kalian,Tolong jangan Sakiti Sahabatku !" Lukita segera Memberikan tanganya untuk diikat oleh 4 laki2 itu.
Dengan gerakan yang cepat,tubuh lukita Dan Perbol diikat serta kedua mata mereka ditutup kain hitam.
Lukita merasakan,tubuhnya seperti melayang diudara,
Dia menyadari,Ilmu meringankan tubuh mereka sangat lihai.Seperti tanpa merasakan beban membawa mereka berdua.Sebenarnya bisa saja lukita melawan mereka,Namun dia tak mau gegabah,Dia ingin tau,Siapa mereka sebenarnya.
Seperempat jam kemudian,Mereka seperti memasuki Goa Yang berada Dicelah2 Dinding Tebing yang Tinggi.Dan Tak lama kemudian,Tercium Bau Perapian serta daging yang dibakar.Suara gerakan manusia semakin kentara.
' Sobat,Bersabarlah.Jangan Salah Bicara !' Lukita mengingatkan sahabatnya dengan bahasa telepati.
Lukita merasakan tubuhnya diturunkan,Lalu tak lama berselang,Penutup matanya segera dibuka.
Terlihat pemandangan didepan matanya,Ratusan Orang berpakaian sama terlihat mengelilingi mereka.
Mereka berada didalam Goa Yang Sangat luas,Diatas Goa Terlihat Cahaya Bulan menembus Kedalam,lobang sebesar puluhan Meter terbuka diatas.Didepan terlihat Sebuah Singgasana yang terbuat dari batu yang dibentuk sedemikian rupa.disamping kanan dan kiri,Arca Berbentuk manusia Bersayap berdiri kokoh seperti menjadi pengawal singgasana.Seorang Laki2 Berambut putih,dengan Jenggot panjang sedada duduk menghadap kedepan dengan Gagah.
" Ayah,Kami menemukan mereka memasuki wilayah kita.Mereka juga berani berburu dihutan kita." Wanita Bertubuh tinggi besar maju kedepan hingga mendekati singgasana.
" Hmmm...Siapa mereka ? Aku seperti belum pernah melihat mereka ! Mahluk kerdil itu,Apakah kalian yang melukainya ?" Laki2 Tua itu berdiri,Lalu berjalan mendekati Perbol.Sesaat tangannya menyentuh tubuh perbol yang berdiri lemah.
" Tubuhnya penuh Hawa jahat panas dan dingin,Dia terluka dalam yang parah ! Namun aneh,Tubuh mahluk ini seperti sangat kuat." Kakek tua itu segera mendekati lukita,Tangannya kembali menyentuh tubuh pemuda gundul didepannya.
Tiba2 matanya melotot Kaget,
"Siapa kalian sebenarnya ?" Tanya laki2 tua Itu
__ADS_1
" Kami hanya pengembara yang tersesat,Tuan ." Jawab lukita dengan tenang.
" hmmm...Menjauh lah kalian !" laki2 tua itu tiba2 mengerahkan Tenaga dalamnya,Kedua telapak tangannya berputar,membuat Angin yang kuat berputar2 dengan cepat.Lalu dia memukul tubuh Lukita
Wuuushhhh... Blaaarrrrr...
Debu beterbangan menutupi pemandangan,hingga perlahan2 menghilang.Terlihat tubuh lukita bergeser Selangkah kebelakang dengan posisi berdiri tegak.Ikatan ditubuhnya terlepas,Tali pengikatnya hancur berserakan.
Semua mata terpana menatap Laki2 muda berkepala gundul,Tubuhnya tak terluka sedikitpun.
" Mengapa Tuan Menyerangku ?" Tanya Lukita Heran
" Hehehe...Tubuhmu memancarkan Aura yang positif disaat aku menyentuhmu.Aku juga merasakan hawa yang aneh menyelimuti tubuhmu.Dari itu aku menyerangmu,Anak muda."
" Tubuh Kalian berdua Berbeda,Kau Manusia,Namun sahabatmu Bukan !" Ucap Laki2 tua itu tersenyum.
" Apa yang tuan Maksud,Aku Tak Faham ?" Seru lukita kembali
" Hahahaha...Tak perlu berpura2 anak muda ! Mengapa kau tak membalas seranganku barusan ?" Laki2 tua itu tertawa lebar
Lukita Terdiam sesaat,Pandangan matanya mengitari tempat itu.
" Aku Tak ingin bertarung,Kami hanya sekedar istirahat sejenak.Lalu kembali melanjutkan perjalanan kami." Jawab Lukita tetap dengan nada suara yang tenang.
" Ayah,Aku akan bertarung dengannya.Aku curiga,merekalah pelaku yang mengacaukan Negri ini !" Tiba2 Wanita bertubuh tinggi besar maju kedepan.
" Maaf,Sudah Kukatakan,Kami tak ingin mencari musuh,Dan Kami tak ingin bertarung." Lukita menjawab dengan tegas,Tak ada rasa takut sedikitpun dihatinya.
" Kalau kau Laki2 Sejati,Lawan Aku ! Kecuali kau Seorang Pengecut Hina !" Ejek Putri dari pemimpin Klan Langit.
" Anak Muda,Kalau kalian ingin bebas,Ikuti aturan Diwilayah Kami Klan Langit.Tapi ingat,Ini bukan Pertarungan Hidup dan mati !" Ucap Ketua Klan Langit yang bernama Li Tiankong
" Apa tak ada cara lain selain kekerasan !" Lukita sedikit kesal,Manusia selalu ingin adu kekuatan apabila memiliki keahlian.
" Mulutmu Bawel Seperti Wanita !" Bentak Putri Li Tiankong,Tubuh nya mencelat keatas,Lalu turun menerjang kearah Lukita.
" Hei...Apa kau tak bisa membedakan mana Wanita Mana Pria !" tubuh Lukita bergerak kebelakang menghindar.
Namun terjangan Lawan ternyata hanyalah tipuan,Tubuh putri pertama dari klan langit itu kembali naik keatas,Dan tiba2 Sudah berada dibelakang lukita.
Bukkkk...
Tendangan Kaki Putri Klan Api mendarat dengan telak dipunggungnya,Membuat dirinya tersungkur kedepan hingga Bersujud ditanah.
Li tiankong sendiri semakin kagum,Tubuh Lawan putrinya memang istimewa,Dia jadi penasaran,Ilmu apa yang dimiliki Laki2 muda didepannya.
" Kau pikir dengan bersujud didepan ayahku,Aku akan mengampunimu !" Bentak Lie weida Garang
Mendengar hinaan lawan,Lukita bangkit berdiri,Menatap sejenak kearah Li tiankong.Lalu berbalik arah menghadap lie weida dengan tatapan tajam.
" Nona,Aku akui kecepatan gerakanmu ! Tapi,Itu tak cukup untuk melukaiku ! Dengar baik2 ! Kalau kau mampu melukaiku,Aku akan bersujud Dikakimu ! Juga Akan memenuhi semua keinginanmu !" Ucap Lukita Lantang
" Cuihhhh...Ternyata kau laki2 Sombong ! Aura Positif
ditubuhmu hanya untuk mengelabui sifat Aslimu !Bersiaplah untuk bersujud dan mencium kakiku !"
Hiaaaaaatttt....
Tubuh Lie weida kembali mencelat keudara,Lalu berputar sangat cepat dan turun kebawah menyerang lukita.Angin pusaran yang sangat kuat mengikuti tubuh gadis itu menghantam Lawanya yang tak bergerak menghindar.
Boooommm...
Arca didekat singgasana bergetar,ruangan itu menjadi gelap tertutup debu.Beberapa murid klan langit mencelat mundur beberapa langkah kebelakang.
Perlahan Terlihat Tubuh lukita Berdiri kokoh ditempatnya.Hawa Jubah Naga terlihat melindungi tubuhnya.
Sementara Itu,Tubuh Lie Weida Mencelat mundur Beberapa Meter Kesamping kanan.
Li Tiankong mengeriyitkan keningnya,Baru kali ini dia melihat hawa pelindung yang kuat.
" Sumoy,Minggirlah ! Biar Aku Yang bertarung dengannya !" Seorang laki2 Gagah dan tampan,Melompat maju kedepan lukita.Dia Adalah Murid Pertama Dari Klan Langit yang bernama Leng Kong.
" Majulah kalian Berdua !" Ucap Lukita Lantang
" Bangsat ! Kau meremehkan Klan Langit !" Bentak Leng Kong penuh Amarah
" Jangan Ikut Campur,Suheng ! Mundurlah !" Bentak Lie Weida,Sayap diTubuhnya tiba2 keluar membentang,Putaran Angin Berwarna Biru muda memancar menyilaukan mata.
Lukita terkejut,melihat lawan mengeluarkan jurus yang berbahaya,Dia segera mengeluarkan Jurus Bulu Emasnya.Tubuhnya memancarkan Cahaya Emas yang menyilaukan.
__ADS_1
" Hentikan !" Teriak Li TianKong
Namun Terlambat,Lie Weida Telah Mengerahkan Seluruh tenaga dalamnya menyerang Lukita.Jurus Andalan Klan Langit Tianshen Mie De menyerang lawan dibawahnya.
Melihat Adik seperguruannya,Lengkong yang sangat mencintai Putri dari Klan Langit itu tak mau Gadis idamannya dibuat malu,Dan Segera Mengeluarkan Jurus Yang Sama,Dia Juga menyerang lukita Dengan Setengah tenaga dalamnya.
Diserang dari depan dan samping dengan jurus yang mematikan,Lukita Segera menyelimuti tubuhnya dengan Bulu emas nya.
Dua Cahaya biru bertemu dengan Cahaya emas.
Wussshhhhh....
Blaaaaarrrrrr....
Blaaaaarrrrr....
Goa bergetar Hebat laksana Gempa Bumi,Arca Dewa Langit yang berada disamping singgasana Tumbang membentur tanah hingga patah jadi dua.
Puluhan Tubuh Murid Klan Langit mencelat keudara dan jatuh ketanah,dan beberapa tubuh mereka menghantam dinding Goa.
Sementara Li Tiankong sendiri mundur dua langkah kebelakang.
Tubuh Lukita Terseret sepuluh langkah,Jubah nya berkibar2 tertiup Angin yang sangat kuat,Cahaya emas masih bersinar dengan terang melindungi tubuhnya.
Nasib Lie Weida Dan Leng kong sangat tak beruntung,Lengkong Terkapar ditanah dari mulut dan telinganya keluar darah.Lie weida yang mengerahkan seluruh tenaga dalamnya terpental menghantam langit Goa yang tingginya puluhan meter.Tubuhnya melayang jatuh kebawah.
Lukita Segera mengerahkan Bulu emas yang berbentuk pedang terbang untuk menahan tubuh Lie Weida Agar tak menghantam bumi.Puluhan Pedang emas terbang dengan cepat mendekati Tubuh lie weida.Niat Baik Lukita ternyata Disalah artika Oleh Li TianKong.
" Hentikan Anak Muda !" Bentaknya,Lalu melompat laksana Anak Panah yang lepas dari busurnya melindungi tubuh putrinya.
Cahaya biru menghantam puluhan pedang emas diudara.
Booooommmm....
Kembali Goa bergetar hebat,Puluhan Pedang Emas Terpental menyebar menjauhi tubuh Lie weida.
Tubuh Lukita Sendiri kembali terseret hingga Menghantam dinding Goa.
Dadanya terasa sesak sesaat,Lalu lukita menarik napas dan mengatur perlahan2 pernapasannya.
' Sungguh luar biasa hebat tenaga dalam Ketua Klan Langit.' Bathin Lukita dalam hati.
" Bagaimana Bisa Kau menyerang Lawan yang telah luka Parah !" Bentak Li tiankong marah.
" Tuan salah Faham,Aku berniat menahan tubuh putrimu agar tak jatuh ketanah." Jawab Lukita Dengan Tenang sambil berjalan mendekati lawan bicaranya.
" Kau pikir aku Bodoh ! Menahan dengan Senjata sama saja melukai tubuhnya !" Bentak Li tiankong tak percaya.
" Dari Awal Aku Ingatkan ! Ini Bukan Pertarungan Hidup Dan Mati !" Sambungnya kembali.
" Lihat lah Tuan !" Seru Lukita,Dia lalu mengerahkan kembali jurus Bulu Emasnya,Ratusan Pedang emas kembali muncul mengitari tubuhnya,Lukita segera mengerahkan Bulu emas untuk mengangkat Arca Dewa Langit yang telah patah menjadi dua.Lalu mendirikannyab kembali menjadi satu seperti sedia kala.Namun terlihat bekas patahan Arca Tersebut tak menyambung menjadi satu.
Li Tiankong tertegun,Sungguh luar biasa kehebatan pemuda ini.Jurus yang langka,Pedang emas yang bisa menjadi tameng,Juga Bisa bergerak sesuai perintah pemiliknya.
Li tiankong menyentuh Dada Putrinya,Terlihat darah segar mengalir disela2 bibir Lienweida yang tak sadarkan diri.Dengan Cekatan,Tiankong menotok beberapa jalan darah untuk menhentikan darah yang mengalir keluar.
" Kau telah melukai putri dan murid pertamaku !" Terdengar suara parau tiankong,Semenjak putrinya lahir,Baru kali ini dia melihat putrinya terluka parah.
" Maaf tuan,Bukan Aku yang melukai mereka,aku hanya melindungi diriku,Ilmu mereka sendiri yang membuat mereka terluka !" Jawab Lukita tenang
" Kau...!"
Li Tiankong tak melanjutkan ucapannya,Dia melihat sekelilingnya.
" Kalian ! Cepat bawa yang terluka keruang pengobatan !" Perintah Li tiankong tegas
Murid2 Klan Langit segera membantu teman2nya,Tubuh Leng Kong yang terkapar segera dibawa keruang pengobatan.
Suasana Menjadi Ramai,Puluhan Murid Klan Langit terlihat hilir mudik ditempat itu.
Sementara itu,Lukita sendiri baru tersadar,dia segera mencari sahabatnya perbol.
" Gawat,Dimana Dia ! "
" Botttt...BungBottt...Tolong aku !!!" Terdengar suara lirih dari atas
Lukita mencari2 sumber Suara sahabatnya,
" Sobat ! Dimana Kau !" Teriak Lukita mencari2
__ADS_1
" Aku disini ! Adaw....Cepat tolong aku Sobat ! Kalajengking ini menggigiti pantatku !"
Lukita Melihat keatas ,Didinding langit Goa terlihat batu yang menjorok keluar,terlihat tubuh mungil perbol bergantungan,Celananya melorot kebawah hingga pantatnya keliatan.Yang lebih parah lagi,hampir seluruh tubuhnya dikerubuti kalajengking.