
Dipinggir kota dibawah pohon beringin yang sangat besar,terlihat sebuah gubuk reot yang tak layak lagi untuk dihuni.namun didalamnya terlihat samar2 cahaya pelita pertanda ada kehidupan didalam gubuk.
Sebuah meja usang yang panjang dan beberapa kursi terlihat rapi.diatas meja,teko air dan beberapa hidangan sederhana terlihat masih hangat.
" Maaf tuan Muda Ren,hanya hidangan ini yang dapat kami suguhkan." Terdengar suara berat pertanda seseorang telah lanjut usia.
" Tak perlu sungkan kakek Qian Shou,ada hal yang jauh lebih penting daripada hidangan ini." jawab laki2 gagah dan tampan berpakaian serba putih.
" Ahhh...Kau sangat mirip dengan Ayahmu,Aku rindu ingin segera bertemu dengan beliau.hehehe..." Kakek Qian sHou atau Pendekar tangan seribu adalah ketua perkumpulan dari Tangan Seribu.Usia nya hampir mencapai 100tahun,Walaupun suaranya terdengar sangat lemah,namun pandangan dan gerakannya masih terlihat sangat kuat.
" Kakek Qian,Sejujurnya aku membawa pesan dari ayah untukmu.Apakah kita bisa berbicara empat mata " Ren Xueshan berbisik lirih
Ketua tangan seribu menarik napasnya sesaat,
" Hen Hen,kau berjagalah disini.Mungkin beberapa saudaramu akan segera datang berkunjung."
" Baik,Kakek Suhu." Hen2 sangat memahami karakter suhu nya,dia tak mau banyak bertanya.
" mari ikut aku Tuan Muda Ren." Seru Kakek Qian,lalu berjalan kearah Kamarnya.
Memasuki kamar sempit yang hanya ada sebuah ranjang reot terbuat dari bambu tanpa ada alas dan bantal.
Kakek Qian menekan Batu yang agak menonjol dipojok kamar dengan tenaga dalamnya.
Tiba2 Ranjang reot tenggelam kebawah hingga membuat sebuah Lorong yang memanjang.Terlihat anak tangga menuju kebawah.
Ren Xueshan dibuat terkagum2 melihat ada ruang rahasia didalam gubuk reot.Bibirnya tersenyum,pantas saja sangat sulit mencari Ketua Tangan seribu.
mereka berdua lalu menuruni anak tangga,setelah ketemu dinding lalu belok kiri dan menemui anak tangga lagi.Setelah berjalan sepuluh langkah,mereka berhadapan dengan sebuah Kolam yang memenuhi jalan.
" Kolam ini sangat beracun,didalamnya juga hidup ratusan binatang penghisap darah.Jangan sampai tuan muda terkena air kolam." Kakek Qian Memperingatkan,Lalu dengan sekali lompat tubuh yang terlihat renta melayang kedepan laksana kapas ditiup angin.Hingga sampai diujung kolam tanpa terdengar suara kaki yang menapak.
Ren Xueshan Mengerutkan keningnya,tanganya menggaruk2 kepalanya yang tak gatal.
" Kalau kau tak mampu,Biar aku kembali dan menggendongmu.Hahahaha..." Kakek Qian Tertawa renyah
" Ahhh...Tak Perlu kek,biar Aku coba.Seandainya aku gagal,Berarti disinilah Ajalku." Jawan Ren Xueshan merendah.
Uapan Putra pertama dari Klan Salju membuat hati Kakek Qian sedikit gelisah.Bagaimana tidak,Kalau seandainya ucapannya benar.bisa2 dimembangkitkan kemarahan Klan Salju yang berada diGunung.
Ren Xueshan tersenyum senang,melihat wajah cemas dari kakek tangan seribu.lalu dia melangkah mendekati tepi kolam,dan melompat laksana burung Bangau melayang diudara,Lalu mendarat meter dibelakang Kakek Qian.
" Hehehe...Kau mengolokku,Tuan Muda ! Ilmu meringankan tubuhmu jauh lebih sempurna dariku yang sudah ujur ini." Kakek Qian memuji
" Hahahaha...Kakek Qian,kau pikir aku yang muda ini tak punya pengalaman.Aku tau,Murid2 Klan Salju tak satupun mampu menghadapimu." Ren Xueshan tertawa lepas
" Tuan muda,Ayahmu bukanlah tandinganku.Tulang tuaku tak kan mampu menahan dinginnya salju." hehehe
" Mari kita masuk kekediamanku ." Kakek Qian berjalan kembali,setelah beberapa langkah,Dia meraba kedinding Lorong.
Tiba2 Pintu batu bergerak kesamping,terlihat cahaya keluar dari dalam.aroma harum semerbak tercium hingga membuat dada menjadi lega.
" Ayah,Kau datang tepat waktu ! Makan Siang telah siap." Seorang gadis berparas ayu bertubuh tinggi langsing laksana peragawati berlari mendekati Kakek Qian.
" Hahahaha...Sungguh waktu yang tepat.Kau sangat beruntung Tuan Muda Ren !" Seru Kakek Qian Terkekeh senang.
Ren Xueshan berdiri terpaku,matanya menatap gadis cantik didepannya.Gadis manja yang sedang bergayut dilengan Kakek Qian itu,membuat Dadanya bergetar.
__ADS_1
"Tuan Muda,Perkenalkan Putri Bungsuku,Qiang suyon." Kakek Qian memperkenalkan Putrinya
Ren Xueshan tak menjawab,tubuhnya menjadi kaku,melihat Paras Qiang Suyon yang putih Laksana Bidadari.
" Ayah...Mungkin tuan ini telah keracunan kolam hitam saat memasuki kediaman kita." Terdengar suara Qiang Suyon manja
Hahahaha...
Kakek Qian tertawa terbahak2...
Membuat Ren Xueshan tersadar kembali,Dengan Wajah merah menahan malu,Dia segera menjura hormat.
" Aku Ren Xueshan,dari gunung salju." Ucap Pemuda tersebut dengan tergagap
" Selamat datang dirUmah kami yang sederhana ini,Tuan muda." Jawab Qiang Suyon,suaranya sangat merdu dan manja.
" Ayo Tuan muda,Kita keruang makan terlebih dahulu.Sungguh tak nyaman kalau aku belum menjamu tamu kehormatanku." Kakek Qian melangkah bersama putrinya yang dengan manja bergayut ditangan ayahnya.
Ruang bawah tanah yang tadinya terlihat sempit dan biasa,semakin masuk kedalam semakin luas dan besar.Setelah menaiki puluhan anak tangga,Mereka tiba Diaula yang luas.
" Kakek Qian,Bagaimana bisa kakek membangun tempat semegah ini didalam tanah ?" Tanya Ren Xueshan penasaran.
" Hahaha...Seluruh Kota ini takkan ada yang mampu membangun semua ini.Aku sangat beruntung,Kakek Buyutku seorang yang suka dengan sejarah.Dia lah yang menemukan tempat ini." Kakek Qian tertawa bangga
" Sungguh luar biasa,Ini pasti Bangunan Istana kerajaan Pendahulu kita." Ren Xueshan tak mampu menutupi rasa kagumnya.
" Bangunan ini didirikan pada Zaman Dinasti Shang yang dibangun pertama kali oleh Kaisar Tang,Dan dilanjutkan oleh 31 raja selama 5 abad." Qiang Suyon tanpa ragu menjelaskan
" Bagaimana Nona Bisa tau ?" Tanya Ren Xueshan heran.
" Wahhhh...Ilmu pengetahuan adalah ilmu yang tak pernah ada habisnya.Nona Sangat Hebat !" Puji Ren Xueshan,Dadanya semakin bergetar kencang.
" Ayah...jangan berlebihan.Aku hanya gadis biasa yang selalu menjaga rumah saja bukan." Qiang suyon yang lemah lembut mempunyai sifat yang rendah hati.
" Hahaha...betul...betul putriku,Bahkan kalau bukan kau yang memasak makanan dirumah ini.perutku belum merasa kenyang.Lidahku tak kan bisa cocok dengan masakan lain." Kakek Qian kembali tertawa senang
Qiang Suyon sebenarnya sangat istimewa,dia punya kelebihan,Selain tubuhnya yang tinggi semampai,hidung mancung bibir mungil,juga Punya lesung pipit dikedua pipinya,rambut panjang kecoklatan alis yang tebal.sangat mudah menghapal dan ingatanya sangat kuat.Jiwa lembut,sabar,juga Sangat manja.kecerdasannya melampaui kecerdasan manusia biasa.
" Ayah,aku bisa terbang kelangit kalau ayah terus memujiku.Sebaiknya kita segera keruang makan,masakannya keburu dingin." Qiang Suyon segera menarik tangan ayahnya agar segera keruang makan.
" Ahhh...Aku lupa...maafkan orangtua yang pikun ini." Kakek Qian Kembali terkekeh
Ren Xueshan semakin penasaran,sejujurnya dia memang baru tau bahwasanya Ketua Tangan Seribu mempunyai keturunan yang istimewa.Selama ini,dia hanya mengenal Putri Pertama Qiang bie dan Putra kedua nya Qang jie Shou.
Dimeja Makan,kembali Ren Xueshan terpukau.Hidangan diatas meja sangat berbeda,mulai menu masakan juga sayur dan buah2an.Hanya beberapa saja yang dikenalinya.
" Silahkan Tuan Muda Ren,Jangan Sungkan2 !" Kakek Qian tersenyum2 melihat tamunya
Ren Xueshan mengambil hidangan yang terdekat,awalnya dia masih menjaga gengsi dan wibawanya didepan Kakek Qian dan Nona SuYon.Namun begitu Dia merasakan hidangan yang dimakannya,tanpa sadar tangannya terus mengambil dan mencoba hidangan yang membuat dirinya penasaran.Hingga tanpa sadar,sudah habis lima piring makanan yang masuk kedalam perutnya.
Kakek Qian tak tahan lagi menahan tawanya,begitu melihat Pemuda yang terkenal Gagah dan Berwibawa bisa makan sebanyak itu.
" Hahaha...Tuan muda tak perlu buru,sebaiknya menginaplah beberapa hari disini." Kakek Qian sebenarnya sudah lama menginginkan Ren Queshan untuk dijodohkan dengan putrinya.
mendengar tawaran dari kakek Qian,membuat Ren Xueshan tersadar.Dia hampir lupa dengan misi yang diembannya.Begitu melihat beberapa piring kosong didepannya dia sangat terkejut.
" Demi Penguasa Langit dan Bumi ! Aku...Maaf...Maaf...Kakek dan Nona,Aku sudah terlalu banyak menghabiskan makanan ini." Ucapnya terbata2 karena malu.
__ADS_1
"Hahaha...Tak perlu Malu dan Sungkan,Hidangan ini memang untuk kita makan bukan." kakek Qian tertawa lebar melihat tingkah Ren Xueshan
" Sungguh Nikmat Hidangan ini,seumur hidupku,baru kali ini merasakannya.Aku yakin,kalau nona bersedia membuka rumah makan,pasti akan Laris sekali." Kekaguman Ren Xueshan semakin menjadi.
" Tuan muda jangan terus memujiku,ini hanya masakan rumah biasa saja.Hanya bahan2 makanan ini sangat jarang ada.mungkin lidah tuan sudah terbiasa dengan makanan lain." Jawab Qiang Suyon merendah
Tiba2 Hen hen masuk kedalam Ruang makan,Dia segera menjura hormat.
" Suhu,Ada berita penting !" Ucapya Sambil melihat kearah piring didepan Ren Xueshan.mau takmau dia ikut tersenyum.
" Berita Apa Gerangan,Hen2 !?" Kakek Qian menghentikan Makannya.
" Putri Pertama Klan Api telah diculik,Suhu !" Hen hen segera duduk dikursi sebelah Ren Xueshan
" Apaaa !!!" Ren Xueshan dan Kakek Qian berteriak kaget bersamaan.
" Siapa yang berani menculik Putri dari Klan Api ?!" Kakek Qian segera berdiri dari duduknya
" Tadi 2 orang anggota kita datang memberitahu,Suhu.Tuan putri diculik diRumah makan saat makan bersama 3orang temannya.Pelakunya Berjumlah puluhan orang berpakaian seperti Ninja." Hen2 segera menjelaskan
" Gila ! Bukankah mereka baru saja bertemu dengan kita dirumah makan itu ! Juga Kehebatan putri dan murid pertama Klan api tak bisa dianggap sepele." Ren Xueshan merasakan kejanggalan
" Mereka berani bermain api,Pasti mereka bukan orang sembarangan.Dan Tuan muda Ren,sebenarnya pesan apa yang disampaikan Ayahmu untukku ?" Tanya kakek Qian
Ren Queshan menarik napas dalam2,dia melihat kearah Nona Suyon dan Hen2.
" Tak perlu sungkan,Tuan Muda.Sampaikan saja !" Kake Qian menyadari kekhawatiran Laki2 gagah didepannya
" Sebenarnya ini Aib Klan Salju,Tapi setelah mendengar kejadian barusan,Sepertinya bukan hanya Klan Salju yang telah mendapat musibah.Kakek Qian,Sepekan yang lalu,Klan Kami telah kehilangan Kitab Suci Salju Abadi.Sepekan ini pula kami bergerak mencari siapa pelakunya.Namun hingga detik ini,belum ada petunjuk yang pasti siapa pelakunya." Ren Xueshan Menjelaskan
" Sepertinya Kota Ini mulai diusik ketenangannya.5 hari yang lalu,Klan Air juga kehilangan Senjata Pusaka Pecut Air Bah Nya.Semua ini pasti saling berhubungan." Kakek Qian Mencoba Mencari benang merah dari peristiwa yang menimpa masing2 Klan.
" Apakah Klan Langit juga mendapat Musibah,Ayah ?" Qiang Suyon yang sedari tadi hanya diam tiba2 ikut bertanya
" Markas Klan Langit sangat susah untuk dijangkau,Sebulan yang lalu aku hanya mendapat salam dari ketua mereka yang disampaikan anggotanya." Kakek Qian Berjalan perlahan sambil mengelus jenggot putih didagunya.
" Hanya Klan Langit yang mampu menjangkau markas klan lain dengan Cepat !" Hen2 mencoba menebak
" Hati2 berbicara Hen2,Jangan mengambil kesimpulan
tanpa bukti yang tepat." Tegur Kakek Qian
" Maafkan Murid,Suhu." Hen2 tertunduk takut
" Sebaik Kita Waspada,Hati2 dalam bertindak dan berkata.Jangan sampai kedamaian yang dibangun antar klan dan perkumpulan dikota ini menjadi terpecah belah.Aku yakin,Semua ini saling berhubungan,Pasti ada rencana besar dibalik semua ini." Kakek Qian kembali duduk dikursinya.
" Ayah berpesan,Mohon bantuan Dari Perkumpulan tangan seribu,apabila Mendapat kabar berita yang berhubungan dengan kitab Suci kami,segera memberi kabar pada kami." Ren Xueshan Berdiri lalu menjura Hormat
" Kami Perkumpulan Tangan Seribu,tanpa diminta sekalipun,Pasti akan membantu ! Demi Kebaikan dan kedamaian Kota Ini."
" Apakah tidak ada petunjuk sama sekali,tuan Muda ?" Qiang Suyon bertanya
" Nona Sangat Teliti,Sebenarya kami menemukan Jejak dari pencuri kitab suci.Namun,Ayahanda tak mau gegabah,Persis seperti kata kakek Qian Tadi,Tanpa bukti yang kuat tak akan bertindak." Jawab Ren Xueshan
" Kalau Aku boleh Tau,petunjuk Apakah Itu,Tuan muda?" Tanya Qiang Suyon kembali
" Ahhh...Nona,Panggil Saja Aku Kakak Ren,tak perlu Embel2 yang lain." Ren Xueshan merasa tak enak hati.
__ADS_1